cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2023)" : 5 Documents clear
PENAFSIRAN AYAT-AYAT LARANGAN MEMBUNUH ANAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ABORSI (STUDI TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB) Muharaini, Desi
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23455

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang penafsiran ayat -ayat larangan membunuh anak dan implikasinya terhadap aborsi, melalui studi tafsir al-mishabah karya M. Quraish Shihab.  Penelitian ini sendiri berawal dari banyaknya kasus kejahatan yang terjadi terhadap anak, dari mulai kekerasan hingga pembunuhan. Dan pada dewasa ini pembunuhan anak tidak hanya terjadi pada dia yang telah lahir, akan tetapi juga pada janin yang masih dalam kandungan (aborsi).  Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, Yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang bersumber dari buku, jurnal, kitab, artikel, dan tulisan-tulisan tertentu. Adapun sumber data penelitian adalah sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alasan dilakukannya aborsi ataupun pembunuhan anak dikarenakan tiga hal kemiskinan, kekhawatiran kehilangan kehormatan dan kekhawatiran menanggung aib, masih terjadi pertentangan pendapat dikalangan ulama mengenai kebolehan melakukan aborsi, terutama terhadap janin yang belum memasuki usia 120 hari dimana roh belum ditiupkan. Sedangkan pada usia setelah 120 hari ulama sepakat akan keharamannya, dan yang bersangkutan dinilai berdosa bila melakukannya dan wajib membayar diyyah, yakni denda seperdua puluh dari pembunuhan atau senilainya.Kata Kunci: : Penafsiran, Oborsi, Karya M. Quraish Shihab
Membangun Komunikasi Keluarga Islam dalam Q.S Luqman 13-19 Dara Aulia, Shila
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23456

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep komunikasi Islami dalam keluarga berdasarkan QS. Luqman ayat 13-19 melalui pendekatan tematik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data primer diperoleh dari kitab tafsir Ath-Thabari dan data sekunder dari berbagai literatur pendukung. Ayat-ayat yang dikaji dianalisis untuk mengidentifikasi tema utama terkait komunikasi Islami yang relevan dengan keharmonisan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Ath-Thabari menekankan pentingnya prinsip komunikasi Islami yang meliputi pemberian nasihat yang bijaksana, kesabaran dalam mendidik, kelembutan dalam menyampaikan pesan, serta menghindari komunikasi yang bersifat merendahkan atau menyudutkan. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan utama dalam membangun hubungan harmonis dalam keluarga, terutama dalam interaksi antara orang tua dan anak. Kajian ini menegaskan bahwa komunikasi Islami yang baik tidak hanya menjadi penguat ikatan keluarga, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Komunikasi, Keluarga Islam, Tafsir Ath-Thabari.   
TADHARRU’ DALAM QS. AL-A’RAF AYAT 55 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BERDOA (STUDI PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH) AJEMI, NURAISAH
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23457

Abstract

AbstractThis research is motivated by the attention of the author who has studied and analyzed a book of tafsir, namely the book "Tafsir Al-Misbah" which has been compiled by M. Quraish Shihab. He is known as a mufassir of the modern archipelago in Indonesia who is very influential with his works. The type of research used in this research is library research, then the data collection method uses qualitative methods, and the interpretation method uses the Maudu'i method. The results of this research explain Tadharru' which is explained in detail in Islam based on the opinions of Islamic scientists and the Al-Misbah Tafsir Book, which in conclusion is, etymologically Tadharru' means humbling oneself and one's heart to Allah SWT, and in terminology it is a characteristic that with it, a person is able to maintain good relationships with others and is able to maintain the privilege of his relationship with God, so that a person does not easily disbelieve in others when there are differences in interpretations regarding Islamic law. Tadharru's attitude in praying to QS. Al-A'raf verse 55 in the implementation of daily life contributes to the quality of worship and spiritual life of a Muslim. This reflects faith and awareness of God's power and is a form of sincere devotion. By practicing Tadarru' consistently, a servant can lower himself to Allah and attain His merits and grace both in this world and in the hereafter.Keywords: Al-Misbah, Tafsir, Tadharru'
Ma’iyytullah dalam Al-Qur’an Menurut Fakhruddin Ar-Razi: Makna Zahir dan Batin Fadhillah, Syifa
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23458

Abstract

 Abstrak  Penelitian ini membahas konsep Ma’iyyatullah (kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya) dalam perspektif Fakhruddin ar-Razi, khususnya dari kitab tafsirnya, Mafatih al-Ghaib. Konsep ini dianalisis berdasarkan makna zahir dan batin, dengan pendekatan tafsir yang menghindari pemahaman literal yang dapat menimbulkan kesalahpahaman. Fakhruddin ar-Razi membagi Ma’iyyatullah menjadi dua kategori: Ma’iyyah ‘Ammah (kebersamaan Allah dengan semua makhluk) dan Ma’iyyah Khassah (kebersamaan khusus bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan sabar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis terhadap ayat-ayat yang relevan serta kajian literatur tafsir klasik dan modern. Hasilnya menunjukkan bahwa Ma’iyyatullah tidak bermakna kebersamaan secara fisik, tetapi lebih kepada kehadiran Allah dalam bentuk ilmu, pengawasan, dan pertolongan.Kata Kunci: Ma’iyyatullah, Fakhruddin ar-Razi, Tafsir Mafatih al-Ghaib, Makna Zahir dan Batin.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP HASAD DI DESA ALOBAN KECAMATAN PORTIBI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA (HUBUNGANNYA DENGAN Q.S. AL-FALAQ AYAT 1-5) Rizky Siregar, Muhammad
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23454

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan karena melihat adanya fenomena masyarakat di Desa Aloban yang berperilaku hasad sehingga menimbulkan perselisihan diantara masyarakat yaitu berupa iri hati/dengki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran para mufassir tentang Hasad pada surah Al-Falaq dan untuk mengetahui bagaimana Persepsi Masyarakat Desa Aloban Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara terkait dengan surah Al-Falaq dan hubungannya dengan fenomena hasad. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif (mengumpulkan, menyederhanakan, mengolah hingga menyajikan data). Teknik yang digunakan yaitu melalui study pustaka, observasi, dan wawancara langsung ke lapangan (Desa Aloban). Hasil temuan penelitian ini ialah (1) Para Mufassir berpendapat bahwasanya pendengki merupakan perilaku hasad yang dijelaskan dalam surah Al-Falaq ayat 5 : وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ  yang artinya “Dan dari kejahatan pendengki apabila ia dengki. Kejahatan dengki adalah kejahatan orang yang memiliki sifat hasad, yang apabila hatinya telah melaksanakan kedengkiannya dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.(2) Masyarakat Desa Aloban berpendapat perbuatan Hasad di desa tersebut sangatlah besar efek yang ditimbulkan dan ditinggalkan oleh saudara raja sehingga terjadinya perselisihan dari kedua belah pihak yaitu keturunan raja dengan keturunan dari saudara si raja. Hal ini didasari terutama dari besarnya keegoisan dalam diri individu dan ingin menang sendiri, ingin merebut kedudukan abangnya sehingga terjadi perbuatan Hasad tersebut dan berlanjut ke anak cucu mereka sampai sekarang di Desa Aloban.(3) Bentuk-bentuk keterkaitan hasad  di Desa Aloban dan hubungannya dengan Q.S. Al-Falaq yaitu terlihat pada hasil perbuatan hasad yang dilakukan oleh pelaku hasad berupa kejahatan yang sudah sampai pada tingkatan tak kasat mata seperti ilmu sihir yang dibahas dalam Q.S. Al-Falaq ayat 4 dan ayat 5 yaitu Pertama, kejahatan tukang sihir apabila menghembus buhul-buhul nya seperti kejahatan (santet) yang diyakini masyarakat dimana seseorang dapat menimpakan penyakit kepada orang yang ditujunya dengan ilmu guna-guna yang dimiliknya, kedua, kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, kejahatan hasad di Desa Aloban melalui lisan dan perbuatan, seperti ghibah, egois, ingin selalu menang sendiri, rakus jabatan/kedudukan dan suka curang ketika pemilihan kepala desa.Kata kunci : Persepsi Masyarakat Terhadap Hasad, Hubungannya dengan Q.S. Al-Falaq Ayat 1-5

Page 1 of 1 | Total Record : 5