cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+62813-2575-8841
Journal Mail Official
ljmh.linkep@gmail.com
Editorial Address
Golden Wood Blok D32 Citragrand, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276, Indonesia, Email: link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mental Health
ISSN : 30892880     EISSN : 30892589     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health, Science,
Journal of Mental Health accepts articles from mental health and nursing research, including: mental medicine, mental illness, psychosocial problems, adolescent mental health, psychogeriatrics, psychotics and homelessness, and other mental health sciences. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 25 Documents
Penerapan intervensi terapi spiritual murottal terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien risiko perilaku kekerasan Yulia Rosnilawati
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.160

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien gangguan jiwa khususnya skizofrenia, yang ditandai dengan ketidakmampuan mengontrol marah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi spiritual murottal yang berfungsi memberikan efek relaksasi dan ketenangan. Tujuan: mengetahui pengaruh penerapan terapi spiritual murottal terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada 3 responden. Instrumen yang digunakan meliputi standart praktik keperawatan jiwa terdiri dari: lembar format asuhan keperawatan, lembar observasi kemampuan mengontrol marah. Pengumpulan data dilakukan melaluai wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, status mental, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian terapi murottal selama beberapa hari dan dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data dijelaskan secara deskriptif secara narasi dan tabel. Hasil: sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami penurunan kemampuan kontrol marah. Setelah diberikan terapi murottal, terjadi peningkatan kemampuan mengontrol marah dimana 66.67% responden mengalami peningkatan kontrol diri cukup meningkat dan 33.33% mengalami peningkatan kontrol diri sedang. Selain itu, terjadi penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terapi spiritual murottal efektif dalam meningkatkan kemampuan mengontrol marah serta menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada gangguan jiwa khususnya skizofrenia. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian yang lebih kuat dengan jumlah responden yang lebih besar serta melibatkan kelompok kontrol agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
Penerapan terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial Erlinda Retno Kusumaningtyas
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.161

Abstract

Pendahuluan: Ketidakberdayaan sosial adalah salah satu tantangan dalam perawatan kesehatan mental yang umum dialami oleh individu dengan skizofrenia, di mana ditunjukkan melalui sikap menjauh, minimnya interaksi, serta kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TASK) adalah salah satu aktivitas yang dapat dilakukan perawat untuk membantu pasien merasa lebih nyaman berinteraksi dengan orang lain. Tujuan: mengetahui penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi terhadap kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan isolasi sosial. Metode: penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada 3 pasien di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah dengan diagnosis isolasi sosial. Intervensi dilakukan melalui kegiatan TAKS secara bertahap sesuai dengan strategi pelaksanaan yang telah ditentukan. Instrumen : pengkajian keperawatan, lembar observasi berdasarkan SLKI dan SPO TAKS. Analisis data secara deskriptif dari pengkajian, menetapkan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi sampai evaluasi. Hasil: sebelum diberikan intervensi, pasien memiliki kemampuan sosialisasi yang rendah, sedangkan setelah diberikan TAKS terjadi peningkatan kemampuan interaksi sosial yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi, komunikasi, dan keterlibatan dalam kegiatan kelompok. Kesimpulan: Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan isolasi sosial. Intervensi ini tidak memerlukan alat khusus, dapat dilakukan secara berkelompok dengan prosedur yang sederhana dan terstruktur, serta bisa diterapkan oleh perawat dalam kegiatan sehari-hari.
Penerapan intervensi minum obat terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien risiko perilaku kekerasan Ika Cahyati
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 1 (2026): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i1.162

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tantangan umum bagi perawat yang merawat pasien dengan penyakit mental, terutama skizofrenia, adalah kemungkinan perilaku kekerasan. Ketidakmampuan untuk mengatur perasaan agresif merupakan ciri khas gangguan ini, yang dapat membahayakan penderita, orang-orang di sekitarnya, dan lingkungan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku kekerasan adalah ketidakpatuhan dalam minum obat, yang dapat menyebabkan kekambuhan dan peningkatan perilaku agresif. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi minum obat terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Metode: Desain studi kasus menggunakan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi, dengan metode deskriptif pada tiga responden. Instrumen yang digunakan berupa format pengkajian keperawatan jiwa, lembar observasi kontrol marah mengacu pada SLKI serta checklist prinsip 6 benar pemberian obat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi berdasarkan perubahan skor dan perilaku pasien. Hasil: Setelah dilakukan intervensi minum obat dengan prinsip 6 benar, pasien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengontrol marah. Hal ini ditandai dengan penurunan perilaku agresif, peningkatan kemampuan mengungkapkan perasaan secara verbal, serta meningkatnya kepatuhan dalam minum obat. Kesimpulan: Penerapan intervensi minum obat secara teratur efektif dalam meningkatkan kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan intervensi.
Penerapan intervensi terapi afirmasi positif terhadap kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri pada pasien dengan resiko bunuh diri Aprilia Ageng Nugraheni
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.163

Abstract

Latar belakang: Resiko bunuh diri merupakan kondisi saat seseorang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri, baik melalui ide, ancaman, maupun percobaan bunuh diri sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi afirmasi positif yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi afirmasi positif terhadap kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri pada pasien dengan risiko bunuh diri di RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang. Metode: studi kasus desktriptif digunakan sebagai jenis penelitian berikut, dengan melibatkan tiga pasien (Nn. R, Nn. K, Nn. A) yang menunjukan masalah resiko bunuh diri yang dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan berupa format pengkajian keperawatan jiwa, lembar observasi resiko bunuh diri yang mengacu pada standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI) dan SPO terapi afirmasi positif. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berdasarkan skor dan perilaku pasien. Hasil: evaluasi menunjukkan penurunan dorongan bunuh diri yang ditandai dengan berkurangnya verbalisasi dan perencanaan bunuh diri. Klien 1 menunjukkan penurunan paling signifikan hingga tidak terdapat dorongan bunuh diri, sedangkan klien 2 dan 3 mengalami penurunan secara bertahap hingga kategori ringan. Kesimpulan: Intervensi terapi afirmasi positif efektif dalam meningkatkan kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri melalui peningkatan harga diri dan perubahan pola pikir menjadi lebih positif. Intervensi ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat khusus, sehingga perawat dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari saat memberikan asuhan keperawatan.
Hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi berat lahir rendah Siti Anisah
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.170

Abstract

Pendahuluan: Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menjalani perawatan di NICU seringkali menimbulkan tekanan psikologis pada orang tua. Kondisi tersebut dapat memicu stres yang berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam menggunakan mekanisme koping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi BBLR di ruang NICU RSUD Suradadi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat stres menggunakan instrumen DASS 42, sedangkan mekanisme koping diukur menggunakan COPE Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil: sebagian besar responden mengalami stres berat (44,2%) dan lebih banyak menggunakan mekanisme koping maladaptif (58,1%). Uji statistik menunjukkan nilai τ = 0,293 dengan p = 0,046 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan mekanisme koping pada orang tua bayi BBLR di NICU. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi untuk meningkatkan kemampuan koping yang adaptif.

Page 3 of 3 | Total Record : 25