cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 218 Documents clear
Penggunaan Cable untuk Modifikasi Atap Stadion Utama Palaran Samarinda Lina Febrianty; Endah Wahyuni; Bambang Piscesa
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2277.202 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4176

Abstract

“Pendapatan terbesar stadion didapat dari penjualan tiket tanpa tambahan fasilitas lain”. Untuk itu diperlukan sistem struktur yang dapat meningkatkan kapasitas penonton namun tidak mengurangi nilai estetis stadion tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem kabel. Sistem kabel merupakan sebuah sistem struktur yang terdiri dari dek orthotropic dan girder menerus yang diikat oleh incline cable dan didistribusikan ke menara yang terletak pada pilar utama. Pada tugas akhir ini dilakukan modifikasi atap Stadion Utama Palaran Samarinda, yang semula menggunakan struktur atap rangka batang konvensional menjadi struktur atap dengan menggunakan sistem kabel. Perencanaan stadion ini dibantu dengan menggunakan program komputer SAP2000 14.00 untuk menganalisa struktur utama maupun struktur sekunder. Struktur utama yang terdiri dari steel box, rangka atap melintang dan cable. Struktur sekunder terdiri dari rangka memanjang dan ikatan angin. Hasil dari perencanaan ini adalah didapatkan dimensi struktur rangka atap, steel box, kabel, serta tumpuan pada box dan kolom dengan menggunakan acuan peraturan SNI 2847-2002, PPIUG 1989 , dan SNI 03-1729-2002.
Optimasi Kualitas Akustik Room to Room Berdasarkan Nilai Transmission Loss Fitri Rachmawati; Andi Rahmadiansah; Wiratno Argo Asmoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.421 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4255

Abstract

Kamar tidur merupakan salah satu fasilitas utama yang disediakan pada sebuah hotel. Fasilitas ini membutuhkan kenyamanan dan ruangan yang bersifat privasi dimana privasi berkaitan dengan aspek suara yaitu bising (noise). Tingkat kebisingan pada kamar harus diatur dengan adanya insulasi suara agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat beristirahat. Nilai insulasi ini dapat digambarkan dengan transmission loss dimana nilai ini dapat diubah menjadi suatu nilai tunggal yang disebut dengan weighted sound reduction index (Rw, DnTw) yang mempunyai penambahan faktor koreksi suara frekuensi rendah (C, Ctr). Pada penelitian ini dilakukan insulasi suara pada kamar tidur hotel di Bandara Juanda dengan meninjau aspek dinding partisi untuk menahan kebisingan antar ruangan kamar tidur. Hotel pada penelitian ini merupakan hotel low budget dengan kamar yang minimalis dan ditujukan untuk awak pesawat atau penumpang pesawat yang sedang transit. Walaupun minimalis, tetap diperlukan insulasi suara pada kamar yang baik sehingga dilakukan optimasi dinding partisi dengan ketentuan nilai DnTw+Ctr > 51 dB. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan di 5 titik dengan menggunakan SLM RION dan SOLO pada saat malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa dinding partisi existing belum memenuhi standar dengan nilai DnTw+Ctr sebesar 35,8 dB sehingga dilakukan perancangan ulang dinding partisi. Perancangan ini menggunakan material gypsum board dan cement board dengan variasi ketebalan material serta cavity yang berbeda. Hasil perancangan yang terbaik yaitu dinding dari material cement board 12,5 mm dengan spesifikasi double panels pada masing-masing sisi dan lebar cavity 70 mm dimana menghasilkan nilai DnTw+Ctr sebesar 52,9 dB. Dengan hasil tersebut, maka dinding partisi sudah memenuhi standar dan mempunyai kualitas insulasi suara yang baik.
Analisa Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Penyerapan Emisi CO2 dan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Kota Probolinggo Agus Setiawan; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.036 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4257

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengurangi dampak terjadinya pemanasan global karena kemampuannya dalam menyerap emisi karbon dioksida (CO2). Hingga saat ini, prosentase penyediaan RTH publik di Kota Probolinggo masih sebesar 13,21% sehingga butuh adanya penambahan luas RTH. Hasil analisa menunjukkan bahwa RTH eksisting di Kota Probolinggo ditinjau dari segi penyerapan emisi CO2 masih kurang cukup dengan prosentase hanya sebesar 19,17%. Sedangkan berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen sudah dirasa cukup meskipun prosentasenya hanya 1,77%. Kebutuhan luas RTH di Kota Probolinggo berdasarkan penyerapan emisi CO2 diperkirakan akan terpenuhi pada tahun 2020 dan berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen setiap tahunnya justru terus mengalami kekurangan luas RTH.
Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Ditinjau dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat Manuel Deddy Oke Marpaung; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4286

Abstract

Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat Sukolilo Surabaya. Hal ini dikarenakan ketersediaan air bersih di daerah Sukolilo yang tidak memenuhi syarat sebagai sumber air baku untuk air minum khususnya air tanah. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui kualitas air minum isi ulang yang telah sesuai dengan standar kualitas air minum. Untuk mengatasi masalah tersebut tugas akhir ini dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengisian kuesioner penilaian perilaku dan pemeliharaan alat, pengujian terhadap TDS, kekeruhan, warna, dan total coliform dilakukan untuk mengetahui kualitasnya yang dibandingkan dengan PERMENKES No. 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Pengujian juga dilakukan terhadap sumber air baku yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian parameter TDS, kekeruhan, warna, total coliform, terdapat 4 depot yang belum memenuhi baku mutu dengan kandungan total coliform masing-masing 50/100 ml, 7/100 ml, 2/100 ml, dan 130/100 ml. Pada pengujian terhadap air baku yang digunakan, diperoleh hasil residu terlarut untuk sumber pacet 276 mg/l dan sumber prigen 268 mg/l. Sedangkan hasil pengujian untuk total coliform untuk sumber pacet 50/100 ml dan sumber prigen 170/100 ml.
Studi Eksperimental Pembuatan Ekosemen dari Abu Sampah dan Cangkang Kerang sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen Frieska Ariesta Syafnijal; Dyah Sawitri
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.202 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4287

Abstract

Telah dibuat ekosemen dari bahan abu sampah organik dan abu cangkang kerang. Sampah organik dibakar dengan insinerator pada suhu 1000oC. Abu cangkang kerang dipanaskan dengan furnace pada suhu 700oC. Hasil pengujian komposisi awal XRD (X-Ray Diffraction), Abu sampah organik mengandung 69,7% CaCO3; 12,1% KCl; 4% Cd0.15Gd0.85; 3% SiO2; 8,1% Fe ( Se0.5Te0.5) dan 3% Al2ErGe2, Abu cangkang kerang mengandung 100% CaCO3. Ditentukan tiga variasi jumlah komposisi Abu sampah:Abu cangkang kerang yaitu Ekosemen A (58,2%:40%); Ekosemen B (49,1%:49,1%) dan Ekosemen C (54,01%:44,09%). Sebagai variabel kontrol digunakan Semen Portland jenis OPC (Ordinary Portland Cement) merek ‘Semen Gresik’. Dilakukan pengujian fisika yaitu kuat tekan mortar dan densitas serbuk. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia dari ekosemen. Dari hasil pengujian fisika didapat ekosemen B paling mendekati nilai ‘Semen Gresik’ OPC yaitu kuat tekan 3 hari (7,2 kg/cm2) dan densitas serbuk (2,535 gr/ml).   
Perancangan Pencahayaan GOR “Target” Keputih Dengan Menganalisa Daya Serta Menerapkan Konsep Green Building Najma Madarina; Wiratno A Asmoro; Heri Justiono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.773 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4293

Abstract

GOR “Target” adalah gedung olah raga yang terdapat lapangan bulu tangkis di dalamnya. Mengingat fungsinya, GOR diharuskan untuk mempunyai pencahayaan yang baik dan sesuai standar agar pengguna dapat beraktivitas di dalam gedung secara maksimal. Bulutangkis merupakan olah raga yang bersifat arcial (udara) sehingga memerlukan kuat pencahayaan 200-400 lux. Setelah dilakukan pengambilan data kuat pencahayaan pada GOR “Target” didapatkan bahwa rata-rata kuat pencahayaan lapangan 1 adalah 28 lux, lapangan 2 adalah 31 lux, dan GOR “Target” adalah 33 lux. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa kuat pencahayaan GOR “Target” sangat jauh dari standar. Maka dibuat perancangan sistem pencahayaan dengan menggunakan software DIALux. Pada simulasi dengan menggunakan software DIALux, lampu yang terpasang diganti dengan luminair BY460P 1xLED 120S/740 WB GC. Luminair tersebut dipasang sebanyak 9 buah dan setinggi 5 meter menghasilkan kuat pencahayaan 130-650 lux dengan pemakaian energi per meternya adalah 8,275 kWH. Warna cat dinding telah sesuai dengan standar yaitu biru.
Potensi Reduksi Sampah terhadap Penurunan Timbulan Gas Rumah Kaca di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Madiun Talent Nia Pramestyawati; I. D. A. A. Warmadewanthi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.343 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4374

Abstract

Upaya minimisasi perlu dilakukan dalam pengelolaan sampah Kota Madiun, mengingat semakin meningkatnya timbulan sampah. Upaya minimisasi jumlah sampah dapat berupa kegiatan komposting dan pemanfaatan sampah kembali. Minimisasi jumlah sampah yang harus ditimbun di landfill berarti meminimisasi timbulan gas rumah kaca yang terbentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besar penurunan timbulan sampah dan gas rumah kaca dengan upaya reduksi bertahap. Sampling timbulan dan komposisi sampah dilakukan di 6 TPS. Upaya reduksi bertahap dihitung bila terjadi peningkatan upaya reduksi sebesar 2% secara bertahap pada tiap tahunnya. Timbulan gas rumah kaca yang dihasilkan pada tiap tahunnya dihitung dengan menggunakan metode triangular. Timbulan sampah total pada tahun 2023 pada kondisi pengelolaan sampah dengan upaya reduksi bertahap, timbulan sampah yang direduksi tahun 2023 sebesar 3.875,75 ton atau 20%. Penurunan timbulan gas rumah kaca yang terbentuk dari sampah tahun 2023 dengan upaya reduksi optimal sebesar 6,637x106 m3 atau 67,32% dan dengan upaya reduksi bertahap sebesar 1,343x106 m3 atau 13,63%.
Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya Jahn Leonard Saragih; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.459 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4331

Abstract

Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.
Pengolahan Lumpur Tinja Pada Sludge Drying Bed IPLT Keputih Menjadi bahan Bakar Alternatif Dengan Metode Biodrying Desy Rizkiyah Lestari; Gogh Yudihanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4337

Abstract

Lumpur tinja memiliki kandungan kadar organik yang tinggi, sehingga lumpr tinja berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, lumpur tinja diolah dengan proses biodrying. Pada pengolahan lumpur tinja akan dianalisis pengaruh variasi air flow rate dan waktu tinggal terhadap perubahan suhu, penurunan kadar air, serta potensi lumpur tinja sebagai bahan bakar alternatif. Variasi pemberian air flow rate sebesar 25 liter/menit dan 15 liter/menit. Pada tiap variasi pemberian air flow rate akan dikenakan variasi waktu detensi selama 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan air flow rate 25 liter/menit, kadar air dan nilai karbon akhirnya mencapai 80,9% dan 40,40% selama 7 hari; 13,65% dan 39,76% selama 14 hari; 10,53% dan 38,90% selama 21 hari. Pada reaktor dengan pemberian air flow rate 15 liter/menit kadar air dan nilai karbon akhirnya  mencapai 86,19% dan 39,41% selama 7 hari; 81,29% dan 38,41% selama 14 hari; 67,90% dan 35,77% selama 21 hari. Berdasarkan nilai kalor aktual, waktu detensi optimum diperoleh selama 18 hari dengan air flow rate 25 liter/menit tiap 0,23 kg berat kering atau setara dengan 6,52 m3 jam-1 kg-1. Pada kondisi tersebut nilai kalor aktual sebesar 3767,28 cal/gram.
Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink) untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan Lancur Setoaji; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.721 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4375

Abstract

Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2), menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.