cover
Contact Name
Riyan Maulana
Contact Email
cvnaskahaceh@gmail.com
Phone
085260386296
Journal Mail Official
cvnaskahaceh@gmail.com
Editorial Address
Jl T. Nyak Arief No 43 Lamnyong Banda Aceh, 23112
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Informasi Teknologi
Published by CV NASKAH ACEH
ISSN : -     EISSN : 30637295     DOI : https://doi.org/10.61992/el-basirah.
Core Subject : Science,
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI, published by CV. Acehnese Manuscript. This journal is published twice a year, namely in October s.d. February and March to. August. Contains various scientific disciplines from the results of community service activities. We hope that the presence of this service journal will be useful for academics and practitioners to explore social and educational problems in multidisciplinary sciences
Articles 8 Documents
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NETSUPPORT SCHOOL UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PADA MATA PELAJARAN DESAIN MEDIA INTERAKTIF JURUSAN MULTIMEDIA KELAS XII DI SMK NEGERI 5 TELKOM BANDA ACEH Muhammad Qautsar Maulana
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v1i1.81

Abstract

Dengan adanya aplikasi ini, pendidik tidak lagi untuk berjalan ke setiap komputer untuk melihat aktivitas peserta didik ketika sedang dalam pembelajaran. Suasana yang dirasakan peserta didik seakan - akan dipantau langsung oleh pendidik, sehingga peserta didik fokus dengan materi yang diberikan oleh pendidik. Kemudian tugas yang telah dikerjakan langsung dikumpulkan melalui komputer masing-masing melalui software Netsupport School. Dengan cara ini, menggunakan perangkat lunak manajemen dan pemantauan di kelas dapat membantu dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama ketika bekerja dengan media interaktif. Peserta didik selalu berbagi ilmu dan memiliki akses terhadap bahan pelajaran kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya. Setelah mengolah data validitas menggunakan SPSS Statistics 25, mempunyai 2 variabel dengan 12 butir kuesioner yang masing-masing dari variabel x8, y4 dengan keterangan jika r hitung lebih besar dari r table maka hasilnya valid, jika r hitung lebih kecil dari r table maka hasilnya tidak valid. Pada penelitian ini mempunyai rtabel 0,422, sedangkan nilai r hitung semuanya diatas 0,422 dengan nilai tertinggi adalah 0,921 dan terendah 0,425 dengan nilai signifikan 0,000. Kuesioner dapat dikatakan handal jika nilai cronbach alpha >0,05. Dalam SPSS di tunjukkan bahwa cronbach alpha untuk kuesioner 0,906 dengan jumlah pernyataan 12 butir Nilai rata-rata yang telah didapatkan yaitu 58.13.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Pada Guru Di SMP Negeri 8 Banda Aceh Eliada Sista Frianti
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v1i1.82

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang sosial dan pendidikan bersamaan atas keberadaan banyak informasi yang terus berkembang serta mengakibatkan banyak perubahan. Perubahan tersebut diawali dengan munculnya internet kemudian melahirkan banyak perubahan terbaru dari media massa. Munculnya teknologi digital harus diiringi terhadap pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat teknologi digital tersebut oleh pendidik, orang tua dan anak. Salah satunya guru harus memiliki pemahaman dan kemampuan literasi digital. Guru merupakan faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan sekolah dan berhasil tidaknya upaya inovasi. Guru harus memiliki berbagai kecakapan abad 21 yang salah satunya menggunakan dan mengkolaborasikan teknologi dalam menyampaikan dan mendukung sistem pendidikan, guru perlu mengembangkan sumber belajar digital untuk diakses peserta didik menggunakan teknologi, guru dengan peserta didik harus menggunakan teknologi digital dalam memfasilitasi pembelajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, maka penelitian literasi digital terhadap pengembangan kompetensi berkelanjutan pada guru di SMP Negeri 8 banda Aceh ini dapat membantu guru-guru untuk lebih bijak menggunakan teknologi informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional dan data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara serta kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara menunjukkan bahwa adanya perbedaan dari guru senior dan guru junior, yaitu guru junior lebih memahami tentang literasi digital sementara guru senior banyak yang tidak memahami tentang literasi digital. Pengumpulan data dengan menyebarkan kusioner pada guru dan pengolahan data dengan program SPSS. Hasil penelitian yang didapatkan ialah nilai F hitung = 18.233 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel X (Literasi Digital) berpengaruh terhadap Variabel Y (Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan) namun pengaruh dari kedua variabel yang digunakan lebih kecil dari variabel lainnya yaitu sebesar 39,4% dan pengaruh dari variabel lain sebesar 60,6%.
Efektivitas Metode Pembelajaran Resitasi Menggunakan Microsoft Office Terhadap Hasil Belajar Siswa SMPN 1 Blangpidie Fitra Nuzula Akmal; Hazrullah; Rahmat Musfikar
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v1i1.83

Abstract

Dalam proses belajar mengajar, guru berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk menghasilkan pendidikan yang efektif dan efisien, diperlukan metode mengajar yang sesuai. Penerapan suatu metode dalam pengajaran harus ditinjau dari segi keefektifan, keefesienan dan kecocokannya dengan karakteristik materi pelajaran serta keadaan peserta didik yang meliputi kemampuan, kecepatan belajar, minat, waktu yang dimiliki dan keadaan sosial ekonomi peserta didik. Selain itu, pembelajaran dengan metode mengajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan dipercaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode resitasi atau tugas adalah metode penyajian materi dimana guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa untuk menyelesaikan tugas belajar. Pendapat yang hampir sama yang mengemukakan bahwa metode atau tugas resitasi adalah penyajian materi pembelajaran dimana guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa agar mereka mampu melakukan dan melaporkan kegiatan pembelajaran. sebagai hasil dari tugas yang diselesaikan. Penelitian ini merupakan penelitian Mix Method yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu observasi, kuesioner, wawancara. Data penelitian diperoleh selama pelaksanaan penelitian dilakukan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK. Hal ini dapat dikatakan berhasil atau efektif karena siswa lebih aktif belajar dan hasil belajar siswa selama diterapkannya metode ini siswa menjadi lebih semangat belajar dengan persentase hasil 87,2% efektif.
Analisis Jaringan Wireless Pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Menggunakan Wireshark Maulidia
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v1i1.86

Abstract

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan memiliki jaringan internet Wireless Local Area Network (WLAN) dengan kapasitas kecepatan 50 Mbps. berdasarkan hasil wawancara yang telah penulis lakukan, diketahui bahwa koneksi internet tidak stabil karena banyaknya pengguna yang terhubung ke jaringan wireless secara bersamaan. Selain itu, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan belum pernah melakukan pengukuran parameter Quality of Service (QoS) untuk mengetahui kualitas kinerja jaringan apakah jaringan wireless dalam kondisi bagus atau sebaliknya. Dengan mengukur parameter Packet Loss, Delay, Troughput dan Jitter, maka penulis mengambil judul Analisis Jaringan Wireless Pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Menggunakan Wireshark. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah jaringan wireless berada dalam kondisi baik–baik saja atau sebaliknya dengan menggunakan metode analisis Quality of Service dengan parameter QoS (troughput, delay, packet loss dan jitter) dan menggunakan software analisis jaringan yaitu Wireshark. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian eksperiment dan kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa parameter QoS dengan nilai rata-rata troughput 44.168 bps, nilai rata-rata packet loss 0,0005%, nilai rata-rata delay 35,2 ms dan jitter 35,04 ms berdasarkan standar TIPHON dan masuk dalam kategori "Sangat" dan "Bagus". Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan jaringan pada Fakultas Tarbiyah telah memenuhi standar yang tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINGKING(CT) SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN BERBASIS WEB DI SMKN 1 AL-MUBARKEYA ACEH BESAR Rama Zul Pika
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 1 No 1 (2024): MARCH - AUGUST 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v1i1.87

Abstract

Di era digital sekarang ini para siswa harus memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi. Maka dengan itu Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menegaskan bahwa Berpikir komputasional sebagai sarana untuk memahami dan memecahkan masalah kompleks menggunakan teknik dan konsep komputasi seperti pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma dianggap oleh banyak ahli sebagai salah satu kompetensi yang mendukung dan terlebih lagi pada dunia pendidikan pada saat ini. Rumusan masalah di penelitian ini yaitu bagaimana mengukur kemampuan Computatitonal Thingking Siswa pada mata pemrograman berbasis web dan berpengaruhkah Computational Thingking siswa dalam pemecahan masalah (Problem Solving) pada pembelajaran pemrograman berbasis web. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis hipotesis terhadap data hasil penelitian, menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel (2.037>0,374), maka dapat disimpulkan : H0 ditolak dan Ha diterima. Yang berarti bahwa terdapat pengaruh computational thinking dalam pemecahan masalah (problem solving) (X) terhadap kemampuan Computatitonal Thingking Siswa pada mata pelajaran pemrograman berbasis web (Y). Maka berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh nilai rata-rata 79. Dengan perolehan nilai tes tertinggi yaitu 100, dan terendah 50. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan masalah, masih ada beberapa siswa yang rendah dalam kemampuan computational thinking terhadap pembelajaran pemograman berbasis web.
Analysis of the Concept of "Digital Financial Literacy" in the High School Economics Curriculum: An Exploratory Study of Impacts and Challenges Annisaturrahmi
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 2 No 2 (2025): SEPT 2025 - FEBRUARY 2026
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v2i2.264

Abstract

The SMA Economics curriculum has not yet integrated Digital Financial Literacy well , while students as a digital native generation actively use various modern financial platforms. This creates a dangerous gap where they are technically proficient but have little understanding of risk and the concepts behind it. As a result, students are vulnerable to digital fraud, online loan defaults, and irrational investment decisions. The type of research uses a qualitative approach with the type of library research ( library research ). The data collection technique applied is the documentary study technique. The research results show that: 1). The Literacy Gap: Between Technology Ability and Students' Digital Financial Understanding is that there is a dangerous paradox in high school students: although they are skilled in using digital financial applications such as e-wallets and investment platforms, their understanding of basic concepts and risks is very minimal. 2). Teacher Challenges and Curriculum Infrastructure Limitations is that on the educator's side, the integration of digital financial literacy is hindered by three main challenges. First, the rigid curriculum still focuses on traditional financial institutions without enough space for FinTech material. Second, the majority of teachers feel that they have a stutter in technology and do not have sufficient competence and teaching materials. Third, school policies such as banning the use of mobile phones and the inequality of digital infrastructure make it increasingly difficult to apply contextual learning. 3). Integration Strategy: Designing a Contextual and Adaptive Digital Financial Literacy Framework for Generation Z is that the solution offered is integration through an infusion approach into existing topics, such as discussing FinTech in the chapter on financial institutions or the psychology of impulse buying in the marketplace in the chapter on consumption.
Gamification of E-Commerce Simulation: Improving Understanding of Digital Marketing and Entrepreneurship Concepts in Economic Learning Bustanul Aulia
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 2 No 2 (2025): SEPT 2025 - FEBRUARY 2026
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v2i2.265

Abstract

Conventional economics learning, particularly on marketing and entrepreneurship, is still predominantly theoretical through lectures and textbooks. This causes core concepts such as digital marketing strategies, pricing, and business financial analysis to be abstract and difficult for students to understand in depth. This study uses a qualitative approach with a library research type . The data sources that will form the foundation of this research are entirely secondary data, which are classified into three main categories. The results of the study indicate that: 1). From Theory to Practice: Uncovering Curriculum Rigidity Through Digital Selling Experience Simulation is that the digital selling experience simulation successfully transforms economics learning from a rigid theoretical approach to a contextual experience. 2). Game Mechanism: Designing a Learning Cycle from Planning to Financial Statement Analysis is that mapping structured game mechanisms that form a comprehensive learning cycle. Students go through three main phases: business planning (market research, COGS calculation), execution (creating an online store, digital marketing strategy), and evaluation (sales data analysis, preparation of profit and loss statements). The integration of gamification elements such as a points system, badges, and leaderboards creates a holistic learning process that integrates marketing, operational, and financial aspects. Impact and Reflection: Measuring the Improvement of Digital Economic Literacy and Students' Entrepreneurial Spirit is that the implementation of e-commerce simulation gamification produces a multidimensional impact on improving digital economic literacy and strengthening students' entrepreneurial spirit. There was a significant increase in conceptual understanding where students not only understand economic terminology but are also able to apply it in business decision-making.
Digital Transformation of Da'wah Management: Analysis of the Effectiveness of Online Application Utilization DAI Coordination in Era Society 5.0 Muharram
eL - BASIRAH : JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 2 No 2 (2025): SEPT 2025 - FEBRUARY 2026
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/el-basirah.v2i2.266

Abstract

While digital technology sometimes offers efficiency, in practice, coordination between preachers is often hampered. Many fail to utilize online applications optimally, resulting in inefficiencies, overlapping programs, and poorly coordinated da'wah messages in the digital space. This type of research uses a library research approach . The data sources in this study are secondary and classified into three main types, namely: books, scientific journal articles, and research reports. The results of the study indicate that: 1). From the pulpit to the digital platform: the reconstruction of the role and method of da'wah in the era of society 5.0 is that the role of da'wah shifts from conventional orators to digital content managers. Da'wah methods evolve from face-to-face lectures to participatory forms such as podcasts, short videos, and live streaming , which are more in line with the characteristics of a digital society. 2). Measuring effectiveness: analysis of the contribution of chat applications, task management, and social media in da'wah coordination is that chat applications act as the backbone of real-time communication, task management applications improve program planning and accountability, while social media doubles as a tool for dissemination and content coordination. The synergy of the three significantly increases the efficiency and effectiveness of coordination. 3). The challenge of integration: addressing the disparity in digital literacy and maintaining the authenticity of da'wah in cyberspace is that there are two main challenges: the digital literacy gap among da'i (preachers) and the risk of da'wah messages being reduced to shallow content due to algorithmic pressure. Maintaining the authenticity of the message remains a key principle that must not be sacrificed.

Page 1 of 1 | Total Record : 8