cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): September" : 7 Documents clear
STUDI IN SILICO PENGARUH SENYAWA AKTIF SAPONIN DARI TERIPANG TERUNG (Phyllophorus sp.) UNTUK MENURUNKAN PERMEABILITAS MEMBRAN BAKTERI PADA PNEUMONIA Ateng Santoso, Clara
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.62

Abstract

Metode penelitian yang dugunakan adalah studi in silico yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu dengan pengambilan dan preparasi struktur ligand-protein, Docking, analisis data potensi senyawa, bioaktifitas, ADME (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion), dan toksisitas. Variabel bebas adalah senyawa aktif saponin dari teripang terung (Phyllophorus sp.) dan Sefalosporin. Variabel terikat yaitu senyawa Alpha-enolase Streptococcus pneumoniae. Hasil yang didapatkan saponin prameter antibakterial menunjukan senyawa saponin mendapatkan nilai Pa yang lebih tinggi dari sefalosporin yaitu 0,561 yang bermakna bahwa nilai Pa saponin berpotensi sebagai antibakteri dan lebih baik dibandingkan sefalosporin. Energi ikatan saponin dengan protein alpha-enolase menunjukkan energi yang paling rendah dibandingkan dengan Nonaethlene glycol dan sefalosporin yaitu -220,56 kJ/mol, semakin rendah ikatan energi akan semakin kuat interaksi ligan. Kesimpulan yang didapatkan senyawa aktif saponin dari teripang terung (Phyllophorus sp.) dapat mempengaruhi permeabilitas membrane bakteri dengan menghambat sisi inhibitor pada alpha-enolase Streptococcus pneumoniae, dan berpotensi menjadi alternatif pengobatan pneumonia. Saponin larut dalam air dan diabsorbsi dengan baik oleh mukosa bila dikonsumsi secara oral, dan dapat didistribusikan melalui plasma darah, diekskresikan melalui ginjal dan hati. Saponin dari teripang terung tidak berpotensi karsiogenik, tidak memberikan efek alergi pada kulit dan tidak menyebabkan hepatotoksik.
Gambaran Klinis dan Histopatologi Pasien Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) Kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020-Januari 2022 Huwae, Yolanda Natalia
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.63

Abstract

Latar belakang: Menurut WHO, terdapat 160.000 kasus kanker kulit di dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, karsinoma sel skuamosa berada di peringkat kedua setelah karsinoma sel basal. Akumulasi paparan sinar UVR merupakan faktor risiko yang paling penting, diikuti dengan usia, pigmentasi, aktivitas, serta kelainan genetik, dsb. Karsinoma sel skuamosa kulit kurang mendapatkan atensi sehingga seringkali tidak dapat didiagnosa secara dini dan prognosisnya sudah buruk saat terdiagnosa karena sudah stadium lanjut. Tujuan: Mengetahui gambaran klinis dan histopatologi pasien karsinoma sel skuamosa kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2020-Januari 2022. Metode: Penelitian deskriptif menggunakan metode kuantitatif. Sampel didapat dari data sekunder berupa rekam medis elektronik (SIMRS) dengan total sampel sejumlah 20 rekam medis. Data yang diteliti antara lain lokasi lesi massa tumor, usia pasien, jenis kelamin pasien, pekerjaan pasien, gambaran klinis pasien karsinoma sel skuamosa kulit, dan gambaran histopatologi pasien karsinoma sel skuamosa kulit. Hasil: Dari total sampel sebanyak 20 sampel didapatkan distribusi lokasi karsinoma sel skuamosa terbanyak adalah di area H yakni sejumlah 15 orang (75%), distribusi usia terbanyak adalah usia 45-64 tahun yakni sejumlah 13 orang (65%), distribusi jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yakni sejumlah 11 orang (55%), distribusi pekerjaan terbanyak adalah di dalam ruangan yakni sejumlah 16 orang (80%), distribusi gambaran klinis terbanyak adalah pasien dengan papul keratotic yakni sejumlah 14 orang (70%), serta distribusi gambaran histopatologi terbanyak adalah derajat diferensiasi baik (well differentiated) yakni sejumlah 15 orang (75%) dengan diikuti distribusi pasien tanpa invasi perineural yakni sejumlah 16 orang (80%). Kesimpulan: Distribusi frekuensi tertinggi kasus Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya selama periode Januari 2020-Januari 2022 berdasarkan lokasi adalah di area H, distribusi usia pasien tertinggi adalah usia 45-64 tahun, distribusi jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki, distribusi pekerjaan tertinggi adalah di dalam ruangan, distribusi gambaran klinis tertinggi adalah papul keratotic, dan distribusi gambaran histopatologi tertinggi adalah derajat diferensiasi baik (well differentiated) tanpa invasi perineural.
KARAKTERISTIK RHINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 - JULI 2022 Putra Perdana, Chendikia Abrian Putra Perdana
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.95

Abstract

Latar belakang: Rhinosinusitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya infeksi dan peradangan pada sinus mukosa paranasal, dimana setidaknya terjadi 12 minggu. Rhinosinusitis sendiri, merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar di dunia. Selain itu, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit di Indonesia. Rhinosinusitis kronis memiliki beberapa karakteristik, diantaranya jenis kelamin yang tersering, kelompok usia terbanyak yang terkena, gejala dan hasil pemeriksaan yang paling banyak ditemukan, dan tindakan manajemen yang paling banyak diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pada pasien rhinosinusitis kronis yang ada di poli THT RSPAL dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Juli 2022 Metode: Penelitian deskriptrif ini dilakukan untuk menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan data karakteristik dilakukan dengan cara pengambilan rekam medis dan kemudian dilakukan pencatatan untuk mengetahui karakteristik pada pasien. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 pasien didapatkan pasien laki-laki sebanyak 7 orang dan pasien perempuan sebanyak 23. Untuk kelompok usia ≤ 10 tahun tidak ditemukan, kelompok usia11-20 tahun sebanyak 2 pasien, kelompok usia 21-30 tahun sebanyak 3 pasien, kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 5 pasien, kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 11 pasien, dan kelompok usia ≥ 51 tahun sebanyak 9 pasien. Untuk gejala pilek sebanyak 17 pasien, gejala sekret di tenggorokan sebanyak 12 pasien, gejala hidung tersumbat sebanyak 24 pasien, dan gejala nyeri kepala, pipi, dan dahi sebanyak 17 pasien. Untuk hasil pemeriksaan polip sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan deviasi septum sebanyak 7 pasien, hasil pemeriksaan cavum nasi sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan konka hiperemi dan udem sebanyak 23 pasien, dan hasil pemeriksaan sekret purulent sebanyak 16 pasien. Dan untuk tindakan manajemen yang diberikan, medikamentosa sebanyak 16 pasien, dan medikamentosa dan tindakan operatif sebanyak 14 pasien. Kesimpulan: dari 30 sampel pasien didapatkan jenis kelamin terbenyak adalah perempuan, kelompok usia terbanyak adalah 41-50 tahun, gejala terbanyak adalah hidung tersumbat, hasil pemeriksaan terbanyak adalah konka hiperemi dan udem, dan untuk tindakan manajemen terbanyak adalah medikamentosa dan tindakan operatif.
KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS DI RSPAL Dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 – JANUARI 2022 Harmay, Tesalonika Ananda Harmay
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.97

Abstract

Latar Belakang : Psoriasis adalah penyakit kulit yang dapat dipicu oleh 2 faktor pencetus. Lokasi lesi psoriasis beragam pada masing masing penderita seperti di kepala, tanga, kaki, generalisata serta kombinasi. Psoriasis dinilai berdasarkan berbagai macam metode salah satunya score pasi. Terapi psoriasis yaitu topikal dan sistemik yang dikombinasi. Komplikasi yang ditimbulkan pada masing – masing pasien juga beragam. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita psoriasis diRSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Januari 2022Metode: Mengamati, mencatat, menganalisa dan mendeskripsikan keseluruhan data rekam medis pasien psoriasis di RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Januari 2022 Hasil: Berdasarkan data rekam medis 203. 645 pasien terdapat 64 pasien. Angka kejadian tertinggi psoriasis terjadi pada kelompok usia 36-45 tahun sebanyak 14 kasus (21,88%), Jumlah laki-laki > perempuan dengan angka kejadian laki-laki 42 pasien (66%) sedangkan perempuan 22 pasien (34%). Lokasi lesi terjadinya plak psoriasis terbanyak adalah lokasi lesi kombinasi dari beberapa bagian dan terjadi pada 25 pasien (39,68%). Score pasiterbanyak yaitu 60 dan 80 yang dialami oleh masing – masing 3 pasien (30%). Terapi topikal terbanyak adalah desoximetasone sebanyak 37 kasus dan terapi sistemik terbanyak adalah asam folat sebanyak 41 kasus. Komplikasi terjadi pada 12 pasien (1,9%). jenis terbanyak adalah nyeri persendian sebanyak 11 kasus (91,67%).Kesimpulan: Pada distribusi frekuensi karakteristik pasien psoriasis, sampel paling banyak ditemukan pada kelompok usia 36-45 tahun, jenis kelamin laki-laki, lokasi lesi kombinasi, score pasi 60 dan 80, jenis terapi topikal desoximetason, terapi sistemik asam folat dan komplikasi berupa nyeri persendian.Kata kunci: Karakteristik, Psoriasis
Karakteristik Pasien COVID-19 di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari-Desember 2021 Priambada, Muhammad Adhika Sulthan
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.98

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh SARS-CoV 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Identifikasi kasus pertama COVID-19 ini terjadi pada Desember 2019. Laju penyebaran infeksi sangat cepat dan telah menjangkiti banyak orang. Per tanggal 15 Desember 2021, WHO melaporkan 4.259.644 kasus positif COVID-19 dan 143.969 kematian terkonfirmasi diakibatkan oleh infeksi COVID-19 di Indonesia. Banyak tenaga kesehatan juga dinyatakan positif COVID-19 di Wuhan dan berbagai negara selain China, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik pada pasien COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, manifestasi klinis dan komorbid di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari-Desember 2021. Desain dari penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dengan teknik pengambilan sampel total sampling di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Hasil penelitian menyatakan dari 165 rekam medis didapatkan pasien COVID-19 didominasi oleh rentang usia 46-65 tahun dengan jumlah 85 pasien (52%), dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 109 pasien (66%), manifestasi paling banyak dialami adalah batuk dengan jumlah 109 pasien (31%), komorbiditas paling banyak adalah hipertensi dengan jumlah 54 pasien (29%). Kesimpulannya pada distribusi frekuensi karakteristik pasien COVID-19 di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya paling banyak pada rentang usia 46-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan manifestasi klinis yang paling sering dialami adalah batuk, dengan komorbiditas terbanyak yaitu hipertensi. Kata kunci : Karakteristik, COVID-19, Coronavirus, 2019-nCoV
HUBUNGAN MALNUTRISI DENGAN TINGKAT KEJADIAN MALARIA PADA BALITA Bimantara, Riza Fajar
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.99

Abstract

Abstrak Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih banyak ditemukan pada balita yang menyebabkan kematian lebih dari 435.000 orang secara global dengan 11-30% berasal dari anak balita. Malnutrisi menjangkit jutaan anak di dunia, termasuk Indonesia yang menjadi penyebab kematian utama pada balita. Mengetahui hubungan antara malnutrisi dengan tingkat kejadian malaria pada balita serta mempelajari tentang prevalensi, faktor resiko, dan mekanisme dari malaria dan malnutrisi. Penelitian ini menggunakan 15 artikel internasional yang terakreditasi dan mempelajari hubungan antara malnutrisi dengan tingkat kejadian malaria pada balita. Berdasarkan 10 artikel jurnal yang direview diperoleh prevalensi kejadian malaria dan malnutrisi pada balita masih sangat tinggi terutama di negara-negara di benua Afrika, beberapa negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur tengah, Amerika Tengah, dan Selatan. Berdasarkan 3 artikel jurnal yang direview faktor resiko penyebab malaria dan malnutrisi meliputi dari segi usia, lingkungan, sanitasi, ekonomi, pendidikan, ketersediaan pangan, dan tinggal di pengungsian. Berdasarkan 9 artikel jurnal yang direview malnutrisi merupakan faktor resiko malaria dan 1 artikel jurnal menyatakan anak dengan malnutrisi memiliki kemungkinan lebih rendah terkena malaria. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan terdapat hubungan antara malnutrisi dengan tingkat kejadian malaria pada balita yang bersifat dua arah. Kata kunci : Malaria, malnutrisi, balita
Water Sanitation and Hygiene (WASH): Merits and Demerits in schools SARKINGOBIR, YUSUF
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.170

Abstract

This study explores the merits and demerits of Water Sanitation and Hygiene (WASH) in schools. WASH is crucial for maintaining health and preventing diseases in educational settings. The study highlights the importance of providing sufficient and safe water, basic sanitation, and hygiene facilities in schools. It also discusses the effects of poor WASH on education, including the spread of diseases, poor academic performance, and absenteeism. The study suggests improvements in WASH infrastructure, health education, and community involvement to promote healthy behaviors and environments in schools.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7