cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3" : 12 Documents clear
DAMPAK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGELOLA LKP WILAYAH KOTA SURABAYA LAILATUSY SYAKIROH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis pengelola LKP yang diselenggarakan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur pada tahun 2016 memiliki fungsi untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas pengelola LKP terkait kesiapan lembaga untuk dinilai kinerjanya (akreditasi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) hasil pendidikan dan pelatihan teknis dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelola LKP wilayah Kota Surabaya; (2) dampak pendidikan dan pelatihan teknis dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelola LKP wilayah Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini berada di 5 LKP wilayah Kota Surabaya. Subjek penelitian ini adalah: (1) Pengelola LKP; (2) Karyawan LKP. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah koleksi data, reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini antara lain: (1) hasil pendidikan dan pelatihan teknis pengelola LKP meliputi, (a) kompetensi kepribadian berupa 5 pengelola LKP yang semakin berminat dengan jabatan sebagai pengelola lembaga melalui keikutsertaan pada tes uji kompetensi pengelola LKP; (b) kompetensi manajerial berupa perolehan gelar juara dari 2 pengelola LKP pada event perlombaan LKP terbaik se-Surabaya pada awal tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan meraih juara kedua oleh pengelola LKP Lasalle dan juara ketiga oleh pengelola LP3I; (c) kompetensi kewirausahaan berupa 5 pengelola LKP memanfaatkan peluang yang menguntungkan bagi lembaga masing-masing, seperti inovasi program kursus TOEFL yang ada di LKP Lia, penerapan pembelajaran sistem online di LKP MTI, aksi sosial LP3I ke panti jompo, pemberian CSR dalam bentuk open house dan pembelajaran gratis pada masyarakat oleh LKP Lasalle, serta adanya aksi donor darah yang digelar oleh LKP Andy Institute; (d) kompetensi sosial berupa kemampuan 5 pengelola LKP dalam menjalin kerja sama dengan lembaga lain melalui adanya nota kesepahaman (MoU), baik dengan lembaga dari dunia pendidikan maupun lembaga dari bidang nonpendidikan. (2) dampak pendidikan dan pelatihan teknis pengelola LKP meliputi terwujudnya kemandirian sistem pengelolaan lembaga yang berujung pada kesiapan 4 pengelola LKP dalam pengajuan akreditasi pada tahun 2017 yaitu LKP Lia, LP3I, LKP Lasalle, LKP Andy Institute, serta penerapan budaya kerja organisasi yang bersifat positif pada lembaga masing-masing. Kata Kunci: Pendidikan dan Pelatihan Teknis, Kompetensi Pengelola LKP
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KEJAR PAKET C DI PKBM AL-FUTUH KECAMATAN TIKUNG KBUPATEN LAMONGAN Amirul Mushalihul Ibad
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentingnya kecerdasan emosional dikembangkan pada diri siswa (peserta didik), Karena betapa banyak kita jumpai siswa (peserta didik), dimana mereka begitu cerdas di sekolah, begitu cemerlang prestasi akademiknya, namun bila tidak dapat mengelola emosinya, seperti mudah marah, mudah putus asa atau angkuh dan sombong, maka prestasi tidak akan membawa manfaat bagi dirinya. Ternya kecerdasan emosional perlu lebih dihargai dan dikembangkan pada siswa (peserta didik) sedini mungkin dari tingkat pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang ditengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensinya dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koefisien hubungan korelasi antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar peserta didik Paket C di PKBM Al-Futuh Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan sampel jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan responden, dengan jumlah populasi 20 peserta didik. Pengambilan data pertama kali ialah dengan mengajukan uji validitas data terhadap 15 responden ditempat yang berbeda, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Kendal tao dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar peserta didik di PKBM Al-Futuh Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, hal ini dibuktikan dari analisis Kendal tao nilai koefisien korelasi hitung sebesar 0,305. Ketentuannya apabila sig (2-tailed) diatas 0,05 maka dinyatakan ada hubungan antara kinerja tutor dengan motivasi belajar dan apabila sig (2-tailed) dibawah 0,05 maka dinyatakan tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar. Jadi data yang dihasilkan dalam hitung 0,305 adalah lebih besar dari 0,05 maka dinyatakan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar
HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN MENJAHIT TINGKAT TERAMPIL DENGAN PEMBENTUKAN SIKAP WIRAUSAHA BAGI ANGGOTA KOPWAN (KOPERASI WANITA) DI DESA TRITUNGGAL BABAT LAMONGAN GHIFAR ZAKATUS SUAIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan menjahit tingkat terampil merupakan salah satu dari pendidikan non formal yang diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dalam hal ini masyarakat kurang percaya diri untuk menjadi seorang wirausahawan. Soedijarto (1997) menjelaskan bahwa peranan pendidikan nonformal dalam menyelenggarakan layanan pendidikan adalah memberikan pendidikan dasar kepada warga negara yang karena usia, waktu dan faktor sosial ekonomi tidak mungkin memperoleh pendidikan dasar melalui pendidikan sekolah. Selain itu pendidikan nonformal memiliki keluwesan dalam menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu namun masih ingin menambah pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan berkelanjutan (continuing education) dalam bentuk kursus-kursus atau magang. Proses pembelajaran lebih ditkankan tentang pembentukan sikap wirausaha karena merupakan aspek utama yang harus diberikan kepada peserta pelatihan melalui pendidikan dan pelatihan, pembentukan sikap merupakan dorongan agar seseorang mampu untuk menjadi wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang peserta. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel yang artinya ada korelasi yang positif antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hubungan kedua variabel termasuk dalam katagori kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha.
Peran Instruktur dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Klien Gelandangan dan Pengemis Pada Program Keterampilan Pertanian di Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo MOH. FAHMI FUADI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moh. Fahmi Fuadi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Fahmifuadi16@gmail.com Abstrak Alternatif untuk mengurangi adanya gelandangan dan pengemis dilakukan dengan diusahakannya kesejahteraan sosial bagi gelandangan dan pengemis. Maka dari itu, Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo melalui program keterampilan pertanian yang ada di Balai, para klien khususnya gelandangan dan pengemis yang memiliki keinginan dan kemauan dalam meningkatkan pengembangan dirinya melalui program keterampilan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai: (1) peran instruktur dalam menumbuhkan motivasi belajar klien gelandangan dan pengemis pada program keterampilan pertanian; (2) motivasi belajar klien gelandangan dan pengemis melalui program keterampilan pertanian di Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo. informan penelitian ini adalah: (1) Instruktur program keterampilan pertanian; (2) Klien Gelandangan dan Pengemis; (3) Pegawai Balai. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain: pertama, peran instruktur pada program keterampilan pertanian di Balai Pelayanan Sosial PMKS Sidoarjo terimplementasikan pada beberapa upaya instruktur dalam menumbuhkan motivasi belajar klien, antara lain: (1) Pembentukan ego; (2) Menumbuhkan minat untuk belajar; (3) Pengakuan tujuan; (4) Pemberian hadiah; (5) Mengetahui hasil; (6) Memberi pujian. Kedua, motivasi belajar klien Gepeng meningkat, yang terlihat dari adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, kegiatan yang menarik dalam proses belajar yang sengaja dibuat oleh instruktur, serta lingkungan belajar kondusif yang kemudian berdampak pada hasil belajar klien gelandangan dan pengemis dalam program keterampilan pertanian. Kata Kunci: Peran instruktur, Keterampilan Pertanian, Gelandangan dan pengemis, Motivasi Belajar
Peran Pekerja Sosial Dalam Rehabilitasi Sosial Bagi Penyalahguna Napza Di Rumah Sehat Orbit Surabaya Hilda Novia Laksaita
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Studi ini berangkat dari pandangan bahwa bermacam peran yang dimiliki pekerja sosial pada instansi rehabilitasi dalam hal ini “Rumah Sehat Orbit Surabaya”, memiliki berbagai bentuk dan metode yang akan diterapkan. Bertolak dari pandangan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan berbagai konsep terkait proses rehabilitasi beserta regulasi yang mendukungnya. Ditambah lagi dengan penggunaan konsep peran pekerja sosial, serta kaitannya dengan tenaga educator dalam kerangka pendidikan luar sekolah sebagai analisis. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi penyalahgunaan napza di “Rumah Sehat Orbit Surabaya”, 2) untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial dalam rehabilitasi sosial bagi penyalahguna napza di “Rumah Sehat Orbit Surabaya”. Dengan menggunakan metode kualitatif serta teknik pengumpulan berupa dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam.Simpulan dari studi ini, menunjukan bahwasanya Pemulihan klien penyalahangunaan napza didasari oleh kesinambungan peran pekerja sosial dalam Proses Pelaksanaan Rehabilitasi melalui bimbingan Fisik, Mental dan Sosial serta Keterampilan. Sehingga memulihkan keberfungsian sosial klien penyalahgunaan napza di “Rumah Sehat Orbit Surabaya”. Akan tetapi hasil temuan peneliti melalui observasi di “Rumah Sehat Orbit Surabaya” dalam Proses pelaksanaan rehabilitasi sudah berjalan dengan baik. Namun, masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya mengenai kurikulum yang masih dalam proses sehingga pemberian layanan cenderung disamakan untuk klien yang baru dan yang lama, kurikulum ini diharapkan cepat terbentuk sehingga dapat membedakan atau membentuk kelas-kelas untuk klien. Diharapkan agar dalam proses rehabilitasi terutama untuk kurikulum agar segera terselsaikan sehingga pemberian layanannya jelas (antara klien lama dan klien baru dikelompokan berdasarkan kelasnya) . Kata Kunci: rehabilitasi sosial, peran pekerja sosial.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Bank Sampah Untuk Meningkatkan Kemandirian Usaha Di Kampung Genteng Candirejo Surabaya Alfi Bisri Mustofa
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat pada Bank Sampah Genteng Candirejo Surabaya ini menarik untuk diteliti karena pada kondisinya merupakan sesuatu yang tergolong baru mengenai pemberdayaan keterampilan dari sampah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tentang implementasi, capaian hasil dalam membangun kemandiran usaha dan perilaku warga dan pendampingan. Penelitian ini dilandasi oleh beberapa konsep dan teori yaitu konsep pemberdayaan masyarakat, kemandirian, pemberdayaan ditinjau dari PNF, masyarakat, dan konsep tentang Bank Sampah.Subyek penelitian berjumlah sembilan orang yang terdiri dari pihak pengurus Bank Sampah, warga masyarakat dan aparat setempat, serta triangulasi yang dilakukan pada tim pakar Bank Sampah. Hasil penelitian antara lain; 1) implementasi yang sudah berjalan dengan baik yang ditandai dengan adanya partisipasi warga masyarakat pada kegiatan perencanaan, sosialisasi dan pertemuan-pertemuan, pelaksanaan kegiatan, penyuluhan dan pelatihan, serta partisipasi pada aktivitas Bank Sampah; 2) capaian hasil menunjukkan terjadinya perubahan kemandirian ekonomi warga dapat terlihat dari adanya peningkatan pendapatan dari tabungan sampah dan adanya usaha dari kerajinan olahan sampah; 3) terjadinya perubahan tingkah laku warga dapat terlihat dari aktivitas warga yang tidak lagi membuang sampah, menjaga lingkungan, menyetorkan sampah dan berpartisiapasi dalam kegiatan sosial dan pembangungan. Dari hasil penelitian tentang pemberdayaan masyarakat dalam membangun kemandirian usaha dan perilaku warga masyarakat dapat disimpulkan sudah berjalan dengan baik yang dapat ditunjukkan dengan adanya partisipasi warga, terjadinya perubahan ekonomi yang ditandai dengan peningkatan pendapatan dan memiliki usaha, terjadinya perubahan perilaku warga terhadap sampah dan telah dilakukannya pendampingan oleh pengelola. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Masyarakat, Kemandirian, Wirausaha Bank Sampah
PROGRAM PELIBATAN ORANG TUA DALAM UPAYA MENANAMKAN KARAKTER PADA ANAK DI KELAS 3 SD MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA Ulifatun Nadziroh
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan program pelibatan orang tua di SD Muhammadiyah 3 Surabaya (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya orang tua dalam menanamkan karakter anak di SD Muhammadiyah 3 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini yaitu 1 orang guru yang terlibat dalam program pelibatan orang tua dan 7 orang tua murid khususnya kelas 3 SD Muhammadiyah 3 Surabaya. Untuk mendapatkan data yang mendalam dari orang tua tentang penanaman karakter anak peneliti melakukan home fisit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam upaya yang telah dilakukan oleh sekolah dan orang tua terhadap anak Kelas 3 SD Muhammadiyah 3 Surabaya menunjukan bahwa anak memiliki nilai karakter seperti karakter peduli sosial dan gemar membaca melalui kegiatan-kegiatan yang telah di adakan oleh sekolah. sementara itu sebagian besar orang tua telah menanamkan karakter kepada anak tentang nilai religious, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, gemar membaca dan peduli soasial. Meskipun orang tua memiliki kesibukan masing-masing, tetapi orang tua memanfaatkan waktu luangnya menjadi waktu yang berkualitas untuk anak-anaknya. Kata Kunci : Keterlibatan orangtua, penanaman karakter anak.
PENGARUH PELATIHAN OUTBOUND TERHADAP KARAKTER ANAK JALANAN DI KECAMTAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Aditya Rizki Ananda
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Anak jalanan merupakan salah satu bagian masyarakat yang tersisih,marginal dan sudah harus berhadapan dengan lingkungan yang keras dan tidak bersahabat. Pada umumnya anak jalanan merupakan anak yang berusia 8-15 tahun yang hidup dan menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan maupun tempat-tempat umum. Dalam menangani anak jalanan bukanlah pekerjaan yang mudah. Perlu adanya pihak-pihak yang saling bersangkutan dalam proses pembinaan anak jalanan antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang efektif dalam proses pembinaan anak jalanan. Pelatihan outbound merupakan bentuk pendidikan luar sekolah dimana metode pembelajarannya dirancang untuk pengembangan diri secara individual dan kelompok, pengembangan tersebut dilakukan melalui pembentukan­ karakter seseorang untuk lebih terbuka, toleran, menumbuhkan rasa kebersamaan, kepekaan terhadap sesama, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang telah tersedia dalam lingkungannya sebagai media belajar. Maka pelatihan outbound dapat dikatakan sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter anak jalanan. Maka penelitian ini akan membahas tentang pengaruh pelatihan outbound terhadap karakter anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Serta tekhnik analisis data yang meliputi penilaian hasil tes, uji reabilitas antar penimbang, uji normalitas dan homogenitas. Serta didukung dengan pengujian hipotesis hal ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan karakter anak jalanan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan outbound. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan outbound berjalan sesuai dengan tujuan yang dibuat, hal ini dapat terbuti dengan adanya peningkatan karakter yang terdapat pada anak jalanan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan outbound. Meskipun perbedaan itu tidaklah signifikan atau dengan kata lain relatif kecil tetapi nilai rata-rata menunjukan bahwa adanya kecenderungan peningkatan karakter anak jalan setelah mendapatkan pelatihan outbound. Dengan mengenalkan pelatihan outbound ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan sifat dan karakter yang lebih baik pada anak jalanan sehingga mereka lebih percaya diri, disiplin, memiliki sifat kepemimpinan, bisa bersosialisasi dengan baik, tanggung jawab, dan memiliki sifat yang jujur. Kata Kunci : Pelatihan Outbound, Pemberdayaan
KEMAMPUAN KEAKSARAAN ANAK JALANAN MELALUI BIMBINGAN SOSIAL DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) KAMPUNG ANAK NEGERI SURABAYA Melly Agustin
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pendidikan yang layak bagi masyarakat melalui pendidikan non formal dalam hal ini adalah bagi anak jalanan, bimbingan sosial yang diberikan kepada anak jalanan yang berada di Kampung Anak Negeri yang fokus pada kebutuhan peserta didiknya yang membina anak jalanan melalui belajar kelompok untuk mengembangkan dan mengarahkan pada proses pembelajaran yang fokus pada pendidikan, melalui program bimbingan sosial ini memberikan layanan pendidikan adalah salah satunya, bagi mereka yang tidak bersekolah mengenai pendidikan dasar yakni pendidikan keaksaraan (literasi) Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian berada di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya. Informan penelitian ini adalah Pembina, Staff, Tutor dan Peserta didik bimbingan sosial . Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Kemudian diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas. Hasil penelitian ini adalah bahwa Pelaksanaan bimbingan sosial yang ada di Kampung anak negeri kota Surabaya telah dilaksanakan sesuai tujuan yang diharapkan oleh bimbingan sosial, sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya pelaksanaan bimbingan sosial ini memberikan perkembangan yang sangat baik terhadap setiap peserta didik. Kondisi awal peserta belum mengenal mengenai kemampuan keaksaraan sehingga mereka dibina dan diajarkan mengenai membaca, menulisa dan berhitung, sampai mereka mengikuti proses pembelajaran bimbingan sosial ini peserta didik mengalami perubahan di dalam kemampuan membaca, menulis dan berhitung yaitu peserta didik sudah mampu dalam hal baca, tulis hitung dengan, peserta didik juga sudah mampu mengaplikasikan setiap pembelajaran yang didapat didalam kehidupan nyata (sehari-hari).
PERAN PENGASUHAN ORANG TUA MELALUI PROGRAM PARENTING DALAM MENUMBUHKAN SIKAP DAN PERILAKU ANAK USIA DINI DI TK AT TAQWA BABATAN MUKTI WIYUNG SURABAYA NIKMATUL IRADINI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwasanya peran pengasuhan orang tua pada zaman sekarang sangatlah penting diterapkan pada anaknya, oleh karena itu penelitian ini akan menemukan : 1) peran pengasuhan orang tua melalui program parenting dalam menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini; 2) faktor pendukung dalam pengasuhan orang tua untuk menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini; dan faktor penghambat dalam pengasuhan orang tua untuk menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 1 pengelola atau panitia program parenting, 3 pendidik TK At Taqwa, 3 orang tua atau peserta program parenting. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan : 1) wawancara mendalam (dept interview); 2) observasi partisipasi (participant observation); dan 3) dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan : 1) koleksi data; 2) reduksi data; 3) display data; dan 4) verifikasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) peran pengasuhan orang tua melalui program parenting dalam menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini di TK At Taqwa Babatan Mukti Wiyung Surabaya, menunjukkan bahwa dari ketiga peran pengasuhan orang tua yaitu mengasuh, membimbing, dan mengarahkan yang dilakukan melalui program parenting dapat menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini yang meliputi: disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, sopan santun, dan mandiri ; 2) faktor pendukung dalam peran pengasuhan orang tua untuk menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini yaitu keikutsertaan orang tua dalam segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah, salah satunya yaitu dengan mengikuti program parenting; dan 3) faktor penghambat dalam peran pengasuhan orang tua untuk menumbuhkan sikap dan perilaku anak usia dini yaitu ketika anak memiliki kondisi emosional dan mood yang tidak baik, maka orang tua tidak dapat mensinergikan pengasuhan pendidik pada saat disekolah dengan pengasuhan yang dilakukan orang tua pada saat dirumah. Kata Kunci : Peran Pengasuhan Orang Tua, Program Parenting, Sikap dan Perilaku

Page 1 of 2 | Total Record : 12