cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 149 Documents clear
Optimasi Proses Produksi Etanol dari Molases Menggunakan Teknik Fermentasi- Ekstraktif Firda Atikah Rosyadi; Kurnia Putri Prasavitri; Tri Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.598 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan yield dan produktivitas etanol menggunakan fermentasi kontinyu pada packed bed bioreaktor dan proses fermentasi yang diintegrasikan proses ekstraksi dengan recycle dari rafinat yang dikembalikan pada fermentor serta mengetahui jenis pelarut yang terbaik untuk proses fermentasi ekstraktif ditinjau dari sifat inhibisi serta melakukan optimasi dengan mengembangkan model matematis dari proses fermentasi-ekstraktif menggunakan MATLAB 7.0 dengan metode Golden Section serta membandingkan hasilnya antara eksperimen dan pemodelannya. Pada proses ini digunakan molases sebagai bahan baku dan n-amyl alcohol, 1-octanol dan 1-dodecanol sebagai solvent pada proses ekstraksi. Konsentrasi awal molases adalah 161,14 g/L (17%). Variabel recycle ratio yang digunakan sebesar 40%, 50%, 60% dan 70% terhadap feed. Pelarut yang digunakan ada tiga macam berdasarkan jumlah atom C-nya yaitu n-amyl alcohol (C-5), 1-octanol (C-8), dan 1-dodecanol(C-12). Konsentrasi gula reduksi sisa dianalisa dengan metode DNS (Dinitrosalisilic acid), sedangkan kadar etanol dianalisa dengan metode Gas Cromatography (CG). Fermentasi-ekstraktif dilakukan secara eksperimen dan pemodelan dengan metode Golden Section. Yield optimum untuk pelarut n-amyl alcohol adalah sebesar 10,0049%. Pada recycle ratio 0.4 . Nilai yield optimum yang didapatkan untuk pelarut 1-octanol dan 1-dodecanol adalah saat tidak ada recycle sebesar 9,9949% dan 9,992%. Berdasarkan hasil tersebut maka diketahui bahwa n-amyl-alkohol merupakan pelarut terbaik yang digunakan pada proses fermentasi ekstraktif.
Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing Adesya Abdullah; Rahmatunnisa Nur Salikha; Tri Widjaja; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.264 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6495

Abstract

Keberadaan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.
Pengaruh Fermentasi pada Pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan menggunakan Lactobacillus Plantarum terhadap Kandungan Protein Jeffry Tandrianto; Doniarta Kurniawan Mintoko; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.651 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6497

Abstract

Mocaf adalah tepung singkong yang dibuat dengan menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. Proses fermentasi singkong menghasilkan tepung dengan karakteristik kandungan protein yang tinggi dan HCN yang lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fermentasi pada pembuatan mocaf (modified cassava flour) dengan menggunakan ragi roti (Saccharomyces cereviseae), ragi tempe (Rhizopus oryzae) dan Lactobacillus plantarum terhadap kandungan zat nutrisi dan anti nutrisi.. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel waktu fermentasi 0, 12, 24, 36, 48, 60 dan 72 jam, kadar protein mengalami kenaikan (2,78%; 2,7975%; 2,8074%; 2,8148%; 3,0217%; 3,1237%; 3,39%.
Produksi Hidrogen dari Gliserol dengan metode Pemanasan Konvensional Berbasis γ-Alumina Fitria Fatmawati; Gita Shintavia; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.081 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6532

Abstract

Sumber energi alternatif diperlukan karena menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Salah satu sumber energi alternatif adalah biodiesel. Penggunaan biodiesel dalam skala besar akan menghasilkan gliserol yang melimpah sebagai produk samping yang juga menghasilkan harga yang lebih rendah dan biodiesel dengan harga jual yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah untuk mengkonversi gliserol menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah hidrogen. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu persiapan katalis dan reaksi katalitik. Ada 2 jenis katalis yang digunakan yaitu γ-Al2O3 dan Ni/γ-Al2O3.Tahapan pada proses reaksi katalitik, yaitu memasukkan reaktan berupa larutan gliserol P.A. 85% berat sebanyak 20 ml ke dalam tangki pemanas. Kemudian memanaskan reaktan tersebut pada suhu 290oC. Larutan gliserol akan menguap dan mengalir melalui pipa menuju reaktor yang berisi 2 gram katalis dengan variabel suhu 200, 225, 250, 275, dan 300oC. Selanjutnya vapor akan dikondensasi sehingga diperoleh destilat dan non condensable gas. Data yang diperoleh adalah konsentrasi gliserol sisa dan konsentrasi hidrogen yang dianalisis menggunakan GC. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh suhu reaksi dan jenis katalis terhadap konversi dan yield produk. Pengaruh jenis katalis terhadap konversi gliserol dan yield menunjukkan bahwa katalis Ni/γ-Al2O3 menghasilkan lebih besar daripada γ-Al2O3. Konversi gliserol tertinggi dicapai pada suhu 225oC sebesar 96,799% menggunakan 2 gram katalis Ni/γ-Al2O3. Yield hidrogen tertinggi diperoleh pada suhu 250oC menggunakan 2 gram katalis γ-Al2O3, yaitu sebesar 0,000214 gram H2/gram gliserol.
Identifikasi kandungan Squalene dari Minyak Nyamplung (calophyllum inophyllum) Teguh Saputra; Anggita Claratika; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.592 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6551

Abstract

Sebuah studi baru mencatat temuan yang mengkhawatirkan. Sekitar 100 juta ekor ikan hiu mati setiap tahunnya. Berbagai eksploitasi telah dilakukan untuk keperluan manusia, salah satunya dengan memperdagangkan minyak hati ikan hiu, yang disebut squalene. Squalene kini menjadi salah satu bahan mahal untuk pembuatan kosmetik dan pelembap, serta kerap dijual dalam bentuk pil sebagai suplemen dan mampu mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari indentifikasi kandungan squalene (senyawa non polar) dari minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum). Identifikasi dilakukan melalui hasil ekstraksi multi stage 8 kali dilanjutkan dengan metode stirred batch-wise. Ekstraksi dilakukan sebagai alternatif saponifikasi. Metode stirred batch-wise dilakukan pada suhu -6°C sebanyak 5 batch dan dicampur menjadi satu sampel. Setelah sampel diuji dengan TLC dan GC-MS, komponen squalene dapat teridentifikasi dan ter-recovery 100% dengan kadar 1,71 %.
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Nyamplung Menggunakan Pemanasan Gelombang Mikro Fatih Ridho Muhammad; Safetyllah Jatranti; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.682 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6552

Abstract

Energi fosil yang selama ini menjadi tumpuan penduduk seluruh dunia, jumlahnya semakin menipis dari waktu ke waktu. Peran minyak bumi dalam penyediaan energi nasional pun masih dominan. Sekitar 53% kebutuhan energi nasional dipenuhi dari minyak bumi. Oleh karena itu, pencarian energi alternatif pengganti minyak bumi harus dikembangkan, salah satunya biodiesel. Penggunaan microwave sebagai sumber energi pembuatan biodiesel dapat mempercepat waktu reaksi. Sehingga microwave dipandang lebih efisien. Biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) memiliki kandungan minyak sebesar 60,1% berat. Dengan kandungan minyak sebesar ini maka biji nyamplung memiliki potensi yang besar bila digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Nyamplung tersebar luas di pantai-pantai Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensintesa biodiesel dari minyak mentah nyamplung (Callophyluminophyllum) dengan proses trans-esterifikasi dengan menggunakan microwave, mempelajari daya optimal dalam pembuatan biodiesel, mempelajari jumlah katalis yang dibutuhkan untuk mendapatkan biodiesel yang paling baik, mempelajari yield biodiesel yang dihasilkan serta mempelajari pengaruh penambahan ratio mol minyak-metanol terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan. Langkah awal pembuatan biodiesel nyamplung adalah proses degumming atau penghilangan impurities seperti getah, kemudian dilanjutkan dengan esterifikasi yang bertujuan untuk mengubah free fatty acid (FFA) menjadi metil ester. Setelah esterifikasi, larutan dititrasi dengan NaOH dan indicator pp hingga konsentrasi FFA menjadi < 2%. Kemudian masuk proses trans-esterifikasi yang merubah trigliserida dalam minyak menjadi metil ester dan gliserol. Proses selanjutnya adalah pemisahan biodiesel dan gliserol dan terakhir proses pencucian. Variabel percobaan adalah kadar katalis CaO 2, 3, 4, 5, dan 6% berat minyak. Ratio mol minyak-metanol 1:9 dan 1:12. Variabel terakhir adalah daya microwave sebesar 100W, 264W dan 400W. Dari hasil penelitian yang dilakukan, minyak nyamplung dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel, daya optimal proses pada 100 W, kadar katalis terbaik 4% (w/w) minyak nyamplung, yield biodiesel terbaik pada 0,94 serta ratio mol minyak-metanol yang optimal pada 1:9.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA TEPUNG MOSOF (Modified Sorghum Flour) Faza Aruni; Ira Dwitasari; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.888 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6553

Abstract

Sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah beras dan terigu. Ketika permintaan pasar semakin meningkat sedangkan ketersediaan bahan terbatas akan terjadi permasalahan baru yaitu kelangkaan bahan pangan tersebut. Salah satu alternatif pemecah masalah kelangkaan bahan pangan adalah melalui substitusi dengan sorgum atau sering disebut dengan MOSOF (modified sorghum flour). Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu sumber karbohidrat. Pada proses fermentasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan protein terhadap waktu fermentasi. Pada penelitian kali ini fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme yaitu Lactobacillus plantarum. Dari hasil uji counting chamber ditetapkan jumlah sel mikroorganisme yang digunakan sebanyak 107 sel/ml, pada bakteri Lactobacillus plantarum pemanenan starter dilakukan pada jam ke 2,5. Dari data hasil laboratorium didapatkan data untuk sorgum yang difermentasi menggunakan Lactobacilus plantarum menurunkan protein dari 9,819 + 0,766 menjadi 7,428 + 0,931 %.
Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Proses Sintesis Lithium Mangan Oksida Spinel (Limn2o4) Nanopartikel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo Gede Panca Ady Sapputra; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.131 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6601

Abstract

Di Indonesia terdapat geothermal fluid yaitu Lumpur Sidoarjo, yang menurut ilmuwan dari Jepang, Prof. Wataru Tanikawa, Lumpur Sidoarjo mengandung unsur Lithium yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Dari berbagai macam metode ekstraksi yang ada dipilih ialah metode adsorpsi dan desorpsi dengan Lithium Mangan Oksida Spinel sebagai adsorben. Proses sintesis lithium mangan oksida spinel menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 200oC dengan waktu 24, 48, dan 72 jam. Kemudian dilakukan acid treatment untuk proses adsorpsi dan desorpsi (ekstraksi). Karakterisasi pengujian menggunakan XRD, SEM, dan ICP. Morfologi yang terbentuk masih terdapat aglomerasi (penggumpalan), namun semakin bertambahnya waktu reaksi, adanya perubahan morfologi yaitu semakin tinggi tingkat homogenitasnya. Efisiensi adsorpsi dan desorpsi dari hasil sintesis dengan metode hidrotermal variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada temperatur 200°C, sebesar 41,76%, 42%, 42,76% untuk efisiensi adsorpsinya dan sebesar 1,21%, 1,06%, 0,94% untuk efisiensi desorpsinya.
Analisa Kegagalan Baut Piston Vvcp Gas Kompresor Gemini Ds-504 Emp Malacca Strait Sa Ilham Khoirul Ibad; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.561 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6608

Abstract

Berawal dari kegagalan baut piston VVCP gas kompresor Gemini DS-504 maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan tersebut. Tahapan investigasinya meliputi pengamatan makro, uji SEM, uji tarik, uji hardness, uji komposisi dan uji metalography selain itu dilakukan perhitungan manual analisa tegangan yang diterima baut. Dari pengamatan makro terlihat indikasi retak,daerah perambatan retak dan daerah patah akhir. Dalam uji komposisi terdapat beberapa unsur yang seharusnya tidak ada dalam baut. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa baut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi melebihi spesifikasi yang seharusya begitupun dari hasil uji hardness nilai kekerasannya juga lebih tinggi dari yang seharusnya. Hasil metalography menunjukkan bahwa struktur mikro yang terbentuk yaitu temper martensit hal ini sesuai dengan standardnya sedangkan hasil uji SEM menunjukkan di daerah perambatan retak terdapat striasi dan di daerah patah akhir morfologinya terlihat kasar. Dalam perhitungan analisa tegangan menunjukkan baut masih aman terhadap kriteria kegagalan fatigue akibat beban kompresi tetapi dalam perhitungan teori buckling baut tidak sesuai. Dari hasil investigasi baut mengalami kegagalan dengan tipe patahan unidirectional bending, disebabkan tidak mampunya baut menerima beban kompresi sehingga terjadi buckling dan mnyebabkan baut mengalami kegagalan.
Pengaruh Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) Terhadap Performa Elektrokimia LiTi2(PO4)3 Hasil Proses Sol-Gel Sebagai Anoda Untuk Baterai Ion Lithium Tipe Aqueous Elektrolit Ilham Azmy; Lukman Noerochim
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.934 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6607

Abstract

Penelitian tentang baterai ion lithium sebagai sistem penyimpanan energi berkembang begitu pesat. Pada baterai ion lithium, salah satu bagian utama adalah anoda yang terdiri atas material LiTi2(PO4)3. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentarsi polivinil alkohol (PVA) terhadap performa elektrokimia LiTi2(PO4)3 sebagai anoda baterai ion lithium. Proses sintesis material LiTi2(PO4)3 dilakukan dengan proses sol-gel menggunakan Li2CO3, TiO2, NH4H2PO4, dan variasi penambahan konsentrasi 5 wt%, 10 wt%, 15 wt% polivinil alkohol (PVA). Pada pengujian XRD dari ketiga sampel, teridentifikasi LiTi2(PO4)3 sesuai dengan JCPDS 35-074 meskipun masih ada fasa lain dalam intensitas yang kecil. Pengujian SEM menunjukkan bahwa material LiTi2(PO4)3 5wt% PVA memiliki ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan lainnya. Namun demikian, ukuran partikel tidak merata dan masih ada sedikit aglomerasi karena proses kalsinasi pada temperatur tinggi. Pengujian performa elektrokimia Cyclic Voltammetry (CV) menunjukkan bahwa anoda LiTi2(PO4)3 5wt% PVA menunjukkan nilai kinetik ion yang tinggi, karena pada anoda tersebut memiliki ukuran partikel yang paling kecil dibandingkan yang lainnya sehingga meningkatkan difusivitas ion Li+. Adapun pengujian Galvanostat Charge-Discharge menunjukkan bahwa anoda LiTi2(PO4)3 5wt% PVA memiliki stabilitas yang lebih baik karena pada anoda LiTi2(PO4)3 5wt% PVA memiliki sebaran ukuran partikel yang lebih kecil sehingga transfer ion saat proses interkalasi/de-interkalasi dapat berlangsung secara stabil.