cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
STUDI PEMETAAN DISTRIBUSI SPASIAL BAKU DAN STATUS MUTU PERAIRAN SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Safitri, Desy Adriani; Baharuddin, Baharuddin; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11693

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 – 28 Maret 2018 di Perairan Teluk Balikpapan yang terletak di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, merupakan salah satu teluk dengan aktivitas terpadat di Indonesia dengan tipe perairan semi tertutup dan kedalaman yang beragam. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memetakan dan mengetahui kondisi distribusi spasial baku dan status mutu perairan Teluk Balikpapan secara vertikal. Metode sampling yang digunakan ialah metode Purposive Sampling, selanjutnya analisis data mengacu pada baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (KepMen LH) No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk biota laut dan pelabuhan, sedangkan untuk mengetahui tingkat pencemaran atau status mutu perairan mengacu pada KepMen LH No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air dengan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil penelitian menunjukkan skala suhu berkisar antara 27,5 – 32,5°C, salinitas 17,5 – 32,5 mg/l, oksigen terlarut (DO) 5 – 7 mg/l, pH 5 – 8, fosfat 0 – 2,5 mg/l, nitrat 1,4 – 1,9 mg/l, nitrit 0 – 0,020 mg/l, seng (Zn) 0,08 – 0,16 mg/l, timbal (Pb) 0 – 0,005 mg/l, dan tembaga (Cu) 0,013 – 0,018 mg/l. Hasil analisis dengan metode IP perairan Teluk Balikapapan mengalami Cemar Ringan dan Cemar Sedang dengan skala Pij >0 – ≤10 yang dominan berada pada bagian hulu teluk dan terdistribusi dari permukaan ke dasar perairan hingga membentuk stratifikasi, adanya stratifikasi parameter fisik-kimia dan status mutu perairan disebabkan oleh perbedaan densitas serta kedalaman perairan, selain itu diindikasikan oleh masukan massa air tawar dan perairan Selat Makassar yang terdorong oleh arus dan pasang surut di perairan teluk
PEMODELAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN MODUL GENCADE DI PANTAI SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU Siswoyo, Ersa; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11689

Abstract

Perubahan garis pantai disebabkan pergerakkan gelombang yang dibangkitkan angin secara terus menerus dari suatu tempat ke tempat lain, mengikis tanah kemudian mengendapkannya. Secara geografis pantai Sungai Dua Laut terletak di posisi membujur dari arah barat daya ke arah timur dan menghadap ke arah tenggara, memiliki jenis perairan terbuka yang menghadap langsung dengan Laut Jawa. Pantai Sungai Dua Laut memiliki tipe pantai berpasir dan kelerengan yang landai. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dan numeris serta matematis untuk mengetahui perubahan garis pantai dan model pola perubahan garis pantai menggunakan citra Quickbird dan modul GenCade di Pantai Sungai Dua Laut. Hasil analisis overlay citra tahun 2015 dan 2019 garis pantai yang mengalami abrasi sepanjang 1,682 km dengan luas -3,025 ha tersedimentasi sepanjang 1,528 km dengan luas 3,033 ha, sehingga diperoleh selisih sedimentasi sebesar 0,015 ha. Perubahan garis pantai model menunjukkan sedimentasi sepanjang garis pantai dan abrasi pada wilayah muara sungai. Hal ini berkaitan dengan adanya pengaruh masukan pengaruh gelombang dari arah selatan dan barat daya yang menyebabkan transpor sedimen bergerak ke arah timur Pantai Sungai Dua Laut.
PRODUKTIFITAS DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE DI DESA MUARA PAGATAN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Selviani, Selviani; Salim, Dafiuddin; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11694

Abstract

Mangrove adalah salah satu tumbuhan tropis yang hidup di sekitar daerah pesisir dan estuarin, menghasilkan produktifitas searasah yang mengandung banyak bahan organik yang dimanfaatkan oleh dekomposer pada saat dekomposisi dan mengandung unsur hara yang karbon tertinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kerapatan mangrove di Desa Muara Pagatan, mengetahui produktifitas dan laju dekomposisi serasah daun mangrove di Desa Muara Pagatan dan mengetahui kandungan unsur hara karbon (C), nitrogen (N) dan pospor (P) yang terdapat di serasah daun mangrove Desa Muara Pagatan. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purpossive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2019. Analisis data menggunakan perasamaan (Siska,2016) Berdasarkan hasil penelitian Desa Muara Pagatan mempunyai kerapatan mangrove tertinggi 2700 ind/ha terdapat pada stasiun 1 yang didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata dengan jumlah rata-rata produktifitas serasah  7,57 g/m2/hari. bobot kering serasah yang tersisa sedikit pada hari ke 45 yakni pada stasiun 3  sebesar 1,150 g dan laju dekomposisi terjadi paling besar pada minggu pertama atau hari ke 15. Kandungan unsur hara tertinggi pada serasah daun mangrove adalah karbon.
POLA DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID BERDASARKAN FLOW MODEL DI PERAIRAN SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU Kurniawan, Euis Sri Wahyuni; Baharuddin, Baharuddin; Syahdan, Muhammad
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11690

Abstract

TSS merupakan salah satu parameter pencemaran laut sehingga dapat menyebabkan kekeruhan pada perairan, sehingga tidak dapat larut dan tidak dapat mengendap. Alhasil, padatan tersuspensi akan mampu mengurangi penetrasi sinar matahari ke perairan. Perairan Sungai Dua Laut merupakan perairan yang menghadap kearah tenggara, memiliki jenis perairan terbuka yang menghadap langsung dengan Laut Jawa. Perairan ini memiliki 2 sungai yaitu Sungai Penjulingan di sisi Barat dan Sungai Dua Laut di sisi Timur. Penelitian ini menggunakan numerik serta matematik untuk mengetahui pola distribusi TSS menggunakan Flow Model di Perairan Sungai Dua Laut. Hasil analisis perbandingan antara analisis lapangan dan analisis model menunjukkan pola distribusi TSS lebih dominan ke arah selatan saat kondisi pasang dengan nilai berkisar 2 – 19 mg/l, sedangkan saat surut kondisi TSS bergerak mengarah kea rah timur dengan nilai berkisar 2 – 30 mg/l. Hasil analisis lapangan menunjukkan pola sebaran TSS berada di sepanjang perairan pantai lokasi penelitian dengan nilai berkisar17 – 37 mg/l. Untuk menguji tingkat akurasi maka dilakukan uji validasi dengan menggunakan metode RMSE hasil yang didapatkan yaitu untuk verifikasi model dan lapangan yaitu sebesar 0,057. Pola distribusi TSS di perairan Sungai Dua Laut di pengaruhi oleh pengadukan yang disebabkan gelombang, arus dan juga debit sungai.
STUDI STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA SEBARAN MAKROZOOBENTHOS DI PADANG LAMUN DESA TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU Hasbullah, Hasbullah; Salim, Dafiuddin; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11691

Abstract

Perairan Tanjung Sungkai merupakan salah satu daerah pesisir yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Keberadaan lamun diperairan Tanjung Sungkai sangat penting secara ekologi. Habitat makrozoobenthos ada dua yaitu epifauna dan infauna, untuk kehidupan organisme di perairan hewan makrozoobenthos sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan tempat tinggalnya, maka akan berpengaruh terhadap komposisi dan kelimpahannya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan sampel makrozoobenthos dengan perhitungan menggunakan indeks kelimpahan, indeks keseragaman, indeks keanekaragaman, indeks dominasi dan indeks morisita dan juga pengambilan kualitas air dengan pengukuran parameter fisika dan kimia. Dari hasil perhitungan indeks makrozoobenthos ditemukan 15 spesies dari 3 kelas yaitu kelas Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea di Perairan Tanjung Sungkai. Struktur komunitas makrozoobenthos pada stasiun 1, 2, dan 3 dengan mengetahui indeks keanekaragamn berkisar antara 2,422-2,479 termasuk keanekaragaman sedang, sedangkan untuk indeks keseragaman berkisar antara 0,88-0,90 termasuk dalam keseragaman tinggi, ekosistem tersebut dalam kondisi stabil dan yang terakhir. Pada pola sebaran dari ketiga stasiun memiliki pola sebaran yang bersifat teratur.
ESTIMASI KARBON BIRU (Blue carbon) PADA TEGAKAN MANGROVE JENIS AVICENNIA MARINA DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DESA PAGATAN BESAR Akbar, Zainuddin; Syahdan, Muhammad; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi karbon biru pada tegakan mangrove jenis Avicennia marina di kawasan ekowisata mangrove Desa Pagatan Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode garis berpetak, dimana petak awal ditentukan secara acak kemudian jalur dan petak selanjutnya diambil secara sistematis. Petak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 27 petak yang berukuran 20 m x 20 m dengan jarak antar petak 10 m dan jarak antar garis rintis 70 m. tegakan yang diukur hanya yang meiliki diameter > 5 cm atau mempunyai keliling > 15 cm. Estimasi biomassa dihitung menggunakan metode allometrik B=0,1848*D2,3524 dengan cara mengukur diameter pohon sedangkan untuk mengetahui simpanan karbon dengan mengalikan angka fraksi 0,46, karena konsentrasi karbon dalam bahan organik diketahui berkisar 46%. Hasil penelitian menunjukan estimasi karbon biru yang tersimpan pada tegakan mangrove jenis Avicennia marina adalah 350,103 ton C/ha dengan biomassa sebesar 761,094  ton/ha.
ANALISIS INDEKS KERENTANAN PANTAI PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Refki, Akhmad; Dewi, Ira Puspita; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i1.11688

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2020 – Desember 2020 di pantai Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.  bertujuan untuk mengetahui indek kerentanan  Pantai Pagatan Besar dengan menggunkan Metode Coastal Vulnerability Index (CVI) resolusi tinggi mengunkan Citra Quiqbird, dengan parameter geomorfologi pantai, kemiringan, kenaikan relatif rata-rata muka air laut, maju mundurnya garis pantai, pasang surut maksimum dan tinggi gelombang signifikan. Nilai CVI dihitung untuk setiap parameter kerentanan pantai diklasifikasikan menjadi lima kategori: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan hasil overlay menunjukkan bahwa indeks kerentanan wilayah pesisir pantai Pagatan Besar dalam kategori tinggi sepanjang 3,3 km (29,63%), kategori sedang 2,3  (12,16%), kategori rendah sepanjang 1,4  km (57,07%) dan sangat rendah hanya 2 km (1,14%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7