cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Kamal Di Madura Evi Akbarwati; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.026 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4324

Abstract

Pelabuhan Kamal awalnya merupakan pintu gerbang utama keluar masuk Pulau Madura, yang memberi pengaruh terhadap peningkatan kemajuan kawasan Pelabuhan Kamal. Keberadaan Jembatan Suramadu menyebabkan penurunan vitalitas kawasan Pelabuhan Kamal yang ditinjau dari aspek fisik dan aktivitas. Tujuan studi ini untuk merumuskan arahan revitalisasi kawasan Pelabuhan Kamal yang ditempuh melalui dua tahapan penelitian yaitu: Analisa faktor penyebab penurunan vitalitas kawasan pelabuhan dengan Teknik Content Analysis; dan Perumusan arahan dengan teknik analisis Deskriptif dan Expert Judgement. Dari Hasil analisa faktor diketahui bahwa penurunan vitalitas kawasan disebabkan oleh faktor fisik, aktivitas, dan institusional, dengan faktor penyebab utama adalah penurunan aktivitas penyeberangan. Arahan revitalisasi bagi kawasan Pelabuhan Kamal adalah dengan mengembangkan  fungsi baru yaitu wisata bahari melalui pengembangan fisik kawasan dan institusional
Penentuan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketertinggalan Kawasan Kabupaten Pamekasan Riezky Ayudia Trinanda; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.166 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui faktor-faktor penyebab ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Dalam Penelitian ini, menggunakan alat analisis yaitu analisis Delphi yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan berdasarkan opini/pendapat para pakar/ stakeholders dengan menggunakan variabel yang diperoleh dari hasil tinjauan pustaka tinjauan teori. Penerapan teknik Delphi ini sesuai dengan tujuan dari proses identifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Responden yang digunakan dalam identifikasi faktor ini merupakan responden dari hasil analisa stakeholder berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Terhadap pengembangan kawasan tertinggal di Kabupaten Pamekasan.. Berdasarkan hasil analisis, diproleh faktor-faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Memilih Lokasi Hunian Peri Urban Surabaya di sidoarjo Media Ayesha Serlin; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.592 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4328

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak Urban Sprawl dari pertumbuhan Kota Surabaya. Kebutuhan lahan permukiman yang semakin terbatas dan mahalnya lahan permukiman di daerah Kota Surabaya terutama yang berada di pusat kota membuat masyakarat lebih memilih bermukim di daerah pinggiran kota Surabaya yaitu Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian Peri Urban Surabaya di Sidoarjo. Pada jenis penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan jenis deskriptif.  Dari hasil didapat 9 faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian antara lain: Aksesibilitas (Kemudahan menuju pertokoan)  Ketersediaan air bersih, Ketersediaan Fasilitas Pertokoan, Ketersediaan Fasilitas Peribadatan (mushola), Keindahan (Kebersihan), Aksesibilitas (Kemudahan menuju angkutan umum ), Aksesibilitas (Kemudahan menuju sekolah), Ketersediaan jaringan listrik,  Harga Lahan/Rumah. Dengan demikian, Aksesibilitas menjadi faktor primer dalam pemilihan lokasi hunian peri urban Surabaya di Sidoarjo
Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian dengan Konsep Agribisnis di Kabupaten Pamekasan Ratiza Rizkian Azwartika; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.294 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4332

Abstract

Sektor unggulan di Kabupaten Pamekasan adalah sektor pertanian, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Agar dapat lebih meningkatkan perekonomian setempat, maka perlu diketahui komoditas unggulannya untuk menentukan kegiatan agribisnis pascapanen dan pengolahan yang tepat. Untuk mengetahui komoditas unggulannya, digunakan analisa Location Quotient dan Shift Share Analysis, serta dikuatkan dengan data komoditi unggulan di Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pamekasan dan hasil wawancara. Hasil penelitian diperoleh dua komoditas unggulan pertanian yang potensial untuk dikembangkan yaitu komoditas sapi dan jagung. Kedua komoditas tersebut merupakan komoditas yang berpotensi dan memiliki daya saing sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan agribisnis pascapanen komoditas sapi dan jagung dibutuhkan terutama dalam penyediaan bahan baku berkualitas untuk kegiatan pengolahan selanjutnya. Kegiatan pengolahan komoditas pertanian dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Hasil dari kegiatan pengolahan berupa produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian
Faktor Pengembangan Kawasan Wisata Bahari di Kabupaten Jember Cinditya Estuning Pitrayu Nastiti; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.218 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4333

Abstract

Di setiap wilayah yang sedang berkembang pasti memiliki suatu permasalahan yang dapat menghambat proses perkembangan itu sendiri. Kabupaten Jember yang saat ini memiliki banyak potensi wisata dari keindahan alamnya, namun belum dikembangkan secara maksimal, khususnya pada kawasan wisata bahari yang masih belum terkemas. Hal ini menunjukkan bahwa pengemasan DTW satu dengan yang lainnya tidak dilakukan secara merata. Oleh sebab itu perlu ditemukannya faktor pengembangan untuk kawasan wisata bahari di Kabupaten Jember agar perkembangannya dapat dilakukan secara merata. Dalam penentuan faktor pengembangan akan digunakan teknik analisa Delphi dengan melibatkan para stakeholder sebagai responden. Teknik analisa ini dilakukan dengan dua tahap karena pada tahap pertama ditemukan satu faktor yang perlu di iterasi sehingga perlu dilakukan anlaisa Delphi tahap dua. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sepuluh faktor pengembangan yaitu daya tarik wisata, prasarana dan sarana, partisipasi masyarakat, kelembagaan, kualitas lingkungan, kesempatan investasi, perlindungan sumberdaya, kebijakan dan pemasaran. Diharapkan dengan ditemukannya faktor pengembangan ini pengembangan wisata bahari di Kabupaten Jember dapat dilakukan secara merata.
Penentuan Prioritas Pengembangan KAPET DAS KAKAB Di Kabupaten Barito Selatan Andrea Yuandiney; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.205 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4334

Abstract

Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) merupakan alat pegembangan wilayah yang dibuat pemerintah pusat untuk menghilangkan disparitas antara Kawasan Timur Indonesia dengan Kawasan Barat Indonesia. Kabupetan Barito Selatan merupakan satu dari empat kabupaten yang termasuk dalam KAPET  Daerah Aliran Sungai Kapuas Kahayan Barito yang terdapat di Provinsi Kalimantan tengah (KAPET DAS KAKAB). KAPET DAS KAKAB sebagai alat pengembangan wilayah masih belum mampu menjalankan fungsinya. Oleh karena itu perlu penelitian untuk menentukan prioritas pengembangan KAPET DAS KAKAB berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerjanya. Tujuan penelitian adalah menentukan prioritas pengembangan KAPET DAS KAKAB di tiap kecamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode service quality dan metode Importance Performance Analysis. Metode service quality digunakan untuk menentukan kinerja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB. sedangkan metode Importance Performance Analysis untuk menentukan faktor-faktor prioritas dalam pengembangan KAPET DAS KAKAB.Variabel-variabel pengembangan KAPET DAS KAKAB dibagi menjadi 4 prioritas pada tiap kecamatan. Prioritas 1 merupakan kelompok variabel yang mempengaruhi pengembangan KAPET DAS KAKAB namun pengembangannya belum sesuai dengan harapan, Prioritas 2 adalah kelompok yang dianggap penting dan pengembangannya sudah baik, prioritas 3 adalah kelompok yang kurang penting pengaruhnya dan masih kurang berkembang, prioritas 4 adalah kelompok yang kurang penting pengaruhnya dan pengembangan berlebih
Identifikasi Variabel Berpengaruh Pada Peningkatan Keunggulan Kompetitif Industri Alas Kaki di Kabupaten Mojokerto Andini Okky Nivitasari; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.389 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4336

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan wilayah yang memiliki potensi dalam sektor industry, terutama dalam sektor industri kecil menengah seperti industri alas kaki.  Potensi produk unggulan alas kaki di Kabupaten Mojokerto berpeluang untuk mengembangkan perekonomian lokal masyarakat setempat. Namun kondisi ini belum dimaksimalkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki di Kabupaten Mojokerto, dengan fokus wilayah penelitian pada Kecamatan Sooko, Kecamatan Puri dan Kecamatan Mojoanyar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan keunggulan kompetitif industri alas kaki  dengan menggunakan analisa diskriptif dari hasil nilai mean pada masing-masing variabel pada indikator penelitian kemampuan produksi, kondisi permintaan pasar, ketersediaan industri pendukung, kemampuan strategi struktur dan persaingan antar industri. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda, akan tetapi terdapat satu variabel yang dianggap berpengaruh yaitu permintaan pasar lokal, dan terdapat satu variabel yang dianggap kurang berpengaruh yaitu permintaan pasar ekspor
Identifikasi Potensi Komoditas Unggulan Pada Koridor Jalan Lintas Selatan Jatim di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek Dwi Puspita Yulianto; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.382 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4338

Abstract

Permasalahan disparitas antarwilayah di Pulau Jawa menunjukkan bahwa ssecara fisik kawasan utara lebih berkembang dibanding dengan kawasan selatan yang terbukti dengan persentase perbandingan nilai PDRB per kapita. Dalam mengatasi disparitas tersebut, maka disusun Penataan Ruang Wilayah untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pansela Jawa yang mengandung strategi pengembangan ekonomi/SDA dan SDM serta pengembangan prasarana dan pengelolaan pembangunan. Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang termasuk dalam WP Kediri dan sekitarnya memiliki keeratan hubungan geografis yang diperkuat dengan adanya rencana Jalan Lintas Selatan Jawa. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pemetaan komoditas unggulan dari kecamatan-kecamatan yang dilalui Jalan Lintas Selatan (JLS) Jatim di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek dengan 1 tahapan analisi yaitu mencari komoditas basis dari masing-masing subsektor yang memiliki daya saing tinggi dengan tingkat pertumbuhan yang baik serta tergolong komoditas progresif/maju pada tiap kecamatan. Dalam melakukan analisis ini, hasil dapat dicapai dengan menggunakan perhitungan LQ (Location Quotient) dan SSA (Shift Share Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan dominasi komoditas unggulan dari kedua kabupaten yang terdapat pada tujuh kecamatan yang dilalui oleh JLS Jatim tidak mencakup semua komoditas, yaitu padi sawah, padi gogo, jagung, kacang tanah, kedelai, jambu mente, kelapa, kapuk randu, cengkeh, sengon, acasia, perikanan tangkap, sapi potong, kambing, pasir besi dan marmer.
Identifikasi Kawasan Rentan Terhadap Abrasi di Pesisir Kabupaten Tuban Veranita Hadyanti Utami; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.749 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4340

Abstract

Pada tahun 1993 hingga 2009,  3,6 juta m2 wilayah pesisir Kabupaten Tuban hilang akibat abrasi. Adanya abrasi tersebut menjadi faktor yang menghambat pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi di pesisir Kabupaten Tuban. Kawasan pesisir Kabupaten Tuban dalam berbagai rencana tata ruang direncanakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kawasan rentan terhadap abrasi di pesisir Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode AHP untuk menentukan bobot faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan akan abrasi dan analisa Weighted Overlay untuk menentukan zona kerentanan kawasan. Dari hasil analisa, didapat hasil bahwa terdapat dua zona kerentanan, yaitu zona kerentanan rendah dan kerentanan sedang. Zona kerentanan rendah berada pada Desa Karangagung, Glodok, Leren Kulon, Kradenan, Gesikharjo, Tasikmadu, Panyuran, Beji, Kaliuntu, Wadung, Mentoso, Remen, Tambakboyo, Pabean, Gadon, Bancar, dan Sukolilo. Sedangkan zona kerentanan sedang berada pada Desa Palang, Sugihwaras, Jenu, Tasikharjo, dan Socorejo. Faktor kerentanan yang paling mempengaruhi kerentanan di pesisir Kabupaten Tuban adalah faktor fisik
Penentuan Kawasan Agroindustri Berdasarkan Komoditas Unggulan di Kabupaten Bondowoso Raden Mohammad Eddo Sapratama; Ketut Dewi Martha Erli H
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.634 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4341

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bondowoso merupakan sektor utama dan merupakan penyumbang PDRB terbesar. Selain itu, adanya arahan dari RTRW Jawa Timur tahun 2011 tentang kebijakan arahan SWP Jember (Cluster Jember-Bondowoso-Situbondo) sebagai kegiatan kawasan industri pertanian di Jawa Timur. Sehingga pertanian merupakan potensi utama dalam peningkatan perekonomian. Namun potensi ini belum mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap pengembangan Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian adalah menentukan kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso yang dilakukan dengan tiga tahapan analisis, yaitu menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan alat analisis Static Location Quotion (SLQ), Dinamic Location Quotion (DLQ) dan Shift Share Analysis (SSA), kedua menentukan tingkat pengaruh (bobot) faktor-faktor yang menentukan dalam penentuan kawasan agroindustri dengan menggunakan analisa AHP, ketiga menentukan alternatif kawasan agroindustri yang berbasis komoditas unggulan dengan menggunakan alat analisa teknik overlay. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh dua jenis komoditas unggulan, yaitu komoditas padi dan komoditas jagung. Kemudian untuk tingkat pengaruh (bobot) faktor penentu kawasan agroindustri yaitu faktor bahan baku yang memiliki pengaruh paling besar. Sedangkan faktor kelembagaan merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang paling kecil. Adapun kecamatan yang terpilih sebagai alternatif utama kawasan agroindustri di Kabupaten Bondowoso adalah Kecamatan Tlogosari dan Bondowoso untuk komoditas padi, dan Kecamatan Wringin untuk komoditas jagung. Dengan adanya penentuan kawasan Agroindustri di Kabupaten Bondowoso ini, diharapkan adanya pengelolaan komoditas unggulanyang optimal bagi peningkatan nilai tambah.