cover
Contact Name
Purbo Suwandono
Contact Email
purbo@widyagama.ac.id
Phone
+6282132697144
Journal Mail Official
purbo@widyagama.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Widyagama University of Malang Jl. Taman Borobudur Indah No 3, Malang 65128, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PROTON : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Mesin
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 20862962     EISSN : 27212874     DOI : 10.31328/jp
Ruang lingkup jurnal ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1. Konversi Energi 2. Rekayasa dan Konstruksi Mesin 3. Ilmu dan Rekayasa Material 4. Proses dan Teknologi Manufaktur 5. Teknik Industri dan Sistem Produksi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2020): Proton" : 6 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERBAHAN SERAT SABUT KELAPA DAN SERAT BUAH BINTARO Sadat N.S Sidabutar; Budha Maryanti; Muhamad Fariz Raka Ismail
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3486

Abstract

Bahan komposit serat terdiri dari serat-serat yang terikat oleh matrik yang saling berhubungan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan antara komposit berbahan serat sabut kelapa dan komposit serat buah bintaro, dan mengetahui kekuatan tarik dari kedua komposit tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Mesin Alat Berat Politeknik Negeri Balikpapan. Objek  penelitian uji tarik ini adalah komposit yang terbuat dari serat sabut kelapa dan serat buah bintaro dengan matriks epoksi yang sesuai standar ASTM D638-01. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa kekuatan tarik komposit dengan serat sabut kelapa didapat nilai beban tarik terbesar yaitu 2.587,9 N, modulus elastisitas sebesar 858,495 N/  Sedangkan serat buah bintaro nilai beban tarik sebesar 2.158,6 N, nilai modulus elastisitas sebesar 762,215 N/ . Dengan demikian komposit serat sabut kelapa lebih kuat dibandingkan dengan komposit serat buah bintaro.
ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERBAHAN SERAT SABUT KELAPA DAN SERAT BUAH BINTARO Sadat N.S Sidabutar; Budha Maryanti; Muhamad Fariz Raka Ismail
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3487

Abstract

Bahan komposit serat terdiri dari serat-serat yang terikat oleh matrik yang saling berhubungan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan antara komposit berbahan serat sabut kelapa dan komposit serat buah bintaro, dan mengetahui kekuatan tarik dari kedua komposit tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Mesin Alat Berat Politeknik Negeri Balikpapan. Objek  penelitian uji tarik ini adalah komposit yang terbuat dari serat sabut kelapa dan serat buah bintaro dengan matriks epoksi yang sesuai standar ASTM D638-01. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa kekuatan tarik komposit dengan serat sabut kelapa didapat nilai beban tarik terbesar yaitu 2.587,9 N, modulus elastisitas sebesar 858,495 N/  Sedangkan serat buah bintaro nilai beban tarik sebesar 2.158,6 N, nilai modulus elastisitas sebesar 762,215 N/ . Dengan demikian komposit serat sabut kelapa lebih kuat dibandingkan dengan komposit serat buah bintaro.
PENGARUH PEMASANGAN TURBO CYCLONE SEPEDA MOTOR TERHADAP PENGHEMATAN BAHAN BAKAR JENIS PERTALITE Gunawan Gunawan; Puji Saksono; Aditya Pandu Winata Winata
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3488

Abstract

Kendaraan bermotor merupakan alat transportasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir setiap hari manusia menggunakan kendaraan bermotor saat melakukan aktivitas. Seperti yang diketahui, kendaraan bermotor senantiasa menggunakan bahan bakar. Bahan bakar mengalami peningkatan harga dari tahun ketahunnya. Oleh dari itu perlu mencari alternatif untuk penghematan penggunaan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif agar pengunaan bahan bakar atau fuel consumption pada kendaraan bermotor lebih hemat. Salah satu metode yang digunakan adalah penggunaan turbo cyclone setelah air filter pada kendaraan bermotor, yang bertujuan agar aliran udara yang akan masuk kedalam karburator dan silinder ruang bakar menjadi berputar (swirling). Dengan adanya pemasangan turbo cyclone diharapkan campuran udara dan bahan bakar lebih homogen. Penelitian dilaksanakan di Labolatorium Teknik Mesin, FakultasTeknologi Industri Universitas Balikpapan. Pengujian dilakukan pada motor Honda Vario 110 dengan menggunakan bahan bakar pertalite sebanyak 10 ml dengan kondisi tanpa turbo cyclone dan dengan turbo cyclone sudut 500 dan 600 dengan variasi putaran engine pada 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm dan 4500 rpm.Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemasangan turbo cylone pada kendaraan bermotor jenis motor Vario 110 menghasilkan penghematan bahan bakar sebesar 3,61% untuk turbo cyclone sudu 500 pada putaran engine 4500 rpm dan sebesar 9,64% untuk turbo cyclone sudu 600 pada putaran engine 4500 rpm.
ANALISA PENGARUH PENGELASAN PLAT CS A36 PARTITION WALL COMPRESSOR BUILDING DI AREA KALIMANTAN TIMUR Marsius Ferdnian; Puji Raharjo
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3489

Abstract

“Analisa Pengaruh Pengelasan Plat CS A36 Partition Wall Compressor Building Di Area Kalimantan Timur”. Salah satu proses terpenting dalam industri logam, permesinan dan manufaktur adalah proses penyambungan logam. Penggunaan teknologi las seperti pada baja carbon, menuntut mutu pengelasan yang baik yang sesuai dengan spesifikasi prosedur pengelasan (Welding Procedure Specification). Dalam banyak kasus sambungan las pada logam baja, sering dijumpai timbulnya gejala retak. Retak dalam pengelasan dapat terjadi karena pengaruh siklus termal, salah dalam pemilihan parameter las, atau akibat dari kesalahan design. Fenomena  ini akan berpengaruh terhadap struktur mikro dan tegangan sisa yang akhirnya berpengaruh terhadap sifat mekanis sambungan las. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa masukan panas pada proses pengelasan busur listrik (SMAW) terhadap material carbon steel A36 berpengaruh terhadap sifat mekanis dalam hal ini perubahan nilai kekerasannya, terutama di daerah HAZ (Heat Effected Zone). Peningkatan kekerasan di daerah HAZ (Heat Effected Zone) berbanding lurus dengan kekerasan weld metal. Pada logam yang mengalami perlakuan panas (pengelasan) lebih besar kekerasannya dibanding dengan logam induknya dengan kekerasan yang terjadi sebesar HB = 142,1 kgf/mm2. Dimana logam induk sebelum di las memiliki harga kekerasan sebesar HB = 135,3 kgf/mm2. Ada peningkatan sebesar 5,0%.
PENGARUH TEMPERATUR DAN PENAMBAHAN ZEOLITE TERHADAP NILAI KALOR VOLUME TAR PIROLISIS SERBUK KAYU SENGON Ubaid Bahtsul Faesal; Muhammad Agus Sahbana; Gatot Soebiyakto
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3490

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan zeolit terhadap hasil volume tar dan nilai kalor tar dalam proses pirolisis serbuk kayu sengon. Proses penelitian ini dilakukan selama 3 jam dengan ketentuan limbah serbuk kayu sengon seberat 200 gram  dan penambahan zeolite 40 gram dengan variasi temperatur 250⁰C, 350⁰C, 450⁰C, dan 550⁰C. Hal yang diamati adalah perubahan temperatur selama proses pirolisis, penambahan volume tar setiap 2 menit selama 3 jam, perubahan massa tar, perubahan massa jenis tar, nilai kalor tar dan perubahan warna tar. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi temperature, maka akan semakin banyak pula hasil tar murni yang diperoleh pada temperatur puncaknya 550⁰C menghasilkan 54 ml. dengan penambahan zeolit mengahasilkan 64 ml. Dan nilai kalor tar murni yang baik di dapatkan pada temperature 450⁰C dengan hasil 3251,306154 kal/gram sedangkan nilai kalor yang baik dengan penambahan zeolit di dapatkan pada suhu 550⁰C dengan hasil 74,91073684 kal/gram.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VOLUME DAN KUALITAS TAR PIROLISIS LIMBAH SERABUT KELAPA Muhammad Safaat Surya Damae; Akhmad Farid
PROTON Vol. 12 No. 1 (2020): Proton
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v12i1.3491

Abstract

Energi dan sampah adalah masalah yang perlu diperhatikan di negara Indonesia. Penduduk Indonesia yang termasuk negara berkembang telah banyak menghasilkan sampah. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki penduduk yang sangat banyak sehingga penumpukan sampah ada dimana-mana sampah yang volumenya selalu meningkat dan selalu menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah limbah organik, terkait penelitian ini yaitu limbah serabut kelapa yang mudah kita dapatkan seperti pada pasar, rumah tangga maupun rumah makan. Limbah serabut kelapa memiliki nilai ekonomis lebih jika dapat kita manfaatkan sebagai energi alternatif dikarenakan limbah ini tergolong mudah dicari dan gratis. Energi alternatif yang dimaksud adalah menjadikan limbah serabut kelapa menjadi biofuel atau tar melalui proses pirolisis selama 3 jam dengan ketentuan limbah serabut kelapa seberat 200 gram. Pada penelitian ini memiliki variasi perubahan temperatur yaitu 250 ÌŠC, 350 ÌŠC, 450 ÌŠC dan 550 ÌŠC. Hal yang diamati adalah perubahan temperatur selama proses pirolisis, penambahan volume tar, perubahan massa tar, perubahan massa jenis tar, nilai kalor tar dan perbedaan warna tar hasil pirolisis, penelitian ini menggunakan 2 variable yaitu variable bebas dan terikat,variable bebas adalah variasi temperatur,waktu dan berat limbah untuk diteliti, variable terikatnya merupakan perubahan temperatur, volume tar hasil pirolisis, perubahan massa, perubahan massa jenis, nilai kalor dan perbedaan warna tar hasil pirolisis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi temperatur maka akan semakin banyak pula hasil tar yang diperoleh dengan temperatur puncaknya 450 ÌŠC dan menurun pada 550 ÌŠC. Hasil terbaik didapatkan pada temperatur 450 ÌŠC dengan volume tar sebanyak 42,5 ml dengan nilai kalor 1375,989143 kal/gram.

Page 1 of 1 | Total Record : 6