cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
e-Dinamis
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS" : 7 Documents clear
RANCANG BANGUN POMPA HIDRAM DAN PENGUJIAN PENGARUH VARIASI TINGGI TABUNG UDARA DAN PANJANG PIPA PEMASUKAN TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Daniel Ortega Panjaitan; Tekad Sitepu
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.151 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini teknologi untuk menyuplai air masih kebanyakan menggunakan pompa denganpenggerak motor listrik sebagian besar pompa tersebut memiliki ketergantungan akan energilistrik atau bahan bakar minyak sebagai energi penggerak pompa . Salah satu teknologi yangmulai dikembangkan adalah pompa hydraulic ram . Pompa hidram bekerja berdasarkan prinsippalu air. Ketika aliran fluida dihentikan secara tiba-tiba maka perubahan momentum massafluida tersebut akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakanuntuk mengangkat sebagian air ke tempat yang lebih tinggi. Maka dirancanglah pompa hidramyang menggunakan energi potensial air sebagai penggeraknya.Dalam perancangan pompahidram yang penulis lakukan, menggunakan variasi tinggi tabung udara dengan tinggi 40 cmdan 60 cm dengan diameter 6.35 cm dan variasi panjang pipa pemasukan dengan panjang 8 m,10 m dan 12 m. Tinggi saluran suplai 2,3 meter dan tinggi saluran tekan 8 m. Dari perhitungandi dapat kapasitas pompa maksimum sebesar 0.0000346666 m3/s. Efesiensi maksimum pompahidram 29,55 % pada tinggi tabung 60 cm dan panjang pipa masuk 10 m.Kata kunci : Pompa hidram, palu air, tabung udara, panjang pipa pemasukan, Efisiensi
PENGARUH PROSES TEMPERING DAN PROSES PENGEROLAN DI BAWAH DAN DI ATAS TEMPERATUR REKRISTALISASI PADA BAJA KARBON SEDANG TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN SERTA STRUKTUR MIKRO UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Ahmad Azhari
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.49 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengaruh proses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperaturrekristalisasi pada baja karbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untukmata pisau pemanen sawit. Tujuan penelitian adalah memperbaiki sifat mekanis baja karbonsedang untuk mata pisau pemanen sawit. Kajian proses tempering (suhu 550°C selama 1 jam, 2jam dengan media pendingin air es dan suhu 550°C selama 1 jam dengan media pendingin udara),proses pengerolan di bawah temperatur rekristalisasi (suhu 650°C deformasi 10%, 5% dan suhu600°C deformasi 5%), dan proses pengerolan di atas temperatur rekristalisasi (suhu 800°Cdeformasi 20%, 10%, dan suhu 950°C deformasi 20%). Dapat disimpulkan bahwa pengaruhproses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperatur rekristalisasi pada bajakarbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untuk mata pisau pemanensawit adalah dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan dan struktur mikrocenderung menurun artinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akansemakin menurun dan ukuran diameter butir semakin kecil pada proses tempering dan prosespengerolan di bawah temperatur rekristalisasi, sedangkan pada proses pengerolan di atastemperatur rekristalisasi dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan meningkatartinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akan semakin meningkatsedangkan untuk struktur mikro diameter butirnya semakin kecil. Kekerasan dan ketangguhanbahan yang paling optimal dari berbagai proses yaitu pada proses pengerolan di atas temperaturrekristalisasi dengan suhu 800°C deformasi 20% yaitu kekerasan sebesar 420 BHN danketangguhan sebesar 1,7 J/mm² dimana kekerasan bahan meningkat seiring meningkatnya nilaiketangguhan bahan.Keywords: Tempering, deformasi, rekristalisasi.
ANALISIS AERODINAMIKA AIRFOIL NACA 2412 PADA SAYAP PESAWAT MODEL TIPE GLIDER DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS COMPUTIONAL FLUID DINAMIC UNTUK MEMPEROLEH GAYA ANGKAT MAKSIMUM M. MIRSAL LUBIS
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.896 KB)

Abstract

AbstrakKarakteristik aerodinamika merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang ilmuaplikasi aerodinamika yang ditujukan untuk mendapatkan performansi maksimum dari suatubentuk benda. Analisis karakteristik aerodinamika ini dilakukan pada airfoil NACA 2412 yangdigunakan pada sayap pesawat model tipe glider. Dalam penelitian ini, analisa karakteristikaerodinamika dilakukan dengan mengkaji pendistribusian aliran fluida di sepanjang kontur airfoilsayap pesawat untuk mendapatkan distribusi kecepatan, tekanan dan gaya-gaya yang terjadidisekitar airfoil. Analisis dilakukan dengan cara mensimulasikan aliran fluida yang mengalirpada airfoil NACA 2412 dengan menggunakan software solidworks 2010. Tujuan dari analisa iniadalah untuk mengetahui berapa besar sudut serang yang dapat menghasilkan gaya angkatmaksimal pada sayap pesawat. Metode yang digunakan adalah metode analisis simulasi.Simulasi dilakukan dengan membuat model airfoil NACA 2412 dan kemudian memvariasikansudut serang airfoil, sehingga didapatkan hubungan antara sudut serang terhadap kecepatan,tekanan, dan gaya angkat maksimum yang dihasilkan. Dan dari hasil analisis simulasididapatkan nilai gaya angkat maksimum terjadi pada sudut serang 12o yaitu sebesar 33,5509 N.Kata kunci : Aerodinamika, Airfoil sayap pesawat model, Kecepatan, Tekanan, Gaya angkat
PENGARUH PENGEROLAN PRA PEMANASAN DIBAWAH TEMPERATUR REKRISTALISASI DAN TINGKAT DEFORMASI TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK SERTA STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON SEDANG UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Fuad Affiz
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.332 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pengerolan pra pemanasan dibawah temperatur rekristalisasi adalah proses pembentukanyang dilakukan dibawah temperatur rekristalisasi logam yang mendapatkan pemanasan awal,dimana baik ukuran maupun bentuk dari logam tidak dapat kembali ke bentuk semula. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh perlakuan pengerolan pra pemanasan dibawahtemperatur rekristalisasi dan tingkat deformasi terhadap sifat mekanis bahan seperti kekerasan,kekuatan tarik, dan struktur mikro bahan. Mengetahui hubungan dan pengaruh ukuran butirterhadap sifat mekanis bahan. Melihat apakah baja karbon sedang yang telah diproses denganperlakuan pengerolan pra pemanasan dibawah temperatur rekristalisasi memiliki sifat mekanislebih baik dari bahan awal (raw material) tanpa perlakuan apapun. Perbaikan sifat mekanis bajakarbon sedang untuk mata pisau pemanen sawit ini dilakukan dengan metode deformasi plastismenyeluruh dengan teknik pengerolan dibawah temperatur rekristalisasi. Pengerolan dibawahtemperatur rekristalisasi dilakukan pada temperatur 600°C, 625°C, 650°C, 675°C dan 700°Cdengan tingkat deformasi 5%, 10%, 15% dan 20% berurutan. Hasil pengujian sifat mekanismemperlihatkan bahwa nilai kekerasan optimum adalah 299 BHN pada suhu 650°C dengan tingkatdeformasi 10%. Hasil pengujian tarik optimum diperoleh tegangan batas sebesar 1025,2 MPa dantegangan luluh 688,9 MPa pada proses pengerolan dibawah temperatur rekristalisasi pada suhu600°C dengan tingkat deformasi 5%. Korelasi ukuran butir terhadap sifat mekanis yaitu kekerasanberbanding terbalik, dimana semakin kecil ukuran butir maka bahan akan semakin keras.Sedangkan untuk hubungan antara ukuran butir dan kekuatan tarik berbanding lurus, dimanasemakin besar ukuran butir maka kekuatan bahan akan semakin meningkat. Pengaruh pengerolandibawah temperatur rekristalisasi yang dilakukan, dimana sifat mekanisnya masih dibawah sifatmekanis bahan baku sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengerolan dibawahtemperatur rekristalisasi menurunkan sifat-sifat mekanis bahan.Keywords: Pengerolan Dibawah Temperatur Rekristalisasi, Baja Karbon Sedang, SifatMekanis,Diameter Butiran.
PENGARUH QUENCHING DAN TEMPERING TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK SERTA STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON SEDANG UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT ARIEF MURTIONO
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2033.083 KB)

Abstract

ABSTRAKPerlakuan panas (heat treatment) didefenisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan danpendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu padabaja/logam atau paduan. Salah satu metode perlakuan panas tersebut dengan proses quenchingdan tempering. Proses ini dilakukan pada temperatur austenite (8300C) selama 45 menitkemudian didinginkan dengan air es dan udara bebas, kemudian di-temper pada temperature5500C, 6000C, dan 6500C dengan lama waktu penahanan 1 jam dan 2 jam. Hasil pengujianmemperlihatkan bahwa nilai kekerasan optimum adalah 825,6 BHN setelah quenching pada suhu8300C dan 333 BHN setelah di-temper selama 1 jam pada suhu 5500C. Hasil pengujian tarikdiperoleh tegangan luluh (yield strength) 607,72MPa dan tegangan batas (ultimate strength) 939MPa. Besarnya kenaikan butiran dari raw material 5,6 μm menjadi 5,9 μm setelah quenching, dansetelah tempering naik menjadi 6,12 μm, 6,93 μm, dan 7,15 μm. Dari penelitian ini disimpulkanbahwa proses tempering dapat menurunkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik. Sementara hasilmikro struktur memperlihatkan bahwa diameter butiran bahan menunjukkan kenaikan diameterbutiran selama proses heat treatment. Dimana korelasi antara diameter butiran dan sifat mekanisadalah berbanding terbalik sesuai dengan rumus yang dikemukakan oleh Hall and Petch method.Kata Kunci: Heat Treatment, Baja Karbon Sedang, Sifat Mekanis, Metallografi
PENGUJIAN PROSES DISCHARGING SEBUAH PEMANAS AIR ENERGI SURYA TIPE KOTAK SEDERHANA YANG DILENGKAPI PHASE CHANGE MATERIAL DENGAN KAPASITAS 100 LITER AIR Putra Setiawan; Tekad sitepu; Himsar Ambarita
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.367 KB)

Abstract

AbstrakPemanas air energi surya tipe kotak sederhana yang dilengkapi dengan menggunakanPCM merupakan cara yang efektif dalam menyimpan panas dalam memanfaatkan energi panasdari matahari untuk memanaskan air. Pemanas air ini menyerap energi panas matahari danditeruskan ke absorber untuk memanaskan stearic acid. Pengujian discharging dilakukan padapukul 17.00 – 18.30 WIB dengan tujuan untuk mengetahui seberapa lama stearic acid dapatmenyimpan panas. Selanjutnya air mengalir melewati stearic acid sehingga energi panas daristearic acid dipindahkan ke air untuk menaikkan suhu air tersebut. Steraric acid merupakanbahan dari PCM (Phase Change Material) yang dipakai untuk menyimpan panas karena stearicacid memiliki titik leleh sebesar 55,1 0C. Pada penelitian proses discharging temperatur stearicacid dapat mencapai 80 0C yang dimanfaatkan untuk menaikkan suhu air masuk dari 29 0Chingga mencapai 44 0C pada suhu air keluar dimana debit aliran air diasumsikan konstan yaknisebesar 0,16 L/s pada pipa yang berdiameter 1 inchi. Efisiensi dari kolektor surya rata-ratadapat mencapai 35%.Kata kunci : pemanas air, sterad acid, discharging
Kajian Awal Optimalisasi Disain Propeler Pesawat Tanpa Awak Untuk Mendapatkan Karakteristik Rendah Bising Berdasarkan Penurunan Noise Generation Mechanisme dengan Bantuan Simulasi Aliran Fluida Masniarman Masniarman; Ikhwansyah Isranuri
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu syarat yang harus dipenuhi oleh pesawat tanpa awak yang bertujuan untukmelakukan pengintaian adalah rendahnya tingkat kebisingan dari pesawat tersebut. Sumberutama dari kebisingan pesawat yang digerakkan oleh propeller terletak pada propeller itusendiri. Seiring dengan dilakukannya pengembangan terhadap pesawat tanpa awak (UAV)belakangan ini,dimana kajian tentang kebisingan yang dihasilkan oleh propeller belum pernahdilakukan,maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh disain propeller yangmemiliki tingkat kebisingan yang rendah. Mekanisme penyebab kebisingan (noise generationmechanisme) yang di analisa meliputi turbulensi dan presure field. Dimana karakteristikturbulensi di reduksi dengan penentuan profil airfoil sebagai geometri dasar pembentukpropeller sedangkan karakteristik Presure field direduksi dengan menetukan sudut puntir yangmenghasilkan tingkat tekanan suara terendah. Pengujian dilakukan dengan menggunakansimulasi aliran fluida (CFD) dengan parameter yang di teliti adalah energi tubulensi, coefisiengaya angkat (Cl) dan coefisien gaya hambat (Cd) untuk airfoil, sedangakan untuk pengujianputaran propeller , parameter yang diteliti adalah kecepatan dan tekanan dinamik yangdihasilkan. Dari penelitian dihasilkan bahwa dari tiga kandidat yang diteliti ternyata airfoil jenisClark-Y memiliki tingkat turbulensi yang paling rendah tetapi memiliki unjuk kerja airodinamikayang paling tinggi. Sedangkan pada pengujian propeller hasil desain, dengan kecepatan putar2500 rpm diketahui bahwa tingkat tekanan suara terendah dihasilkan oleh propeller dengansudut puntir

Page 1 of 1 | Total Record : 7