cover
Contact Name
Karti Rahayu Kusumaningsih
Contact Email
kartirahayukusumaningsih@gmail.com
Phone
+628164229573
Journal Mail Official
wanatropika@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan INSTIPER Gd. Jati Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Wana Tropika
ISSN : 20887019     EISSN : 28290054     DOI : https://doi.org/10.55180
Core Subject : Agriculture,
Forest Planning Forest Policy Forest Ecology Forest Resources Utilization Forest Ergonomics Forest Inventory Forest Product Silviculture Management of Regional Ecosystems
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2016)" : 4 Documents clear
KARAKTERISTIK ETNOEKONOMI DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN Falah, Darul; Dorohungi, Sepritudey
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat desa hutan dalam kehidupan sehari-harinya berinteraksi dengan hutan dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Interaksi tersebut tercermin dari kegiatan-kegiatan masyarakat seperti mengumpulkan hasil hutan berupa bahan pangan, kayu bakar, pakan ternak, umbi-umbian serta hasil dari jenis jasa hutan lainnya. Etnobotani merujuk pada kajian interaksi antara manusia dengan tumbuhan yang merupakan bentuk deskriptif dari pendokumentasian pengetahuan botani tradisional yang dimiliki masyarakat setempat, yang salah satu di antaranya adalah kajian etnoekonomi yang mengkaji segi nilai manfaat tanaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik etnoekonomi dalam pemanfaatan sumber daya hutan rakyat yang meliputi aplikasi botani ekonomi dan skala komersial, pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan, dan hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan karakteristik etnoekonomi nilai manfaat tumbuhan di hutan rakyat Desa Kedungkeris. Penelitian dilakukan pada 72 kepala keluarga (KK) pemilik lahan di hutan rakyat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kedungkeris memanfaatkan tumbuhan yang berada di hutan rakyat pada kategori sedang. Lebih dari sebagian masyarakat Desa Kedungkeris memiliki pengetahuan yang cukup tentang nilai manfaat tumbuhan yang terdapat di hutan rakyat. Terdapat hubungan yang sedang (sig.=0,000, CC=0,585) antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Kata Kunci : Etnoekonomi, Pemanfaatan, Sumber Daya Hutan
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN GAHARU (Aquilaria malaccensis)) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Wahyudiono, Sugeng; Kurniawan, Yonas Ade
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah eksportir utama produk gaharu di dunia. Dengan permintaan pasar yang tinggi, banyak kolektor tidak terampil tertarik untuk mengeksploitasi gaharu. Akibatnya sebagian besar populasi gaharu rusak sehingga kayu ini tercantum dalam CITES Appendix II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan tanaman gaharu (Aquilaria malaccensis) dengan mengetahui kelas kesesuaian lahan yang sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai pada wilayah yang ada di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Kesesuaian lahan tanaman gaharu mengacu pada data biofisik berupa kelerengan, tinggi tempat, curah hujan, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Pada data tersebut perlu dilakukan kajian mengenai syarat tumbuh gaharu agar dapat mengklasifikasi lahan yang sesuai dari tempat tumbuh dengan syarat tumbuh gaharu. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mengklasifikasi syarat tumbuh gaharu menggunakan teknik skoring dan overlay atribut data spasial pada aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Teknik skoring dilakukan dengan 3 penilaian yaitu skor 2 untuk kelas sesuai, skor 1 untuk kelas kurang sesuai, skor 0 untuk kelas tidak sesuai. Atribut data spasial tersebut kemudian dilakukan skoring dan overlay sehingga didapat satu peta yang menunjukan kelas kesesuaian lahan tanaman gaharu yang ada di Kabupaten Bengkayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total luas wilayah Kabupaten Bengkayang sebesar 556.965 Ha, terdapat luas wilayah yang sesuai untuk budidaya tanaman gaharu yaitu 349.295 Ha , luas kurang sesuai 189.699,26 Ha, dan luas tidak sesuai 17.690,29 Ha. Kata kunci : Kesesuaian Lahan, Gaharu, Sistem Informasi Geografi
PERTUMBUHAN SEMAI CENDANA (Santalum album Linn.) PADA BEBERAPA JENIS INANG Andayani, Surodjo Taat; Ama, Wilton Paskalis Dominggus
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendana (Santalum album Linn.) merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi karena kandungan volume kayu teras dan kadar minyak cendana yang tinggi. Cendana adalah jenis tanaman yang bersifat hemiparasit. Dalam pertumbuhannya cendana memerlukan tumbuhan lain sebagai inang. Sejak dari persemaian sampai dengan tanaman dewasa cendana memerlukan inang untuk membantu menyerap sebagian unsur hara dari dalam tanah melalui haustoria yang terhubung antara akar cendana dengan akar tanaman inang. penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis tanaman inang primer yang paling baik dengan perlakuan pangkasan terhadap pertumbuhan semai cendana. Jenis inang primer yang digunakan dalama penelitian ini adalah tanaman krokot, nila, lamtoro dan turi serta kontrol sebagai pembanding. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) untuk mengetahui pengaruh faktor jenis inang dan pangkasan tanaman inang terhadap pertumbuhan semai cendana. Data dianalisis dengan Analisis Varians. Rerata dianalisis dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis inang primer dan pangkasan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan semai cendana. Perlakuan jenis inang primer krokot yang dipangkas berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan semai tanaman cendana. Kata kunci : Cendana, Inang Primer, Pangkasan
DAMPAK INDUSTRI HASIL HUTAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: Impact of Forest Product Industry to Public Welfare Sushardi
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan digolongkan dalam hutan produksi. Hutan tanaman industri merupakan hutan tanaman yang dibangun dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. Dengan adanya pembangunan HTI maka diharapkan dapat menyelamatkan hutan alam dari kerusakan karena HTI merupakan potensi kekayaan alam yang dapat diperbaharui, dimanfaatkan secara maksimal dan lestari bagi pembangunan nasional secara berkelanjutan untuk kesejahteraan penduduk. Pembangunan dan pengelolaan HTI termasuk di dalamnya industri hasil hutan dalam skala luas dan jangka panjang adalah salah satu mekanisme untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat, salah satunya yaitu dengan menyediakan lapangan kerja. Pengelolaan masyarakat dipusatkan pada kemampuan badan usaha untuk menyediakan kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat. Kata kunci : Hutan Tanaman Industri, Dampak Industri, Kesejahteraan Masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 4