cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2019)" : 7 Documents clear
Battery Charge Controller Sistem Hybrid Andrian Tantama; Diana Lestariningsih; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2084

Abstract

Pada era sekarang kebutuhan akan sumber energi menjadi salah satu kebutuhan utama, akan tetapi pada daerah-daerah tertentu untuk mendapatkan pasokan listrik masih sangatlah minim. Tercatat pada peta ketenagalistrikan, terdapat 12.659 desa yang belum memperoleh aliran listrik secara memadai. Bahkan 2.519 desa diantaranya masih benar-benar gelap (tidak tersentuh aliran listrik). Sejauh ini berdasarkan data potensi desa dari BPS, jaringan PLN baru menjangkau 69.531 atau sekitar 85% dari 82.190 desa di Indonesia, dan 2.519 desa dari 12.659 desa sisanya tidak mendapatkan akses listrik sama sekali. Hal ini dikarenakan sumber akses energi listrik yang sangat kurang (data kementrian ESDM, 2017). Untuk mengatasi krisis tersebut maka pemanfaatan energi matahari sebagai sumber alternatif diperlukan saat ini. Disamping jumlahnya yang tidak terbatas, pemanfaatannya juga tidak mencemari polusi dan merusak lingkungan. Cahaya dari matahari dapat dikonversikan dengan menggunakan photovoltaic (PV) atau yang biasa disebut panel surya. Dengan melakukan kombinasi teknologi energi terbarukan dengan generator pembakaran seperti genset dan penyimpanan baterai, adalah mungkin untuk menghasilkan listrik pada daerah-daerah yang minim pasokan listrik secara kompetitif. Sistem ini disebut sebagai sistem energi hybrid dan digunakan untuk menyediakan listrik bagi pedesaan di negara-negara berkembang khususnya di Indonesia. Alat ini akan mengombinasi antara energi terbarukan dan genset untuk menyediakan listrik didaerah yang minim akan pasokan listrik. Sistem ini bekerja secara bergantian untuk mensuplai sebuah beban AC. Pada alat ini tegangan aki akan menjadi sumber utamanya. Jika tegangan aki berada dibawah 11.2 V maka genset akan menggantikan aki sebagai tegangan supply pada beban hingga tegangan aki kembali diatas 13 V. Selama proses perpindahan sumber terjadi delay 5 detik agar kontaktor berjalan dengan stabil.
Perancangan Sistem Informasi Ketertelusuran Berbasis Web Untuk Industri Oleofood Kevin Cornelius; Ig. Jaka Mulyana; Ivan Gunawan
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2085

Abstract

Kebutuhan informasi ketertelusuran (traceability information) dalam industri pangan merupakan salah satu kebutuhan utama untuk melakukan proses perencanaan. Disamping itu, informasi ketertelusuran ini sangat dibutuhkan agar industri mampu melakukan emergency response untuk mengatasi berbagai insiden keamanan pangan. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi dalam membangun sistem ketertelusuran pada industri pangan yang memiliki proses produksi kontinyu. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah mengembangkan sebuah sistem informasi yang mampu melakukan penelusuran satu tahap ke depan (one step forward) dan satu tahap ke belakang (one step backward) pada industri pangan dengan produk yang dijual dalam kondisi cair/curah. Fase pertama studi dimulai dengan melakukan analisis SWOT dan analisis kebutuhan. Selanjutnya, setelah sistem informasi ketertelusuran dibangun, maka dilakukan verifikasi dan validasi. Verifikasi dilakukan dengan mengujicobakan sistem informasi ini dengan studi kasus yang telah dirancang. Sedangkan validasi dilakukan dengan uji lapangan, yaitu mengujicobakan sistem informasi pada perusahaan yang bersangkutan. Hasil yang didapat dari studi ini yaitu waktu yang lebih cepat dalam pengumpulan data saat simulasi penarikan produk. Harapannya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas penerapan manajemen keamanan pangan yang dimiliki oleh perusahaan.
Analisa Akurasi Pengukuran Antara Pengguna Kacamata Dan Bukan Kacamata Dengan Pengaruh Intensitas Suara Dan Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik (VAK) Vivin Opra Toding; Martinus Edy Sianto; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2086

Abstract

Perusahaan selalu ingin mempertahankan kredibilitas dan keunggulannya dengan meningkatkan kualitas produk dan mempertahankannya hal ini dapat dicapai ketika faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dapat dikontrol dengan baik. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor yang perlu dikontrol dalam proses produksi. Faktor lingkungan salah satunya yaitu intensitas suara harus disesuaikan dengan batas waktu pendengaran (durasi waktu). Pengaruh karakteristik VAK dan penggunaan kacamata pada responen dapat mempengaruhi proses pengendalian kualitas dalam suatu industri. Dengan adanya pengaruh karakteristik VAK dan penggunaan kacamata, dapat diketahui karakteristik VAK yang memiliki tingkat konsistensi terbaik selama proses pengukuran itu menggunakan kacamata atau tidak. Dilakukan proses pengukuran obyek untuk mengetahui ketepatan hasil pengukuran. Error atau selisih hasil pengukuran merupakan respon dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik VAK dan penggunaan kacamata memberikan pengaruh yang signifikan terhadap error atau selisih hasil pengukuran. Karakteristik kinestetik pengguna kacamata konsisten pada intensitass suara 90 dBA dan karakter auditori bukan pengguna kacamata konsisten pada intensitas suara 100 dBA.
Mesin Peniris Keripik Goreng Berbasis Motor Listrik Dan Mikrokontroler Graha Prasidya; Rasional Sitepu; Widya Andyardja
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2087

Abstract

Keripik merupakan makanan ringan khas Indonesia yang banyak digemari oleh seluruh masyarakat. Dalam proses pembuatan keripik dibutuhkan proses penirisan. Penirisan pada dasarnya merupakan usaha untuk mengurangi kandungan minyak dan minyak yang ada pada obyek yang ditiriskan. Metode yang bisa digunakan untuk mengeluarkan kandungan minyak tersebut adalah proses penirisan. Metode ini dapat berlangsung apabila obyek yang dikeringkan pada kertas yang berfungsi menyerap kandungan minyak pada keripik. Metode peresapan yang masih digunakan hingga saat ini adalah cara konvensional yaitu dengan menggunakan kertas yang diletakan pada bagian bawah wadah. Pada skripsi ini akan dibuat sebuah mesin peniris keripik goreng berbasis motor listrik dan mikrokontroler. Sistem ini terdiri dari sebuah sensor DHT22 sebagai input untuk membaca nilai suhu dan nilai kelembaban udara. Mikrokontroler arduino uno sebagai pemroses utama yang akan mengolah input dari sensor suhu dan kelembaban (DHT22). Output berupa Sebuah motor 380 VAC yang digunakan untuk memutar wadah peniris agar minyak dapat keluar melalui lubang-lubang kecil, pada alat ini memiliki tombol timer yang digunakan untuk mematikan alat. Display LCD digunakan sebagai indikator untuk menampilkan nilai suhu dan kelembaban selama alat berjalan. Alat akan berhenti secara otomatis apabila keripik sudah kering
Monitoring Kinerja Mesin Pada Mobil Berbasis Web Kevin Julian; Diana Lestariningsih; Yuliati Yuliati; Peter Rhatodirdjo; Widya Andyardja; Hartono Pranjoto
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2088

Abstract

OBD II (On Board Diagnostic II) merupakan sebuah alat yang digunakan agar setiap data sensor yang telah diolah pada ECU (Engine Control Unit) dapat diambil oleh user. Pada dasarnya setiap alat OBD II sudah disertai dengan hardware penunjangnya yang dapat mengetahui setiap kerusakan pada mobil. Suatu komponen pada mobil dapat dianggap rusak ketika data yang diambil oleh sensor tidak sesuai dengan data yang telah ada pada software OBD II. Pada tugas akhir ini, OBD II akan dibuat ulang dengan menggunakan modul bluetooth OBD II yang akan dihubungkan ke mikrokontroler ATMega164. Mikrokontroler nantinya berguna untuk meminta dan mengolah data yang didapat dari ECU. Data yang didapat dari ECU merupakan nilai hexadecimal yang nantinya akan di konversi ke nilai desimal agar mudah dibaca. Setelah nilai tersebut di konversikan, maka nilai desimal tersebut akan dikirim ke internet menggunakan modul GSM, yaitu SIM808. Data yang telah dikirim akan masuk ke database yang nantinya dapat dibuka dengan menggunakan domain yang telah diatur sebelumnya.
Tannin Based Adsorbent (TBA) Dari Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Untuk Menyerap Ion Logam CR(VI) Dalam Air Limbah Christina Natalia Dahemat; Denci Ana Sonik; Adriana Anteng Anggorowati; Yohanes Sudaryanto
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2089

Abstract

Kromium merupakan salah satu logam berat yang sering terdapat dalam limbah industri. Logam ini berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga perlu dikurangi kadarnya dari limbah tersebut. Proses yang dapat dilakukan untuk mengurangi logam tersebut adalah adsorpsi dengan menggunakan biomaterial sebagai adsorben, salah satunya adalah daun jambu biji. Hingga saat ini, sebagian besar daun jambu biji digunakan sebagai obat tradisional. Selain mudah ditemukan dan harganya murah, daun jambu biji mengandung tanin sebesar 11-17 % yang dapat berperan untuk menyerap ion logam dalam limbah cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari ekstraksi daun jambu biji dan penggunaanya sebagai tanin based adsorbent untuk menyerap ion Cr(VI) dalam limbah cair. Proses ekstraksi daun jambu biji dilakukan dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan memvariasikan jenis pelarut dan rasio antara massa daun jambu biji dengan volume pelarut. Setelah proses ekstraksi, dilakukan analisa kuantitatif dan kualitatif terhadap tanin yang diperoleh, selain itu dilakukan analisa gugus fungsi menggunakan FTIR Spektrofotometer dan analisa struktur permukaan menggunakan SEM. Pada proses adsorpsi, limbah sintetis yang digunakan adalah larutan kalium dikromat (K2Cr2O7). Variasi yang dipelajari adalah konsentrasi Cr(VI) mula-mula. Konsentrasi ion Cr(VI) awal dan akhir dalam limbah diukur menggunakan Spectrophotometer UV-VIS. Dalam penelitian ini juga dilakukan penentuan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang menghasilkan tanin dengan kadar yang paling tinggi untuk semua rasio massa bahan baku:pelarut (m/v) adalah etanol 80%. Pada tahap adsorpsi, konsentrasi awal ion Cr(VI) dengan persen removal terbesar adalah 84,53 ppm dengan persen removal 97,37%. Isoterm adsorpsi mengikuti model persamaan isoterm Freundlich yang berbentuk qe = 34,18 x (Ce)1/4,6
Simulasi Lintasan Perakitan Speaker Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Produksi Ruth Novita Sasongko; Martinus Edy Sianto; Ivan Gunawan
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2160

Abstract

Semakin ketatnya persaingan di dunia usaha membuat industri manufaktur terus berusaha untuk dapat meningkatkan efisiensi. Konsep yang banyak diterapkan dalam dunia usaha adalah lean manufacturing. Lean manufacturing dapat mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya waste sehingga waktu produksi menjadi lebih efisien. Penelitian dilakukan di PT. X yang bergerak dibidang pembuatan speaker. Line assembly di PT.X sering terjadi idle maupun bottleneck sehingga membuat waktu produksi menjadi lebih lama dan kurang efisien. Hal ini juga membuat operator harus lembur dan perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan. Penelitian ini melakukan pendekatan discrete event simulation untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Lead time produksi kondisi awal line assembly sebesar 3199,32 detik dengan nilai average number waiting terbesar 132,84 speaker yaitu pada proses pemberian lem pada baut speaker 4inc. Setelah dilakukan perbaikan, didapatkan hasil nilai lead time produksi sebesar 2743,8 detik dengan nilai average number waiting pada proses pemberian lem pada baut speaker 4inc sebesar 38,8466 speaker untuk operator 1 dan 41,2827 speaker untuk operator 2

Page 1 of 1 | Total Record : 7