cover
Contact Name
Silvinatin Al Masithoh
Contact Email
birmayzabik48159@gmail.com
Phone
+6285730104242
Journal Mail Official
Jurnalfirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Masjid Al Akbar Timur No.1 Pagesangan Jambangan Surabaya 60222
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an
ISSN : -     EISSN : 29873134     DOI : https://doi.org/10.62589/iat.v2i02.220
Core Subject : Religion,
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur’an merupakan jurnal akademik yang diterbitkan 2 kali dalam setahun (Desember dan Juni) oleh Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir STAI Al-Akbar Surabaya. Jurnal ini menerbitkan penelitian, teori, perspektif, paradigma dan metodologi penafsiran serta ilmu-ilmu al-Qur’an dimana proses penyuntingan diperlukan tanpa mengubah maksud dan isi tulisan. Ruang lingkup Firdaus: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur’an adalah (1) Ilmu-Ilmu al-Qur’an; (2) Tafsir; (3) Living Qur’an; (4) Ilmu Kalam; (5) ilmu Balaghah; (6) Filologi; (7) Linguistik E-ISSN : 2987-3134
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): Desember" : 5 Documents clear
Perbedaan Qiraat Warsy dan Hafsh Pada Juz 1 (Surat Al-Baqarah Ayat 1-114) Al Masithoh, Silvinatin; M. Amir Rifqy; Ahmad Farih
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Qiraat adalah salah satu cabang dari ulumul Qur’an, yang artinya menjadi salah satu ilmu terpenting dalam pemahaman terhadap al-Qur’an. Dalam ulumul Qur’an terjadi perbedaan pemaknaan tentang sab’atu Ahruf (tujuh huruf). salah satunya adalah Qiraat Sab’ah yang sedang berkembang seperti sekarang ini. Pada awalnya tidak tidak banyak yang mengenal tentang perbedaan bacaan ini, namun sekarang bacaan Qiraat sudah lebih berkembang bahkan menjadi Qiraah arba’ah Asyra. Pada bacaab Qiraat Sab’ah terdapat tujuh imam dengan masing-masing perawi yang berbeda. Tujuh imam ini memiliki ragam bacaan yang berbeda pada tiap-tiap huruf yang dianggap sulit dalam pengucapannya. Namun untuk kita yang orang Indonesia lebih menganut pada riwayat Imam Hafs salah satu perawi dari Imam ‘Ashim. Perbedaan bacaan ini dikarenakan setiap Rawi memiliki jalur periwayatan yang berbeda, akan teteapi tetap bertemu pada sahabat Nabi atau Tabi’in. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih mengenal perbedaan bacaan yang terjadi diantara para Imam Qiraat. Hal ini ditujukan agar ilmu dalam pembacaan al-Qur’an lebih mendalam dan dapat mengharagi setiap perbedaan yang terjadi. Menggunakan metode library research, mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pembahasan kemudian dianalisis letak perbedaan bacaan pada setiap ayat dalam surat al-Baqarah. Dengan aaadaanya penelitian ini diharapkan lebih memudahkan untuk dapat membaca surat al-Baqarah dengan riwayat lain serta mengetahui letak perbedaannya.
Nilai Moral Kisah Nabi Ayub dalam Al-Quran (Studi Tafsir Tematik Wahbah Zuhaili dalam Kitab Al-Munir) Chaliqnasyinda, Risalatul; Silvinatin Al Masithoh
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana penafsiran ayat-ayat terkait kisah Nabi Ayub dalam al-Qur’an menurut Wahbah Zuhaili. Kedua, bagaimana korelasi nilai moral kisah Nabi Ayub dengan konteks kekinian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah dokumen, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis dalam penelitian kualitatif, yakni menafsirkan dalil-dalil tentang kisah Nabi Ayub kemudian dikaitkan dengan kejadian di era sekarang dan diambil nilai moralnya. Dari hasil penelitian, terdapat gambaran terkait kisah Nabi Ayyub secara keseluruhan pada ayat-ayat yang dipilih untuk dikaji dalam penelitian ini kemudian, ayat tersebut ditafsirkan oleh Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Al-Munir yang dijelaskan secara gamblang terkait segi kehidupan Nabi Ayyub, dari masa kejayaannya hingga ketika Nabi Ayyub menerima ujian. Selanjutnya diambil nilai moral dari kisah tersebut serta hikmahnya. Kesimpulannya adalah ada 7 ayat dalam al-Qur’an yang berkenaan dengan kisah Nabi Ayyub dan terpisah dalam 3 surah yang berbeda yaitu QS. Shad [38] : 41-44, QS. Al-Anbiya’ [21] : 83-84 dan QS. Al-An’am [6] : 84. Ketujuh ayat ini memiliki keterkaitan satu sama lain, pada kisah Nabi Ayyub yang kemudian diambil nilai moral.
Pengasuhan Anak Yatim dalam Al-Qur’an Perspektif Hamka Pada Tafsir Al-Azhar Azizah, Nur; Kharolina Rahmawati
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika yang muncul adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara mengasuh anak yatim. Kebanyakan masyarakat menyayangi anak yatim pada saat acara tertentu saja. Sedangkan dalam Al-Qur’an, Allah telah memberi petunjuk bagaimana cara untuk mengasuh, memelihara dan menyayangi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran ayat-ayat pengasuhan anak yatim perspektif Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, dan bagaimana role model yang bisa diterapkan dalam pengasuhan anak yatim di panti asuhan dari penafsiran Hamka. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian library research. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Menggunakan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode maudhu’i. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, penafsiran Hamka tentang ayat-ayat pengasuhan anak yatim dalam Tafsir Al-Azhar yaitu dalam mengasuh anak yatim harus berdasarkan iman kepada Allah. Selanjutnya role model pengasuhan anak yatim yang bisa diterapkan di panti asuhan dari penafsiran Hamka adalah dengan pengasuhan berbasis pembinaan. Kesimpulannya, dalam mengasuh anak yatim harus berlandaskan dengan iman. Keseluruhan ayat tentang anak yatim berisi perintah berbuat baik kepada kepada anak yatim, larangan berlaku buruk terhadap mereka dan perintah memelihara harta mereka sampai mereka dewasa. Kemudian pihak yang berkewajiban merawat anak yatim lebih diutamakan yang memiliki hubungan kerabat, atau jika tidak mampu maka dapat diserahkan kepada pihak selain kerabat yang mampu mengasuhnya, seperti lembaga sosial atau pemerintah. Role model pengasuhan anak yatim yang dapat diterapkan di panti asuhan adalah pengasuhan berbasis pembinaan.
Khauf Perspektif Buya Hamka (Studi Analisis Terhadap Ayat-Ayat dalam Tafsir Al- Azhar) akhidatus, riris; Azibur Rahman
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat khauf. Kedua, bagaimana implementasi khauf perspektif Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah dokumen, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, analisis, dengan pola pikir deduktif, yakni ayat-ayat tentang khauf yang dikaitkan dengan perasaan seseorang yang sedang gelisah atau takut. Hasil penelitian, menyimpulkan bahwa khauf menurut hamka adalah rasa takut yang timbul karena adanya adzab, siksa dan kemurkaan Allah. Menurut analisis khauf memiliki dua formulasi yaitu khauf positif dan khauf negatif. Problematika yang muncul yakni sebagian orang memiliki perasaan takut yang positif dan takut yang negatif. Khauf positif yaitu rasa takut yang membuat seseorang untuk bersikap hati-hati dalam mengambil segala tindakan. Sedangkan khauf negatif itu rasa takut yang termasuk bagian dari penyakit rohani atau jiwa. Rasa takut seperti itu dapat mengganggu kepribdian seseorang.Dari kesimpulan di atas, diharapkan kepada berbagai pihak untuk mengetahui bahwa formulasi khauf memiliki dua macam sehingga seseorang bisa menepatkan rasa khauf sesuai dengan tempatnya.
Living Quran dalam Tradisi Pembacaan Ratib Al-Haddad Di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Kalangan Surabaya masduki, khiorul; Moch Farel Danendra; Kharolina Rahmawati
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembiasaan berdzikir secara berjamaah adalah dengan membaca wirid tertentu secara istiqomah. Wirid tertentu tersebut ada beraneka macam, salah satunya adalah teks wirid yang digubah oleh Al-Haddad, atau lebih dikenal dengan ratib al-Haddad. Santri di Pondok Pesan Sunan Kalijogo Surabaya termasuk masyarakat muslim yang mengamalkan bacaan Ratib al-haddad secara berulang. Dalam artikel ini penulis ingin mengetahui bagaimana praktik living qur’an yang terjadi di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya yang sudah menjadi rutinitas mereka selama ini. Dan bagaimana pengaruh pembacaan Ratib al-Hadad dalam kehidupan mereka. Penulis menggunakan metode wawancara dalam menggali data utama dari informan, dari wawancara tersebut data di analisis dengan teori deskriptif analitif yang menjelaskan secara jelas bagaimana praktik living qur’an berupa pembacaan Ratib al-Hadad dalam keseharian mereka. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa tujuan pembacaan Ratib Al-Haddad di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo adalah untuk membentengi para santri dari gangguan-gangguan yang sifatnya metafisika dan non medis serta untuk mengamankan dari hal-hal yang bersifat kriminal seperti pencurian dan sebagainya. Keutamaan membaca Ratib Al-Haddad antara lain: diberi rezeki yang berlimpah, diberikan umur yang panjang, mendapatkan husnul khatimah, dijaga oleh Allah SWT, hajatnya dikabulkan, menyembuhkan penyakit hati.

Page 1 of 1 | Total Record : 5