cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 149 Documents clear
Analisa Perbandingan Metode Halfslab dan Plat Komposit Bondek Pekerjaan Struktur Plat Lantai Proyek Pembangunan Apartement De Papilio Tamansari Surabaya Rininta Fastaria; Yusroniya Eka Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6895

Abstract

Pekerjaan struktur pelat lantai telah mengalami perkembangan dari segi metode, peralatan, maupun materialnya. Salah satunya adalah penggunaan half-slab. Pada cara komposit bondek, untuk pengerjaan struktur pelat lantai digunakan bondek sebagai bekisting buang dan jika menggunakan halfslab, bekisting buang yang digunakan adalah beton pracetak. Kedua metode ini menggunakan plat konvensional untuk menjadikan struktur lantai tersebut komposit. Data analisa yang diperlukan untuk perbandingan dua sistem ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak pelaksana pekerjaan yaitu berupa gambar modul halfslab, time schedule, perhitungan struktur halfslab, dan volume bekisting halfslab. Perhitungan waktu didasarkan pada pembagian volume pekerjaan dengan tingkat produktivitas sumber daya dan jumlah group yang melaksanakan pekerjaan tersebut, sedangkan perhitungan biaya berdasarkan jumlah volume pekerjaan dan jumlah kebutuhan material pada masing-masing pekerjaan. Dari hasil perhitungan terhadap biaya dan waktu pada metode halfslab yang merupakan kondisi existing, waktu yang yang diperlukan untuk metode halfslab ini adalah 205 hari dengan biaya sebesar Rp 15.342.599.781,12 dan untuk metode plat komposit bondek membutuhkan waktu pelaksanaan selama 176 hari dengan biaya sebesar Rp 10.698.498.238,00.
Analisa Persediaan Material Pada Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas Di Ruas Tol Kertosono-Mojokerto Titis Wahyu Pratiwi; Yusroniya Eka Putri; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6896

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas merupakan tahap dari pelaksanaan proyek Jalan Tol Kertosono-Mojokerto dimana jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. Dalam pelaksanaannya, proyek ini dibangun diatas lahan yang sempit dengan luas lahan sisi utara 5.219 m2 dan sisi selatan 5.105 m2 sehingga tidak terdapat ruang yang cukup untuk menyimpan material dalam jumlah yang besar, selain itu terdapat material yang mengalami keterlambatan kedatangan sehingga berpengaruh pada biaya persediaan proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa persediaan material dengan menggunakan teknik lot sizing (penentuan jumlah pemesanan) pada metode Material Requirement Planning (MRP). Dengan metode ini dilakukan pengolahan data berupa biaya pesan, biaya simpan dan jumlah kebutuhan material guna memperoleh jumlah pesanan yang optimal dengan biaya persediaan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik lot sizing dalam analisa persediaan material yang menghasilkan biaya persediaan material paling minimum pada Pembangunan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto. Metode Material Requirement Planning (MRP) yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan mendasar yaitu perhitungan kebutuhan kotor (explosion), perhitungan kebutuhan bersih (netting) serta perhitungan jumlah pemesanan (lotting). Pada tahapan lotting digunakan empat teknik lot sizing yaitu Lot for Lot, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ) dan Part Period Balancing (PPB). Dari hasil analisa MRP yang dilakukan, didapat bahwa teknik lot sizing yang membentuk biaya persediaan minimum untuk semua material pada pekerjaan Pile Cap P2, P2’, P1 dan P1’ yang meliputi Bekisting, Besi D 16, Besi D 19 dan Besi D 32 serta Beton K 350 adalah teknik Lot for Lot.
Analisa Pengaruh Penerapan Konsep Green Building Terhadap Keputusan Investasi pada National Hospital Surabaya Rizki Andini; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.951 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6899

Abstract

National Hospital Surabaya merupakan bangunan yang mengadopsi konsep green building. Terdapat karakteristik biaya yang berbeda antara green building dan non green building dalam hal biaya investasi dan operasional. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah analisa biaya terhadap konsep green building yang diterapkan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan investasi gedung berkonsep green building pada National Hospital Surabaya. Hasil dari penelitian ini diketahui penerapan green building pada National Hospital Surabaya diaplikasikan pada 3 Konsep Green yaitu Green Design, Green Material, dan Green Technology. Analisa dilakukan pada 3 fitur green building yaitu Kaca Sunergy, AC VRV III, dan Lampu LED. Hasil analisa capital budgeting perbandingan NPV Kaca Sunergy dan Kaca Clear menunjukkan bahwa penggunaan Kaca Clear masih lebih menguntungkan secara finansial daripada Kaca Sunergy. Sedangkan perbandingan NPV AC VRV III dengan AC Standart menunjukkan bahwa NPV AC VRV III lebih besar dari pada NPV AC Standart pada tahun investasi ke-4 yaitu Rp 1.106.990.000.000 dan NPV AC Standart yaitu Rp 1.106.680.000.000. Serta perbandingan NPV Lampu LED dengan Lampu Essensial menunjukkan bahwa NPV Lampu LED lebih besar dari NPV Lampu Essensial pada tahun investasi ke-2 yaitu Rp 517.120.000.000 dan NPV Lampu Essensial yaitu Rp 517.057.000.000.
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah di Perumahan Griya Agung Permata, Lamongan Muchamad Faridz Hidayat; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.404 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6974

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia khususnya di kabupaten Lamongan, maka kebutuhan masyarakat akan tersedianya sebuah tempat tinggal semakin meningkat. Hal tersebut berdampak pada semakin banyaknya kegiatan konstruksi hunian, terutama perumahan. Makalah ini memaparkan penetapan harga jual unit rumah. Studi kasus yang digunakan adalah unit rumah pada perumahan Griya Agung Permata, Lamongan. Penetapan harga jual dilakukan dengan metode analisa titik impas yang mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan. Kurva biaya diperoleh dari perhitungan biaya tetap dan biaya variabel yang dibutuhkan. Kurva pendapatan diperoleh dari kurva permintaan yang diperoleh berdasarkan survey ke masyarakat. Berdasarkan analisa tersebut didapat harga jual Rp. 157.719.976 untuk tipe 40 dengan jumlah unit optimum 56 unit, Rp. 182.967.719 untuk tipe 50 dengan jumlah unit optimum 65 unit, dan Rp. 298.743.102 untuk tipe 70 dengan jumlah unit optimum 52 unit.
Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jemur Gayungan II Surabaya Finda Virgitta Faradiany; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6979

Abstract

Perkembangan bisnis properti di Surabaya yang semakin pesat, mengakibatkan permintaan terhadap lahan semakin tinggi. Namun fakta di lapangan menampakkan hal yang sebaliknya karena ternyata masih terdapat lahan-lahan yang dibiarkan kosong tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. Kondisi yang demikian memerlukan efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan dengan mendirikan sebuah properti komersial yang memberikan keuntungan bagi pemilik serta lingkungan sekitarnya.Lahan “X” seluas 1786 m2 berlokasi di Jl. Jemur Gayungan II merupakan lahan kosong yang terletak di dekat daerah perkantoran dan berpotensi dikembangkan menjadi properti komersial. Penentuan nilai lahan “X” bergantung pada penggunaan lahan. Metode penilaian yang digunakan adalah analisa penggunaan tertinggi dan terbaik atau Highest and Best Use (HBU) yang secara legal diijinkan, secara fisik memungkinkan, layak secara finansial dan memiliki produktifitas maksimum. Dari hasil penelitian didapatkan alternatif yang menghasilkan nilai lahan tertinggi dan produktivitas maksimum adalah hotel. Nilai lahan yang didapatkan sebesar Rp 9.722.718/m2 dengan produktivitas meningkat sebesar 486%.
Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Pada Pengembangan Perumahan Grand Mandiri Residence, Depok Alfian Budikusuma; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.881 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6988

Abstract

Dalam menetapkan harga jual unit rumah, harga yang ditawarkan harus bersaing dengan harga perumahan lain di sekitarnya yang memiliki segmentasi dan konsep tidak jauh berbeda. Hal ini agar konsumen tertarik membeli rumah di perumahan tersebut. Harga jual rumah merupakan acuan pertimbangan pemilihan rumah oleh konsumen, disamping fasilitas dan desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui harga jual unit rumah pada pengembangan Grand Mandiri Residence yang memperhitungkan besarnya biaya agar dapat memberikan keuntungan, serta dapat diterima oleh konsumen menurut permintaan pasar. Penetapan harga jual menggunakan analisa titik impas yang mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan. Kurva biaya diperoleh dari perhitungan biaya tetap dan biaya variabel. Kurva pendapatan diperoleh dari kurva permintaan yang berasal dari survei. Berdasarkan hasil analisa diperoleh harga jual yang sesuai dengan analisa biaya dan permintaan pasar untuk tipe 120 adalah Rp 767.455.121 dengan jumlah unit rumah sebanyak 34 unit, dan harga jual untuk tipe 140 sebesar Rp 1.174.668.574 dengan jumlah unit rumah sebanyak 6 unit.
Analisa Pembeayaan Investasi Proyek Perumahan Green Pakis Regency Malang Muhammad Altof Syahrizal; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.579 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7014

Abstract

Suatu investasi untuk proyek tentunya membutuhkan pendanaan, baik dengan modal sendiri maupun dengan hutang jangka panjang dengan komposisi tertentu. Pendanaan seperti ini tentunya menimbulkan kendala yaitu ketersediaan sumber dana dan karakteristiknya sehingga mengakibatkan cost of capital tidak optimal. Obyek proyek yang akan menjadi studi kasus dalam penelitian ini adalah Proyek Perumahan Green Pakis Regency Malang seluas 21.610,00 m2 dan memiliki 149 unit rumah yang akan dipasarkan. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk menentukan komposisi dari alternatif sumber pembeayaan yang memiliki cost of capital (biaya modal) dan tingkat pengembalian modal yang paling ringan. Sumber pembeayaan yang dipakai dalam penelitian ini adalah modal sendiri dan pinjaman. Alternatif komposisi pembeayaan pada proyek ini menggunakan beberapa alternatif komposisi yaitu 100% modal sendiri, 70% modal sendiri dan 30% pinjaman, 50% modal sendiri dan 50% pinjaman, dan 30% modal sendiri dan 70% pinjaman. Metode yang akan digunakan untuk menentukan biaya modal yang paling ringan adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital). Kemudian akan dimasukkan dalam arus kas dan dicari nilai NPV (Net Present Value) untuk mendapatkan ROR (Rate of Return on Total Capital) dan ROE (Rate of Return on Equity Capital) serta dicari nilai IRR (Internal Rate of Return) untuk menentukan layak tidaknya pengambilan komposisi pembeayaan terhadap keputusan investasi. Sedangkan untuk menentukan tingkat pengembalian yang paling ringan digunakan metode leverage. Dari hasil analisa cost of capital dengan metode WACC didapat nilai cost of capital terendah dengan perbandingan ROE dan ROR tertinggi yaitu pada alternatif 30% modal sendiri dan 70% pinjaman dengan nilai cost of capital sebesar 1,11% dan perbandingan nilai ROE dan ROR 1,98 yang merupakan bentuk pembiayaan dan tingkat pengembalian yang paling ringan pada proyek Perumahan Green Pakis Regency Malang
Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal di Perumahan Permata Jingga Blok Teratai No. 12 Malang Ramadhan Firmansyah Marsetyo; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.387 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7015

Abstract

Seorang nasabah mengajukan permohonan kredit kepada salah satu bank nasional untuk mendapatkan dana pinjaman guna keperluan konsumsi. Untuk mendapatkan keyakinan dari bank atas dana yang dipinjamkan, maka dibutuhkan adanya agunan. Agunan merupakan suatu bentuk penjaminan dari nasabah kepada bank atas kredit yang diberikan oleh bank. Agunan juga menjadi alternatif pembayaran pinjaman ketika terjadi kemacetan dalam pembayaran kredit. Salah satu barang yang dapat dijadikan agunan adalah real property (realty), yakni properti berupa tanah dan segala sesuatu yang melekat padanya. Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk mencari nilai pasar wajar dari rumah tinggal yang terletak di Perumahan Permata Jingga Blok Teratai No. 12 Malang, sehingga didapatkan nilai agunan dari rumah tinggal tersebut. Metode yang digunakan adalah metode perbandingan data pasar dan metode pendekatan biaya. Nilai agunan dari objek penelitian dapat dihitung dengan berdasarkan pada syarat dan kondisi salah satu bank nasional. Dari kedua metode yang dipakai diperoleh nilai agunan dari objek penelitian adalah sebesar Rp 1.518.183.000,- (satu miliar lima ratus delapan belas juta seratus delapan puluh tiga ribu rupiah) yang didasarkan pada analisa nilai pasar sebesar Rp 2.059.589.000,- (dua miliar lima puluh sembilan juta lima ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah).
Penetapan Harga Pokok Penjualan Berdasarkan Alokasi Biaya Terhadap Posisi Rumah Pada Perumahan Green Park Residence Sampang Triogo Utomo; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.895 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7018

Abstract

Perumahan Green Park Residence Sampang merupakan salah satu perumahan di Kabupaten Sampang yang lokasinya sangat strategis. Para pengembang perumahan di Kabupaten Sampang biasanya menetapkan harga jual untuk setiap tipe rumah sama yaitu posisi rumah pada perumahan tersebut tidak berpengaruh terhadap harga jualnya. Sebelum menetapkan harga penjualan maka perlu diketahui terlebih dahulu harga pokok penjualan (HPP) rumah tersebut dan penetapan margin keuntungan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui harga pokok penjualan untuk setiap unit rumah berdasarkan alokasi biaya terhadap posisi rumah pada perumahan dan margin keuntungan yang ditetapkan. Untuk mendapatkan harga pokok penjualan yang berbeda-beda berdasarkan posisi rumah maka perlu dilakukan analisa alokasi biaya tetap. Analisa biaya dilakukan menggunakan metode analisa titik impas. Dari hasil analisa yang dilakukan, didapatkan persamaan harga pokok penjualan rumah tipe 54/96 terhadap kenaikan prosentase margin keuntungan. Pada Kelompok Harga 1 didapatkan persamaan Y = 719.691,046 X + 262.209.447,206, Kelompok harga 2 Y = 686.392,595 X + 257.972.820,629, dan untuk kelompok harga 3 yaitu Y = 683.178,163 X + 239.934.886,053. Dimana Y merupakan Harga pokok penjualan (HPP) dan X adalah Persentase Margin Keuntungan.
Arahan Pengembangan Ekonomi Kabupaten Lamongan Berdasarkan Sektor Unggulan (Studi Kasus: Sektor Pertanian) Dewi Karina Yuda; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.983 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7241

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan daerah yang terus mengalami perkembangan setiap tahunnya dilihat dari peran sektor unggulan. Sektor pertanian merupakan sektor dominan dalam struktur perekonomian Kabupaten Lamongan dan sektor pertanian merupakan sektor basis utama. Namun pada tahun 2011 terjadi perlambatan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi Kabupaten Lamongan berdasarkan sektor unggulan, khususnya sektor pertanian. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan analisis. Untuk mengetahui kecamatan yang bergerak dalam sektor unggulan menggunakan alat analisis LQ, DLQ, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Selanjutnya untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan sektor unggulan menggunakan analisis Delphi. Sementara untuk menyusun arahan pengembangan ekonomi berdasarkan sektor unggulan menggunakan analisis Triangulasi. Hasil yang diperoleh adalah terdapat 11 kecamatan yang berpotensial di sektor pertanian. Karena Kecamatan Ngimbang dan Kecamatan Brondong ditetapkan sebagai kawasan agropolitan dan minapolitan, sehingga penelitian difokuskan pada 2 kecamatan tersebut. Selain itu terdapat 12 faktor yang berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan sektor unggulan pertanian. Dari ke 12 faktor tersebut didapatkan hasil akhir, setidaknya terdapat 37 arahan yang terdiri dari arahan Kecamatan Ngimbang dan Kecamatan Brondong untuk pengembangan ekonomi Kabupaten Lamongan berdasarkan sektor unggulan.

Page 4 of 15 | Total Record : 149