cover
Contact Name
Ramdani
Contact Email
ramdani12@upi.edu
Phone
+6285174226451
Journal Mail Official
optima@upi.edu
Editorial Address
https://ejournal.upi.edu/index.php/ProfesiBK/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22750760     EISSN : 27750804     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling : Journal of Counseling Profession (JCP) is published by Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Educational Science, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). The purpose of Journal of Counseling Profession is to publish work oriented toward professional skill and innovation in the practice of guidance and counseling. JCP: Journal of Counseling Profession ensures integrity, autonomy and orginality of each published article with respect to the publication ethics and rectitude. The Benefits of publishing in JCP journal as compared to traditional subscription journals. The article can be read by a potentially much large audience compared, and open access journals are free to view, download and print. Journal Homepage Image The following issue(s) will be shown here as soon as the reviewing process is completed. The first issue is expected to come out at the end of August, 2021. JCP is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
KODE ETIK PROFESI DALAM PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING SERTA PERMASALAHAN DALAM PENERAPANNYA DI ERA DIGITAL Marhamah, Wihdatul
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEra globalisasi merupakan hasil perkembangan kebudayaan manusia yang semakin pesat. Kemajuan globalisasi berlaku secara universal dan menembus berbagai sendi kehidupan manusia yang menyebabkan terjadinya persaingan berbagai bangsa untuk meraih keunggulan dan pengaruh bangsa-bangsa lainnya. Dalam masalah bimbingan dan konseling kode etik sangatlah di butuhkan. Kode etik yang di butuhkan adalah ketika konselor hendak membimbing individu ke arah pengembangan pribadinya, peran kode etik yaitu sebagai tuntutan dalam memberikan masukan kepada konseli agar masukan yang di berikan oleh konselor tidak keluar dari aturan, norma yang berlaku di masyarakat maupun di kalangan konselor sendiri. Konselor profesional memberikan layanan berupa pendamping, pengordinasian, mengkolaborasi dan memberikan layanan konsultasi yang dapat menciptakan peluang yang setara dalam meraih kesempatan dan kesuksesan bagi konseli. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan artikel ini sebagai wadah atau alat bantu bagi para pembaca dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang di hadapi pada era digital serta bertujuan untuk memberikan informasi terhadap para pembaca mengenai kode etik profesi dalam pelaksanaan layanan konseling dalam permasalahan hingga penerapannya. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), yang di mana penelitian ini di lakukan dengan cara membaca buku-buku, artikel-artikel atau majalah-majalah serta dengan sumber data lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dalam konteks global, bimbingan konseling telah mengalami perkembangan dalam berbagai aspek dan dimensinya sebagai reaksi adaptasi terhadap berbagai perkembangan dan tuntutan global. Globalisasi ditandai dengan perubahan yang berlangsung dengan cepat terutama didorong oleh kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyempitan ruang, penyempitan waktu, dan hilangnya batas-batas memuat hubungan antar manusia sebelum menjadi lebih dalam, lebih intensif, dan lebih segera dibandingkan dengan masa sebelumnya. Kondisi itu mendorong perkembangan konseling dengan trend tertentu dalam konsep, operasi, dan profesi. Semua orang di haruskan untuk dapat beradaptasi dengan revolusi yang ada. Permasalahan dapat muncul jika orang tersebut tidak mampu beradaptasi dengan baik. Hal tersebut dapat di manfaatkan oleh konselor untuk memberikan layanan kepada orang yang memiliki masalah. Konsultan harus mengedepankan kode etik ketika memberikan pelayanan kepada seseorang. Beragam permasalahan dapat muncul ketika menerapkan kode etik dalam pelayanan konseling, baik dari pihak konselor maupun klien. Kesadaran diperlukan oleh konsultan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, kompetensi meningkat, dan membuat kebijakan peraturan dan pengawasan yang terarah.Kata Kunci: Kode Etik BK, Layanan Konseling, Di Era Digital, Permasalahan  
ETIKA KEPREFESIONALAN PELAKSANAAN KONSELING DALAM MELAYANI PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 nurul aqma febriyani ritonga, Nurul aqma febriyani ritonga
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah menjadi subtansial karena gurubimbingan dan konseling bertugas sebagai helper dan proses bantuan disebut dengan helping,Sebagai profesi helping, guru bimbingan dan konseling di sekolah memiliki landasan ilmu danteknologi serta wilayah praktik yang jelas, yang dapat dibedakan dengan profesi-profesi lain yangbersifat membantu lainnya. Ilmu dan teknologi merupakan dasar untuk guru bimbingan dankonseling untuk terselenggaranya pelayanan profesi yang professional dan dijaga oleh kode etikyang secara khusus disusun untuk profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanetika keprefesionalan guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan konseling dan ujuanpenulisan ini antara lain untuk mengetahui bentuk layanan bimbingan dan konseling yang efektifselama masa dan pasca pandemic COVID-19; untuk mengkaji bimbingan dan koselingpembelajaran berbasis inovasi tehnologi pada masa dan pasca pandemi COVID-19. Berdasarkanpemabahsan maka bentuk layanan bimbingan dan konseling yang efektif selama masa dan pascapandemi COVID-19 antara lain pembelajaran daring bisa menggunakan media aplikasi whatsapp,google classroom, zoom, google meet, dan seterusnya Berikut ini beberapa inovasi dalammemberikan layanan Bimbingan Konseling pada peserta didik di masa pandemi Covid-19, yaitu.Pembelajaran bimbingan konseling via Zoom, Google Meet, webex meet, Google Clasroom.Whatsaap, facebook dan setersunya, pemberian sinema konseling Via Youtube dan peercounseling melalui media daring dalam masa pandemic COVID-19.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN KONSELOR DALAM MENJALIN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN Nugroho, Monik Yulia
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling merupakan suatu layanan yang diperuntukkan bagi semua kalangan, artinya siapa saja boleh menerima layanan ini. Akan tetapi memberikan layanan harus dilakukan oleh orang yang benar-benar profesional yang mengerti akan teknik dan metode pelaksanaannya. Proses bimbingan dan konseling merupakan layanan yang selalu mengutamakan komunikasi. Komunikasi merupakan alat vital yang harus diperhatikan oleh konselor. Untuk itu komunikasi tersebut harus dibangun senyaman mungkin oleh konselor. Salah satu hal yang mendukung berhasilnya proses layanan bimbingan dan konseling adalah dengan adanya suasana komunikasi yang terapeutik, maksudnya yakni suasana yang terfokus pada kesembuhan konseli. Terapeutik pada dasarnya dikenal dalam dunia keperawatan namun saat ini terapeutik juga mulai dikenal dalam layanan bimbingan dan konseling. Dalam upaya menjadikan proses konseling berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan konseli maka dalam hal ini diperlukan sosok konselor yang tentunya profesional dengan memperhatikan kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh konselor profesional. Salah satu kompetensi yang dimiliki konselor profesional adalah kompetensi kepribadian. Selama proses konseling hubungan baik antara konselor dengan konseli sangat menguntungkan dan terjadinya komunikasi yang terapeutik dapat membuat proses konseling berjalan lancar.
MANAJEMEN BIMBINGAN & KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Zaharani, Adhira Dwi
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKManajemen diperlukan pada kegiatan Bimbingan dan Konseling mengingat pelayanan bimbingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan asal keseluruhan program pendidikan di sekolah, yang juga bekerjasama dengan penganggaran, sehingga diperlukan perencanaan yang baik supaya antara program bimbingan dan konseling serta program sekolah dapat bersinergi dengan baik, sejalan atau tidak saling beraturan satu sama lain. Manajemen bimbingan dan konseling sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan bimbingan dan konseling yang efektif serta efisien. Program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien membutuhkan manajerial yang baik, dan manajerial merupakan keliru satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru pembimbing / konselor. Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan potensi diri siswa secara efektif dan efisien. saat siswa belum dapat mengenali potensi diri pribadinya, guru BK diperlukan bisa menggali potensi yang dimiliki siswa tadi dan lalu membantu buat mengembangkannya. Artikel ini membahas perihal konsep manajemen di bimbingan dan konseling, jenis metode penelitian ini ialah analisis kajian pustaka (literatur research) artikel ini akan memaparkan analisis jurnal ilmiah yang relevan menggunakan pembahasan yang telah dipilih, adapun tahap-tahap pada metode penelitian ini ialah (1) menentukan artikel, (2) mengumpulkan data awal, (3) tantangan dari topik, (4) mengumpulkan data pendukung, (5) menghasilkan konklusi dan rekomendasi online. Hasil penelitian ini menandakan bahwa Manajemen bimbingan dan konseling dalam pendidikan karakter peserta didik telah berjalan cukup baik yang ditunjukan dengan beberapa meliputi beberapa aspek di antaranya, proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian dan faktor-faktor yang mendukung pada penerapan pendidikan karakter peserta didik.Kata Kunci : Manajemen Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Karakter, Peserta Didik ABSTRACTManagement is needed in Guidance and Counseling activities considering that guidance services are an integral part of the entire education program in schools, which also works with budgeting, so good planning is needed so that the guidance and counseling programs and school programs can synergize well, in line or not. mutually aligned with each other. Guidance and counseling management is very important to support the achievement of effective and efficient guidance and counseling goals. An effective and efficient guidance and counseling program requires good managerial skills, and managerial competence is one of the competencies that must be possessed by supervising teachers/counselors. The purpose of this research is to develop students' self-potential effectively and efficiently. When students have not been able to recognize their personal potential, the counseling teacher is expected to be able to explore the potential of the student and then help to develop it. This article discusses the concept of management in guidance and counseling, this type of research method is literature review analysis (literature research). This article will present an analysis of relevant scientific journals using the discussion that has been selected, while the stages in this research method are (1) define articles, (2) collect initial data, (3) challenge the topic, (4) collect supporting data, (5) generate online conclusions and recommendations. The results of this study indicate that the management of guidance and counseling in student character education has been going quite well as indicated by several aspects including the process of planning, organizing, implementing and evaluating and the factors that support the application of student character education.Keywords : Guidance and Counseling Management, Character Education, Students
MENGENAL KODE ETIK BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN, PELANGGARAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DENGAN SIKAP PROFESIONAL KONSELING Mutia, Ditha Mutia Febra
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Kode etik bimbingan dan konseling profesi adalah seperangkat landasan moral dan pegangan perilaku profesional yang harus dijunjung dan diterapkan oleh konselor. Namun, pada kenyataannya masih banyak ditemukan guru bimbingan dan konseling atau konselor yang melakukan pelanggaran kode etik profesinya. Sikap konselor profesional meliputi tanggung jawab, peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi, memiliki kesadaran atas komitmen, terjal menggunakan teknik-teknik khusus yang dikembangkan atas dasar wawasan yang luas dan kaidah-kaidah ilmiah, memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional dan mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah konseli. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan etika profesi konselor dalam layanan bimbingan konseling dan untuk menjelaskan kode etik bimbingan dan konseling dan etika konselor dalam memperbaiki pelaksanaan layanan konseling individu di sekolah. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur pada sumber-sumber mutakhir dari jurnal ilmiah. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan etika konselor dalam layanan konseling individu yang wajib dilakukan. Sebab, jika konselor abai, maka akan menyebabkan siswa ragu dan takut untuk meminta bantuan pada konselor, serta yang paling parah adalah anggapan guru BK sebagai polisi sekolah semakin sulit untuk direduksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan etika konselor dalam layanan konseling individu yang wajib dilakukan. Sebab, jika konselor abai, maka akan menyebabkan siswa ragu dan takut untuk meminta bantuan pada konselor, serta yang paling parah adalah anggapan guru BK sebagai polisi sekolah semakin sulit untuk direduksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan etika konselor dalam layanan konseling individu yang wajib dilakukan. Sebab, jika konselor abai, maka akan menyebabkan siswa ragu dan takut untuk meminta bantuan pada konselor, serta yang paling parah adalah anggapan guru BK sebagai polisi sekolah semakin sulit untuk direduksi. Kata Kunci : Kode etik BK, Permasalaha, Pelanggaran Kode etik BK, Sikap Profesional Konselor    

Page 1 of 1 | Total Record : 5