Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KARAKTERISTIK ETNOEKONOMI DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN Falah, Darul; Dorohungi, Sepritudey
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat desa hutan dalam kehidupan sehari-harinya berinteraksi dengan hutan dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Interaksi tersebut tercermin dari kegiatan-kegiatan masyarakat seperti mengumpulkan hasil hutan berupa bahan pangan, kayu bakar, pakan ternak, umbi-umbian serta hasil dari jenis jasa hutan lainnya. Etnobotani merujuk pada kajian interaksi antara manusia dengan tumbuhan yang merupakan bentuk deskriptif dari pendokumentasian pengetahuan botani tradisional yang dimiliki masyarakat setempat, yang salah satu di antaranya adalah kajian etnoekonomi yang mengkaji segi nilai manfaat tanaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik etnoekonomi dalam pemanfaatan sumber daya hutan rakyat yang meliputi aplikasi botani ekonomi dan skala komersial, pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan, dan hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan karakteristik etnoekonomi nilai manfaat tumbuhan di hutan rakyat Desa Kedungkeris. Penelitian dilakukan pada 72 kepala keluarga (KK) pemilik lahan di hutan rakyat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kedungkeris memanfaatkan tumbuhan yang berada di hutan rakyat pada kategori sedang. Lebih dari sebagian masyarakat Desa Kedungkeris memiliki pengetahuan yang cukup tentang nilai manfaat tumbuhan yang terdapat di hutan rakyat. Terdapat hubungan yang sedang (sig.=0,000, CC=0,585) antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Kata Kunci : Etnoekonomi, Pemanfaatan, Sumber Daya Hutan
ANALISIS PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN WISATA TAWANGMANGU Falah, Darul
Jurnal Wana Tropika Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawangmangu Ecotourism Forest located at Karanganyar District, have potency of natural view and unique landscape as natural ecotourism and education. Characteristics of visitor and its demand, tourism area wide (Douglas, 1982), maximum area for tourism (Soemarwoto, 1985), and physical building wide (Pamulardi, 1994) area very useful to analysis of benefit and its developmentResearch is conducted by questionnaire with accidental sampling method for visitor, field measurement for plysical building and gathering of secondary data from tourism office. The result indicate that total physical building and its facilities is 6.5% and area of tourism is 15% from total ecotourism forest area. Main visitors are high school students, college students, and domestic tourist with age 15 – 30 years old. They came from Karanganyar, Sragen, Semarang and Yogyakarta. By SWOT analysis, strategy of development of Tawangmangu ecotourism forest can be done by some following steps : rearrangement distribution of visitor not only around water fall, but also another interested object, differentiations of holiday ticket and non holiday ticket in order to visitors at holiday not overland, development some new object around waterfall in order to visitor not accumulated around waterfall, make new alternative tourism packages which interesting and variety, approach of indigenous culture and art for some object, and development of new marketing strategy for national scale. Keywords: Benefit Analysis, Ecotourism Forest
Fungsi Pembinaan untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Madrasah di Lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis Yasiman; Falah, Darul
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Insanulhaq Cidadungu Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62475/20ymat71

Abstract

The function of coaching teachers according to the Regulation of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia No. 2 of 2012 concerning Madrasa Supervisors and Islamic Religious Education Supervisors in Madrasas article 5 paragraph 3d is carried out by madrasa supervisors either directly to teachers or through the Madrasa Head. The regulation describes the coaching carried out to improve the quality of learning in madrasas. Thus, the supervisory coaching function is indispensable. The approach to writing this paper was prepared using a qualitative descriptive approach. This paper contains steps that can be taken by madrasa supervisors to improve the quality of learning in madrasas. The data source used in the preparation of this paper is based on field observations. The data obtained is then reviewed and processed. Data processing is supported by the results of literacy studies. The combination of the two data is then used as the basis for writing the paper. Development steps based on the Regulation of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia Number 2 of 2012 include planning, implementing, and learning outcomes of learning activities in madrasas. Level of Success of the Coaching Function Coaching activities are said to be successful if they are as follows. 1) The teacher makes his own lesson plan to be used; 2) Teachers hold varied learning; 3) The teacher carries out an assessment that is in accordance with the objectives and is varied. The steps for implementing the coaching function to improve the quality of madrasa learning within the Ministry of Religion of Ciamis Regency are as follows. 1) Development of learning planning; 2) Development of the learning process; 3) Guidance on the assessment of learning outcomes Author's suggestion There is a need for further research to determine the level of success of the coaching function.  
KARAKTERISTIK ETNOEKONOMI DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN Falah, Darul; Dorohungi, Sepritudey
Jurnal Wana Tropika Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat desa hutan dalam kehidupan sehari-harinya berinteraksi dengan hutan dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Interaksi tersebut tercermin dari kegiatan-kegiatan masyarakat seperti mengumpulkan hasil hutan berupa bahan pangan, kayu bakar, pakan ternak, umbi-umbian serta hasil dari jenis jasa hutan lainnya. Etnobotani merujuk pada kajian interaksi antara manusia dengan tumbuhan yang merupakan bentuk deskriptif dari pendokumentasian pengetahuan botani tradisional yang dimiliki masyarakat setempat, yang salah satu di antaranya adalah kajian etnoekonomi yang mengkaji segi nilai manfaat tanaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik etnoekonomi dalam pemanfaatan sumber daya hutan rakyat yang meliputi aplikasi botani ekonomi dan skala komersial, pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan, dan hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan karakteristik etnoekonomi nilai manfaat tumbuhan di hutan rakyat Desa Kedungkeris. Penelitian dilakukan pada 72 kepala keluarga (KK) pemilik lahan di hutan rakyat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kedungkeris memanfaatkan tumbuhan yang berada di hutan rakyat pada kategori sedang. Lebih dari sebagian masyarakat Desa Kedungkeris memiliki pengetahuan yang cukup tentang nilai manfaat tumbuhan yang terdapat di hutan rakyat. Terdapat hubungan yang sedang (sig.=0,000, CC=0,585) antara pengetahuan masyarakat tentang nilai manfaat tumbuhan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Kata Kunci : Etnoekonomi, Pemanfaatan, Sumber Daya Hutan
ANALISIS PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN WISATA TAWANGMANGU Falah, Darul
Jurnal Wana Tropika Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawangmangu Ecotourism Forest located at Karanganyar District, have potency of natural view and unique landscape as natural ecotourism and education. Characteristics of visitor and its demand, tourism area wide (Douglas, 1982), maximum area for tourism (Soemarwoto, 1985), and physical building wide (Pamulardi, 1994) area very useful to analysis of benefit and its developmentResearch is conducted by questionnaire with accidental sampling method for visitor, field measurement for plysical building and gathering of secondary data from tourism office. The result indicate that total physical building and its facilities is 6.5% and area of tourism is 15% from total ecotourism forest area. Main visitors are high school students, college students, and domestic tourist with age 15 – 30 years old. They came from Karanganyar, Sragen, Semarang and Yogyakarta. By SWOT analysis, strategy of development of Tawangmangu ecotourism forest can be done by some following steps : rearrangement distribution of visitor not only around water fall, but also another interested object, differentiations of holiday ticket and non holiday ticket in order to visitors at holiday not overland, development some new object around waterfall in order to visitor not accumulated around waterfall, make new alternative tourism packages which interesting and variety, approach of indigenous culture and art for some object, and development of new marketing strategy for national scale. Keywords: Benefit Analysis, Ecotourism Forest
Fungsi Pembinaan untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Madrasah di Lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis Yasiman; Falah, Darul
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62475/20ymat71

Abstract

Fungsi pembinaan kepada guru menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam di Madrasah pasal 5 ayat 3d dilakukan oleh pengawas madrasah baik langsung kepada guru maupun melalui Kepala Madrasah. Pada peraturan tersebut dijelaskan pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, fungsi pembinaan pengawas sangat diperlukan. Pendekatan penulisan karya tulis ini disusun menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif. Karya tulis ini berisi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pengawas madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Sumber data yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini berdasarkan observasi lapangan. Data yang didapatkan lalu dikaji dan diolah. Pengolahan data didukung dengan hasil studi literasi. Kombinasi data keduanya lalu digunakan sebagai dasar pembuatan karya tulis. Langkah pembinaan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar kegiatan pembelajaran di madrasah. Taraf Keberhasilan Fungsi Pembinaan Kegiatan pembinaan dikatakan berhasil apabila sebagai berikut. 1) Guru membuat sendiri RPP yang akan dipakai; 2) Guru mengadakan pembelajaran variative; 3) Guru melaksanan penilaian yang sesuai dengan tujuan dan vaiatif. Langkah pelaksanaan fungsi pembinaan untuk meningkatkan mutu pembelajaran madrasah di lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis adalah sebagai berikut. 1) Pembinaan terhadap perencanaan Pembelajaran; 2) Pembinaan terhadap proses pembelajaran; 3) Pembinaan terhadap penilaian hasil pembelajaran Saran penulis Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui taraf keberhasilan fungsi pembinaan.