cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2018)" : 18 Documents clear
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI RW. 05 DESA SEMAMBUNG, KEC. GEDANGAN, KAB. SIDOARJO UBAIDILLAH AHMAD FATHKUROZZI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODEL KERJASAMA KELUARGA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI KELOMPOK BERMAIN PKBM SALAM BANTUL LESTARI SURYA RACHMAN PUTRI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sanggar Anak Alam Yogyakarta dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan VIYKI KHOIROTUL UMAMI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berlatar belakang pada kurangnya kualitas pengelolaan pada lembaga pendidikan PKBM di Indonesia. SALAM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat menjadi salah satu solusi alternatif prototipe pengelolaan lembaga pendidikan PKBM yang mandiri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan PKBM SALAM dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan warga belajarnya dan dikaitkan dengan Standar Pendidikan Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara, dokumentasi dan pengamatan langsung terhadap proses pengelolaan pendidikan yang terjadi di PKBM SALAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan yang dilakukan di PKBM SALAM dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan adalah karena SALAM mampu menjadi sebuah lembaga pendidikan yang memiliki ciri sebagai lembaga pendidikan luar sekolah yang antimainstream yaitu dengan menonformalkan pendidikan formal. Faktor pendukung pengelolaan pendidikan di SALAM berawal dari penggunaan Garis Besar Kurikulum Belajar SALAM dalam proses belajar dan hasil kesepakatan warga SALAM untuk mengelola pendidikan dengan dasar pendidikan yang memerdekakan anak. Faktor penghambat yang sering dihadapi adalah dalam hal proses pelaksanaan pembelajaran yaitu kesiapan fasilitator dalam memfasilitasi peserta didik. Kata Kunci: Solusi Pengelolaan Pendidikan, Pengelolaan, Mutu Layanan Pendidikan. ABSTRACT This research is based on the lack of quality management in PKBM education institutions in Indonesia. SALAM as a center of community learning activities is one of the alternative solutions for the prototype of an independent PKBM education institution management. The purpose of this study was to analyze the management of SALAM PKBM in providing educational services that are in accordance with the needs of the learning community and associated with the National Education Standards. This research is descriptive qualitative research. The data analyzed were the results of interviews, documentation and direct observation of the education management process that occurred in PKBM SALAM. The results showed that the management carried out in PKBM SALAM in improving the quality of education services was because SALAM was able to become an educational institution that has the characteristics of an off-school educational institution that is anti-mainstream, namely by formalizing formal education. Supporting factors of education management in SALAM began with the use of the SALAM Learning Curriculum Outline in the learning process and the results of the SALAM community agreement to manage education on the basis of education that liberates children. The inhibiting factor that is often faced is in terms of the process of implementing learning, namely the readiness of the facilitator in facilitating students. Keywords: Education Management Solutions, Management, Education Quality Service.
Pengelolaan Wisata Edukasi Kampung Coklat Di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar FERDINA ESTY WILUJENG
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengelolaan suatu kawasan wisata merupakan hal yang penting dilakukan untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dimana strategi pengelolaan suatu kawasan seharusnya ditentukan dengan matang sehingga tujuan dapat dicapai. Kegiatan desa wisata di suatu daerah tidak lepas dari peran dan partisipasi masyarakat setempat dalam hal pengelolan desa wisata tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) Pengelolaan Wisata Edukasi Kampung Coklat, dan (2) Peran Pengelola Wisata Edukasi Kampung Coklat Dalam Konteks Pendidikan Non Formal. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Teknik wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang pengelolaan wisata edukasi kampung coklat. Sedangkan teknik observasi partisipan dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data lain yang mendukung dan melengkapi hasil wawancara. Hasil penelitian membuktikan bahwa Pengelolaan wisata edukasi kampung coklat di Desa Plosorejo kecamatan Kademangan kabupaten Blitar tersebut telah sesuai. Hasil Penelitian Pengelolaan wisata edukasi kampung coklat di Desa Plosorejo kecamatan Kademangan kabupaten Blitar tersebut melalui beberapa tahap. Tahapan tersebut yakni mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Ketiga hal tersebut dijalankan untuk mengelola wisata edukasi kampung coklat. Sesuai dengan teori yang ada bahwa terjadi keselarasan dengan yang ada di lapangan dan dilakukan secara partisipatif yaitu melibatkan masyarakat desa Plosorejo yang bekerja di kampung coklat. Peran pengelola wisata edukasi kampung coklat dalam konteks pendidikan non formal merupakan suatu alat yang dapat membantu masyarakat. Dalam hal ini kelompok-kelompok masyarakat melalui beberapa tahapan yakni penyadaran, transformasi dan kemampuan intelektual. Kata Kunci : Pengelolaan, Wisata Edukasi Kampung Coklat, Pendidikan Non Formal Abstract Management of a tourist area is an important thing to do in order to achieve the desired goals. Where the management strategy of an area should be determined carefully so that the objectives can be achieved. Village tourism activities in an area cannot be separated from the role and participation of the local community in terms of managing the tourism village. The purpose of this study was to obtain a description of (1) Tourism Management of Brown Village Education, and (2) The Role of Tourism Managers in Brown Village Education in the Context of Non-Formal Education. The method in this study is qualitative with a case study approach. Data was collected using in-depth interview techniques, participant observation, and documentation studies. The in-depth interview technique was used to obtain qualitative data about the management of brown village education tours. While participant observation techniques and documentation are used to obtain other data that supports and complements the interview results. The results of the study proved that the management of education tours in the village of brown in the village of Plosorejo, Kademangan subdistrict, Blitar district was appropriate. Research Results Management of chocolate village education tours in Plosorejo Village, Kademangan sub-district, Blitar district through several stages. These stages are starting from planning, implementing and evaluating. These three things are carried out to manage chocolate village education tours. In accordance with the existing theory that there is alignment with what is in the field and carried out in a participatory manner that involves the Plosorejo village community who work in the village of chocolate. The role of the manager of the education of the village of brown in the context of non-formal education is a tool that can help the community. In this case community groups go through several stages, namely awareness, transformation and intellectual ability. Keywords: Management, Tourism Education Brown Village, Non Formal Education
HUBUNGAN PELATIHAN MENJAHIT TINGKAT TERAMPIL DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA WARGA BELAJAR DI PKBM INSAN MULIA KABUPATEN JOMBANG MINANNUR ROHMAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Agropolitan Sebagai Upaya Menambah Pendapatan Keluarga di Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar GITA ERLITASARI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan merupakan proses meningkatkan kemampuan individu atau masyarakat untuk berdaya yang dilakukan secara demokratis agar mampu membangun diri dan lingkunganya dalam meningkatkan kualitas kehidupannya sehingga mampu hidup mandiri dan sejahtera. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui pengembangan desa wisata agropolitan di Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata agropolitan dan bagaimana pendapatan masyarakat setelah ada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata agropolitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan dengan baik yang didukung oleh komponen-komponen yang sesuai berupa pengembangan sumber daya masnusia, kemitraan atau kerja sama, promosi, dan kerja sama dengan pihak universitas. Pendapatan keluarga didukung oleh komponen berupa terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga,memiliki penghasilan yang bisa menopang kebutuhan keluarga, dan ketersediaan cadangan uang atau tabungan. Keberhasilan tersebut terbukti dari dengan pengembangan desa wisata agropolitan dapat menambah pendapatan keluarga di desa Karangsono. Potensi Desa Karangsono memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata, Pendapatan Keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI RUMAH HARAPAN DALAM MEMBERIKAN LIFE SKILL KERAJINAN TANGAN WARGA TUNAGRAHITA DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUAPTEN PONOROGO OKKY SEPPRIAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya warga yang memiliki keterbatasan mental di Desa Karangpatihan yang selama ini hanya dipandang sebelah mata karena kondisinya, serta ketidak produktifnya seakan menjadi beban yang memperberat kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan konsuntif, sehingga dalam mencapai kesejahteraan hidupnya sangat jauh. Dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, masyarakat sekitar membentuk Rumah Harapan dalam memberdayakan warga tunagrahita agar memiliki life skill kerajinan tangan yang dapat digunakan untuk mencapai kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita di Desa Karangpatihan, faktor pendukung dan penghambat rumah harapan dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita.Metode penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian pengurus rumah harapan, pembimbing/pembina, dan warga tunagrahita. Metode analisis data melalui tahap kondensasi data, penyajian data, verifikasi data. Untuk membuktikan keabsahan data yang diperoleh, teknik yang digunakan adalah, kredibilitas, depenbilitas, konfirmabilitas dan tranferabilitas.Hasil penelitian menunjukan program pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita yaitu pertama: perencanaan yang meliputi identifikasi kebutuhan, kedua: pelaksanaan kegiatan yang meliputi proses kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan. Selanjutnya pengawasan yang meliputi kedisiplinan, kemampuan warga tunagrahita, kesiapan pengelola. Serta terdapat faktor pendukung yaitu, sarana dan prasaran yang memadai dan faktor penghambat yaitu (1) tidak adanya tenaga fasilitator professional, (2) tingkat pemahaman yang lambat. Hasil dari adanya pemberdayaan dalam memberikan life skill kerajinan tangan melalui rumah harapan telah memberikan implikasi pada warga tunagrahita yaitu, (1) kemampuan membuat kerajinan tangan, (2) partisipasi kehidupan sosial. Dari hasil yang diperoleh tersebut disarankan kepada pihak pengelola rumah harapan agar semakin baik dalam menyiapkan program pemberdayaan, terutamanya mendatangkan fasilitator professional di bidangnya sehingga dalam pelaksaanya sesuai dengan tujuan.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat Tunagrahita, Life Skill Kerajinan Tangan, Rumah Harapan Desa KarangpatihanAbstractThis research is motivated because many residents have mental retardation in the Karangpatihan village so far only underestimated because of their condition, as well as it unproductiveity seemed to be a burden that aggravate poverty and dependency on consumptive assitance, is very far in achieving the welfare of their life. In order to provide a solution to these problems, people around the Karangpatihan village formed Rumah Harapan in empowering mental resident to have handicraft life skills that can be used to achieve prosperity. This study aimed to describe the empowerment of the community in providing handicraft life skills of mental retarded residents in the Karangpatihan village, enabling and inhibiting factors of Rumah Harapan in providing handicraft life skill of mental retardation resident.The research method chosen by the researcher is descriptive quantitative. The research subject is caretaker of Rumah Harapan, counselors, and mental retardation resident. Methods of data analysis through condensation stage, data presentation, data verification. To prove the validity of the data obtained, the technique used is credibility, depenbilitas, confirmability and tranferabilitas.The results showed the community empowerment program in providing handicrafts life skill of mental retarded resident: first, the planning involved in the implementation of the identified needs. Second, the implementation of activities that include processes in community development activities in providing handicraft life skill. Further oversight includes the discipline, the ability of mental retardatipn resident to managing preparation. And there is a supporting factor, which is adequate facilities and infrastructure and the inhibiting factors are (1) lack of professional facilitators, (2) slow understanding level of mental retardation resident. The results of the empowerment of the community in providing life skills through Rumah Harapan expectations have implications for mental retardation resident, which is, (1) the ability to make handicraft, (2) the participation of social life. From the results obtained suggested to the caretaker of Rumah Harapan, to be better in preparing development programs, particularly to incur professional facilitators in their sector so that the implementation is in accordance with the planned goals.Keywords: Mental Retardation Resident Community Empowerment, Handcraft Life Skill, Rumah Harapan Karangpatihan Village.
HUBUNGAN PENGGUNAAN VOUCHER LITERASI DENGAN PENINGKATAN MINAT BACA PESERTA DIDIK LBB ALFAGAMA DI DESA KEBOAN KECAMATAN NGUSIKAN KABUPATEN JOMBANG HENDRA SEPTIAWAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 2 of 2 | Total Record : 18