cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (1998)" : 6 Documents clear
Dana Inpres Desa Tertinggal - IDT dan Perannya Dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga Miskin di Desa Fajar Baru Lampung Selatan Budiyono Budiyono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dana IDT dan perannya dalam peningkatan pendapatan keluarga miskin di desa Fajar Baru Lampung Selatan. Titik tekan kajian pada besarnya dana IDT dan cara pengembaliannya, jenis usaha dan besarnya pendapatan, kendala atas usahanya, dan perannya dalam pemenuhan kebutuhan pokok keluarga.Metodologi penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasinya berjumlah 286 KK miskin penerima dana IDT. Karena keterbatasan peneliti dan homogenitas populasi, maka diambil sampel 10 % (29 KK). Pengumpulan data dikerjakan dengan teknik observasi dan wawancara, dan instrumennya berupa kuesioner. Data disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) sebanyak 68,96 % KK menerima dana IDT sebesar Rp. 165.000,00 dan sebanyak 31,04 % KK menerima dana IDT sebesar Rp. 250.000,00. Pengembaliannya secara bergilir dan diperuntukkan bagi keluarga miskin yang belum mendapat dana IDT; (2) jenis usaha ternak kambing sebanyak 82,76 % KK dengan basil Rp. 33.542,00/KKJtahun, sedangkan 17,24 % KK untuk usaha dagang hasilnya Rp. 236.000,00/KKJtahun; (3) kendala usaha ternak kambing yaitu anaknya sering mati dan hasilnya lama, dan pada usaha dagang berupa terbatasnya modal; (4) dana IDT di desa Fajar Baru belum dapat mengentaskan kemiskinan karena hanya dapat memenuhi kebutuhan pokok minimal antara 25,20 % - 24,81 %.
Pemetaan Potensi Sumber Daya Manusia Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang Rudi Hartono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2017

Abstract

Pembangunan di suatu wilayah tidak dapat mengabaikan potensi yang dimiliki oleh wilayah yang menjadi sasaran pembangunan. Potensi wilayah dapat berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan potensi sumber daya manusia di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kotamadya Malang. Metode pemetaan yang diterapkan metode pemetaan koroplet dengan alasan bahwa data yang dipetakan berupa data penyebaran. Pengumpulan data primer dilakqkan dengan cara wawaneara terhadap pegawai kelurahan dan dengan mencatat data monografi desa. Sedangkan data prasarana fisik dilakukan dengan cara observasi untuk cheking lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 RW yang terdapat di Kelurahan Sumbersari memiliki perbedaan yang nyata. Secara sistematis perbedaan tersebut dapat dibaca secara cepat clan mudah setelah disajikan dalam bentuk peta potensi sumberdaya manusia.
Pengembangan Desain Produk Kerajinan Anyaman Mendong untuk Peningkatan Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan Perajin di Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Tiksno Widyatmoko
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2023

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan mendong di desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang hanya terbatas pada kegiatan kerajinan anyaman untuk membuat tikar palos sebagai alas tempat duduk atau mengkafani mayat, sehingga harga jualnya relatif murah dengan konsumen yang terbatas dari masyarakat kelas bawah. Upaya mengembangkan desain dan menganekaragamkan produk kerajinan anyaman mendong dengan menggunakan variasi teknik kolase, teknik solaman, dan jahitan yang tidak pemah dilakukan sebelumnya, temayat dapat. menghasilkan produk baru berupa lembaran anyaman mendong dengan aneka corak warna dan variasi bentuk motif anyamannya berupa tatakan alas piring dan gelas meja makan (table mat), tempat tissue, dan tempat pensil dari berbagai ukuran. Produk baru yang dihasilkan memiliki pangsa pasar yang lebih luas dengan konsumen dari berbagai tingkatan masyarakat.
Peranan Perangkat Desa dalam Peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2025

Abstract

 Perangkat desa merupakan ujung tombak paling bawah dalam proses Registrasi Penduduk secara teoritis dari segi kelengkapan data registrasi mempunyai kelebihan dibanding sumber data sensus maupun survey, karena kemungkinan tercecernya pencatatan peritiwa-peristiwa kependudukan sangat kecil, disamping pelaksanaannya yang secara kontinyu dan terus-menerus. Untuk itu peningkatan SDM perangkat desa sangat diperlukan dalam rangka peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program Kejar Paket B Edy Purwanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2001

Abstract

Tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat desa di Indonesia tergoloog rendah, yaitu rata-rata setara pendidikan dasar 6 tahun. Setiap tahun anak-anak lulusan sekolah dasar 6 tahun yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang berikutnya masih cukup besar. Karena umumnya mereka tidak mampu secara ekonomi dan secara geografis jauh dari sarana belajar (sekolah), maka perlu dikembangkan program belajar yang memungkinkan warga masyarakat belajar secara bebas (bebas biaya, bebas waktu, dan bebas tempat) sangat diperlukan. Program belajar semacam itu telah digulirkan oleh Dikmas Depdikbud yang pada akhir-akhir ini telah disempurkan, yaitu program kejar paket B penyetaraan yang mengandalkan sistem pengajaran individual dengan sarana modul. Apabila sistem ini dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka walaupun dilaksanakan dalam taraf sederhana akan mampu memberdayakan masyarakat desa, paling tidak kemampuan berpikir mereka dalam menyerap informasi dan memecahkan persoalan diri dan lingkungan meningkat.
Sikap Penduduk Bertahan di Zona Bencana Alam Merapi: Perpektif Sosio-Kultural Muhadi S.K
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2028

Abstract

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang tergolong sangat aktif. Rata-rata setiap 7-12 tahun gunung Merapi meletus dan menimbulkan bencana alam yang menelan korban baik jiwa maupun harta benda penduduk yang bertempat tinggal di sekitar khususnya di Zone Bencana Alam Merapi. Meskipun mereka sering dilanda bencana tetapi mereka enggan meninggalkan tempat tinggaInya. Faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhi, antara lain hubungan kekeluargaan, sifat gotong royong warga, kecintaan daerah asal, kepercayaan terhadap penghuni gunung Merapi, dan penyuluhan program transmigrasi kurang tepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6