cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 129 Documents clear
Studi Eksperimen Variasi Beban Pendinginan pada Evaporator Mesin Pendingin Difusi Absorpsi Musicool22-DMF Aris Nur Cahyadi; Sudjud Darsopuspito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5843

Abstract

Teknologi pendinginan lama yang mulai digunakan kembali salah satunya adalah mesin pendingin Difusi Absorpsi atau sering disebut DAR ( Diffusion Absorbtion Refrijeration ). Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian peforma mesin DAR yang berada di Jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya, yang diberi beban pendinginan pada kabin evaporatornya. Beban pendinginan pada penelitian ini berupa electric heater yang disambungkan dengan Voltage Regulator untuk mengatur panas output electric heater tersebut. Ada tiga variasi beban pendinginan yang akan diujikan yaitu beban pendinginan dengan suhu heater 250C, suhu heater 32,50C dan terakhir suhu heater 370C. Pasangan Refrijeran-Absorben yang digunakan pada penelitian kali ini adalah Musicool22-DMF (Dimetilformamida) dan gas hidrogen sebagai gas inert. Panas yang diberikan ke generator berasal dari fluida panas berupa engine oil yang disirkulasikan pada pipa generator. Engine oil ini dipanaskan oleh dua piranti, yaitu electric heater dan kolektor surya yang dikontrol oleh kontroler ATMega 32 bergantian memanasi engine oil. Hasil yang diperoleh dari pengujian peforma sistem DAR dengan tiga variasi beban pendinginan yaitu semakin tinggi beban pendinginan maka semakin baik performa sistem DAR. Kapasitas pendinginan optimal ialah 136 W, COP tertinggi 0,87, laju alir massa refrigeran terbesar ialah 0,75 gram/s, dan circulation ratio terendah yaitu 2,17.
Pengaruh Modifikasi Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Terhadap Performance Sistem Refrigerasi Cascade Jhona Purnama Putra; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.331 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5844

Abstract

Dalam beberapa bidang industri seperti pengawetan makanan, perminyakan, pengolahan bahan-bahan kimia dan pendinginan setempat (spot cooling) pada industri baja dibutuhkan kondisi ruangan yang sangat rendah berkisar antara -30°C hingga -60°C. Maka dari itu digunakanlah sistem refrigerasi cascade yang disusun atas dua stage yaitu high dan low. Dimana kedua stage ini digabungkan menjadi satu oleh sebuah heat exchanger yang melakukan perpindahan kalor dari kondensor low stage menuju evaporator high stage. pada penelitian terdahulu alat penukar panas yang digunakan yaitu alat penukar panas tipe concentric tube masih menunjukan performa yang belum baik kepada sistem refrigerasi cascade. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi alat penukar panas dan menganalisa performa sistem setelah dilakukannya modifikasi penambahan panjang pada alat penukar panas, dengan fluida kerja refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Setelah perancangan alat selesai, dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan menggunakan electric heater di evaporator Low Stage sebesar 0 (tanpa beban), 6, 16, 40, 60, dan 98 Watt.. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum yang didapatkan yaitu pada pembebanan 60 Watt dengan Qevap = 0,599 kW, COP cascade = 0,968 dan temperatur di dalam cooling box sebesar -30,1°C serta nilai-nilai maksimum dari performa sistem refrigerasi cascade pada beban 98 Watt yaitu kapasitas pendinginan maksimum pada sistem Low Stage adalah 0,60654 kW, kerja maksimum kompresor pada sistem High Stage 0,1711 kW dan Low Stage 0,4432 kW, nilai COP cascade maksimum 0,9969, efek refrigerasi maksimum pada Low Stage 137,85 kJ/kg, HRR maksimum pada Low Stage 1,731. Kemudian diperoleh nilai effectiveness cascade heat exchanger tertinggi 0,922 dan terendah 0,912 serta nilai NTU tertinggi 7,1800 dan terendah 6,4121.
Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Afrizal Tegar Oktianto; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.311 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5845

Abstract

Penggunaan batubara dengan nilai kalori rendah pada PLTU dapat berpengaruh terhadap kinerja pulverizer. Kinerja pulverizer akan semakin berat dikarenakan kapasitas batubara yang dibutuhkan untuk pembakaran semakin banyak. Hal tersebut terjadi karena kualitas batubara yang tersedia tidak sesuai dengan spesifikasi desain awal boiler. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu teknologi yang dapat meningkatkan kualitas batubara, berupa swirling fluidized bed coal dryer. Penelitian dilakukan dengan studi eksperimen menggunakan model skala alat percobaan, yang dirancang oleh peneliti sebelumnya yaitu swirling fluidized bed coal dryer. Udara panas dengan temperatur 55oC dihembuskan oleh blower ke dalam chamber dengan melewati distributor bed berupa blade yang membentuk sudut sehingga menyebabkan swirling didalam chamber. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang massa sampel batubara basah setiap 1 menit sebanyak 5 kali, 2 menit sebanyak 3 kali, dan 5 menit sebanyak 4 kali sehingga total waktu pengeringan 31 menit.. Percobaan dilakukan dengan variasi sudut blade 10˚, 20˚, dan 30˚ dengan massa batubara 600 gram dan ukuran partikel 10 mm, pengeringan dilanjutkan menggunakan oven dengan  temperatur 1050 C selama 180 menit  untuk mendapatkan massa sampel batubara kering. Dari hasil eksperimen diketahui bahwa pada sudut blade 10o, 20o dan 30o didapat moisture content batubara terendah berturut-turut sebesar 6,8 %; 7,6 %; dan 8 %. Untuk laju pengeringan berturut-turut sebesar 0,00767 kg/menit; 0,0059 kg/menit; dan 0,00452 kg/menit.
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Performa Heat Exchanger Jenis Compact Heat Exchanger (Radiator) Dengan Susunan Tube Inline Sebagai Pemanas Pada Sistem Pengeringan Batubara Irvan Paramananda; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.691 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5846

Abstract

Pengeringan yang dilakukan pada batu bara dengan memanfaatkan udara panas menggunakan konsep heat exchanger. Salah satu heat exchanger yang sering digunakan adalah heat exchanger dengan tipe single row-fin tube yaitu radiator. Radiator ini akan dimanfaatkan sebagai penghasil udara panas dari air panas yang mengalir dan dihembuskan oleh kipas radiator. Penelitian ini difokuskan pada effectiveness dari komponen radiator fungsi dari kecepatan udara mulai dari kecepatan 1 m/s, 2 m/s, 3 m/s, 4 m/s dan 5 m/s dan fungsi jumlah radiator yang digunakan. Prinsip dari radiator yang digunakan adalah mengalirkan fluida panas berupa air ke dalam tube-tube radiator kemudian didinginkan oleh udara yang dihembuskan oleh fan yang melewati fin sehingga air yang keluar dari tube menjadi dingin dan udara yang melewati fin menjadi panas. Hasil yang didapatkan dari eksperimen ini diantaranya kecepatan udara yang optimal terhadap proses pengeringan batu bara yang dipakai pada alat pengering batu bara adalah sebesar 5 m/s dengan menggunakan 2 radiator. qhot untuk penggunaan 2 radiator dengan kecepatan udara sebesar 5 m/s adalah 30121.17 Watt. Effectiveness pada penggunaan 2 radiator dengan kecepatan udara sebesar 5 m/s adalah 0.65. Efisiensi fin yang terjadi pada kecepatan udara 5 m/s dengan menggunakan 2 radiator sebesar 0.93
Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Zainal Fanani; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.572 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5847

Abstract

Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 ) didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0,0713 gram/kg dry air, 0,1372 gram/kgdry air.
Studi Eksperimen Analisa Performa Compact Heat Exchanger Louvered Fin Flat Tube untuk pemanfaatan Waste Energy Taqwim Ismail; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.954 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5848

Abstract

Waste Heat Recovery merupakan instalasi yang digunakan untuk memanfaatkan kembali waste energy seperti exhaust gas. Penelitian dilakukan pada compact heat exchanger tipe louvered fin flat tube sebagai salah satu komponen penyusun waste heat recovery system. Eksperimen dilakukan dengan mendesain compact heat exchanger tipe louvered fin flat tube kemudian dilakukan pengujian pada compact heat exchanger yang telah didesain. Pengujian dilakukan dengan memberikan tiga variasi kecepatan putaran fan sisi exhaust gas, yaitu 0.2, 0.3, dan 0.4 m/s untuk mengetahui unjuk kerja yang berbeda dari compact heat exchanger yang telah didesain.  Hasil yang didapatkan dari studi eksperimen ini adalah dimensi dari compact heat exchanger tipe louvered fin flat tube dan beberapa parameter yang menunjukkan unjuk kerja dari compact heat exchanger seperti nilai heat transfer baik dari sisi air maupun sisi exhaust gas, effectiveness, number of transfer unit (NTU), overall heat transfer coefficient, dan  ΔTLMTD dari compact heat exchanger.
Studi Eksperimen Analisa Performa Compact Heat Exchanger Circular Tubes Continuous Plate Fin Untuk Pemanfaatan Waste Energy Rachmadi Gewa Saputra; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.983 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5849

Abstract

Harga minyak dunia cenderung mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir sehingga manusia berfikir untuk memanfaatkan setiap penggunaan minyak bumi. Dengan berkembangnya teknologi saat ini waste energy yang berupa gas hasil pembakaran pada engine dapat dimanfaatkan menjadi bentuk energi lain menggunakan heat recovery system. Pada tugas akhir ini dilakukan desain sebuah heat exchanger tipe circular tubes continuous plate fin dengan susunan tube aligned yang digunakan untuk menyerap waste energy yang berupa exhaust gas. Untuk mendapatkan dimensi desain yang sesuai digunakan metode ΔTLMTD. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai dari overall heat transfer  desain dari heat exchanger, kemudian dilakukan perhitungan untuk nilai overall heat transfer hitung. Setelah didapatkan nilai dari overall heat transfer secara desain dan hitung maka dilakukan iterasi untuk mendapatkan dimensi heat exchanger yang memiliki nilai error paling kecil antara nilai overall heat transfer desain dan hitung. Untuk pengujian performa dari heat exchanger yang telah didesain maka dilakukan variasi kacepatan exhaust gas yang melewati heat exchanger, yaitu 0.4 m/s, 0.3 m/s, dan 0.2 m/s. Exhaust gas yang digunakan memiliki temperatur 280oC. Pada tugas akhir ini didapatkan desain compact heat exchanger dengan dimensi panjang 0.38 m, lebar 0.45 m, dan tebal 0.04m. Setelah dilakukan pengujian dengan memvariasikan kecepatan dari exhaust gas yang melewati heat exchanger maka didapatkan bahwa nilai dari qaktual dari heat exchanger mengalami kenaikan dengan bertambahnya reynolds number akibat bertambahnya kecepatan exhaust gas, kemudian nilai dari effectiveness akan mengalami penurunan untuk setiap kenaikan dari reynold number exhaust gas. Selain itu nilai dari NTU heat exchanger juga mengalami penurunan dengan bertambahnya reynold number exhaust gas. Untuk nilai overall heat transfer dari heat exchanger yang didesain akan mengalami kenaikan akibat bertambahnya nilai reynold number exhaust gas.
Studi Eksperimental Keausan Permukaan Material Akibat Adanya Multi-Directional Contact Friction Muhammad Hasry; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5850

Abstract

Penelitian terkait keausan akibat gesekan satu arah dan gesekan dua arah sampai saat ini telah banyak dilakukan, tetapi hanya sedikit yang mengkaji keausan akibat gesekan banyak arah (multi-directional friction), padahal tidak sedikit suatu mekanisme mengakibatkan terjadinya multi-directional contact  friction, seperti pada kontak ban mobil terhadap jalan saat melakukan drifting ataupun pada sistem yang meggunakan ball joint. Data penelitian berupa data keausan merupakan hasil pengujian menggunakan tribometer tipe Pin-on-disk dengan material Ultra high molecular weight polyethylene (UHMWPE) sebagai pin uji dan material Stainless steel sebagai disk. Pada pengujian, masing-masing pin dan disk bergerak rotasi dan saling kontak permukaan sehingga pada permukaan material terjadi gesekan ke arah yang berubah-ubah sepanjang waktu. Secara garis besar penelitian dilakukan dalam 2 macam, yaitu penelitian keausan akibat gesekan tanpa pelumasan (dry sliding) dan dengan pelumasan (wet sliding). Sebagai data pembanding, diambil juga data keausan akibat dari gesekan satu arah, yaitu dengan menggerakkan disk secara rotasi sedangkan pin hanya mengalami pembebanan dan tidak bergerak sama sekali. Permukaan spesimen yang telah diuji selanjutnya diamati struktur permukaannya menggunakan mikroskop optis dengan perbesaran 100 kali. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa gesekan banyak arah (Multi-Directional Friction) akan menghasilkan keausan yang lebih besar dibanding gesekan satu arah (Uni-Directional Friction). Material yang mengalami gesekan banyak arah dengan pembebanan statis sebesar 39.2 N dan dengan kecepatan sesaat yang berubah-ubah mulai dari nol sampai 19.546 m/menit, akan mengalami keausan dengan mekanisme abrasi. Berdasarkan penelitian diketahui juga bahwa adanya pelumas memberi pengaruh yang besar dalam mengurangi keausan.
Karakteristik Getaran dan Efisiensi Kompresor Torak Akibat Perubahan Profil pada Valve Seat Sisi Discharge Yasir Afai Lubis; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.746 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5851

Abstract

Kompresor torak adalah tipe kompresor yang paling umum ditemui dalam aplikasi industri. Memperpanjang waktu operasi dan pencegahan kerusakan pada kompresor merupakan perhatian utama dalam industri. Valve adalah komponen yang paling sering menyebabkan shutdown tidak terjadwal sehingga mendapat perhatian utama di antara komponen-komponen kompresor torak. Di sisi lain, penelitian mengenai dampak perubahan geometri komponen–komponen valve terhadap getaran kompresor masih sangat sedikit. Pada Tugas Akhir ini diinvestigasi akselerasi getaran pada silinder head serta tekanan ruang silinder dengan modifikasi profil valve seat. Kedua variabel tersebut diukur pada putaran tertentu serta pada posisi sudut poros engkol yang bersamaan. Kesamaan waktu pengukuran di-trigger oleh tachometer. Modifikasi yang dilakukan adalah berupa variasi kedalaman pelat dinamis katup sisi tekan terhadap ruang silinder. Setelah itu, dilakukan analisa tekanan untuk mencari efisiensi volumetris serta karakteristik getaran kompressor dari bentuk waveform yang dihasilkan sebagai akibat modifikasi profil valve seat sisi tekan. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan kedalaman pada lubang valve seat sisi tekan akan menurunkan level getaran, terjadinya peningkatan tekanan maksimum ruang silinder dan perbaikan efisiensi volumetris kompresor torak dibandingkan dengan valve seat profil normal. Di sisi lain, perubahan dimensi dan massa moving plate pada valve seat normal akan memperpanjang rentang bukaan katup tekan. Peningkatan tekanan kerja kompresor mengakibatkan peningkatan level getaran, penurunan rentang waktu proses buka-tutup katup tekan dan peningkatan efisiensi volumetris kompresor.
Karakteristik Getaran dan Tekanan Ruang Silinder Akibat Variasi Putaran Kompresor pada Lima Model Profil Dudukan Katup Tekan Sebuah Kompresor Torak Muhamad Abdurrochman; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.74 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5852

Abstract

Kompresor torak memainkan peranan utama di dalam proses industri sehingga ketersediaan dan keandalannya menjadi sangat penting. Pada kenyataannya, kegagalan katup kompresor menjadi penyebab utama shutdown tak terjadwal pada kompresor torak. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi dudukan katup tekan dengan memberikan ketirusan pada lubang dudukan katup tekan. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik getaran pada cylinder head dan tekanan ruang silinder kompresor torak single stage, single acting. Tachometer optik digunakan untuk mentrigger vibration transducer agar pengukuran getaran dan tekanan dilakukan pada crank angle yang sama. Pada penelitian ini digunakan variasi putaran kompresor dan profil dudukan katup tekan dengan 3 jenis kondisi tekanan kerja kompresor. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya perbaikan level getaran sebagai akibat adanya modifikasi dudukan katup tekan, rentang waktu pembukaan katup tekan menjadi lebih lama dibandingkan katup tekan normal sehingga jumlah udara yang di salurkan lebih banyak. Dari keempat katup tekan modifikasi, diketahui bahwa level getaran paling rendah dihasilkan oleh katup tekan dengan sudut tirus 300. Dari sisi P-Θ diagram, katup tekan dengan sudut tirus 300 mengalami rentang waktu pembukaan katup tekan paling lama dibandingkan dengan katup tekan modifikasi yang lain. Selain itu, peningkatan putaran pada kompresor menyebabkan level getaran meningkat serta sedikit pergeseran getaran berlebih ke kanan, pada 540 rpm sampai dengan 600 rpm. Pada P-Θ diagram, terlihat bahwa peningkatan putaran kompresor menyebabkan kenaikan titik puncak yang menunjukkan kenaikan tekanan ruang silinder.

Page 5 of 13 | Total Record : 129