cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
Business Analysis Utilization of Gabus Pasir (Butis amboinensis) Waste Fish Meal To Substitution Commercial Fish Meal In Diet on Local Ducks in Hamparan Perak Syafrina Khuzaimah Lubis
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at Deli Serdang  from March to June 2015. This study aimed to determine the utilization of Gabus Pasir waste fish meal what can increase the profits of farmers in local ducks laying maintenance business. This survey was conducted at Deli Serdang  from March to June 2015. The method used was survey method with consideration of local ducks laying maintenance studies using Gabus Pasir waste fish meal as substitution of fish meal with farm people in the Desa Lama, Hamparan Perak subdistrict Deli Serdang, with the division of business scale. Methods of data collection is by direct observation and interviews to research utilization of Gabus Pasir waste fish meal with the treatments consisting of: commercial fish meal P0 (0% : 10%); P1 (5% : 5%); P2 (10% : 0%), and farmers consisting of 15 farmers. Respondents were categorised into three scales, scale I (100 up to 300 ducks) consists of 13 farmers, scale II (301 up to 501 ducks) consists of 1 farmer and scale III (502 up to 702 ducks) consists of 2 farmers. The results showed that R / C Ratio in research the utilization of Gabus Pasir waste fish meal with treatment P0 (0%: 10%) were 1,19; P1 (5%: 5%) were 1,22; P2 (10%: 0%) were 1,24, while assuming the utilization of 10% Gabus Pasir waste fish meal with crude protein 16% and a  production capacity of 60% is not feasible. The conclusion is that the utilization of 10% of Gabus Pasir waste fish meal with crude protein 18% more feasible than the crude protein 16% to increase the income of farmers. Keywords: Business Analysis, Gabus Pasir Waste Fish Meal.
ANALISIS HARGA DAN ELASTISITAS PEMASARAN TELUR AYAM RAS DI KABUPATEN LANGKAT ANALYZES OF PRICE AND ELASTICITY MARKETING EGGS IN THE LANGKAT DISTRICT Suci Asdiana Rezeki
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.099 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out the different of price, supply and demand and marketing eggs in the Langkat district. This study used survey method through accidental sampling with 13 sellers and 40 consumers as respondent. The data were analyzed descriptively and statistically with  linier regression. The result showed that consumers and merchants were sensitive on price changes. The increasing the price of eggs, decreased the number of demand, while the supply increased. The increasing of the income of consumers decreased the amount demand for eggs. Increasing the family members will be raising demand for eggs. Increasing the price of substitution goods such as fish increase demand for eggs. It is conclude that eggs in Langkat district is elastic. Keyword:  Supply,  Demand, Elasticity, Price, Eggs, Langkat District. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan harga telur, permintaan dan penawaran serta elastisitas pemasaran telur ayam ras di Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode survey accidental sampling dengan 13 pedagang dan 40 konsumen sebagai responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan secara statistic dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen dan pedagang peka terhadap perubahan harga telur. Semakin tinggi harga telur ayam ras maka jumlah permintaan akan menurun sedangkan jumlah penawarannya akan meningkat. Semakin tinggi pendapatan konsumen maka jumlah permintaan telur akan semakin rendah. Semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka jumlah permintaan telur akan semakin tinggi. Semakin tinggi harga komoditi lain seperti ikan gembung maka jumlah permintaan telur akan semakin tinggi. Kesimpulan adalah pemasaran telur di Kabupaten Langkat bernilai elastis.   Kata Kunci: Penawaran, Permintaan, Elastisitas, Harga, Telur, Harga, Kabupaten Langkat.
KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR RANSUM YANG MENGANDUNG PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT DENGAN PERLAKUAN FISIK, BIOLOGIS, KIMIA DAN KOMBINASINYA PADA DOMBA Edidis Prekesianta Gultom
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.786 KB)

Abstract

ABSTRACT Oil palm frond need treatments to increase nutritional. Value for diet this study aims to analyze the digestibility of crude fiber and crude protein diet containing oil palm frond treated by physical, chemical, biological and combination on sheep. This research was conducted at the Laboratory of Anymal Biology, Departement of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, from june to august 2013. This research used a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications, using 16 local sheep with an average initial body weight of 10 ± 1,16 kg. The treatments consist oil palm frond by physical (P0), biological (P1), chemical (P2) and combination (P3). Variables were measured consist of consumption crude fiber and crude protein, digestibility of crude fiber and crude protein. The results showed that the consumption of crude fiber (g/head/day) in physical and biological (78.94 and 79.98) was significantly higher than chemical and combination (66.93 and 59.92), while consumption of crude protein (g/head/ekor) in biological (59.45) was significantly higher than physical, chemical and combination (39.21, 39.86 and 45.13). Digestibility of crude fiber (%) in combination (68.97) was significantly higher than physical, biological and chemical (50.29, 64.38 and 59.93), while digestibility of crude protein (%) in biological, chemical and combination (79.97, 79.32 and 81.03) was significantly higher than physical (71.31). Conclusion of this research was the oil palm frond  treated by combination of physical, biological and chemical increase digestibility of crude fiber and crude protein in sheep.   Keywords: Oil Palm Frond; Physical; Chemical; Biological; Combination, Consumption and Digestibility.   ABSTRAK Pelepah daun kelapa sawit diperlukan perlakuan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik, biologi, kimiawi dan kombinasinya terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Penelitan ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak, Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan, menggunakan domba lokal jantan sebanyak 16 ekor dengan rataan bobot badan awal 10 ±1,16 kg. Perlakuan yang diuji terdiri atas pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik (P0); biologi (P1); kimia (P2) dan kombinasi (P3). Parameter yang diamati adalah konsumsi serat kasar dan konsumsi protein kasar, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan fisik dan biologi (78.94 dan 79.98) nyata lebih tinggi dibanding perlakuan kimia dan kombinasi (66.93 dan 59.92), konsumsi protein kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan biologi (59,45) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, kimia dan kombinasi (39.21, 39.86 dan 45,13). Kecernaan serat kasar (%) pada perlakuan kombinasi (68.97) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, biologi dan kimia (50.29, 64.38 dan 59.93), kecernaan protein kasar (%)pada perlakuan biologi, kimia dan kombinasi (79.97, 79.32 dan 81.03) nyata lebih tinggi dibanding perlakuan fisik (71.31). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan kombinasi dari perlakuan fisik, biologi dan kimia meningkatkan kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar pada domba.   Kata kunci: Pelepah Daun Kelapa Sawit; Fisik; Biologis; Kimia; Kombinasinya, Konsumsi dan Kecernaan.
PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI BRAHMAN CROSS, SAPI ACEH DAN SAPI BALI BERDASARKAN PANJANG BADAN DAN LINGKAR DADA PREDICTION BODY WEIGHT OF BRAHMAN CROSS, ACEH CATTLE, BALI CATTLE BASED ON BODY LENGTH AND CHEST SIZE m haryono samosir
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.651 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to examine for more accurate formula to estimate body weight based on body size (body length and chest size) on Brahman cross, Aceh and Bali cattle. The experiments was conducted in of PT Lembu  Andalas Langkat (LAL) for Brahman cross, BPTU Indrapuri Aceh for Aceh cattle and PTPN IV Siantar for Bali cattle in June to November 2014. The formula used in this study is the estimation formula weight of Schrool, Smith and Winter, as well as using correlation and multiple regression analysis to test the research data.The results showed that the deviation of body weight for Brahman Cross by using the formula Schrool, Winter, Smith and Regression in consecutive obtained deviation 0.15%, 34.70% 4.00% and 0.023%; Aceh cattle 35.10%,  0.06%, 28.75% and 0.23%; Bali cattle 34.04%, 1.31%, 29.23% and 0.05%. Conclusion estimation of body weight in cattle by using the formula weight estimation closest to Brahman Cross (is to use the regression formula Y = -245.043 + 3,621 X1 + 0.027 X2, in Aceh cattle using the formula Winter and Bali cattle by using the formula regression  Y = -375.159 + 2.712 X1 + 1,63 X2). Keywords: body weight, Brahman Cross, Aceh cattle, Bali cattle, chest size, body length. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rumus yang lebih akurat dalam pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran tubuh (panjang badan dan lingkar dada) pada sapi Brahman Cross, sapi Aceh dan sapi Bali. Penelitian dilaksanakan di PT Lembu Andalas Langkat (LAL) untuk sapi Brahman cross,  sapi Aceh di BPTU Indrapuri Aceh dan sapi Bali di daerah PTPN IV Siantar pada bulan Juni sampai dengan November 2014. Rumus yang dipakai dalam penelitian ini adalah rumus pendugaan bobot badan Schrool, Smith dan Winter, serta menggunakan analisa korelasi dan regresi berganda dalam pengujian data penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa pendugaan bobot badan untuk sapi Brahman Cross dengan menggunakan rumus Schrool, Winter, Smith dan Regresi secara berturut turut diperoleh penyimpangan sebesar 0.15%, 34.70%, 4.00% dan  0.023%; pada sapi Aceh 35.10%, 0.06%, 28.75% dan 0.23%; dan pada sapi Bali 34.04%, 1.31%, 29.23% dan 0.05%. Kesimpulan pendugaan  bobot badan pada sapi dengan menggunakan rumus pendugaan bobot badan yang paling mendekati pada sapi Brahman Cross adalah dengan menggunakan rumus Regresi Y = -245.043 + 3,621 X1 + 0.027 X2, pada sapi Aceh dengan menggunakan rumus Winter dan sapi Bali dengan menggunakan rumus Regresi Y = -375.159 + 2.712 X1 + 1,63 X2.   Kata kunci: Bobot badan, sapi Brahman Cross, sapi Aceh, sapi Bali, lingkar dada,    panjang                         badan
PENGEMBANGAN MODEL PITA UKUR DAN RUMUS PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN LINGKAR DADA PADA TERNAK KERBAU DEVELOPMENT OF TAPE MEASURE MODEL’S AND BODY WEIGHT ESTIMATION FORMULA BASED ON CHEST SIZE ON THE BUFFALLO tigor naibaho
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.943 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to test the reliability or accuracy of various types of tape measure and develop models measuring tape and body weight estimation formula based on the size of the heart girth of Murrah buffalo and Swamp buffalo. This research was conducted in BPTU-HPT Siborong-borong and traditional farm of Deli Serdang district, from April to May 2015. The tape measure used is the measuring tape Agrotech, then use a formula Schoorl and Smith as a comparison, and using a simple base on linier regression.The result showed that the estimation of body weight for Murrah buffalo and Swamp buffalo using measuring tape Agrotech, obtained deviation 23,94% for male and 34,22% for female bufallo. The regression formula for male buffallo is Y = -266,456 + 3,703X and Y = -351,218 + 4,169X for female buffallo with 1,74% (male) and 3,49% (female) deviation. It is concluded that the closest body weight estimation for murrah and Swamp buffallo is with regression formula and each 1cm increasing heart girth can increase 4 kg body weight. Keyword : measuring tape, buffalo cattle, heart girth, body weight ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji keandalan atau keakuratan berbagai jenis pita ukur dan mengembangkan model pita ukur dan rumus pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran lingkar dada kerbau Murrah dan kerbau Rawa. Penelitian ini dilaksanakan diBPTU-HPT Siborong – Borong dan  di Peternakan rakyat yang terdapat di kabupaten Deli Serdang. Dari bulan April sampai Mei 2015. Pita ukur yang adalah pita ukur Agrotech, kemudian menggunakan rumus Schoorl dan Smith sebagai perbandingan, serta menggunakan analisa korelasi sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwa pendugaan bobot badan untuk kerbau Sungai dan kerbau Lumpur dengan menggunakan pita ukur Agrotech diperoleh penyimpangan 23,94% untuk ternak jantan dan 34,22% untuk ternak betina. Persamaan  regresi untuk ternak jantan Y = -266,456 + 3,703X dan ternak betina Y = -351,218 + 4,169X dengan nilai penyimpangan regresi 1,74% (jantan) dan 3,49% (betina). Kesimpulan, pendugaan bobot badan yang paling mendekati pada ternak kerbau Murrah dan kerbau Rawa adalah menggunakan rumus regresi dengan rincian setiap pertambahan 1cm lingkar dada kerbau dapat menaikkan berat badan 4 kg.   Kata kunci : pita ukur, ternak kerbau, lingkar dada, bobot badan
SUPPLEMENTATION OF CHITOSAN AS THE SHRIMP SHELL DERIVATIVES IN RATIONS ON GROWTH AND BLOOD TOTAL CHOLESTEROL LEVELS IN LOCAL DUCK pretti sitompul
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.938 KB)

Abstract

ABSTRACT High levels of total cholesterol be a limiting factor that causes freely against the consumption of meat and duck eggs by peoples. For it was conducted a study in May-September 2015 to observe the supplementation effect of chitosan from shrimp shell  in the diet on growth and total cholesterol levels in the blood of ducks using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of T0 = basal diet +0% chitosan; T1 = basal diet + 9,05% powders of shrimp shell; T2 = basal diet + 1,5% chitosan derivatives of shrimp shell; T3 = basal diet + 1,5% chitosan by BIOTECH SURINDO. The variables were consist of feed intake, body weight gain, feed conversion ratio and total blood cholesterol levels. The results showed that supplementation of shrimp shell’s powder, chitosan from shrimp shell and commercial chitosan in the diet decreased the total of blood cholesterol levels and growth performances in local ducks (P<0.05). The total blood cholesterol (mg/dL) on T1; T2; T3; T4 were 252,4; 224; 153; 183. While average weekly body gain also decreased 6,55%; 22,18%; dan 14,02% than control. It is concluded that suplementation of 1,5% chitosan from shrimp shell show the best result according to the total blood cholesterol and growth performances of duck. Keywords: Chitosan, shrimp shell, the total blood cholesterol of local duck.
‘‘The Utilization of Local Multi Microbial With Different Dose and Duration Incubation Time on the Dry Matterand Organic Matter Digestibility of Oil Palm Frond In Vitro’’ wike sujana
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Oil palm frond is one of waste oil palm plantations , where its presence is quite abundant throughout the year in Indonesia , especially North Sumatra . This study aims to assess the ability of microorganisms with dose and different incubation time in improving digestibility of dry matter (DMD) and organic matter digestibility (OMD) of the oil palm frond in vitro. The design used in this study was factorial design using randomized block design. The treatment consists of a dose of P1 (0.2%) and P2 (0.4%) and time incubation 0, 3, 6 and 9 days. Oil palm frond fermented by local microbe (Aspergilusniger + Saccharomyces cerevisiae + bacteria buffalo). The result showed that the dose had significant effect (P 0.05) on the DMD and OMD in vitro. Local multi microbial doses of 0.4% showed higher than 0.2% on the DMD and OMD of oil palm frond. Conversely, incubation time 0 – 9 days did not affect (P> 0.05) the digestibility value. There is no interaction between dose and time incubation on the DMD and OMD. It is concluded that dose localmulti microbial increase digestibility of oil palm frond in vitro. Keywords: Oil palm frond, local multi microbial, dose, incubation time, digestibility, In vitro
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONSUMSI DAGING AYAM BROILER DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Mara Nagan Dalimunthe
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.766 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi daging broiler di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini dilaksanakan di 4 Kecamatan (Padang Bolak, Portibi, Halongonan dan Padang Bolak Julu) mulai bulan Januari sampai Februari 2015. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan unit responden yaitu konsumen daging ayam broiler. Sampel diperoleh dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 320 konsumen. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika harga daging ayam broiler turun maka permintaan terhadap daging ayam meningkat, meningkatnya pendapatan konsumen maka akan meningkat pula peluang konsumen untuk mengkonsumsi daging ayam broiler, semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka jumlah permintaan akan meningkat dan semakin tinggi harga komoditi lain seperti daging sapi maka jumlah permintaan daging ayam broiler juga akan semakin tinggi. Hal ini menyimpulkan bahwa permintaan daging broiler di kabupaten Padang Lawas Utara  elastis.  
PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS AYAM BROILER rosnikah manullang
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.084 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu  potensi sumber protein Indonesia adalah ayam broiler. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan gabus pasir terhadap bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian ini dilakukan  di Jln Pelita Baru, Binjai pada bulan Agustus – September 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 5 ekor ayam broiler. Perlakuan terdiri atas  P0 (tepung ikan komersil), P1 (50% tepung ikan gabus pasir), P2 (100% tepung limbah ikan gabus pasir). Hasil penelitian menunjukan Rataan bobot potong (g) secara berturut- turut untuk perlakuan P0, P1 dan P2 sebesar  ; (1261,94, 1279,39 dan 1085,00). Bobot karkas (g) ; (913,72, 938,39 dan 785,89). Persentase karkas (g) ; (72,41, 73,32 dan 72,49). Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas. Kesimpulannya adalah bahwa tepung ikan gabus pasir dapat digunakan dalam ransum untuk menggantikan tepung ikan komersil hingga batas pemberian maksimal.
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT BUAH MARKISA (Passiflora edulis var. edulis) FERMENTASI Phanerochaete chrysosporium DALAM RANSUM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH meika putri sitepu
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.046 KB)

Abstract

ABSTRAK Kulit buah markisa merupakan limbah dari buah markisa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dalam ransum bentuk pelet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan tepung kulit buah markisa (KBM) fermentasi Phanerochaete chrysosporium dalam ransum bentuk pelet terhadap performans kelinci rex jantan lepas sapih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari berbagai level yaitu  P0 (0%); P1 (10%); P2 (20%) dan P3 (30%). Hasil penelitian menunjukan rataan konsumsi (g/ekor/hari) (71.07;69.34;71.18;71.28), pertambahan bobot badan (14.96; 17.00; 17.04;17.36), konversi ransum sebesar (4.78; 4.28; 4.28;4.03). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kesimpulannya adalah penggunaan tepung kulit buah markisa fermentasi dan tanpa fermentasi dapat digunakan sebagai pakan alternatif sampai level 30% dalam ransum kelinci rex jantan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10