cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 129 Documents clear
Perancangan Power Management System pada Kapal Penumpang Dionysius Dionysius; Indra Ranu Kusuma
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.804 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5769

Abstract

Power Management System merupakan suatu sistem yang mengontrol dan memonitoring generator untuk menghasilkan daya dan akhirnya dialirkan pada peralatan kelistrikan yang ada pada sebuah kapal. Load atau beban merupakan peralatan kelistrikan yang perlu dicukupi oleh generator selaku sumber kelistrikan. Sifat pembebanan dari peralatan listrik dapat ditentukan dengan frekuensi kerja atau intensitas penggunaannya dalam suatu kurun waktu tertentu. Paralel generator dapat diartikan menggabungkan dua buah generator atau lebih dan kemudian dioperasikan secara bersama – sama. Dimulai dari perhitungan beban kelistrikan dan generator, hingga penggolongan peralatan yang dianggap essen dan harus terus beroperasi untuk menjamin kinerja kapal. Setelah itu dapat ditentukan batas bawah kemampuan generator  dalam menyuplai daya listrik.
Pengaruh Perubahan Bentuk Intake Manifold Terhadap Unjuk Kerja Motor Diesel Dengan Metode Simulasi Daniel Fr Sinaga; Semin Semin Sanuri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.677 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5765

Abstract

Berbagai modifikasi pada mesin diesel dewasa ini telah banyak dilakukan. Mesin diesel mengalami pemodifikasian tidak lain adalah untuk meningkatkan unjuk kerja atau performa. Bagian mesin diesel yang paling banyak dimodifikasi adalah Intake Manifold. Pada permukaan dalam intake manifold ditambahkan pelat yang berbentuk ulir. Penambahan ulir akan mengakibatkan meningkatnya turbulensi aliran udara (swirl) yang akan masuk ke dalam ruang bakar. Semakin meningkatnya turbulensi aliran udara yang mengalir ke ruang bakar menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang lebih baik sehingga kualitas proses pembakaran akan semakin baik. Hal ini terlihat dari hasil analisa aliran yang dilakukan pada software. Dengan memodifikasi Intake Manifold dapat meningkatkan performa mesin diesel dimana terjadi pengurangan pembentukan jelaga pada gas buang, meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang diuji lansung pada mesin diesel. Hasil terbaik dari pengujian diperoleh penggunaan ulir dengan panjang gelombang 100 mm.
Perancangan Sistem Pengaturan Kestabilan Autonomous Underwater (AUV) untuk Gerak Lateral Menggunakan Sliding Mode Control (SMC) Septian Ainur Rofiq; Rusdhianto Effendie; Aries Sulisetyono
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.605 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5535

Abstract

Autonomous Underwater Vehicle  (AUV) merupakan kendaraan bawah air yang dapat bergerak tanpa kendali manusia dan  bermanuver  sesuai  dengan  perintah  yang  diberikan.  AUV memiliki  kemampuan  manuver  yang  dinamis  untuk  melacak lintasan.  Kemampuan  AUV  mencakup  untuk  beroperasi  di daerah  yang  memiliki  dinamika  nonlinear  dan  belum  dapat diprediksi.  Sehingga  dibutuhkan  model  kontrol  berbasis nonlinear  untuk  meningkatkan  kemampuan  dan  misi  AUV. Gerak lateral merupakan salah satu bentuk pergerakan AUV di dalam  air.  AUV  dijaga  agar  tetap  stabil  pada  lintasan  dan kedalaman  yang  dikehendaki.  Pengaturan  kestabilan  AUV  di dalam air pada gerak lateral menggunakan metode Sliding Mode Control  (SMC)  diharapkan  agar  respon  yang  diperoleh menyerupai  input  referensi    sistem  linear  orde  satu  dan  tetap stabil  pada  koordinat  lintasan  yang  telah  ditentukan.  Hasil simulasi  menunjukkan  bahwa  SMC  dapat  mempertahankan kestabilan AUV tetap pada lintasan yang telah ditentukan pada 0 radian dengan osilasi maksimal pada lintasan persegi, segitiga dan jajaran genjang sebesar 0,19 radian atau sekitar 10,89 derajat.
Analisa Bentuk Profile Dan Jumlah Blade Vertical Axis Wind Turbine Terhadap Putaran Rotor Untuk Menghasilkan Energi Listrik Saiful Saiful Huda; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.091 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5745

Abstract

Turbin angin adalah suatu alat untuk mengkonversi energi angin menjadi energi mekanik yang kemudian dikonversi lagi menjadi energi listrik. Putaran pada poros turbin angin dihubungkan pada generator untuk menghasilkan energi listrik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, banyak jenis turbin angin yang ditemukan untuk meningkatkan effisiensi dan torsi yang dihasilkan salah satu contohnya adalah vertical axis wind turbine (VAWT). VAWT merupakan turbin angin dengan sumbu vertical atau tegak lurus terhadap tanah. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh peningkatan panjang chord, jumlah blade, sudut pitch dari blade terhadap torsi dan effisiensi yang dihasilkan oleh VAWT dengan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamic). Analisa yang dilakukan untuk melihat efek peningkatan panjang chord, jumlah blade dan sudt pitch dari blade. Setelah analisa berakhir kita membandingkan hasil analisa dalam grafik. Hasil dari analisa tersebut adalah torsi terbesar terdapat pada variasi panjang chord 1.5 m dengan sudut pitch 10o dan jumlah blade 4 buah dengan nilai 134.9452198   Nm.
Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin Andre Dwiky Kurniawan; Semin Semin Sanuri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.784 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5767

Abstract

Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi pembebanan menunjukkan bahwa Daya, RPM, Torsi dan SFOC dari penggunaan variasi bahan bakar dan pembebanan menunjukkan bahwa semua parameter tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar bensin. Selain itu dari segi emisi yang dihasilkan, emisi NOx mengalami peningkatan.
Analisa Kinerja Pneumatic Wave Energy Converter (WEC) Dengan Menggunakan Oscillating Water Column(OWC) Rico Ary Sona; Sutopo Sutopo Purwono
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.606 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5772

Abstract

Sistem konversi energi gelombang laut merupakan sistem yang menangkap energi gelombang laut untuk dikonversi menjadi energi lain seperti energi listrik. Salah satu jenis wave energy converter (WEC) yang banyak digunakan diantaranya yaitu Oscillating Water Columnatau OWC. Prinsip kerja sistem WEC ini ialah mengubah pergerakan naik turunnya gelombang pada silinder kolom udara untuk menghasilkan udara bertekanan yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik. Penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui kinerja dari Oscillating Water Column (OWC) dalam menangkap energi gelombang laut. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan beberapa perlatan yaitu pembuatan konfigurasi peralatan pembuat dan penangkapan gelombang yang terdiri dari pelampung dan silinder Oscillating Water Column (OWC). Percobaan ini dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dan tinggi gelombang pada flow water channel dengan mengatur bukaan pada pneumatic speed control. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa kinerja paling efektif diperoleh pada panjang gelombang 0.9 m dan tinggi gelombang 0.23m. Pada karakteristik gelombang tersebut diperoleh tekanan, kecepatan dan volume pada silinder Oscillating Water Column (OWC) sebesar  1.11 bar, 39.39 m/s dan 0.0057 m3. Dari hasil percobaan juga diperoleh waktu pengisian Pressure Vessel selama 100 menit dengan tekanan 3 Psi.
Implementasi Discrete Event Simulation untuk Analisis Evakuasi Penumpang Kapal Ro-Ro Pada Kondisi List dan Normal Angga Angga Praditya; Trika Trika Pitana; Dwi Dwi Priyanta
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.926 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5802

Abstract

Menurut data dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dari tahun 2009 hingga tahun 2011 terjadi peningkatan terjadinya kecelakaan transportasi laut, baik karena kapal tenggelam, tubrukan maupun karena kapal terbakar. Selama rentang tahun tersebut, sebanyak 658 orang meninggal dunia dan 568 orang mengalami luka. Penyebab kecelakaan tersebut dikarenakan masalah teknis sebesar 51% dan 49% karena human error. Oleh karena itu perlu diberikan rekomendasi kepada para pihak terkait untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan transportasi laut. Selama ini analisis evakuasi yang digunakan untuk mengevaluasi evakuasi penumpang dan kru kapal menggunakan data kecepatan berlari yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) di dalam IMO MSC.1/Circ.1238. Para peneliti yang lain mayoritas menggunakan objek penelitian dari amerika maupun eropa sesuai dengan negara mereka berasal, yang mana karakteristik penduduk dan kondisi sarana transportasinya berbeda jauh dengan Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Di penelitian ini akan dilakukan eksperimen kecepatan berjalan penumpang Indonesia saat di kapal. Kemudian hasil eksperimen tersebut digunakan sebagai bahan analisis evakuasi penumpang di kapal untuk mengetahui apakah waktu evakuasi total masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh IMO pada IMO MSC.1/Circ.1238. Evakuasi siang hari pada kondisi list tidak sesuai dengan aturan IMO MSC.1/Circ.1238 sehingga perlu diberikan rekomendasi rute evakuasi dan skenario distribusi penumpang. Rekomendasi prosedur keselamatan diberikan sebagai saran dan masukan bagi para awak kapal dalam melakukan proses evakuasi dengan harapan bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Simulasi Aliran Fluida (Minyak) Pada Hydraulic Wave Energy Converter Menggunakan Pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamics) Sigit Purnomo Hadi; Sutopo purwono Fitri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.657 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5803

Abstract

Pada era sekarang ini, banyak dikembangkan sistem pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga gelombang air laut. Untuk mendapatkan sistem yang efisien dalam penerapan sistem pembangkit listrik dimana semakin besar putaran yang dihasilkan maka semakin besar output daya yang didapatkan. .Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas, tekanan, dan kecepatan fluida sehingga dapat menghasilkan output yang tinggi sesuai dengan bentukan sudut bandul yang sudah direncanakan. Pada simulasi ini divariasikan sudut bandul ponton (20°,25°,30°,35°,40°). dengan rancangan ini akan dihasilkan putaran terendah 1790.148 rpm dan daya sebesar 44. 65 kW pada variasi sudut bandul ponton 20° serta putaran tertinggi 1922.185 rpm dan daya sebesar 73.69 kW pada variasi sudut bandul ponton 20°.
Perancangan Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Tipe Oscilating Water Column di Pantai Bandealit Jember Mochamad Khoirul Rizal Febri Karim; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.071 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5804

Abstract

Pemanfaatan gelombang laut sebagai pembangkit listrik merupakan langkah yang bagus untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar pembangkit listrik konvensional. Oscilating Water Column merupakan salah satu cara yang dapat digunakan sebagai media pembangkit listrik tenaga gelombang laut tersebut. Gerakan naik turun dari gelombang laut pada kolom udara yang akan menekan udara sehingga dapat menekan turbin untuk melakukan putaran , dengan poros turbin yang menjadi satu dengan turbin maka turbin akan ikut berputar sehingga menghasilkan daya listrik. Pembuatan prototype Oscilting Water Column dengan perbandingan skala 1: 4 dengan dimensi prototype panjang, lebar dan tinggi masing – masing 1 m.Ketinggian gelombang yang dibangkitkan di laboratorium dengan ketinggian 0,2 meter dan 0,23 meter memiliki daya keluaran rata – rata sebesar 4,8 dan 8,27 mWatt dengan perbandingan perhitungan matematis dengan tinggi gelombang yang sama mampu menghasilkan daya keluaran rata – rata sebesar 8,1 watt dan 13,2 watt.
Analisa Perbandingan Gerakan Ponton Model Tripod Sama Kaki dengan Siku-Siku untuk Energi Gelombang Sistem Bandulan Mohammad Idrul Nafis; Irfan Syarif Arief; Toni Bambang Musriadi
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.665 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5807

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber energinya. Ponton berfungsi untuk mengangkut bandul yang terhubung dengan generator. Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul untuk memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik. Perbedaan model ponton berpengaruh terhadap gerakan yang akan dihasilkan. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dan masih dikembangkan pada model ponton tripod sama kaki. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi dari jumlah pemasangan ponton tripod. Penelitian ini dilakukan pada ponton model tripod siku-siku dengan sama kaki, yaitu tiga buah ponton segidelapan yang dihubungkan dengan membentuk pola segitiga siku-siku dan sama kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan terbaik pada kedua ponton model tripod tersebut. Pada tinggi gelombang 5 – 11.5 cm, gerakan terbaik didapat pada tinggi gelombang 11.5 meter. Pada periode gelombang 10 – 16 detik, gerakan terbaik didapat pada periode gelombang 10 detik. Ponton model tripod siku-siku menghasilkan gerakan yang lebih bagus untuk diaplikasikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan (PLTGL-SB) jika dibandingkan dengan ponton tripod sama kaki.

Page 7 of 13 | Total Record : 129