cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN TEPUNG IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus padangensis) DALAM RANSUM TERHADAP ITIK PORSEA UMUR 0-12 MINGGU Julio purba
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Desember 2014 - Februari 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha penggunaan tepung ikan pora-pora sebagai pakan terhadap ternak itik porsea. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk menentukan harga yang digunakan dalam penelitian. Perlakuan tepung ikan pora-pora terdiri dari level 0% (P0), 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), 100% (P4). Parameter yang diamati yaitu total biaya produksi, total hasil produksi, analisis laba/rugi, B/C ratio dan IOFC untuk periode 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan P0, P1, P2, P3 dan P4 memberikan hasil yang berbeda terhadap rataan total biaya produksi (Rp) : 127.267,05, 127. 483,24, 127.132,83, 126.626,84 dan 126.178,61. Rataan total hasil produksi (Rp) : 275.766,75, 284.701,81, 287.250,25, 277.357,94 dan 244.505,19. Rataan laba/rugi (Rp) : 148.499,71, 157.218,57, 160.117,42, 150.731,10 dan 118.326,58. Rataan B/C Ratio : 2,17, 2,23, 2,26, 2,19 dan 1,95. Rataan IOFC : 245705,21, 254424,07, 257322,92, 247936,60 dan 215532,08. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan pora-pora sebagai campuran bahan pakan dalam ransum itik porsea dapat memberikan keuntungan.   Kata kunci : Analisa usaha, tepung ikan pora-pora, itik porsea
Pemanfaatan Sluri Gas Bio Campuran Kotoran Kambing dan Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Pastura Campuran Heru Prabowo Efendi
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.382 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebu terhadap pertumbuhan (percepatan tumbuh, jumlah anakan dan volume akar) dari pastura campuran. Penelitian dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian, Program Studi Peternakan Universitas Sumatera Utara pada September sampai Desember 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu Main Plot : Jenis rumput dan legum (RL), yaitu RL1 = Brachiaria decumbens + Styloshantes guianensis dan RL2 = Digitaria milanjiana + Clitoria ternatea. Sub Plot : Dosis pupuk sluri gas bio (P), yaitu P0 = 0 ml/m2, P1 = 200 ml/m2, P2 = 400 ml/m2 dan P3 = 600 ml/m2. Parameter yang diteliti adalah percepatan tumbuh, jumlah anakan dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sluri gas bio kotoran kambing dan ampas tebu berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati baik pada RL1 maupun RL2. Hasil yang paling tinggi diperoleh dengan pemakaian dosis sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebu 600 ml/m2. Kesimpulannya dengan pemberian dosis sluri 600ml/m2 mampu meningkatkan pertumbuhan pastura campuran. Kata kunci : Pastura campuran, kotoran kambing dan ampas tebu, sluri gas bio, pertumbuhan pastura.
PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT TEROLAH SECARA AMONIASI DAN FERMENTASI TERHADAP PERFORMANS SAPI ACEH JOBEL SIHOMBING
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pelepah kelapa sawit terolah secara amoniasi dan fermentasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, dimulai bulan Maret 2015-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan 4 ekor sapi aceh jantan dengan menggunakan rancangan  bujur sangkar latin (RBSL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 periode. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 sebagai kontrol (terolah fisik), P1= fisik + amoniasi, P2= fisik + fermentasi, P3= amoniasi + fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan pelepah kelapa sawit terolah amoniasi dan fermentasi memberikan pengaruh   tidak nyata terhadap konsumsi pakan (P0:4120.64±705.88; P1:4098.33±653.55; P2:3886.39±459.89; P3:4064.73±600.46), memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertambahan bobot badan (P0:375.00±68.39; P1:428.57±58.32; P2:571.43±58.32; P3:500.00±58.32), dan membei pengaruh yang nyata terhadap konversi pakan (P0:11.44±3.55; P1:9.72±2.04; P2:6.83±0.84; P3:8.15±1.00). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian pelepah terolah fermentasi lebih berpengaruh dibandingkan dengan pelepah terolah amoniasi. Kata kunci: pelepah sawit, sapi aceh, performans, pengolahan fisik, amoniasi, fermentasi
FERMENTASI HASIL SAMPING INDUSTRI DAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN PROBIOTIK LOKAL TERHADAP PERFORMANS DOMBA Srimastuti Simanjuntak
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.507 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fermentasi hasil samping industi kelapa sawit dengan probiotik lokal terhadap performans domba. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, dimulai bulan Juni 2014 - September 2014. Penelitian ini menggunakan 15 ekor domba dengan bobot awal 15.13±0.64 kg dan rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransum P0=(tanpa fermentasi), P1= (fermentasi dengan isolat hasil limbah sawit), P2= (fermentasi dengan isolat asal cairan rumen kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan hasil samping industri kelapa sawit fermentasi dengan probiotik lokal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi pakan g/ekor/hari (702.95±59.576; 866.37±52.062; 698.46±119.52), memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan g/ekor/hari (78.50±20.91; 112.71±14.12; 78.23±29.96) dan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah fermentasi hasil samping indutri dan perkebunan kelapa sawit menggunakan isolat bakteri asal limbah sawit berpengaruh positif terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada domba hair sheep.
Dose and Duration Fermentation (Passiflora edulis var. edulis) by Phanerochaete chrysosporium on The Physical and Chemical Feed Quality Wahyu Cristine Pinem
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.865 KB)

Abstract

The study aimed to examine the effect of passion fruit hulls flour fermented with Phanerochaete chrysosporium on the physical and chemical feed quality. Research conducted  at the Laboratory of Animal Breeding and Reproduction, in June-July 2015. This research used a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The treatment consisted of 2 factors : dose inokulum (104 CFU/g, 106 CFU/g) and fermentation duration (0;7;14 dan 21 days). Parameters studied were bulk density, compacted bulk density, specific gravity, crude protein and crude fiber content. The result showed that the factor of fermentation duration had significantly different (P<0,05) on the bulk density and the compacted bulk density. The factors dose and the day duration gives highly significantly different (P<0,01) on crude protein and crude fiber content. While the interaction between dose and  fermentation duration is only found in a bulk density and crude protein content. The conclusion of this study that the best dose is 106 CFU/g with duration 14 days to ferment passion fruit hulls by Phanerochaete chrysosporium . Keywords : Passion Fruit Hulls, Dose, Duration of fermentation, Phanerochaete chrysosporium, Physical quality, Chemical quality.
PEMANFAATAN TEPUNG IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus Padangensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN KOMERSIAL DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS ITIK PORSEA UMUR 0-12 MINGGU Fazawao Zega
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.189 KB)

Abstract

ABSTRACT Pora-pora Fish is one type of fish found in the waters of Toba Lake and sold by traders in traditional markets around Toba Lake. Research was conducted at the Laboratory Animal Sciences Study Program, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, starting in September to November 2014. This study used 100 heads day old Porsea ducks and design used was a completely randomized design (CRD) consisted of 5 treatments 4 replications and each replication consisted of 5 heads day old Porsea ducks. Level substitution of commercial fishmeal by pora-pora fishmeal with ration P0 (0:100); P1 (25:75); P2 (50:50); P3 (75:25) and P4 (100:0). The results showed that the utilization of pora-pora fishmeal significantly different effect (P<0,05) on feed consumption (g/head/week): (510,35; 520,75; 521,43; 519,41 and 518,46, respectively), body weight gain (g/head/week): (131,34; 135,57; 136,79; 132,08 and 116,43, respectively) and not significantly different effect (P>0,05) on feed conversion ration (FCR). The conclusion of this research is utilization of pora-pora fishmeal can substitute 75% of commercial fishmeal. Keywords: Performance, Porsea duck, pora-pora fishmeal, commercial fishmeal ABSTRAK Ikan pora-pora adalah salah satu jenis ikan yang terdapat di perairan Danau Toba dan dijual oleh para pedagang di pasar tradisional khususnya di sekitar perairan Danau Toba. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan September - November 2014. Penelitian ini menggunakan 100 ekor day old duck (DOD) itik porsea dan rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan teridiri dari 5 ekor DOD. Level substitusi tepung ikan komersial oleh tepung ikan pora-pora dalam ransum adalah PO (0:100); P1 (25:75); P2 (50:50); P3 (75:25) dan P4 (100:0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tepung ikan pora-pora memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (510,35; 520,75; 521,43; 519,41 dan 518,46), pertambahan bobot badan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (131,34; 135,57; 136,79; 132,08 dan 116,43) dan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tepung ikan pora-pora dapat menggantikan tepung ikan komersial sebesar 75%.   Kata kunci: performans, itik porsea, tepung ikan pora-pora, tepung ikan komersial.
EFEK PEMBERIAN KONSENTRAT DENGAN PAKAN SAYURAN (DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) DAN KOL (Brassica oleraceae L) TERHADAP DAYA TETAS JANGKRIK KALUNG (Gryllus bimaculatus) Juni Evalinda
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.055 KB)

Abstract

ABSTRACT One of the potential resource of animal in Indonesia is Gryllus bimaculatus.The objective of this research is  to find out the effect of feeding concentrate with cassava leaves and cabbage on Gryllus bimaculatus. This research was conducted at the Medan Tuntungan, from Mei to July 2015. The research used completely randomize design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Each replications consists of 12 weaning Gryllus bimacullatus. The treatment consists of  P0 = concentrate, P1= concentrate cassava leaves, P2= concentrate+cabbage, P3= concentrate+ cassava leaves+ cabbage.The result indicated that the treatment significantly different effect hatching lenght time, egg production and hatchability, while had no significant effect on parent mortalitiy, hatching lenght time (day) on treatment were 10,20; 10,80;8,20 and 9,20, respectively, egg production (egg/day) were 170,28; 424,32; 286,64 and 438,24,respectively, hatchability (%) were 42,6; 34,8; 21 and44,8,respectively, mortality(%)were 16,66; 14,99; 14,98 and 9,99, respectively. Treatment P3 showed higher egg production and hatching than P0 and P1. The conclusion of this research that feeding concentrate with cassava leaves and cabbage improve hatchability, egg production and reduce parent mortality and accelerate hatching lenght time on crickets (Gryllus bimaculatus). Keywords: Cassavaleaves, cabbage,concentrate, hatchability, Gryllus bimaculats. ABSTRAK Salah satu potensi sumber daya Indonesia adalah aneka jenis satwa harapan yaitu jangkrik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pemberian konsentrat dengan pakan sayuran daun singkong (Manihot utilissima) dan kol (Brassica oleraceae L) terhadap daya tetas jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus). Penelitian ini dilakukan Medan Tuntungan,  bulan Mei – Juli 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 12 jangkrik kalung. Perlakuan terdiri atas P0 = konsentrat, P1= konsentrat + daun singkong, P2 = konsentrat + kol dan P3= konsentrat + daun singkong + kol.Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan signifikan terhadap lama penetasan, produksi telur dan daya tetas, sedangkan, mortalitas induk tidak signifikan. Lama penetasan (hari) berturut-turut yaitu 10,20; 10,80; 8,20 dan 9,2, produksi telur (butir/hari) yaitu 170,28; 424,32; 286,64 dan 438,24, daya tetas(%) yaitu 42,6; 34,8; 21 dan 44,8 dan mortalitas induk (%) yaitu 16,66; 14,99; 14,98 dan 9,99. Pada perlakuan P3= konsentrat + daun singkong + kol menunjukkan pengaruh pakan dengan pakan sayuran, daun singkong dan kol terhadap daya tetas lebih baik dari pada perlakuan P0, P1 dan P2.Kesimpulan dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemberian konsentrat dengan daun singkong (Manihot utilissima) dan kol (Brassica oleraceae L) dapat meningkatkan daya tetas, produksi telur dan mempercepat waktu penetasan pada jangkrik kalung.   Kata kunci: Daun singkong,daunkol, konsentrat,daya tetas, jangkrik kalung.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN AMPAS SAGU FERMENTASI DALAM RANSUM AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) 0-12 MINGGU Monika Hutauruks
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.958 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was conducted at the Laboratory of Animal Biology Faculty of Agriculture, University of Sumatra Utara in July 2014 to October 2014. This study aims to determine the economic value of the utilization of fermented pulp sago by starbio. This study used a survey method to determine the price and observed at previous research used treatments  level fermented pulp sago consists of PO (0%), P1 (7,5%), P2 (15%), P3 (22,5%) and P4 (30%). The observed parameters were  total cost of production, total production, analysis of profit / loss, Revenue / Cost ratio (R/C ratio) and Income Over Feed Cost (IOFC) for a period of 3 months. The results showed that the highest profit (Rp/head/week) was on treatment P4 (60.382,95) and the lowest profit was in the treatment P3 (48.532,33), the Revenue/Cost ratio (R/C ratio) was in the treatment P4 (1,38) and the lowest was in the treatment P3 (1,32). The highest of  Income Over Feed Cost (IOFC) (Rp/head/week) was in the treatment  P4 (84.439,75) and the lowest was in treatment  P3 (67.751,63). The conclusion of this study indicated that the utilization of the fermented pulp sago as at the level of  30% showed highest profit than other treatments. Keywords: Business Analysis, Sago pulp, Kampung chicken.   ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Juli 2014-Oktober 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi pemanfaatan ampas sagu yang difermentasi dengan probiotik starbio. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk menentukan harga yang digunakan dalam penelitian. Perlakuan ampas sagu fermentasi terdiri dari level 0% (P0), 7,5% (P1), 15% (P2),  22,5% (P3), 30% (P4). Parameter yang diamati yaitu total biaya produksi, total hasil produksi, analisis laba/rugi, Revenue/Cost ratio (R/C ratio) dan Income Over Feed Cost (IOFC) untuk periode 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan analisis laba/rugi (Rp/ekor/minggu) tertinggi pada perlakuan P4 (60.382,95) dan laba/rugi terendah pada perlakuan P3 (48.532,33), rataan R/C ratio tertinggi pada perlakuan P4 (1,38) dan terendah pada perlakuan P3 (1,32), rataan IOFC (Rp/ekor/minggu) tertinggi pada perlakuan P4 (84.439,75) dan terrendah pada perlakuan P3 (67.751,63). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ampas sagu fermentasi sebagai campuran bahan pakan dalam ransum sampai level 30% dapat memberikan keuntungan. Kata kunci : Analisis usaha, Ampas sagu, Ayam kampung.
PENGGUNAANTEPUNG KULIT BUAH MARKISA (Passiflora edulis var.edulis) YANG DIFERMENTASI DENGAN PhanerochaetechrysosporiumTERHADAP KARKASKELINCIRex JANTANLEPAS SAPIH Frinando Pakpahan
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.713 KB)

Abstract

ABSTRACT One of the potential alternative feed is fermented passion fruit pell by Phanerochaete chrysosporium. The study aims to determine the effect flour of passion fruit pell fermentation with Phanerochaete chrysosporium againts carcass of weaning male rex rabbit. This research was conducted at Rukun Farm Berastagi, from August to October 2015. This research used Completely Randomize Design (CDR) with 4 treatments and 5 replications. Each replications consists of 20 rex rabbit male weaning with initial body weight 918±75,18 g. The treatments were level of fermented passiflora edulis by Phanerochaete chrysosporium on concentrate compose of  P0 (0%); P1 (10%); P2 (20%) and P3 (30%). The variables were observed consist of body weight, carcass weight, percentage carcass, relative organ weight in and relative organ weight outside. The result showed that the treatment significant influenced (P<0,05) on body weight, carcass weight, percentage carcass, relative digestive tract weight, relative skin weight. Conversely, had no significant effect (P>0,05) on relative organ weight (g/kg BW) heart, lungs, liver, kidney, head and feet. The conclusion of this research that the utilization of fermented passiflora edulis by Phanerochaete chrysosporium until level 30% of the concentrate can be increase body weight, carcass weight and percentage carcass of weaning male rex rabbit.   Keywords : Passion fruit peel, fermentation, Phanerochaete chrysosporium, Carcass, Rabbit ABSTRAK Salah satu potensi bahan pakan alternatif  adalah kulit buah markisa yang difermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian tepung kulit buah markisa yang difermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium terhadap karkas kelinci rex jantan lepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Rukun Farm Berastagi, pada bulan Agustus-Oktober 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 20 ekor kelinci rex jantan lepas sapih dengan rataan bobot badan awal 918±75,18 g. Perlakuan dengan berbagai level kulit buah markisa fermentasi Phanerochaete chrysosporium dalam ransum terdiri dari  P0 (0%); P1 (10%); P2 (20%) dan P3 (30%). Parameter yang diteliti adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobot relatif organ dalam dan bobot relatif organ luar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobot relatif saluran pencernaan dan bobot relatif kulit. Sebaliknya, tidak berbeda nyata (P>0,05) pada bobot relatif jantung, paru-paru, hati, ginjal, kepala dan kaki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung kulit buah markisa yang difermentasi denganPhanerochaete chrysosporium sampailevel 30% dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas kelinci rex jantan.   Kata kunci : Kulit Buah Markisa, Fermentasi, Phanerochaete chrysosporium, Karkas, Kelinci  
ANALISIS POTENSI SUMBERDAYA PETERNAK UNTUK PENGEMBANGAN INTEGRASI SAPI POTONG DAN TANAMAN PANGAN Agustina Unhas
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.287 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumberdaya yang dimiliki peternak yaitu sumberdaya ternak dan tanaman pangan dalam mendukung prospek pengembangan integrasi sapi potong dan tanaman pangan di pedesaan. Data yang dikumpulkan terkait dengan karakteristik peternak,  karakteristik kepemilikan ternak dianalisis secara deskriptif. Untuk menganalisis potensi sumberdaya peternak yaitu potensi sumberdaya limbah tanaman pangan dan limbah ternak, dilakukan analisis estimasi produksi dan daya dukung limbah tanaman pangan, dan produksi dan daya dukung limbah ternak sebagai sumber pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi limbah tanaman pangan sebagai sumber pakan sapi potong sebesar 222,54 ton bahan kering, dengan distribusi jerami padi 102,17 ton bahan kering, dan selebihnya adalah jerami jagung. Dengan jumlah produksi limbah tanaman pangan tersebut, memiliki potensi daya dukung sebagai pakan ternak untuk sebanyak 97,61 satuan ternak (ST). Dilain pihak, produksi feses yang dihasilkan dari ternak sapi sebanyak 43 ST, diperoleh estimasi jumlah feses sebesar 141,26 ton, dan jika dilakukan pengolahan feses menjadi pupuk kompos (kandang) dapat dihasilkan pupuk sebanyak 79,10 ton.   Kata kunci : sapi potong, tanaman pangan, sumberdaya peternak, integrasi   ABSTRACT   This study aims to analyze the potential of livestock and crop in supporting the integration of development prospects for beef cattle and crops. Data were collected regarding the characteristics of farmers, and livestock characteristics were analyzed descriptively. To analyze the potential resources of farmers are resource potential crop waste and animal waste, an analysis of the estimated carrying capacity of waste production and food crops, and production and the carrying capacity of livestock waste as a source of fertilizer. The results showed that the total crops residues as feed for beef cattle at 222.54 ton of dry matter and carrying capacity as feed as much as 97.61 livestock unit (LU). On the other hand, the production of feces produced from cattle as much as 43 ST, obtained estimates of the number of 141.26 tons of feces, and when done processing feces into compost can be produced fertilizers as much as 79.10 ton.   Keywords: beef cattle, crops, farmers, integration

Page 1 of 1 | Total Record : 10