cover
Contact Name
Ramdani
Contact Email
ramdani12@upi.edu
Phone
+6285174226451
Journal Mail Official
optima@upi.edu
Editorial Address
https://ejournal.upi.edu/index.php/ProfesiBK/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22750760     EISSN : 27750804     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling : Journal of Counseling Profession (JCP) is published by Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Educational Science, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). The purpose of Journal of Counseling Profession is to publish work oriented toward professional skill and innovation in the practice of guidance and counseling. JCP: Journal of Counseling Profession ensures integrity, autonomy and orginality of each published article with respect to the publication ethics and rectitude. The Benefits of publishing in JCP journal as compared to traditional subscription journals. The article can be read by a potentially much large audience compared, and open access journals are free to view, download and print. Journal Homepage Image The following issue(s) will be shown here as soon as the reviewing process is completed. The first issue is expected to come out at the end of August, 2021. JCP is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Articles 17 Documents
PERKEMBANGAN DAN ISU-ISU PADA PROFESI GURU BK DI MASYARAKAT Khairul, Mushir Zriaska
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan jurnal ini diharapkan bisa menjawab rumusan masalah bagaimana perkembangan dan isu-isu pada profesi bimbingan konseling dalam masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, keluarga dan kehidupan sosial telah membawa perubahan dan problema kehidupan manusia yang selalu menuntut penyesuaian dalam menjalani roda kehidupan. Dalam menyikapi kondisi ini, maka seluruh hal yang berkaitan dengan kebutuhan, interaksi, gaya hidup manusia harus disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlaku pada zamannya. Profesi konseling senantiasa terbuka untuk berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta tuntutan lingkungan akademis dan profesional, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia pendidikan dan kehidupan manusia pada umumnya. Guru bimbingan dan konseling merupakan salah satu profesi yang memiliki peran untuk membantu konseli/ klien dalam menghadapi permasalahannya. Namun kenyataan di lapangan tidaklah demikian, masih tersebar dibeberapa sekolah pada khususnya, guru bimbingan dan konseling berlatar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling, dan masih tersebar dibeberapa sekolah yang menjadikan profesi BK menjadi Profesi yang disalahgunakan dengan tidak seharusnya, serta dengan hal inilah banyaknya masyarakat yang mendapatkan informasi akan hal BK yang tidak sesuai dengan keprofesiannya. Berdasarkan permasalahan tersebut jurnal ini membahas tentang konsep konseling, konsep masyarakat dan implikasi profesi bimbingan konseling dalam masyarakat. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (kajian literatur). Untuk memperoleh pemahaman secara menyeluruh terkait profesi bimbingan dan konseling maka perlu dilakukan kajian secara terstruktur mengenai sejarah bimbingan dan konseling, kode etik profesi, dan pendidikan profesi.
IMPLIKASI ETIKA DAN KODE ETIK KOMPETENSI KONSELOR SEBAGAI PROFESIONAL MELALUI PENDEKATAN LITELATUR SISTEMATIS Nababan, Naftalia Elizabet
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKode Etik profesi merupakan acuan perilaku perseorangan atau koporsi yang dianggap harus diikuti pelaku aktivitas professional. Para professional memiliki keahlian yang khusus dan untuk kode etik professional dibuat untuk mengatur bagaimana pengetahuan dan keahlian tersebut digunakan. Secara umum fungsi kode etik ada tiga yaitu : (1) Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas, (2)  Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, (3)Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.Apabila terjadi pelanggaran terhadap kode etik Profesi Bimbingan dan Konseling maka kepadanya diberikan sanksi sebagai berikut:Memberikan teguran secara lisan dan tertulis, Memberikan peringatan keras secara tertulis, Pencabutan keanggotan ABKIN, Pencabutan lisensi, Apabila terkait dengan permasalahan hukum/ kriminal maka akandiserahkan pada pihak yang berwenang. Kompetensi konselor sebagai agen pelayanan bimbingan konseling, dinyatakan dalam peraturan pemerintah No 19 tahun 2005 pasal 28 ayat 3 yaitu: kompetensi sebagai agen pelayanan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan kompetensi sosial. Konselor profesional harus memiliki tekad yang kuat untuk dapat membantu orang lain. Kata kunci: kode etik; profesi; professional; keahlian; bimbingan dan konseling;
KODE ETIK PROFESI DALAM PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING SERTA PERMASALAHAN DALAM PENERAPANNYA DI ERA DIGITAL Marhamah, Wihdatul
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEra globalisasi merupakan hasil perkembangan kebudayaan manusia yang semakin pesat. Kemajuan globalisasi berlaku secara universal dan menembus berbagai sendi kehidupan manusia yang menyebabkan terjadinya persaingan berbagai bangsa untuk meraih keunggulan dan pengaruh bangsa-bangsa lainnya. Dalam masalah bimbingan dan konseling kode etik sangatlah di butuhkan. Kode etik yang di butuhkan adalah ketika konselor hendak membimbing individu ke arah pengembangan pribadinya, peran kode etik yaitu sebagai tuntutan dalam memberikan masukan kepada konseli agar masukan yang di berikan oleh konselor tidak keluar dari aturan, norma yang berlaku di masyarakat maupun di kalangan konselor sendiri. Konselor profesional memberikan layanan berupa pendamping, pengordinasian, mengkolaborasi dan memberikan layanan konsultasi yang dapat menciptakan peluang yang setara dalam meraih kesempatan dan kesuksesan bagi konseli. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan artikel ini sebagai wadah atau alat bantu bagi para pembaca dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang di hadapi pada era digital serta bertujuan untuk memberikan informasi terhadap para pembaca mengenai kode etik profesi dalam pelaksanaan layanan konseling dalam permasalahan hingga penerapannya. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), yang di mana penelitian ini di lakukan dengan cara membaca buku-buku, artikel-artikel atau majalah-majalah serta dengan sumber data lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dalam konteks global, bimbingan konseling telah mengalami perkembangan dalam berbagai aspek dan dimensinya sebagai reaksi adaptasi terhadap berbagai perkembangan dan tuntutan global. Globalisasi ditandai dengan perubahan yang berlangsung dengan cepat terutama didorong oleh kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyempitan ruang, penyempitan waktu, dan hilangnya batas-batas memuat hubungan antar manusia sebelum menjadi lebih dalam, lebih intensif, dan lebih segera dibandingkan dengan masa sebelumnya. Kondisi itu mendorong perkembangan konseling dengan trend tertentu dalam konsep, operasi, dan profesi. Semua orang di haruskan untuk dapat beradaptasi dengan revolusi yang ada. Permasalahan dapat muncul jika orang tersebut tidak mampu beradaptasi dengan baik. Hal tersebut dapat di manfaatkan oleh konselor untuk memberikan layanan kepada orang yang memiliki masalah. Konsultan harus mengedepankan kode etik ketika memberikan pelayanan kepada seseorang. Beragam permasalahan dapat muncul ketika menerapkan kode etik dalam pelayanan konseling, baik dari pihak konselor maupun klien. Kesadaran diperlukan oleh konsultan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, kompetensi meningkat, dan membuat kebijakan peraturan dan pengawasan yang terarah.Kata Kunci: Kode Etik BK, Layanan Konseling, Di Era Digital, Permasalahan  
PERILAKU SELF-HARM SEBAGAI DAMPAK FENOMENA FATHERLESS Salsabila, Kania Rosma
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia was named third in the "Fatherless country in the world" or a country that lacks a father's role both physically and psychologically. This problem is a hot topic of discussion in the world. Fatherless itself has a serious impact, especially for young girls. The method used in this research is literature review through journals, scientific articles, and also research related to the role of fatherless. the role of the father figure is very important for the growth of children, therefore families need to understand the role of each family member
PELAKSANAAN KODE ETIK PROFESI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING sinaga, abdi abdi
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kode etik profesional adalah landasan moral dan pedoman perilaku profesional yang dijunjung tinggi, diterapkan, dan dijamin oleh setiap anggota organisasi profesional bimbingan dan konseling Indonesia, termasuk Guru Bimbingan dan Konseling. Kode etik bimbingan dan konseling merupakan ketentuan dan peraturan yang harus dipatuhi dan diamalkan oleh konselor yang memberikan layanan bimbingan dan konseling agar sesuai dengan asas profesi konselor dan memiliki landasan hukum yang benar. Konselor sekolah/guru BK yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana (S1) bimbingan dan konseling tidak mendapatkan pendidikan akademik sedalam lulusan bimbingan konseling tentang bidang layanan bimbingan dan konseling, kode etik konseling, serta tata cara ataupun langkah-langkah pemberian layanan bimbingan dan konseling yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau (library research), dimana penelitian ini dilakukan dengan cara membaca buku-buku, artikel-artikel atau majalah-majalah serta sumber lainnya. Jadi kesimpulan penelitian ini dalam konteks pelaksanaan kode etik profesi guru BK agar membantu konselor ataupun tenaga pendidikan yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling bisa menjaga kode etik dalam profesi maupun dalam memberikan layanan bimbingan konseling kepada konseli
ETIKA KEPREFESIONALAN PELAKSANAAN KONSELING DALAM MELAYANI PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 nurul aqma febriyani ritonga, Nurul aqma febriyani ritonga
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah menjadi subtansial karena gurubimbingan dan konseling bertugas sebagai helper dan proses bantuan disebut dengan helping,Sebagai profesi helping, guru bimbingan dan konseling di sekolah memiliki landasan ilmu danteknologi serta wilayah praktik yang jelas, yang dapat dibedakan dengan profesi-profesi lain yangbersifat membantu lainnya. Ilmu dan teknologi merupakan dasar untuk guru bimbingan dankonseling untuk terselenggaranya pelayanan profesi yang professional dan dijaga oleh kode etikyang secara khusus disusun untuk profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanetika keprefesionalan guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan konseling dan ujuanpenulisan ini antara lain untuk mengetahui bentuk layanan bimbingan dan konseling yang efektifselama masa dan pasca pandemic COVID-19; untuk mengkaji bimbingan dan koselingpembelajaran berbasis inovasi tehnologi pada masa dan pasca pandemi COVID-19. Berdasarkanpemabahsan maka bentuk layanan bimbingan dan konseling yang efektif selama masa dan pascapandemi COVID-19 antara lain pembelajaran daring bisa menggunakan media aplikasi whatsapp,google classroom, zoom, google meet, dan seterusnya Berikut ini beberapa inovasi dalammemberikan layanan Bimbingan Konseling pada peserta didik di masa pandemi Covid-19, yaitu.Pembelajaran bimbingan konseling via Zoom, Google Meet, webex meet, Google Clasroom.Whatsaap, facebook dan setersunya, pemberian sinema konseling Via Youtube dan peercounseling melalui media daring dalam masa pandemic COVID-19.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN REMEDIAL TEACHING DI SMP NEGERI 2 MOJOLABAN, SMP NEGERI 1 GEMOLONG, DAN SMP IT MUTIARA INSAN SUKOHARJO Jannah, Fathiya Noor; Wijayasari, Angellina Eka; Mujahidah, Atikah Azhar; Aprilia, Ayu Nuryani; Mazidah, Nazam Fauzeta
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu upaya pemberian pertolongan dalam proses pendidikan yang dilakukan guru terhadap siswa. Cakupan permasalahan dalam bimbingan dan konseling meliputi banyak hal, salah satunya diagnosis kesulitan belajar yang dialami siswa. Tidak semua siswa memiliki kemampuan belajar dan pemahaman yang sama. Pada salah satu mata pelajaran misalnya IPA, masih ditemui adanya kesulitan belajar dan kurangnya pemahaman siswa pada beberapa materi pembelajaran IPA. Hambatan siswa dalam proses pembelajaran yang demikian perlu ditindaklanjuti agar para siswa mencapai tujuan pembelajaran dan memenuhi kompetensi yang harus dikuasai pada setiap materi IPA. kegiatan diagnosis kesulitan belajar akan memberikan informasi seperti, gejala kesulitan belajar siswa, faktor-faktor penyebab, dan upaya bimbingan yang dapat dilakukan untuk memberi pertolongan. Guidance and counseling is one of the efforts to provide assistance in the educational process carried out by teachers to students. The scope of problems in guidance and counseling includes many things, one of which is the diagnosis of learning difficulties experienced by students. Not all students have the same learning abilities and understanding. In one of the subjects, for example science, there are still learning difficulties and students' lack of understanding of some science learning materials. Student obstacles in the learning process need to be followed up so that students achieve learning objectives and fulfill the competencies that must be mastered in each science material. Diagnosing learning difficulties will provide information such as symptoms of student learning difficulties, causal factors, and guidance efforts that can be made to provide assistance.
PERMASALAHAN DALAM KODE ETIK BIMBINGAN DAN KONSELING Sinaga, Juanda
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan pada artikel ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) yang merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensikolpedia, dokumen, dan jurnal ilmiah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja permasalahan di dalam kode etik bimbingan konseling, Kode etik profesi bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan guru bimbingan dan konseling (konselor). Berbagai masalah dalam penerapan kode etik terjadi dalam pelaksanaan layanan konseling, baik yang disebabkan oleh konselor itu sendiri atau pihak eksternal. Oleh sebab itu, konselor harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melaksanakan tugas dengan benar, terus meningkatkan kompetensi, serta bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan peraturan yang jelas disertai dengan pengawasan
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN KONSELOR DALAM MENJALIN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN Nugroho, Monik Yulia
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling merupakan suatu layanan yang diperuntukkan bagi semua kalangan, artinya siapa saja boleh menerima layanan ini. Akan tetapi memberikan layanan harus dilakukan oleh orang yang benar-benar profesional yang mengerti akan teknik dan metode pelaksanaannya. Proses bimbingan dan konseling merupakan layanan yang selalu mengutamakan komunikasi. Komunikasi merupakan alat vital yang harus diperhatikan oleh konselor. Untuk itu komunikasi tersebut harus dibangun senyaman mungkin oleh konselor. Salah satu hal yang mendukung berhasilnya proses layanan bimbingan dan konseling adalah dengan adanya suasana komunikasi yang terapeutik, maksudnya yakni suasana yang terfokus pada kesembuhan konseli. Terapeutik pada dasarnya dikenal dalam dunia keperawatan namun saat ini terapeutik juga mulai dikenal dalam layanan bimbingan dan konseling. Dalam upaya menjadikan proses konseling berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan konseli maka dalam hal ini diperlukan sosok konselor yang tentunya profesional dengan memperhatikan kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh konselor profesional. Salah satu kompetensi yang dimiliki konselor profesional adalah kompetensi kepribadian. Selama proses konseling hubungan baik antara konselor dengan konseli sangat menguntungkan dan terjadinya komunikasi yang terapeutik dapat membuat proses konseling berjalan lancar.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP CYBERBULYING REMAJA AWAL Salsabila, Kania Rosma
Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kita jumpai pada masa kini bahwa anak-anak dan juga remaja awal sudah pandai bermain sosial media. Tidak sedikit terjadi cyberbullying atau perundungan maya yang terjadi pada remaja usia kisaran 12-15 tahun. Bahkan banyak dari orang tua yang tidak tahu bahwa anaknya melakukan perundungan di media sosial. Selain peran orang tua, peran Guru BK sangat penting juga dalam kasus ini. Metode yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, yaitu mengkaji tentang buku, artikel atau kajian yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang seberapa berpengaruhnya media sosial pada perundungan remaja.

Page 1 of 2 | Total Record : 17