cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 72 Documents clear
Analisis Gerak SPM Hex-07 dan Tegangan Lokal pada Mooring Lug Gymnastiar, Farhan; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Syahroni, Nur; Rachman, Abdur
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118499

Abstract

Floating structure seperti kapal tanker yang saat ini banyak digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beban lingkungan. Perlu untuk meminimalisir gerak dari kapal tanker dengan menggunakan Single Point Mooring (SPM). SPM berguna sebagai sistem tambat untuk meredam gerak dari tanker serta dapat mentransfer minyak dan gas ke tempat pemrosesan selanjutnya. Mooring lug pada Turntable Bearing Unit SPM akan mengikuti arah gerak tanker. Analisis respon yang dilakukan menghasilkan arah heading terbesar untuk tanker dari gerakan roll arah 90˚ pada kondisi ballast dengan nilai 3.592 deg/m. Sedangkan untuk SPM dengan respon terbesar dari gerakan pitch arah 0˚ dengan nilai 3.323 deg/m. Analisis tension juga dilakukan dan memperoleh tension terbesar pada Hawser PS dengan nilai 771.199 kN dengan semua tension yang dihasilkan dibawah safety factor dari ABS Guide for Position Mooring Systems. Analisis tegangan lokal pada mooring lug akibat tension menghasilkan nilai maksimum sebesar 226.46 MPa pada variasi ke-3, semua tegangan tergolong aman karena dibawah tegangan izin sebesar 253.65 mengacu pada ABS Rules for Building Classing Single Point Moorings.
Analisis Tegangan pada Variasi Shackle Saat Proses Upending Struktur Jacket Empat Kaki Pada Tahap Instalasi Tribuana, Intan Permata; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.118900

Abstract

Struktur Jacket adalah rangka ruang tubular yang dilas yang terdiri dari kaki vertikal atau kaki dengan kemiringan yang didukung oleh sistem bracing lateral. Pada proses perancangan jacket terdapat tiga tahap besar, yaitu tahap fabrikasi, tahap loadout, dan tahap instalasi atau pemasangan. Metode instalasi lepas pantai yang biasa digunakan adalah lifting. Terdapat dua metode lifting, yaitu vertikal dan horizontal. Lifting horizontal akan dilanjutkan dengan proses upending. Upending merupakan suatu proses memutar struktur dari posisi horizontal menjadi posisi vertikal. Upending menjadi salah satu proses pada instalasi yang paling kritis. Proses instalasi khususnya proses upending juga memperhatikan perlengkapan penting yang digunakan yaitu shackle. Analisis pada penelitian ini diawali dengan proses pemodelan crane barge dan pemodelan jacket dengan menggunakan data yang ada. Analisis kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan response amplitude operator atau RAO dari crane barge. Output dari analisis ini akan digunakan menjadi input pada proses pemodelan upending untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Struktur jacket dimodelkan ulang dengan menggunakan tools line dengan ukuran dan spesifikasi sesuai data. Hasil dari analisis upending yaitu didapatkan output berupa maksimum tegangan sling sebesar 478,139 kN. Tegangan sling maksimum ini akan digunakan sebagai input beban pada analisis shackle. Analisis tegangan pada shackle diawali dengan pemodelan terhadap kedua jenis shackle, yaitu Dee dan Bow Shackle. Hasil yang didapatkan dari analisis adalah hasil tegangan von mises sebesar 331,00 MPa untuk Bow Shackle dan 330,93 MPa untuk Dee Shackle.
Analisis Komputasional Aplikasi Penggunaan Phase Change Material (PCM) pada Insulasi Dinding Eco-Reefer Container 20 Feet Zain, Rifqi Azni; Fitri, Sutopo Purwono; Wardhana, Ede Mehta
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.119524

Abstract

Sebesar 1,3 miliar ton makanan menghilang setiap tahun, termasuk kerugian dalam transportasi. Pengangkutan produk yang peka terhadap suhu membutuhkan pasokan energi yang hampir konstan untuk mendinginkan, membekukan, atau mengkondisikan barang untuk mencegah kerugian produk selama pengangkutan. Faktor lingkungan yang bervariasi selama perjalanan kargo, seperti kondisi lingkungan, terjadinya benturan, dan sebagainya dapat menyebabkan kegagalan unit pendingin reefer container. Saat mengalami kegagalan, suhu udara yang disuplai oleh kipas sirkulasi mungkin lebih rendah dari nilai yang ditetapkan. Pada kasus tersebut, suhu kargo dapat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penambahan bahan Phase Change Material (PCM) sebagai bahan insulasi pada reefer container. PCM dapat menjaga dan mempertahankan suhu agar tidak terjadi kenaikan suhu yang signifikan. Pada hasil simulasi dengan Finite Element Method (FEM), reefer container konvensional memiliki suhu dinding rata-rata -1.03 °C. Dengan bantuan PCM, suhu dinding mengalami penurunan dengan rata-rata -16.48 °C. Pada simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), reefer container kosong dalam keadaan kosong tanpa muatan mencapai suhu terendah sebesar -29.89 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.8 °C. Sedangkan, dengan bantuan PCM suhu terendah dapat mencapai -29.92 °C dan rata-rata suhu sebesar -29.84 °C. Dalam keadaan ruang muat yang berisi muatan, reefer container konvensional mencapai suhu terendah sebesar -29.19 °C dengan rata-rata suhu -28.73 °C. Dengan bantuan PCM, suhu reefer container pada keadaan berisi muatan dapat mencapai suhu terendah sebesar -29.43 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.21 °C.
Studi Komputasional Sistem Refrigerasi Cascade R290/R404A pada Reefer Container ½ Ton Hadidaffa, Verrill Rafi; Fitri, Sutopo Purwono; Wardhana, Ede Mehta
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121224

Abstract

Reefer Container konvensional pada umumnya menggunakan siklus kompresi uap satu tingkat dimana suhu yang dihasilkan sekitar -20˚C. Maka dari itu untuk peningkatan suhu yang lebih baik dan efisiensi sistem sendiri dalam penelitian ini dilakukan yaitu pengubahan sistem refrigerasi dari satu tingkat atau single-stage menjadi cascade dimana pada sistem tersebut merupakan penggabungan sistem kompresi uap satu tingkat menjadi dua dengan dua jenis refrigeran, dua kompressor dan ditambahkan Heat Exchanger dimana pada HE (Heat Exchanger) terdapat kondensor LS (Low Stage) dan evaporator HS (High Stage). Sistem cascade sendiri dapat mencapai suhu yang lebih rendah dibandingkan konvensional atau single-stage. Pada sistem refrigerasi cascade juga memiliki efisiensi sistem pendinginan yang lebih baik COP (Coefficient of Perfomance) akan tetapi konsumsi energi yang dihasilkan lebih tinggi dikarenakan pengaruh daya kompresor yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem refrigerasi konvensional atau single-stage. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan parameter desain yang lebih optimal dan baik. Untuk sistem refrigerasi konvensional menggunakan refrigeran R404A dan sistem refrigerasi cascade menggunakan refrigeran R290 untuk HS (High State) dan R404A untuk LS (Low State) dengan parameter pada evaporator -20˚C dan temperatur kondensor 35˚C kemudian pada Heat Exchanger Low Stage -5˚C dan pada High Stage -10˚C, serta menganalisa konsumsi energi dan biaya tarif nilai ekonomi tiap sistem refrigerasi per hari dan per bulan. Untuk parameter yang telah ditetapkan sebelumnya akan disimulasikan dengan software Pack Calculation Pro dan didapatkan nilai COP (Coefficient of Perfomance) untuk sistem refrigerasi konvensional R404A sebesar 1,71 dan untuk sistem cascade R290/R404A sebesar 2,03. Sedangkan untuk konsumsi energi total pada konvensional R404A sekitar 8176,3 kWh dan untuk cascade R290/R404A sebesar 19235,2 kWh. Kemudian untuk tarif biaya listrik sistem cascade lebih mahal dengan total tarif sebesar Rp 21,442,246.8 per tahunnya dibandingkan konvensional sebesar Rp 9.114.448,66 dengan perbedaan tarif sekitar Rp 12,327,798.19.
Analisa CFD Kinerja Eco Reefer Container 20 Feet dengan Aplikasi Dinding Panel Komposit Berbahan Serat Kapas Taufikhairul, Fauzan; Fitri, Sutopo Purwono; Baheramsyah, Alam
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121245

Abstract

Dalam pengoperasian Reefer Container kebutuhan daya yang besar didorong dengan peningkatan penggunaan Reefer Container kedepannya dan juga permasalahan penurunan kualitas komoditas akibat perubahan suhu membuat sektor industry dan peniliti mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan desain dari dinding insulasi Reefer Container tersebut. Dinding insulasi berfungsi untuk menjaga suhu di dalam Reefer Container agar muatan tidak terpengaruh dari suhu luar. Salah satu material yang bisa digunakan sebagai bahan insulasi adalah serat kapas, karena serat kapas memiliki nilai konduktivitas termal yang rendah. Pada penilitian ini akan dilakukan analisa penggunaan serat kapas sebagai dinding komposi pada Reefer Container 20 Feet menggunakan bantuin komputasi dengan simulasi FEM untuk menganlisa distribusi suhu pada dindingnya dan CFD untuk menganlisa suhu didalam ruangnya. Simulasi FEM dilakukan sebanyak 4 variasi material dan komposisi dinding insulasi yaitu 100% Polyurethane dengan rata rata suhunya bernilai -0,876°C, 25% Serat Kapas : 75% Polyurethane dengan rata rata suhunya bernilai -4,354°C, 50% Serat Kapas : 50% Polyurethane dengan rata rata suhunya bernilai -4,8576°C, 75% Serat Kapas : 25% Polyurethane dengan rata rata suhunya bernilai -3,5278°C. Simulasi CFD untuk menganalisa distribusi suhu didalam ruang Reefer Container 20 Feet dilakukan dengan 2 variasi dinding dengan 2 kondisi yaitu, 100% Polyurethane tanpa muatan dengan rata rata suhunya bernilai -29,798°C dan suhu minimumnya bernilai -29,886°C, 50% Serat Kapas : 50% Polyurethane -29,804°C dan suhu minimumnya bernilai -29,902°C, 100% Polyurethane dengan muatan rata rata suhunya bernilai -28,731°C dan suhu minnimumnya bernilai -29,19°C, 50% Serat Kapas : 50% Polyurethane tanpa muatan dengan rata rata suhunya bernilai -29,034°C dan suhu minimumnya bernilai -29,351°C.
Desain Kapal Transportasi Wisata Antar Pulau dengan Bahan Bakar Hibrida di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau Suryanto, Ryan Dilla Maynasha; Kurniawati, Hesty Anita; Putra, Erzad Iskandar
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.115989

Abstract

Kepulauan Anambas merupakan salah satu kepulauan eksotis yang sempat mendapat pengakuan dari CNN pada tahun 2012 sebagai pulau tropis terindah se-Asia. Namun, permasalahan yang ada adalah transportasi menuju pulau-pulau produktif masih menggunakan perahu motor sederhana sekali jalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan transportasi yang mempermudah pendatang untuk berwisata tak lupa juga memperhatikan kelestarian lingkungan di Kepulauan Anambas, seperti mengurangi pemakaian mesin yang menghasilkan emisi dan beralih pada teknologi alternatif ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penggunaan kapal konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil dan digantikan dengan bahan bakar hibrida yang mengkombinasikan diesel oil dengan Hydrogen Fuel Cell yang langsung diproduksi on-board dari air laut serta menciptakan transportasi wisata antar pulau yang sekaligus menjadi sarana berwisata bagi wisatawan. Desain kapal yang dihasilkan memenuhi analisis teknis yang meliputi stabilitas, trim, dan freeboard. Kapal didesain memiliki 44 orang penumpang, 6 orang crew, dengan ukuran utama Panjang (Lpp): 23 m; Lebar (B): 6 m; Tinggi (H): 3 m; Sarat (T): 1.7 m; Kecepatan (Vs): 8 knot dengan rute pulau Tarempa dan pulau Palmatak. Tiket yang ditawarkan dengan dua jenis yaitu, high season seharga Rp325.000 dan low season seharga Rp250.000 dengan lama perjalanan selama 1.5 jam. Didapatkan hasil perhitungan kelayakan investasi dengan nilai net present value (NPV) yaitu Rp3.966.030.264 nilai internal rate return (IRR) yaitu 19%, dan payback period selama 4 tahun 3 bulan 8
Kajian Instalasi Pengolahan Air Demineralisasi dari Nalco Water An Ecolab Company Putri, Dita Dwi Setya; Purnomo, Alfan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.120029

Abstract

Air merupakan hal utama untuk memenuhi kebu-tuhan sehari-hari, baik domestik maupun industri. Industri akan selalu membutuhkan kualitas air dengan standar yang tinggi untuk kebutuhan prosesnya, biasanya air digunakan adalah air demineralisasi. Air demineralisasi atau bisa disebut sebagai air murni merupakan air tanpa mineral yang diproses dengan cara mengurangi atau menghilangkan ion-ion mineral yang terkandung dalam air. Demineralisasi air dapat dilaku-kan dengan beberapa teknologi, antara lain pertukaran ion (ion exchange) dan membran reverse osmosis (RO). Teknologi ion exchange maupun RO memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk menghilangkan kontaminan berupa partikel ion yang ada dalam air, namun kedua teknologi tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kajian dilakukan dengan mengetahui efisiensi removal kualitas air dengan parameter pH, kesadahan, alkalinitas, silika (SiO2), Fe (besi) dan konduktivitas pada setiap unit instalasi. Selain itu, akan dilakukan analisis operasional dan maintenance, biaya penggunaan bahan kimia, serta beban pencemar lingkungan yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air dengan teknologi ion exchange dan teknologi membran. Hasil yang didapatkan berdasarkan efisiensi removal dari kedua instalasi adalah nilai konduktivitas masih di atas 10 µs/cm, namun instalasi dengan teknologi membran lebih baik dalam merevomal parameter. Instalasi dengan teknologi membran membutuhkan waktu lebih lama untuk satu kali cleaning in place (CIP) dibandingkan teknologi ion exchange yang membutuhkan waktu lebih singkat untuk satu kali regenerasi resin. Sedangkan, instalasi dengan teknologi ion exchange membutuhkan lebih banyak bahan kimia dan air untuk maintenance, sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Berdasarkan dari beban pence-mar yang dihasilkan, teknologi dengan ion exchange mengha-silkan lebih banyak beban pencemar dibandingkan dengan teknologi membran.
Perbandingan Kemampuan Poly Aluminum Chloride (PAC) dan Biokoagulan dari Tepung Jagung pada Instalasi Pengolahan Air Bersih di PT. Semen Indonesia Octavianka, Herlinda; Purnomo, Alfan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.119867

Abstract

Air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup sebagai sumber kehidupan utama. Sehingga perlu dilakukan pengamanan kualitas air bersih yang layak dan aman digunakan, serta memenuhi standar yang berlaku. PT. Semen Indonesia telah melaksanakan kegiatan pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air untuk operasional pabrik dan perkantoran. Pada PT. Semen Indonesia, pengelolaan air yang efektif dan efisien menjadi salah satu pilar sebagai upaya perlindungan terhadap lingkungan. Hal tersebut menjadi strategi, target, dan inisiatif dari perusahaan untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Proses koagulasi dan flokulasi merupakan proses penting sebagai kunci dalam pengolahan air. Poly Aluminum Chloride (PAC) telah banyak digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan air. Sisi lain, tepung jagung telah teruji mampu digunakan sebagai koagulan karena merupakan senyawa polimer polieletrolit bersifat negatif, dengan gugus karboksil, hidroksil, dan amida, yang berperan sebagai koagulan. Biokoagulan dari tepung jagung diperoleh dari ekstraksi tepung jagung dengan NaCl 1 M. Efektifitas dan efisiensi dari koagulan diuji dengan menggunakan metode jar test. Aspek yang diuji yakni pH, kekeruhan, dan warna, dengan variabel berupa jenis koagulan dan dosis koagulan. Penelitian ini membandingkan kemampuan PAC dan biokoagulan tepung jagung sebagai koagulan pada proses pengolahan air di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung jagung mampu bersifat sebagai bahan koagulan. Namun, biokoagulan tersebut tidak lebih efektif ataupun efisien jika dibandingkan dengan PAC.
Perhitungan Waktu dan Anggaran Biaya Pelaksanaan Pada Proyek Gedung Perpustakaan Digital UINSA, Jalan Ahmad Yani no.117, Jemur Wonosari, Kota Surabaya Radityo, Fahreza Rahman; Zuhdy, Akhmad Yusuf
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.109808

Abstract

Proyek Pembangunan digital UINSA Surabaya terletak di jalan Ahmad Yani no.117, Jemur Wonosari, kota Surabaya merupakan salah satu pengembangan fasilitas Universitas Islma Sunan Ampel dengan bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Perpustakaan Digital UINSA memiliki luasan total 43.290 m2. Proyek pembangunan Gedung ini dikerjakan oleh Papan Inti Management yang dimana bangunan ii memiliki 1 lantai basement, 2 lantai untuk lobby dan administrasi, 3 lantai untuk arsip, 2 lantai untuk kegiatan perkuliahan, 2 lantai untuk auditorium,1 lantai atap, dan 1 lantai top atap. Dalam melakukan perhitungan rencana anggaran pelaksanaan ini dilakukan beberapa tahap antara lain yaitu perhitungan volume, penentuan metode pekerjaan, perhitungan durasi pekerjaan, perhitungan biaya pekerjaan dan perhitungan durasi pekerjaan. Setelah data terakumulasi maka perlu diadakan cek antara lain cek volume dengan Bill of Quantity proyek, cek durasi pekerjaan menggunakan network planning, penjadwalan proyek menggunakan kurva S. Hasil total nilai pekerjaan harus dicek dengan Rencana Anggaran Biaya asli proyek dan nilai harga Bangunan Gedung tidak sederhana negara Surabaya per m². Berdasarkan Hasil Analisa didapatkan durasi pekerjaan 365 hari dengan anggaran biaya sebesar Rp 23.908.196.427.
Analisis Integritas Struktur Jacket Wellhead Platform Tiga Kaki Akibat Pengaruh Scouring Nurahmad, Nauval; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.115986

Abstract

Indonesia memiliki bermacam-macam bangunan lepas pantai yang beroperasi, salah satunya adalah jacket plat-form. Dalam merancang jacket platform, perlu memerhati-kan beberapa aspek seperti beban-beban yang terkena struktur tersebut maupun faktor alam seperti scouring. Scouring dapat mengakibatkan integritas struktur berkurang karena hilangnya vertical dan lateral support pada tanah. Selain itu, scouring me-nyebabkan penurunan safety factor pada pile. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis integritas dan prediksi kedalaman scouring agar struktur dapat beroperasi sesuai codes. Penelitian ini menjelaskan mengenai analisis integritas struktur dengan metode analisis inplace untuk mengetahui pengaruh scouring terhadap kekuatan member, sambungan, maupun fondasi dan mengetahui maksimum kedalaman scouring yang diizinkan oleh codes. Hasil analisis didapat bahwa maksimum kedalaman scouring yang diizinkan oleh API RP 2A WSD pada struktur ini adalah kedalaman 5 m dengan pile compression safety factor bernilai 1.5 pada pile PB2 dan PA3 yang sudah mencapai batas safety factor yang diizinkan, yaitu 1.5. Member kritis terjadi pada member 303L-122X dengan Unity Check (UC) sebesar 0.95 dan sambungan kritis terjadi pada joint 702L dengan UC sebesar 0,546 pada kedalaman scouring 5 m.