cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 38 No. 2 (2015)" : 9 Documents clear
ESTIMASI KADAR IODIUM DALAM URIN 24 JAM MELALUI URIN SESAAT Donny K. Mulyantoro; Ina Kusrini; Djoko Kartono
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5502.87-94

Abstract

Kecukupan asupan iodium individu diukur berdasarkan ekskresi iodium urin (EIU). Metode untuk mengukur kadar iodium urin adalah dengan menampung urin selama 24 jam. Namun, alternatif praktis adalah menggunakan sampel urin sesaat. Makalah ini membahas prakiraan kadar iodium dari sampel urin 24 jam dengan menggunakan urin sesaat. Sebanyak 37 wanita usia subur (18-45 tahun) diukur EIUnya. Sampel urin untuk analisis diperoleh dengan dua cara: (i) urin sesaat yang dikumpulkan setiap buang air kecil; dan (ii) urin 24 jam. Kadar iodium urin ditentukan menggunakan metode ammonium persulphate digestion. Uji statistik t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara kadar iodium dari urin sesaat dalam rentang waktu tertentu dengan kadar iodium urin 24 jam. Keeratan hubungan kadar iodium sampel urin sesaat dengan kadar iodium urin 24 diuji dengan korelasi metode Pearson’. Kadar iodium dari sampel urin sesaat pada rentang waktu sebelum jam 12 siang tampak lebih rendah 5,9 - 13,8 persen dibandingkan dengan kadar iodium dari sampel urin 24 jam. Demikian pula kadar iodium urin sesaat antara pukul 12.00 hingga pukul 24.00 tampak lebih tinggi 0,8 - 2,2 persen dibandingkan kadar iodium urin 24 jam. Namun demikian, secara statistik tidak ada perbedaan kadar iodium urin yang diambil dari sampel urin sesaat dengan sampel urin 24 jam. Koefisien korelasi kadar iodium urin sesaat antara pukul 17.00 hingga pukul 24.00 dengan kadar iodium urin 24 jam adalah yang tertinggi yaitu rho 0,82. Kadar iodium berdasarkan urin sesaat dapat digunakan untuk mengukur masukan iodium individu dan dapat digunakan untuk mengestimasi kadar iodium urin 24 jam.
FACTORS ASSOCIATED WITH OVERWEIGHT/OBESITY AMONG ADULTS IN URBAN INDONESIA Helda Khusun; Luh Ade Ari Wiradnyani; Nora Siagian
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5539.95-110

Abstract

Overweight/obesity is increasing in developing countries, including Indonesia, being more prevalent in urban than rural areas. Understanding about associated factors of overweight/obesity is important for intervention purposes. The study objective was to assess factors associated with overweight/obesity in urban Indonesians. This cross-sectional study involved primary data collection among 864 adults aged 18-45 years in five major urban cities of Indonesia. Weight, height, waist and hip circumference were measured, and overweight/obesity was defined as BMI>25 kg/m2. Factors associated to overweight/obesity was ellicited by logistic regression. The study showed that proportion of overweight/obesity was significantly higher among women than men (42.8% and 29.2%). Median total energy intake was 1974 kcal/day, and median fat intake was high (75.3 g; 25th-75th percentile: 49.6-109.4 g). More than 70 percent of subjects consumed high energy dense food/beverages often. Only around 27 percent of the subjects had high intensity physical activity/PA level and more than 50 percent spent >6 hours using TV/computer, indicating low PA level. After adjusting for confounders, often consumption of high energy dense food consistenly showed association, although not signficant, with overweight/obesity. Moreover, men with higher sedentary activities indicated by TV/computer usage >6 hours/day and women with less days of performing vigorous PA had 1.4 and 3 times higher odds to become overweight/obese, respectively. Thus, overweight/obesity prevention should focus on reduction of consumption of high-dense energy food, including fat intake; coupled with increasing PA level by having more days of vigourous recreational PA and reduction of TV/computer usage, especially among married older urban adult.
FAKTOR RISIKO OBESITAS SENTRAL PADA ORANG DEWASA UMUR 25-65 TAHUN DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR 2013) Sudikno Sudikno; Hidayat Syarief; Cesilia Meti Dwiriani; Hadi Riyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5540.111-120

Abstract

Prevalensi obesitas sentral pada penduduk dewasa di Indonesia mengalami peningkatan pada periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas sentral pada orang dewasa umur 25-65 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013. Desain penelitian adalah cross-sectional. Sampel adalah orang dewasa berumur 25-65 tahun dengan kriteria tidak cacat fisik dan mental, sampel wanita tidak dalam keadaan hamil. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 434.970 sampel. Hasil analisis menunjukkan prevalensi obesitas sentral pada penduduk Indonesia umur 25-65 tahun sebesar 48,5 persen. Rata-rata lingkar perut responden perempuan (81,92±9,45 cm) lebih tinggi daripada laki-laki (80,17±8,80 cm). Rata-rata umur responden adalah 42,50±10,43 tahun. Dari hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas sentral adalah umur, wilayah, status ekonomi, dan aktivitas fisik. Upaya untuk mencegah dan mengendalikan obesitas harus ditekankan di daerah perkotaan dengan status ekonomi menengah ke atas dan mulai dari usia dini. Di samping itu program berbasis populasi skrining dan program intervensi diperlukan, sehingga populasi berisiko obesitas sentral menjadi prioritas dalam penanganan program pencegahan.
PERBEDAAN DURASI TIDUR MALAM PADA ORANG DEWASA OBESITAS DAN NON-OBESITAS: META-ANALISIS STUDI CROSS-SECTIONAL 2005-2012 Debby Endayani Safitri; Trini Sudiarti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5541.121-132

Abstract

Tidur berperan dalam mekanisme pengaturan energi. Berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek berhubungan dengan kejadian obesitas pada orang dewasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan durasi tidur pada orang dewasa yang mengalami obesitas dengan orang dewasa yang tidak obesitas. Penelitian yang diikutsertakan dalam meta-analisis merupakan penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2005 hingga 2012. Identifikasi penelitian secara sistematis dilakukan menggunakan PubMed dan e-resource PNRI. Identifikasi penelitian secara manual dilakukan berdasarkan daftar referensi pada penelitian yang diidentifikasi secara sistematis. Proses identifikasi menghasilkan 62 penelitian potensial untuk dianalisis. Dari jumlah tersebut, 9 penelitian memenuhi kriteria inklusi menjadi bahan untuk dilakukan meta-analisis. Ke-sembilan penelitian tersebut mencakup 78.119 partisipan. Durasi tidur malam pada kelompok obesitas adalah kurang dari 7 jam, sedangkan durasi tidur kelompok non obesitas adalah 7-9 jam. Meta-analisis menghasilkan OR gabungan 1,42 (95% CI: 1,25-1,61). Analisis dengan membedakan dua kelompok durasi tidur, yaitu ≤ 5 jam dan 5-7 jam OR menghasilkan OR gabungan 1,73 (95% CI: 1,47-2,03) pada durasi tidur kurang dari lima jam dan 1,21 (95% CI: 1,05-1,39) pada kelompok lainnya. Disimpulkan bahwa orang dewasa dengan durasi tidur yang lebih singkat memiliki resiko lebih besar mengalami obesitas.
EFEK INFUSA DAUN Mangifera foetida L. TERHADAP KADAR ALBUMIN DAN TOTAL PROTEIN SERUM TIKUS DENGAN KEKURANGAN ENERGI PROTEIN Andyani Pratiwi; Agustina Arundina TT; Delima Fajar Liana
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5542.133-138

Abstract

Albumin sebagai komponen terbesar serum protein merupakan penanda paling sering untuk status gizi. Kekurangan energi protein (KEP) dapat mengurangi kadar albumin serum ini. Mangga bacang adalah tanaman khas Kalimantan Barat yang mengandung berbagai metabolit sekunder pada daunnya. Penelitian ini akan melihat efek infusa daun mangga bacang terhadap kadar albumin dan protein total serum tikus yang mengalami KEP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian post-test only with control groups. Tiga puluh tikus berusia 3 minggu dibagi dalam 3 kelompok: normal (n=6), restriksi (n=6) dan tikus yang diberikan infusa (infusa, n=18 dengan dosis 10 mg/kgBB, 20 mg/kgBB dan 40 mg/kgBB). Kadar albumin and protein total diukur menggunakan metode Bromocresol Green dan biuret. Kadar albumin dan total protein serum kelompok restriksi lebih rendah dibandingkan dengan kelompok normal (p=0,000). Terjadi peningkatan kadar serum albumin dan total protein dari 3 kelompok infusa yang berbanding lurus dengan dosis infusa yang diberikan dengan peningkatan tertinggi adalah pada pemberian dosis 40 mg/kgBB (p=0,006 dan p=0,024). Pemberian infusa daun mangga bacang dapat meningkatkan kadar serum albumin dan total protein tikus yang mengalami KEP.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, LEMAK DAN SERAT DENGAN RASIO KADAR KOLESTEROL TOTAL-HDL Emy Yuliantini; Ayu Pravita Sari; Edy Nur
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5543.139-147

Abstract

Perubahan pola hidup menyebabkan pola penyakit berubah, dari penyakit infeksi dan rawan gizi ke penyakit-penyakit  degeneratif, diantaranya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) dan akibat kematian yang ditimbulkannya. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah. Penyakit kardiovaskuler (PKV) mempunyai hubungan yang erat dengan zat gizi dan makanan. Hipotesis “makanan-jantung“ atau diet-heart hypothesis menerangkan bahwa adanya hubungan antara makanan dengan penyakit jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rasio kadar kolesterol total/HDL. Desain penelitian ini adalah potong lintang/cross sectional dengan variabel independen (asupan energi, asupan lemak jenuh, lemak tak jenuh, kolesterol dan serat) dan variabel dependen (rasio kadar kolesterol total/HDL). Jumlah populasi 760 dan sampel sebanyak 45 responden. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara asupan energi, lemak jenuh, lemak tak jenuh dan kolesterol dengan rasio kadar kolesterol total/HDL. Tidak ada hubungan yang bermakna antar asupan serat dengan rasio kadar kolesterol total/HDL. Faktor yang paling berhubungan adalah asupan lemak jenuh.
DAMPAK INTERVENSI GIZI PADA IBU HAMIL TERHADAP PERTUMBUHAN LINIER BATITA Made Dewi Susilawati; Yuniar Rosmalina; Elisa Diana Julianti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5544.149-156

Abstract

Stunting (tubuh pendek) merupakan hambatan pertumbuhan yang diakibatkan oleh kekurangan asupan zat gizi dalam jangka panjang dan masalah kesehatan lainnya. Hasil riset kesehatan dasar menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 36,8 persen pada tahun 2007 dan 35,5 persen pada tahun  2010. Review ini mencakup studi dengan metode randomized controlled trial (RCT) untuk menilai dampak intervensi pada ibu hamil terhadap pertumbuhan panjang badan lahir sampai anak di bawah tiga tahun (batita) untuk mencegah terjadinya stunting. Pencarian elektronik melalui data base cohrane, medline, pubmed dan google search dan bibliografi dari artikel yang ditelusur. Pencarian dengan memasukkan kata pregnant, intervention, dan randomized (RCT). Ada 12 artikel yang memenuhi  kriteria dari 500 artikel yang ditemukan. Artikel tersebut terdiri dari 4 jenis intervensi yaitu 2 intervensi zat gizi tunggal, 2 intervensi kombinasi zat gizi, 7 intervensi multi mikronutrien dan 1 intervensi edukasi gizi. Metode penilaian kualitas artikel menggunakan jadad score yang meliputi ada tidaknya penjelasan randomisasi, random alokasi, double blind, drop out, besar sampel. Pemberian zat gizi tunggal atau multi mikronutrien pada masa kehamilan tidak menunjukkan perbedaan terhadap pertumbuhan panjang badan bayi sampai usia batita. Namun suplementasi gizi sejak awal kehamilan memberi dampak lebih baik terhadap peningkatan panjang badan batita.
STATUS VITAMIN A ANAK 12-59 BULAN DAN CAKUPAN KAPSUL VITAMIN A DI INDONESIA Fitrah Ernawati; Sandjaja Sandjaja
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5545.157-165

Abstract

Masalah kurang vitamin A (KVA) masih merupakan masalah gizi di Indonesia. Program untuk mengatasi KVA dilakukan dengan program suplementasi kapsul vitamin A untuk anak 6-59 bulan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Tetapi cakupan program tersebut belum optimal dan bervariasi antar daerah dan sebagian balita masih terkena KVA. Studi ini bagian dari SEANUTS yang bertujuan untuk mengetahui cakupan kapsul vitamin A, faktor-faktor yang mempengaruhi status serum retinol anak Indonesia umur 12-59 bulan. Studi dilakukan di 48 kabupaten yang mencakup 3595 balita. Cakupan kapsul dan faktor-faktor dikumpulkan oleh enumerator dengan kuesioner terstruktur. Serum retinol dianalisis dengan metode HPLC dari 504 sub-sampel balita. Cakupan kapsul vitamin A sebesar 83,0 persen. Faktor yang berperan balita tidak menerima kapsul vitamin A adalah status ekonomi rendah (OR 1,75 95% CI 1,35-2,27), tidak pernah ke posyandu (OR 7,90 95% CI 6,20-10,06), ke posyandu hanya 1-3 kali dalam 6 bulan terakhir (OR 2,62 95%CI 2,00-3,49), dan pendidikan ibu SMP ke bawah (OR 1,41 95% CI 1,11-1,78). Serum retinol balita yang tidak menerima kapsul lebih rendah (p=0,039) dibanding yang menerima kapsul (1,37+0,47 dibanding 1,51+0,53 µmol/L). Kadar serum retinol tertinggi pada 2 bulan sesudah distribusi kapsul (2,10+0,36 sampai 2,18+0,61 µmol/L) dan kemudian terus menurun sampai sebelum bulan distribusi kapsul 6 bulan berikutnya (1,21+0,45 sampai 1,28+0,40 µmol/L). Hal ini berarti kenaikan serum retinol antara 0,82-0,97 µmol/L dengan suplementasi kapsul vitamin A. Program kapsul vitamin A masih tetap diperlukan karena kapsul meningkatkan status vitamin A yang masih belum optimal.
ASUPAN ZAT BESI, VITAMIN A DAN ZINK ANAK INDONESIA UMUR 6-23 BULAN Edith Sumedi; Sandjaja Sandjaja
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5546.167-175

Abstract

Anak di bawah dua tahun paling rentan terhadap kekurangan gizi. Oleh karena itu, seribu hari kehidupan pertama merupakan periode kritis anak untuk mendapatkan kesehatan dan status gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur asupan zat besi, vitamin A dan zink dari makanan anak yang berkontribusi terhadap masalah kurang gizi mikro. Desain penelitian ini potong-lintang dengan sampel 1,177 anak umur 6-23 bulan di 48 kabupaten di Indonesia. Asupan makanan diukur menggunakan metoda recall 24 jam asupan makan, oleh enumerator terlatih. Asupan zat gizi dihitung berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia. Variabel lainnya seperti karakteristik rumah tangga, ASI dan praktik pemberian makanan pendamping ASI, pelayanan kesehatan, angka kesakitan, antropometri dan hemoglobin.  Hasil penelitian menunjukkan rerata asupan vitamin A, zat besi dan zink adalah 298+9 µg, 4,6+0,2 mg, and 3,3+0,1 mg. Bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG) vitamin A, zat besi, dan zink adalah 74,6+1,8%, 60,3+2,7%, dan 41,0+1,1%. Prevalensi anemia sebesar 56,4 persen. Analisis ANCOVA menggambarkan bahwa asupan berhubungan secara nyata dengan tempat tinggal (desa/kota), status sosial ekonomi, umur, morbiditas (kesakitan), nafsu makan, pemberian ASI dan konsumsi susu dan hasil olahnya. Walaupun demikian, analisis dengan regresi logistik ganda menggambarkan bahwa asupan rendah vitamin A dibawah AKG berhubungan dengan umur anak yang lebih muda, status sosial ekonomi rendah, penyapihan dan nafsu makan yang rendah. Asupan zat besi rendah berhubungan dengan umur, tempat tinggal, status sosiaI ekonomi rendah, sedangkan asupan zink berhubungan dengan status sosial ekonomi rendah dan penyapihan. Anak dengan konsumsi zat besi kurang dari AKG berhubungan dengan prevalensi anemia.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue