cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2019)" : 24 Documents clear
PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM) BERBASIS BISNIS SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN PENGENTASAN KEMISKINAN WARGA BELAJAR SKB NGANJUK ILMA BAQIYATUS SHOLICHAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Influence of the Implementation of Social Business-Based Independent Business Literacy (KUM) Program on Increasing the Alleviation of Education for Learning Citizens in Nganjuk SKB Name : Ilma Baqiyatus Sholichah Register Number : 12010034017 Study Program : S-1 Major : Non Formal Education Faculty : Of Science Education Institutions : Surabaya State University Advisor : Dr. Soedjarwo, M. S. Poverty is closely related to community welfare issues and becomes the minimum level obtained based on peoples living standards in a country. Poverty has become a global problem, where every country has community members who are below the poverty line. Educational technical implementation units outside the formal scope are Learning Activity Studio (SKB), one of which is in Nganjuk Regency. The Nganjuk SKB has many programs in its implementation, one of which is the Social Business-Based Independent Business Literacy program held in Jatisari Village, Lengkong District, Nganjuk Regency. This study uses a quantitative approach using simple linear regression analysis where the object of research using saturated sampling is as many as 30 people, while the data collection method in this study uses questionnaire, observation and documentation techniques, and for technical analysis of data using partial T and R square test . The results of the study describe the implementation process of learning the identification of self-learning potential of the Nganjuk SKB residents. It shows that the T test results on KUM variables on poverty alleviation have a result of 0,000 where the terms of the KUM program influence poverty alleviation at Nganjuk SKB is 0.05, This proves that the Independent Business Literacy Program has an Influence on Poverty Reduction. Then the results of the R Square Test show the number 0.555 where the implementation of the social business-based Mandiri Business Literacy Program has an effect on poverty alleviation of 55% and the remainder is caused by other factors. Keywords: Independent Business Literacy, Poverty Alleviation ABSTRAK Pengaruh Pelaksanaan Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Berbasis Bisnis Sosial Terhadap Peningkatan Pengentasan Pendidikan Warga Belajar SKB Nganjuk Nama : Ilma Baqiyatus Sholichah NIM : 12010034017 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Ilmu Pendidikan Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Soedjarwo, M. S. Kemiskinan sangat berhubungan dengan masalah kesejahteraan masyarakat dan menjadi tingkat minimum yang didapatkan berdasarkan standar hidup masyarakat di suatu negara. Kemiskinan sudah menjadi masalah global, dimana setiap negara memiliki anggota masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Unit pelaksana teknis pendidikan diluar lingkup formal adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang salah satunya terdapat di Kabupaten Nganjuk. SKB Nganjuk dalam pelaksanaannya mempunyai banyak program yang salah satunya adalah program Keaksaraan Usaha Mandiri Berbasis Bisnis Sosial yang dilaksanakan di Desa Jatisari, Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dimana objek penelitian dengan menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 30 orang, sementara metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket, observasi dan dokumentasi, dan untuk teknis analisis data menggunakan uji parsial T dan R square. Hasil pengkajian menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran identifikasi potensi diri warga belajar SKB Nganjuk menunjukkan bahwa hasil uji T pada variable KUM terhadap pengentasan kemiskinan terdapat hasil sebesar 0.000 dimana syarat Koefisien untuk mengetahui pengaruh dari program KUM terhadap pengentasan kemiskinan di SKB Nganjuk adalah sebesar 0,05, hal ini membuktikan bahwa Program Keaksaraan Usaha Mandiri mempunyai Pengaruh terhadap pengentasan Kemiskinan. Kemudian untuk hasil Uji R Square menunjukkan angka 0,555 dimana Pelaksanaan Program Keaksaraan Usaha Mandiri berbasis bisnis sosial mempunyai Pengaruh terhadap pengentasan kemiskinan sebesar 55% dan sisanya disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Keaksaraan Usaha Mandiri, Pengentasan Kemiskinan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KERAJINAN TANGAN (HANDYCRAFT) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DI BENGKEL KRIYA DAUN 9996 SKALA EKSPOR NGAGEL MULYO SURABAYA RINA KURNIAWATI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and analyze 1) the empowerment of communities through training in crafts (handcrafts) in increasing independence in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya, 2) supporting factors of community empowerment through training in crafts (handcrafts) in enhancing self-reliance in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya, 3) the inhibiting factors of community empowerment through training in crafts (handcrafts) in improving independence in Kriya Daun 9996 workshop with export scale in Ngagel Mulyo Surabaya. The research approach used is descriptive qualitative. Data subjects came from study residents, workers, managers and owners of BKD 9996. Data collection techniques used the method of observation participants, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used is data condensation, data display and data verification. While in testing the validity of the data using credibility, transferability, dependability and confirmation. The results in this study indicate that the implementation of community empowerment through handicrafts in increasing independence has helped the community involved to have awareness, knowledge, and attitude to produce dried leaf products by having the desire to learn, be responsible for every activity, be able to take decisions and initiatives facing problems; supporting factors, namely raw materials which are easy to get and affordable, the easiness of manufacturing process, the product has uniqueness which in the leaf layer on the outer surface with a competitive quality product, has a lot of variance and product innovation since the product can adjust the desires of consumers and the brand has been patented, creating jobs; inhibiting factors, namely the competence of human resources. The human resources is saturated to his work, the condition of the raw materials and production machinery, the constraints of production machines are not using the mower, and still using simple tools such as cutter and scissors, external constraints: (marketing) competition by competitors, market competition with competitors very tight both on pricing and product design.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya, 2) faktor pendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya, 3) faktor penghambat pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian di Bengkel Kriya Daun 9996 skala ekspor Ngagel Mulyo Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek data berasal dari warga belajar, tenaga kerja, pengelola dan pemilik BKD 9996. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, display data dan verifikasi data. Sedangkan dalam uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferability, dependability dan konfirmability. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tangan (handycraft) dalam meningkatkan kemandirian telah membantu masyarakat yang terlibat memiliki kesadaran, pengetahuan, dan sikap untuk menghasilkan produk daun kering dengan memiliki keinginan untuk belajar, bertanggung jawab dalam setiap aktivitas, mampu mengambil keputusan dan inisiatif menghadapi permasalahan; faktor pendukung yaitu bahan baku yang mudah dan murah di dapat, proses pembuatannya mudah, produk memiliki keunikan yaitu produk di lapisan daun pada permukaan luar produk dengan kualitas yang bersaing, memiliki banyak varians dan inovasi produk karena produk dapat menyesuaikan keinginan konsumen serta merk sudah dipatenkan, menciptakan lapangan pekerjaan; faktor penghambat yaitu kompetensi SDM. Sumber Daya Manusianya merasa jenuh terhadap pekerjaannya, kondisi bahan baku dan mesin produksi, kendala mesin produksi tidak menggunakan mesin potong, masih menggunakan alat sederhana yaitu cutter dan gunting, kendala eksternal: (pemasaran) persaingan dengan competitor, persaingan pasar dengan competitor sangat ketat baik mengenai harga maupun desain produk.
PELAKSANAAN PELATIHAN OPERATOR MENJAHIT PAKAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA WARGA BELAJAR DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) MOJOKERTO HIJROTUL MURSIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang diselenggarakan dalam jangka pendek dan mempunyai materi yang lebih khusus. Pelatihan operator menjahit pakaian dalam penelitian ini adalah pelatihan yang melibatkan proses belajar untuk memberikan keterampilan dalam hal menjahit pakaian yang dapat digunakan sebagai basis untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian di Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto dan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha pada warga belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dengan fokus penelitian pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian untuk meningkatkan motivasi berwirasuaha. Infroman dalam penelitian ini adalah warga belajar, instruktur, dan Kepala Pelatihan dan Sertifikasi. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian dan keabsahan data digunakan uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian sudah berjalan sesuai dengan aspek-aspek pelatihan yang meliputi pengorganisasian warga belajar dimana warga belajar dibagi menjadi 2 kelompok, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar yang tidak melibatkan warga belajar, metode pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan praktek, alokasi waktu yaitu selama 5 minggu, dan setiap minggunya dimulai dari hari senin hingga hari jumat, sumber dana berasal dari dana pemerintah yaitu dana Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019, tempat belajar yang kondusif, alat dan media pembelajaran yang cukup lengkap, sumber belajar yang terdiri dari 1 instruktur yang sudah ahli dalam pelatihan menjahit pakaian dan evaluasi yang dilakukan setiap selesai atau berakhirnya pelatihan. Sedangkan untuk pelaksanaan pelatihan operator menjahit pakaian dalam penelitian ini ternyata dapat meningkatkan 5motivasi berwirausaha pada warga belajar hal ini dibuktikan dengan tercapainya indicator adanya rasa percaya diri, mampu berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki keberanian mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, keorisinilan dan memiliki orientasi pada masa depan. Saran yang dapat disampaikan kepada Balai Latihan Kerja (BLK) dalam kelas praktek hendaknya warga belajar dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempermudah proses belajar dan pemahaman warga belajar. Kata kunci: Pelatihan Operator Menjahit, motivasi berwirausaha
Implementasi Pola Asuh dalam Pembentukan Karakter di Pondok Pesantren Putri Tarbiyatut Tholabah Kranji NUR LAILATUL FARIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pengasuh dalam pondok pesantren akan sangat mempengaruhi kualitas dari pesantren dan santrinya. Seperti halnya pola asuh yang digunakan dalam mendidik santri akan mempengaruhi karakter santri. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan implementasi pola asuh dalam pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengasuh, guru, pengurus, dan santri putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang digunakan adalah pola asuh demokratis dan otoriter. Cara pengasuh dalam membentuk karakter santri dilakukan melalui kegiatan pembelajaran kitab kuning, pemberian motivasi dan nasihat, pengawasan dan bimbingan, pembiasaan, memberikan contoh yang baik, dan memberikan hukuman. Selanjutnya, dari 15 santri yang diteliti masih terdapat 5 (lima) santri yang belum menunjukkan pembentukan 15 nilai karakter, yaitu: cinta tanah air, kasih sayang, cinta damai, toleransi, kesetaraan, musyawarah, kerjasama, kepedulian, tanggungjawab, penghargaan, kemandirian, kesungguhan, kejujuran, rendah hati, dan kesabaran. Kata Kunci: pola asuh, pembentukan karakter
PELATIHAN TARI REOG PONOROGO SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SANGGAR TARI CANDRA WASKITHA KABUPATEN PONOROGO SITI ROCHMAH
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Namun pada kenyataannya pendidikan karakter masih menjadi hal yang kurang diperhatikan oleh pemerintah maupun lapisan masyarakat. Pendidikan karakter penting dan bisa didapatkan dimana saja termasuk dalam sanggar tari. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter melalui pelatihan tari Reog Ponoorogo untuk anak usia 9-12 tahun di Sanggar Tari Candra Waskitha Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan penelitian diskritif kualitatif. Subjek daam penelitian ii adalah pengelola Sanggar, instruktur/tutor, peserta didik dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunaka wawancara medalam,observasi patisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Humbberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui pelatihan tari reog Ponorogo sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Karena dengan adanya proses pelatihan tari ini lima komponen penting karakter dalam penguatan pendidikan karakter tercapai seperti 1) religius; 2) nasionalis; 3) gotong royong; 4) mandiri; dan 5) Integritas;. Lima komponen karater tersebut bisa didapatkan peserta didik dalam setiap pelatihan berlangsung. Kata kunci : Penguatan Pendidikan Karakter dan Pelatihan Abstract Character education is an important part of human life. But in reality character education is still a matter of little concern for the government or society. Strengthening character education is also an agenda item in it. Important character education and can be obtained anywhere including in dance studios. The purpose of this study was to describe the strengthening of character education through Reog Ponoorogo dance training for children aged 9-12 years in the Candra Waskitha Dance Studio in Ponorogo Regency.This study used a qualitative descriptive research. Subjects in this study are the managers of the studio, instructors / tutors, students and parents of students. The data accumulated fromdepth interviews, participant observation, and documentation, then were analyzed usinginteractive model from Miles and Huberman with source, technique and time triangulation.The results showed tat strengthening character education through Ponorogo reog dance training was in line with the needs of students. Five important components of character in strengthening character education are achieved through this training process, such as 1) religious; 2) nationalists; 3) mutual cooperation; 4) independent; and 5) integrity; Five components of the character can be obtained by students during each training.Keywords: Strengthening Character Education, Dance Training
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO ANA FIKRIYAH NOVITASARI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Pembelajaran PLS Pada Metode Belajar Kumon Dalam Membentuk Sikap Belajar Di Kumon Wisata Bukit Mas Surabaya ELISA RISAUMAMI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Kumon dikembangan pertama kali oleh seorang jepang bernama Toru Kumon, seorang guru Matematika SMU. Metode ini yang menonjol adalah 2 hal: Setiap anak belajar dengan kecepatan masing-masing (tidak seperti di sekolah) dan anak didorong untuk rajin setiap hari mengerjakan konsep yang sama sampai akhirnya menjadi mahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pembelajaran PLS pada metode belajar kumon dalam membentuk sikap belajar di Kumon Wisata Bukit Mas Surabaya. Pendekatan dan jenis rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek data yaitu 1 pembimbing, 2 tutor, 2 orang tua dan 2 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan metode kumon yang diberikan secara perorangan pada tingkatan dan porsi yang tepat akan mengembangkan kemampuan matematika dan membentuk sikap belajar siswa di Kumon Wisata Bukit Mas Surabaya.kata kunci: Pembelajaran PLS, metode kumon, sikap belajarThe Kumon method was first developed by a Japanese named Toru Kumon, a high school Mathematics teacher. The method that stands out is 2 things: Every child learns at each speed (not like at school) and children are encouraged to diligently work on the same concept every day until they become proficient. The purpose of this study was to determine the application of PLS ??learning in the Kumon learning method in shaping the attitude of learning in Kumon Wisata Bukit Mas Surabaya. The approach and type of research design used descriptive qualitative research. Data subjects were 1 mentor, 2 tutors, 2 parents and 2 students. Data collection techniques in this study are interviews, observation, documentation. The results showed that the kumon method given individually at the right level and portion would develop mathematical abilities and shape the learning attitude of students in Kumon Wisata Bukit Mas Surabaya.keyword: Nonformal education learning, kumon method, learning attitude
HUBUNGAN HASIL PROGRAM PARENTING PELAYANAN GIZI SEIMBANG DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA DAN STATUS GIZI ANAK USIA DINI (4-5 TAHUN) DI PAUD YUDISTIRA BATUAN SCHOOL GIANYAR BALI VONNY TIARA WIBAWANTI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Program Parenting Pelayanan Gizi Seimbang diukur berdasarkan indikator hasil program parenting (Pedoman PBK 2012:21). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hasil program parenting pelayanan gizi seimbang dengan tingkat pengetahuan orangtua dan status gizi anak usia dini di PAUD Yudistira Batuan School Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Jumlah responden adalah 15 orang tua dan 15 siswa. Teknik analisis data menggunakan korelasi sederhada rumus Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan variabel X dengan Y1 memiliki r hitung > r tabel (0,658>0,514) dan nilai Sig. 0,008 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat hubungan signifikan antara hasil program parenting pelayanan gizi seimbang dengan tingkat pengetahuan orang tua. Untuk variabel X dengan Y2 memiliki r hitung < r tabel (0,376 < 0,514) dan nilai Sig. 0,167 > 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara hasil program parenting pelayanan gizi seimbang dengan status gizi anak usia dini.
PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI PROGRAM TBM (TAMAN BELAJAR MASYARAKAT) DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAMPUNG KUE SURABAYA FEBID SELARAS FITRI
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Belajar Masyarakat Nusantara di Kampung Kue memiliki peran penting dalam mengakses resep terbaru dan memfasilitasi para ibu untuk mengembangkan pengetahuan mereka tentang resep tersebut. Pada tahun 2008, pembentukan Taman Belajar Masyarakat Nusantara dibantu oleh PT HM Sampoerna yang dikelola oleh orang-orang di Kampung kue. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) Pengelolaan Taman Belajar Masyarakat Nusantara di Kampung Kue, 2) Peningkatan ekonomi rumah tangga melalui program Taman Belajar Masyarakat Nusantara di Kampung Kue. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi rumah tangga melalui program Taman Belajar Masyarakat Nusantara. Dengan pemberdayaan perempuan di Kampung Kue kepada perempuan di Rungkut Lor Gang II memiliki dampak yang baik pada kehidupan rumah tangga khususnya di sektor ekonomi dengan memberikan pekerjaan baru dalam bisnis pastry. Pemberdayaan di Kampung Kue adalah salah satu rencana untuk mengatasi pengangguran
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK INSTRUKTUR DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA PELATIHAN DI UPT BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN MOJOKERTO IKA FITRIYAH NURLAILY
J+PLUS UNESA Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang tenaga mengajar yang berkaitan langsung dengan peserta didik. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik instruktur dengan motivasi belajar peserta pelatihan di UPT Balai Latihan Kerja Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden penelitian adalah 32 peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus koresi product moment. Hasil penelitian menunjukkan r hitung lebih besar dari r tabel (0,688>0,349). Hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori kuat (interval 0,60-0,799). Hasil uji signifikan t hitung lebih besar t tabel (4,418>2,042) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik instruktur dengan motivasi belajar peserta pelatihan.

Page 2 of 3 | Total Record : 24