cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+62813-2575-8841
Journal Mail Official
ljmh.linkep@gmail.com
Editorial Address
Golden Wood Blok D32 Citragrand, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276, Indonesia, Email: link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mental Health
ISSN : 30892880     EISSN : 30892589     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health, Science,
Journal of Mental Health accepts articles from mental health and nursing research, including: mental medicine, mental illness, psychosocial problems, adolescent mental health, psychogeriatrics, psychotics and homelessness, and other mental health sciences. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 15 Documents
Pengaruh Gadget Terhadap Pola Tidur Mahasiswa: Literature Review Maulana, Ahmad; Rahman, Subhannur; Riduansyah, Muhammad
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.74

Abstract

Latar Belakang: Dampak pembelajaran pada masa pendemi Covid 19 yaitu sebagian mata kuliah diberikan via online kepada mahasiswa. Hal ini mengharuskan seluruh mahasiswa tidak lepas dari Gadget. Kebiasan tidur yang terlalu larut disebabkan mahasiswa harus membuka gadget untuk mengerjakan tugas yang menyebabkan gangguan pola tidur seperti bangun pada malam hari. Tujuan: Mengetahui pengaruh gadget terhadap pola tidur mahasiswa yag dianalisa dengan mereview literature. Metode: Jenis penelitian ini yaitu studi literatur. Pencarian literatur menggunakan platform google cendekia/scholar, DOAJ, e-Perpusnas, dan portal garuda dengan mencari judul serta abstrak sesuai dengan kata kunci. Adapun kata kunci yaitu gadget, pola tidur, mahasiswa. Jurnal diproses berdasarkan tahun terbit yaitu 2016-2020. Analisis data menggunakan analisis tematik yang melibatkan proses pengolahan dan interpretasi informasi yang diperoleh dari berbagai sumber literatur untuk mengidentifikasi pola, tren, kesenjangan, dan kontradiksi dalam penelitian yang ada. Hasil: Dari 9 artikel terpilih didapatkan sintesis adanya pengaruh gadget terhadap pola tidur mahasiswa sehingga mengakibatkan mengantuk atau ketiduran saat kuliah, kurang fokus, serta sulit berkonsentrasi dalam belajar. Simpulan: Gadget berdampak negatif terhadap pola tidur mahasiswa, maka mahasiswa perlu diberikan edukasi mengenai penggunaan gadget yang sehat, pengaturan Waktu Belajar dan Istirahat yang dapat dilakukan melalui penyuluhan Kesehatan oleh Dosen atau Tim Akademik.
Prevalensi gangguan cemas dengan perilaku non-suicidal self-injury pada pasien poli rawat jalan Innawati Jusup; Widodo Sarjana; Tanjung Ayu Sumekar; Fanti Saktini
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.90

Abstract

Pendahuluan: Gangguan kecemasan ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak terkendali. Prevalensi gangguan ini sepanjang hidup mencapai 4,3% pada populasi umum. Manifestasi klinisnya beragam dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikososial, fungsi peran, produktivitas kerja atau akademik, serta kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui prevalensi gangguan kecemasan yang disertai dengan perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada pasien yang berkunjung ke poliklinik psikiatri rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan observasional analitik. Data dikumpulkan dari rekam medis selama periode Januari-Desember 2023. Lokasi penelitian berada di Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Semarang. Penilaian psikometri dilakukan menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan perilaku NSSI, serta menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat kecemasan (skor HAM-A) antara kelompok yang melakukan dan tidak melakukan self-harm. Hasil: Sebanyak 96 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan mayoritas merupakan mahasiswa (63,8%), mencerminkan lokasi rumah sakit yang berdekatan dengan kawasan kampus. Dari 19 pasien yang menunjukkan perilaku NSSI, sebanyak 94,7% adalah perempuan. Selain itu, 68,4% dari mereka mengalami lebih dari satu jenis stresor, dengan stresor utama berasal dari lingkungan keluarga dan pendidikan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam skor HAM-A antara pasien dengan perilaku NSSI dan yang tidak. Kesimpulan: Prevalensi gangguan kecemasan yang disertai perilaku NSSI sebesar 27,54%, dengan prevalensi lebih tinggi pada mahasiswa perempuan yang mengalami lebih dari satu jenis stresor, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan pendidikan.
Penerapan terapi benson terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal konik selama proses hemodialisa Zahrani Fahrisa Putri; Dwi Retnaningsih
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.87

Abstract

Latar Belakang: Faktor kognitif muncul pada penderita gagal ginjal karena pasien mungkin mengalami kelelahan psikis akibat pengobatan hemodialisis yang harus dilakukan seumur hidup. Penatalaksanaan kecemasan dapat dilakukan dengan beberapa terapi, termasuk terapi relaksasi Benson. Tujuan: menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa melalui terapi relaksasi benson. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deksriptif dengan one group pre-posttest design. Sampel pada 5 pasien gagal ginjal kronis di ruang Hemodialisa RSUD Dr Gondo Suwarno Ungaran. Instrument menggunakan menggunakan Hamilton Rating Scale Anxiety (HRS-A) dengan 14 pertanyaan. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Tingkat kecemasan pada 5 pasien sebelum diberikan penerapan tindakan terapi benson didapatkan hasil nilai rata-rata berada pada tingkat kecemasan berat, setelah diberikan tindakan terapi benson selama 15-20 menit penerapan dilakukan hingga hari ke-2 didapatkan hasil sebagian besar pasien mengalami perubahan yaitu berada pada tingkat kecemasan ringan. Kesimpulan: Bagi pasien gagal ginjal menjalani hemodialisa yang mengalami kecemasan disarankan untuk melakukan terapi benson secara mandiri, untuk menurunkan kecemasan serta meningkatkan kenyamanan selama proses hemodialisa.  
Stabilitas emosi pada pelajar SMA-SMK negeri provinsi jawa tengah: studi deskriptif Kandar; Arief Setyo Wibowo; Laurencia Rizki Marhendrawati; Rian Kusuma Dewi
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.89

Abstract

Latar belakang: Banyak masalah muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan pada kenyataannya, ada beberapa remaja yang tidak terlalu berhasil dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Tujuan: mendeskripsikan stabilitas emosi pada pelajar SMA-SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian kualitatif non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi adalah pelajar SMA-SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah metode non–probablility sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sample penelitian ini adalah 73 siswa SMAN 2 dan SMK 6 Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 dan SMK 6 Semarang pada September–November 2024. Instrumen berupa WoodWorth’s Inventory terdiri dari 75 pertanyaan terbuka. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Sebanyak 35 siswa (48 %) memiliki kecenderungan kepribadian infantile secara emosional, 30 siswa (41%) pyshantenia, 37 siswa (51%) schizoid, 19 siswa (26%) paranoid, 38 siswa (52%) depresif, 31 siswa (42%) impulsif, 31 siswa (42 %) emosi yang tidak stabil, dan 5 siswa (7%) antisosial. Kesimpulan: Adanya kecenderungan kepribadian depresif, schizoid pada infantile pada pelajar. Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaan untuk mewujudkan remaja yang lebih sehat jiwa.
Penerapan art therapy menggambar dan mewarnai terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien gangguan persepsi sensori Shinta Lestariyanah
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v2i1.103

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran bentuk gangguan persepsi sensori yang ditandai dengan mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata. Gejala ini dapat memicu perilaku agresif dan kecenderungan isolasi sosial. Pendekatan non-farmakologis seperti art therapy dinilai bermanfaat dalam membantu pasien mengelola halusinasi secara mandiri. Tujuan: Mendekripsikan penerapan art therapy menggambar dan mewarnai dalam asuhan keperawatan pada Pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode: Studi kasus ini melibatkan tiga pasien (Tn. S, Tn. A, dan Tn. W) yang menunjukkan gejala halusinasi pendengaran. Implementasi keperawatan dilakukan selama tiga hari (16–18 Juni 2025) melalui pendekatan bertahap, yaitu teknik menghardik halusinasi, edukasi minum obat, distraksi melalui menggambar dan mewarnai, latihan bercakap-cakap, dan anjuran menjadikan menggambar sebagai rutinitas. Analisa data yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan persentase.  Hasil: Adanya penurunan signifikan pada indikator verbalisasi mendengar bisikan dan perilaku halusinasi. Skor ketiga pasien mengalami penurunan dari kategori “meningkat” pada hari pertama menjadi “menurun” pada hari ketiga, yang menunjukkan efektivitas dari intervensi art therapy. Kesimpulan: Art therapy terbukti efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa.

Page 2 of 2 | Total Record : 15