Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
218 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2013)"
:
218 Documents
clear
LTE Load Balancing dengan Skenario Game Theory
Nila Putri Mardela;
Devy Kuswidiastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (887.102 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3367
Adanya multi user yang meminta untuk dilayani dengan baik dalam kondisi apapun terutama dalam kondisi cell yang congested tentunya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam sistem komunikasi wireless termasuk dalam hal ini untuk teknologi Long Term Evolution (LTE) sehingga diperlukan suatu proses dalam jaringan yang dapat menanggulangi permintaan user ini. Proses yang dapat dilakukan adalah dengan load balancing. Untuk memodelkan interaksi dari elemen jaringan yang melakukan load balancing , maka dibutuhkan suatu teknik atau skenario sehingga dicapai suatu keputusan yang rasional untuk dilakukannya load balancing. Teknik yang dapat digunakan adalah skenario game theory. Dalam tugas akhir yang berjudul LTE Load Balancing dengan Skenario Game Theory ini diusulkan metode Load Balancing Cooperative Game pada LTE dimana setiap tindakan yang dilakukan dalam rangka load balancing didasarkan terhadap nilai utilitas yang akan didapatkan, dan setiap eNB berhak memilih tindakan yang memiliki nilai utilitas maksimum. Efek dari load balancing yang diinginkan adalah penurunan jumlah drop call sebagai indikasi peningkatan layanan dan peningkatan utilitas eNB sebagai indikasi pengoptimalan utilitas bandwidth yang tidak terpakai. Dengan menerapkan LTE Load Balancing dengan Skenario Game Theory ini maka dapat dicapai penurunan jumlah drop call sebesar 92,33%, peningkatan utilitas eNB penolong sebesar 41,24%, dan 0,249% untuk peningkatan utilitas eNB congested yang meminta bantuan. Apabila dalam skema handover user dari eNB cell sumber yang congested ke eNB cell tetangga yang tidak congested ditambahkan syarat bahwa RSRP user dari eNB cell tetangga lebih besar dari pada eNB cell sumber maka penurunan drop call yang dicapai adalah sebesar 37,12%, peningkatan utilitas eNB penolong adalah sebesar 9,375%, dan peningkatan utilitas eNB congested yang meminta bantuan adalah sebesar 0,249%.
Desain dan Analisa Kinerja Femtocell LTE-Advanced Menggunakan Metode Inter Cell Interference Coordination
Aji Hidayat Muryono;
Gamantyo Hendrantoro;
Devy Kuswidiastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.252 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3381
Telekomunikasi memasuki generasi ke-4 atau sering disebut dengan teknologi LTE-Advanced. Dalam implemantasinya LTE-Advanced menerapkan sistem heterogeneous network yang memungkinkan adanya pengembangan sel-sel didalam cakupan macrocell. HeNB (Home eNB) merupakan mini eNB yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas sinyal didalam ruangan. Namun, HeNB ini hanya dapat diakses oleh user yang sudah terdaftar pada database operator, jadi femtocell dianggap sebagai sumber interferensi bagi user yang tidak dapat mengaksesnya. Penelitian ini memberikan penjelasan mengenai pengaruh penerapan metode Inter Cell Interference Coordination (ICIC) pada sistem LTE-Advanced menggunakan HeNB dan menguji efektifitas penerapan metode ini. ICIC adalah metode koordinasi antara eNB-HeNB untuk menyediakan kanal yang mempunyai interferensi rendah kepada user terinterferensi femtocell. Dari hasil pengujian, Sistem yang menggunakan metode ICIC memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan sistem yang tidak menggunakan metode. Kinerja tersebut ditunjukkan dengan nilai SINR dan throughput. Pada sistem dengan metode ICIC, nilai SINR diatas threshold naik hingga 42.76% dibanding pada sistem tanpa menggunakan metode ICIC. Untuk nilai throughput, pada sistem dengan metode ICIC user memiliki throughput diatas threshold ada 76.03% sedangkan pada sistem tanpa metode hanya 33.27% . Penerapan metode ICIC sangat tergantung pada ketersediaan kanal, sehingga meningkatnya user terinterferensi femtocell maka probabilitas user terselamatkan semakin berkurang.
Penerapan Teknik Blind Source Separation untuk Memisahkan Noise dari Sinyal Akustik yang Non Gaussian
Farkhan Rosi;
Wirawan Wirawan;
Endang Widjiati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.859 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3383
Pada sistem komunikasi bawah air, seringkali sinyal yang diterima oleh sensor berasal dari hasil pencampuran sumber sinyal dengan sinyal-sinyal akustik lain di lingkungan bawah air. Hal ini menjadikan sinyal yang didapatkan menjadi tidak sesuai dengan yang diinginkan. Teknik Blind Source Separation (BSS) dipakai di sini untuk memisahkan sinyal-sinyal yang bercampur tersebut. Dalam tugas akhir ini, dilakukan pemisahan sinyal akustik dengan menggunakan Natural Gradient ICA berdasarkan Generalized Gaussian Model yang didapat dari karakteristik distribusi sumber sinyal akustik non-gaussian yakni ship radiated noise dan sea ambient noise. Pemisahan sinyal akustik dilakukan sebanyak tiga kali yakni dengan simulasi, toolbox ICALABS V3, dan menggunakan pemisahan sinyal akustik dari data riil pengukuran. Dari hasil simulasi menunjukkan pemisahan dengan algoritma Natural Gradien ICA berdasarkan Generalized Gaussian Model berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai SIR shrimp.wav = 48.9946 dB dan ferry.wav = 46.9309. dB. Sedangkan rata-rata MSE shrimp.wav = 1.2605 x 10-5 dan ferry.wav = 2.0272 x 10 -5.
Rancang Bangun Demodulator FSK pada Frekuensi 145,9 MHz untuk Perangkat Receiver Satelit ITS-SAT
Respati Loy Amanda;
Eko Setijadi;
Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.808 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3384
Setelah mengembangkan satelit nano IINUSAT-01 dan IINUSAT-02 bersama INSPIRE, ITS memulai kemandirian dalam membuat satelit yang dinamakan ITS-SAT. Salah satu fungsi satelit ini adalah melakukan pengiriman data teks pada lintasan uplink 145,9 MHz. Agar pengiriman data teks dapat berjalan dibutuhkan demodulator FSK pada frekuensi 145,9 MHz yang berfungsi untuk mendemodulasikan informasi awal. Demodulator FSK dirancang menggunakan IC Si4464 yang terintegrasi dengan Low Noise Amplifier serta Down Converter sehingga menjadi perangkat receiver terpadu. Rangkaian demodulator yang dirancang memiliki ukuran 3,9 x 2,1 cm. Hasil pengujian dan pengukuran perangkat menunjukkan bahwa demodulator FSK mampu bekerja dengan laju data 1200 baud. Frekuensi keluaran modulator FSK adalah 600 Hz dengan power spectral 24,87 dBm. Demodulator ini ditempatkan pada payload satelit ITS-SAT yang akan diintegrasikan dengan perangkat transceiver lainnya.
Perancangan dan Implementasi Modulator FSK untuk Perangkat Transmitter Satelit ITS-SAT pada Frekuensi 436,915 MHz
Destina Surya Lestari;
Eko Setijadi;
Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.541 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3385
Saat ini perkembangan satelit di Indonesia selangkah lebih maju, hal tersebut ditandai dengan pembuatan satelit nano IINUSAT (Indonesian Inter University Satellite) yaitu satelit yang dikembangkan dengan kerjasama antar universitas ternama di Indonesia; UI, ITB IT Telkom, UGM, ITS dan PENS. Saat ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember mencoba membuat satelit sendiri yang dimulai dengan proyek satelit ITS-SAT. Untuk mendukung pembuatan satelit ITS-SAT diperlukan subsystem yang terdiri dari perangkat transmitter (modulator FSK dan Power Amplifier), receiver (demodulator FSK dan Low Noise Amplifier), dan OBDH. Tugas akhir ini difokuskan pada perakitan modulator FSK pada perangkat transmiter yang mempunyai kecepatan transfer data sebesar 9600 bps yang bekerja pada frekuensi downlink 436,915 MHz. Perangkat modulator dirancang agar dapat memodulasi sinyal carier dengan frekuensi defiasi tertentu sesuai sinyal informasi. Melalui perancangan dan implementasi didapatkan perangkat modulator FSK pada perangkat transmiter berbasis IC MAX7049.
Kombinasi Metode Independent Component Analysis (ICA) dan Beamforming untuk Pemisahan Sinyal Akustik Bawah Air
Mandala Anugerahwan Firstanto;
Wirawan Wirawan;
Endang Widjiati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.708 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3395
Pada bidang perkapalan atau kelautan, sinyal akustik merupakan sebuah sinyal noise. Hal ini dikarenakan sinyal akustik yang ingin kita analisis tercampur dengan sinyal lain. Perlu adanya metode untuk memisahkan sinyal akustik dari suara yang terdapat dalam medium air dan mengetahui arah datang sumber suara. Dalam tugas akhir ini dilakukan pemisahan sinyal akustik dengan menggunakan kombinasi metode ICA dan beamforming. Pemisahan sinyal akustik dilakukan tiga kali. Pertama, simulasi pemisahan suara menggunakan pemodelan shallowwaterdengan algoritma FastICA dan delayandsum(DS) beamformer. Kedua, dengan menggunakan toolboxICALAB. Ketiga, pemisahan sinyal akustik secara riil, hasil rekaman dengan menggunakan hydrophone. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, algoritma FastICA dapat memisahkan sinyal akustik dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai MSE sebesar 3.6399×〖10〗^(-5) dan nilai SIR sebesar 45,72dB. Pada pemisahan suara secara riil, jarak antara speaker dengan hydrophone menentukan kualitas pemisahan suara. Semakin jauh jarak antara speaker dengan hydrophone, semakin berkurang nilai MSE dan SIR pada proses pemisahan suara bawah air. Hal ini dapat dilihat pada jarak 1 meter nilai mean SIR bernilai 51,29dB, jarak 5 meter bernilai 48.55dB, jarak 10 meter bernilai 41,73dB. Algoritma DS beamformer dapat menentukan sumber suara dalam medium air dengan jarak minimal speaker dengan hydrophone10 meter. Peletakan speaker dan hydrophone yang saling berhadapan akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Aplikasi Pengenalan Kata pada Huruf Braille dan Pelafalannya
Agung Mega Iswara;
Mauridhi Hery Purnomo;
Surya Sumpeno
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.83 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3408
Penelitian dan karya dalam bidang optical character recognition terutama pengenalan karakter Braille, hingga saat ini masih jarang dilakukan dan pada umumnya penelitian yang telah ada untuk pengenalan huruf Braille masih berorientasi pada citra statis yang menggunakan scanner. Untuk mengubah lembaran Braille menjadi citra untuk dikenali sebagai karakter alphabet harus menggunakan alat scanner yang mahal, tidak portable, dan tidak praktis. Untuk menyederhanakan proses pengenalan huruf Braille tersebut perlu digunakan sistem pengenalan huruf Braille secara dinamis dengan kamera webcam atau kamera telpon genggam yang lebih murah dan lebih praktis. Tujuan utama dari pembuatan karya ini adalah untuk menyederhanakan proses pengenalan huruf Braille tersebut. Pengenalan huruf Braille secara dinamis ini menggunakan metode chain approximation untuk mendeteksi titik-titik Braille dan metode horizontal and vertical projection untuk pengelompokan posisi-posisi Braille menjadi karakter sesuai dengan aturan pembacaan huruf Braille yang berlaku. Hasil yang didapat dari proyek ini adalah sebuah program yang dapat bekerja untuk mengenali huruf Braille secara dinamis dengan menggunakan kamera webcam dengan tingkat akurasi sebesar 84% benar.
Optimasi Coverage SFN pada Pemancar TV Digital DVB-T2 dengan Metode Simulated Annealing
Adib Nur Ikhwan;
Gamantyo Hendrantoro;
Endroyono Endroyono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.663 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3464
Siaran TV digital yang akan diterapkan di Indonesia pada awalnya menggunakan standar DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terestrial) yang kemudian pada tahun 2012 diganti menjadi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terestrial Second Generation). Oleh karena itu, penelitian-penelitian sebelumnya termasuk optimasi coverage TV digital sudah tidak relevan lagi. Coverage merupakan salah satu bagian yang penting dalam siaran TV digital. Pada tugas akhir ini, optimasi coverage SFN (Single Frequency network) pada pemancar TV digital diterapkan dengan metode SA (Simulated Annealing). Metode SA berusaha mencari solusi dengan berpindah dari satu solusi ke solusi yang lain, dimana akan dipilih solusi yang mempunyai fungsi energy (fitness) yang terkecil. Optimasi dengan metode SA ini dilakukan dengan mengubah-ubah posisi pemancar TV digital sehingga didapatkan posisi yang terbaik. Optimasinya menggunakan 10 cooling schedule dengan melakukan 2 kali tes, baik pada mode FFT 2K ataupun 4K. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah daerah coverage SFN pada pemancar siaran TV digital DVB-T2 mengalami peningkatan coverage relatif terbaik rata-rata sebesar 2.348% pada cooling schedule 7.
Analisis Kinerja Metode Power Control untuk Manajemen Interferensi Sistem Komunikasi Uplink LTE-Advanced dengan Femtocell
Safirina Febryanti;
Gamantyo Hendrantoro;
Devy Kuswidiastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.666 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3473
Teknologi LTE-Advanced menghadirkan fitur baru bernama femtocell atau disebut juga Home Enhanced NodeB (HeNB) yang dapat meningkatkan area cakupan indoor. Di lain sisi HeNB menimbulkan interferensi baik uplink maupun downlink. Interferensi uplink terjadi antara user HeNB (HUE) dan user eNB (MUE) maupun sesama HUE. Interferensi ini mendegradasi kinerja sistem terutama dari sisi Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR). Penelitian ini memberi penjelasan mengenai penerapan power control sebagai teknik manajemen interferensi uplink pada sistem LTE-Advanced dengan femtocell. Power control mengatur daya pancar user penginterferensi sehingga daya interferensi pada sisi HeNB dan eNB berkurang dan nilai SINR akan membaik. Dari hasil pengujian, didapatkan hasil bahwa power control efektif mengurangi interferensi dan memperbaiki kinerja sistem LTE-Advanced. Kinerja tersebut ditunjukkan dengan 50% SINR pada eNB bernilai di atas 30 dB setelah sebelumnya hanya 25 dB. 50% SINR HeNB bernilai di atas 60 dB setelah sebelumnya hanya 30 dB. Peningkatan SINR diiringi dengan peningkatan paramater performansi yang lain.
Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat
Mokhamad Halim Fathoni;
Harris Pirngadi;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.685 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3579
Dalam tugas akhir ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik transduser ultrasonik.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis) sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga dibutuhkan pengukuran sistem echo untuk memperbaiki pengukuran tersebut.