cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013" : 15 Documents clear
PENGARUH SISTEM PENGELOLAAN USAHATANI CABAI MERAH TERHADAP JUMLAH PRODUKSI DAN TINGKAT PENDAPATAN David Hismanta Depari; Sinar Indra Kesuma, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.881 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan, frekuensi panen, jumlah produksi, jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan biasa dan intensif, pengaruh sistem pengelolaan usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan, pengaruh sistem pengelolaan dan jumlah tenaga kerja usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: pada sistem pengelolaan biasa jumlah penerimaan sebesar Rp. 16.052.085,7 dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah  sebesar Rp. 11.608.380,4. Pada sistem pengelolaan intensif jumlah penerimaan sebesar Rp. 73.357.129,4 dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah sebesar Rp. 57.248.041,2 . Berdasarkan hasil uji statistik sistem pengelolaan usahatani cabai merah berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan. Berdasarkan hasil uji statistik sistem pengelolaan dan jumlah tenaga kerja usahatani cabai merah berpengaruh nyata  terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan Kata kunci : Sistem Pengelolaan, Produksi, Pendapatan, Cabai Merah
STRATEGI PENGEMBANGAN KUD DI KABUPATEN DELI SERDANG Dede Prasetya, Iskandarini, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.376 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untukUntuk menganalisis faktor internal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang,Untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang,Menentukan strategi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang.Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang ialah KUD yang memiliki badan hukum, struktur organisasi yang sesuai dengan koperasi,  banyaknya unit usaha yang dikelola koperasi,kurangnya sumber modal bagi koperasi,pengelola yang kurang inovatif dalam menemukan ide baru untuk pengembangan KUD,pengelola sulit menentukan bisnis inti.Dan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang ialah, Adanya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi, adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi, adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi, adanya persaingan usaha yang semakin ketat,adanya anggapan negatif dari masyarakat, menurunnya daya beli masyarakat. Serta strategi yang cocok untuk pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdangadalahstrategi ST(Strenght-Threats). Kata Kunci:Koperasi Unit Desa, Strategi Pengembangan KUD, Modal
ANALISIS USAHA DAN PEMASARAN TERNAK KELINCI (Studi Kasus : Desa Gundaling II dan Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo) Dendy Trifonius Adrianto
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.127 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian usaha dan pemasaran ternak kelinci dilakukan untuk menjelaskan sistem pengelolaan usaha ternak kelinci, produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi serta  menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha dan pemasaran ternak kelinci di Kelurahan Gundaling II dan Desa Sempajaya Kecamatan  Berastagi Kabupaten Karo. Daerah penelitian di tentukan secara metode purposive (sengaja). Metode penetuan dan penarikan sampel yang digunakan adalah Metode Purposive Sampling, yaitu 20 peternak seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis fungsi Coubb Douglass, analisis pendapatan dan kelayakan serta analisis pemasaran yaitu  saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem pengelolaan usaha ternak kelinci ini sudah sesuai dengan anjuran Dinas Peternakan dan literatur yang ada. Produktivitas ternak kelinci pada daerah penelitian masih tergolong rendah yaitu rata-rata 6 ekor per indukan dimana faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ternak kelinci yaitu Induk, obat-obatan dan tenaga kerja sbesar 96%. Rata-rata pendapatan peternak pada usaha ini yaitu Rp. 3.986.760. Hasil analisis kelayakan usaha ternak kelinci di daerah penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kelinci di daerah penelitian layak diusahakan. Untuk hasil analisis efisiensi pemasaran di daerah penelitian, menunjukkan bahwa usaha ternak kelinci di daerah penelitian belum efisien. Kata Kunci : Kelinci, Faktor Produksi, Kelayakan, Pemasaran
STRATEGI PEMASARAN BENANG KARET (RUBBER THREAD) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA (Jl. Medan-Tanjung Morawa Km. 9,5 Medan) Dicky Tri I.P, Iskandarini, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.816 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal yang mempengaruhi pemasaran  benang karet di PT. Industri Karet Nusantara, untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran benang karet di   PT. Industri Karet Nusantara dan menentukan strategi pemasaran benang karet di PT. Industri Karet Nusantara. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pemasaran benang karet PT. Industri Karet Nusantara ialah produk yang berkualitas, produk sudah dikenal pasar, sumber daya manusia yang handal, teknologi mesin yang ketinggalan, penjualan produk melalui perantara dan kegiatan penjualan yang belum maksimal. Serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran benang karet PT. Industri Karet Nusantara ialah kebutuhan hasil jadi karet yang meningkat, perkembangan trend pakaian dunia yang pesat, pangsa pasar yang luas, kompetitor yang semakin banyak, ketidakstabilan harga bahan dasar karet dan harga produk yang bersaing. Serta strategi pemasaran yang cocok untuk meningkatkan penjualan benang karet hasil produksi PT. Industri Karet Nusantara adalah strategi WO (Weaknesses-Opportunities). Kata kunci : Benang Karet, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT.  
ANALISIS PERMINTAAN AYAM BROILER/PEDAGING di KOTA MEDAN (Studi kasus : Pasar Sei Kambing C II, Pasar Titi Papan, Pasar Simalingkar, dan Pasar Simpang Limun Kota Medan) Eko Pranata; A.T. Hutajulu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.751 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permintaan ayam broiler/pedaging di lokasi penelitian; untuk menganalisis  faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam broiler/pedaging; untuk mengetahui perkembangan harga ayam potong di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda menggunakan alat bantu SPSS 17. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode slovin dengan jumlah sampel 100 konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil estimasi dapat diperoleh nilai determinasi (R2) sebesar 0,702. Hal ini berarti 70,2% variasi yang terjadi pada variabel pendapatan, harga barang subtitusi, usia, tingkat pendidikan,harga ayam broiler/pedaging dan jumlah tanggungan dapat menjelaskan jumlah permintaan aym broiler/pedaging, sedangkan 29,8% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging. Secara parsial variabel tingkat pendapatan, usia dan jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging, sedangkan pada harga ikan gembung, tingkat pendidikan dan harga ayam broiler/pedaging tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging. Kata Kunci :  Permintaan, Ayam Broiler/pedaging, Rumah Tangga
PERBEDAAN SISTEM TATA NIAGA BERAS ORGANIK DENGAN BERAS ANORGANIK (Studi Kasus Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Eva Amalia; Kelin Tarigan; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.73 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan bentuk saluran tata niaga antara beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian dan untuk menjelaskan perbedaan fungsi-fungsi tata niaga yang dilakukan oleh petani dan masing-masing lembaga tata niaga beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive, pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara sensus. Data yang digunakan adalah data primer pelaku-pelaku tata niaga beras organik di daerah penelitian melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan. Penelitian ini menggunakan perhitungan sederhana dengan rumus-rumus sesuai teori tata niaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa saluran tata niaga beras organik di daerah penelitian adalah Petani beras organik – Lembaga Kelompok Tani – JaPPSA – Konsumen. Saluran tata niaga beras anorganik di daerah penelitian adalah Petani beras anorganik – Pedagang Pengumpul – Pengolah – Grosir – Kios – Konsumen. Setiap lembaga tata niaga yang terlibat dalam saluran tata niaga beras organik maupun beras anorganik melakukan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan fungsi ini menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh setiap lembaga juga berbeda. Biaya tata niaga, sebaran harga dan persentase margin pedagang pengolah beras organik yaitu lembaga kelompok dan beras anorganik yaitu pengolah lebih besar dibandingkan dengan lembaga tata niaga lain yang terlibat dalam saluran pemasaran. Saluran tata niaga beras organik dan beras anorganik di daerah penelitian efisien.   Kata Kunci: Tata Niaga, Beras Organik, Beras Anorganik
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI POTONG (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat) Rafika Zahara; Thomson Sebayang; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.544 KB)

Abstract

ABSTRAK Terdapat dua cara investasi dalam peternakan sapi yaitu usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong. Akan tetapi, usaha pembibitan sapi potong kurang diminati oleh investor karena relatif lebih rumit dan memerlukan jangka waktu usaha yang lebih lama dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong. Hal tersebut dapat dilihat dengan skala usaha peternakan yang relatif kecil. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak usaha pembibitan dan 30 orang peternak usaha penggemukan sapi potong. Besar sampel ditentukan dengan Metode Slovin, Propotionate Stratified Sampling dan penarikan sampel ditentukan dengan Metode Snowball Sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode Hayami dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah yang dihasilkan pada usaha pembibitan lebih kecil dibandingkan pada usaha penggemukan sapi  potong (2) harga indukan sapi, harga anakan sapi, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha pembibitan sapi potong (3) harga sapi bakalan penggemukan, harga sapi hasil penggemukan, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha penggemukan sapi potong. Kata Kunci : Sapi Potong, Usaha Pembibitan, Usaha Penggemukan, Nilai Tambah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI CABAI MERAH (Studi Kasus : Pasar Brayan, Pasar Denai, Pasar Petisah, Pasar Marelan di Kota Medan) Aisyah Arfani; M. Jufri, Salimah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap konsumsi cabai merah; mengetahui  pengaruh harga, pendapatan dan jumlah tanggungan terhadap konsumsi cabai merah; dan perkembangan harga dan permintaan konsumen terhadap  cabai merah di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d April tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan nilai determinasi (R2) sebesar 0,607. Hal ini berarti 60,7% variasi yang terjadi pada variabel harga, pendapatan dan, jumlah tanggungan dapat menjelaskan jumlah konsumsi cabai merah, sedangkan 39,9% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah konsumsi cabai merah. Secara parsial hanya variabel pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi cabai merah.   Kata kunci: sikap konsumen, harga, konsumsi cabai merah
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN KOPRA (Kasus: Desa Silo baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan) Indri Pratiwi Pohan; Luhut Sihombing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.939 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang diperoleh petani dan pengolah kopra di daerah penelitian, menganalisis tata niaga kopra, menganalisis biaya pemasaran, marjin pemasaran, price spread, share margin dan menganalisis elastisitas transmisi harga pada masing-masing saluran pemasaran kopra, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran kopra di daerah penelitian. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang, sampel pedagang dan konsumen digunakan metode Snowball Sampling. Untuk menganalisis nilai tambah digunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani kelapa bulat menjadi kelapa kupas tergolong tinggi yakni sebesar 61,5%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kelapa kupas menjadi kopra tergolong rendah yakni sebesar 24%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopra menjadi tepung tergolong rendah yakni sebesar 18,22%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopra menjadi minyak tergolong tinggi yakni sebesar 64,69%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran di daerah penelitian. Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada saluran I (Petani-Pedagang Pengumpul– pedagang Besar) sebesar Rp. 2.172,24/kg, sedangkan biaya pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran II (Petani-Pedagang Besar) sebesar Rp. 1.605,07/kg. Saluran tataniaga yang ada sudah efisien, dimana saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I karena saluran pemasarannya lebih pendek dan biayanya lebih kecil daripada saluran pemasaran I. Kata kunci: Kopra, nilai tambah,, margin pemasaran, efisiensi
PERANAN ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Kasus : Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang) Ameriyani Harahap; Lily Fauzia, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.149 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh istri nelayan, bagaimana kontribusi yang diberikan istri dan ada tidaknya pengaruh karakteristik istri nelayan yaitu umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja dan jumlah tanggungan terhadap pendapatan istri nelayan di daerah penelitian.Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu.Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Simple Random Sampling.Sampel diambil sejumlah 30 sampel dari 366 jumlah populasi.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan istri nelayan adalah mencari kerang dan mengupas kerang lalu menjualnya. Kontribusi yang diberikan oleh istri untuk pendapatan keluarga sebesar 21,06% (<30%) yang artinya kontribusi yang diberikannya rendah. Variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan pengalaman bekerja secara serempak tidak berpengaruh secara nyata terhadap variabel pendapatan.Dan secara parsial, variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan pengalaman bekerja juga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan.   Kata kunci:Istri nelayan, pendapatan keluarga, karakteristik sosial ekonomi

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue