cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 70 Documents clear
Perencanaan Arrayed Waveguide Grating (AWG) untuk Wavelength Division Multiplexing (WDM) pada C-Band Frezza Oktaviana Hariyadi; Sri Rahayu
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.495 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9788

Abstract

Teknologi Arrayed Waveguide Grating (AWG), salah satu solusi membagi kanal menjadi sub kanal lebih kecil dengan mengatur selisih panjang array tetap. Dalam Makalah ini, dilakukan perencanaan desain parameter AWG beroperasi pada kanal C-Band (1530-1560 nm), untuk mendukung kebutuhan kanal WDM, baik coarse-WDM (CWDM), dense-WDM (CWDM) maupun very high density-WDM (VHDWDM). Perencanaan dilakukan lewat perhitungan teoritis dan menggunakan bantuan tool berupa WDM_Phasar.Perhitungan parameter AWG secara teoritis bertujuan menghasilkan  parameter desain ideal, sementara lewat  WDM_phasar dengan menambahkan batasan ukuran devais, crosstalk dan nonuniformity, diharapkan akan diperoleh parameter desain yang lebih realistis. Adapun parameter yang diamati meliputi besarnya orde difraksi (m), panjang free propagation range (FPR), perbedaan panjang array (ΔL), jumlah array (Narray), jumlah kanal I/O (Nmax)  dan free spectral range (FSR).Dengan contoh spasi kanal 100 GHz pada C-band,  dihasilkan parameter hitungan teoritis sebesar 1308,61 μm, 25,1698 μm, 43,7143, 108 buah, 27 kanal dan 21,211 nm, masing-masing untuk nilai FPR, ΔL, m, Narray, Nmax dan FSR. Sedangkan lewat bantuan WDM_Phasar dengan batasan ukuran devais (15000x9000 μm2), crosstalk (-35 dB) dan nonuniformity (0,5), menghasilkan parameter AWG 1197,347 μm(FSR), 23,764 μm(ΔL), 41(m), 56 (Narray), 16(Nmax) dan 11,2 nm(FSR). Semakin besar spasi kanal, jumlah bit yang bisa diangkut juga semakin banyak.
Rancang Bangun Platform Sistem SFN TV Digital DVB-T2 Rakhmat Oktariza; Endroyono Endroyono; Gatot Kusrahardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.19 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9801

Abstract

Menyambut implementasi penuh standar penyiaran TV digital DVB-T2 di Indonesia, pemahaman konsep dan realisasi terkait skema alokasi frekuensi dan susunan pemancar-penerima amat diperlukan untuk dapat melakukan perencanaan jaringan yang matang. Adanya suatu platform untuk implementasi, pengukuran dan analisis kinerja sistem DVB-T2 akan sangat membantu hal tersebut. Tugas Akhir ini bertujuan merancang platform sistem Single Frequency Network (SFN) untuk implementasi, pengukuran dan analisis pada aplikasi TV digital berstandar DVB-T2. Rancangan platform untuk pengukuran terdiri atas sebuah PC berisi card DekTec DTA-2131 dan antena UHF sebagai unit penerima, sedangkan dua buah PC berisi card DekTec DTA-2111 sebagai unit pemancar dan sebuah RF channel simulator ditambahkan untuk memungkinkan implementasi dan pengujian SFN secara mandiri dalam skala laboratorium. Pengukuran lapangan melalui drive test dilakukan dengan unit penerima sebagai evaluasi terhadap jaringan penyiaran TV digital di wilayah Gerbang Kertasusila. Hasil yang diperoleh kemudian digunakan dalam simulasi untuk menentukan rekomendasi skenario pengimplementasian SFN di wilayah tersebut, terutama dalam kaitannya dengan faktor Power Imbalance (PI) antara dua atau lebih pemancar. Platform yang dirancang sudah mampu diaplikasikan untuk pengukuran dan evaluasi jaringan penyiaran existing. Sementara hasil pengukuran dari 8 test point memberikan rata-rata level RF sebesar -67,70 dBm dan CNR sebesar 20,40 dB untuk wilayah Gerbang Kertasusila. Skenario pasangan pemancar yang direkomendasikan dari hasil simulasi adalah Tx1-2 untuk SFN-SISO dan Tx2-3 untuk SFN-MISO.
Desain Peralatan Pendeteksi Gangguan Hubung Singkat Belitan Stator Motor Induksi Menggunakan Arus Online Berbasis Mikrokontroler Ade Kurniawan Putra; Dimas Anton Asfani; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.59 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9802

Abstract

Motor induksi adalah salah satu peralatan utama dalam industri. Kerusakan pada bagian motor akan mempengaruhi proses dan hasil produksi. Oleh karena itu, deteksi dini kerusakan motor induksi sangat dibutuhkan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Pada tugas akhir ini akan didesain sistem monitoring untuk menganalisa dan mendeteksi kerusakan pada motor berdasarkan pembacaan arus fasa dan tegangan fasa belitan motor induksi pada saat keadaan normal maupun gangguan melalui komputer. Pada layar komputer akan ditampilkan hasil pembacaan tegangan dan arus. Dari parameter tersebut dapat dilakukan diagnosa keadaan dari motor induksi apakah dalam keadaan normal atau tidak. Bila terjadi gangguan pada motor induksi, sistem ini dapat mendeteksi jenis gangguan yang terjadi pada motor induksi tersebut.   Kata Kunci : belitan stator, hubung singkat, motor induksi  
Analisis Unjuk Kerja Flow Control pada Network on Chip dalam Beberapa Kondisi Jaringan Muhammad Hizrian Hizburrahman; Istas Pratomo; Djoko Suprajitno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.342 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9811

Abstract

Network on Chip ialah teknik yang digunakan di System on Chip sebagai pengganti shared bus dan direct point – to – point. Pada Network on Chip terdapat parameter desain dan parameter performansi jaringan. Penentuan parameter desain dan perkembangan dari jaringan dapat menimbulkan permasalahan pada jaringan seperti congestion dan saturasi yang menyebabkan paket hilang. Congestion dapat diatasi dengan menggunakan flow control yang tepat. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap tiga teknik flow control yaitu Stall / Go , Ack / Nack serta Dynamic Multi Level yang diterapkan pada dua model jaringan. Model jaringan yang pertama untuk mengamati pengaruh flow control terhadap saturasi jaringan dan model kedua untuk mengamati pengaruh flow control terhadap perubahan parameter desain dan mendapatkan teknik flow control yang paling optimal dan pengaruh perubahan parameter desain terhadap parameter performansi jaringan. Dari hasil penelitian, jaringan yang menggunakan flow control tidak mengalami saturasi. Dimana flow control Stall / Go merupakan flow control terbaik dalam meningkatkan throughput sebesar 21.08% , 65.33%, 151% dan 13.37% , menurunkan delay sebesar 407.85, 606.03, 1631.95, 322.59 cycles, menurunkan penggunaan daya sebesar 68.67%, 61.33%, 49.93%, 68.22% untuk masing – masing perubahan ukuran jaringan, perubahan packet injection rate, perubahan ukuran paket dan perubahan ukuran buffer.
Pengolahan Citra untuk Mengukur Diameter Terkecil Kayu Guna Mengatasi Rugi Akibat Kesalahan Pengukuran pada Industri Kayu Rifyal Rachmat; Ronny Mardiyanto; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.639 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9844

Abstract

Kayu merupakan hasil hutan sebagai bahan dasar dari produk jadi seperti lemari, kursi, dan produk olahan lain. Pada industri pengolahan kayu, metode penentuan harga umumnya didasarkan terhadap perhitungan isi kayu (volume) dimana nilai tersebut diawali dengan perhitungan diameter terkecil. Pekerja lapangan pada usaha kayu menggunakan nilai dari diameter terkecil untuk dijadikan acuan perhitungan dengan penggaris. Akan tetapi pengukuran ini kurang akurat karena kayu gelondong mempunyai bentuk yang tidak bulat sempurna. Padahal, selisih satu centimeter saja dapat menentukan grade kayu dan berpengaruh terhadap harga kayu gelondong tersebut. Penelitian menggunakan algorithma pengolahan citra telah dilakukan  maupun dengan spesifikasi tentang permukaan kayu. Teknologi yang dirancang memanfaatkan penginderaan mesin visual yang dilakukan oleh kamera  untuk melakukan penghitungan otomatis terhadap nilai kayu dengan program OpenCV. Pada tugas akhir ini, sebuah alat tepat guna dengan raspberry pi yang akan menjadi standarisasi pengukuran pada usaha kayu dengan menggunakan pengolahan citra digital. Devais yang dibuat sangat portabel dan berhasil mengukur diameter terkecil kayu dengan akurasi pengukuran 97% menggunakan metode kontur dan bounding box. Metode tersebut lebih baik dari metode lingkaran Hough dengan akurasi 89%. Perbaikan sistem dapat dilakukan pada deteksi obyek melalui pencahayaan dan segmentasi kontur.
Social Optimality of Cordon Area Congestion Pricing in a Monocentric City Dillon, Harya
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.14083

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan epidemi global yang telah melumpuhkan banyak kota. Dari sudut pandang ekonomi mikro, kemacetan dapat dipandang sebagai eksternalitas negatif dimana diperlukan bea Pigovian sebagai solusi atas ekuilibrium yang kurang optimal tersebut. Eksternalitas ini dirasakan dalam bentuk tundaan perjalanan dan pembangunan kota yang rakus lahan. Meskipun teori mengenai ketepatgunaan bea kemacetan (congestion pricing) telah mapan sejak akhir 1970-an, penerapan dan implementasi kebijakan tertunda oleh kendala teknologi. Salah satu bentuk implementasi bayaran kemacetan yang sering dijumpai adalah bea lintas-kordon (cordon charging), dimana penglaju yang masuk ke wilayah pusat dibebani sejumlah biaya. Ketepatgunaan dari bea lintas-kordon telah dikaji secara empiris dan juga dengan simulasi numerik, namun penjelasan teoretis belum dilakukan secara tuntas. Penulis mengembangkan model kota monosentris untuk meneliti dampak kebijakan bea lintas-kordon pada kepadatan kota dan permintaan akan lahan kota (equilibrium rent). Bea lintas-kordon akan menaikkan harga lahan di pusat kota dan memperbesar gradien kurva tawaran-sewa (bidrent curve). Namun yang lebih penting untuk diperhatikan adalah bahwa besaran ini ditentukan oleh parameter kordon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa daya manfaat kebijakan ini sangat dipengaruhi oleh pilihan parameter kordon yang dibuat perencana.
Pra Desain Pabrik Floating LNG Di Blok Masela Hezron Yerido; Hadi Wiratama; Gede Wibawa; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.258 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10481

Abstract

Gas alam dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Gas alam cair (Liquefied Natural Gas, LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor dan hidrokarbon berat, kemudian gas alam dikondensasi menjadi cairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° C. Proses pembuatan LNG dari gas alam terdiri dari 3 unit utama, diantaranya 1. Treating unit: yang terdiri dari dehydration unit.  2. Fractionation unit : Plant  Fractionation Unit bertujuan untuk memisahkan hidrokarbon berat dalam gas alam sehingga menghasilkan LNG dengan kandungan methane tinggi. 3. CO2 Removal Unit dan Liquefaction unit : yang terdiri dari Refrigeration Unit dan Liquefaction Unit diikitu oleh CO2 Removal. Sekitar sepertiga atau 60 Trillyun Ft3 cadangan gas alam di dunia berada di lepas pantai, sehingga dengan adanya Floating LNG plant dapat memaksimalkan sumber daya gas alam yang selama ini masih belum terjamah. Maka dari itu, Floating LNG Plant ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang guna memenuhi pasokan gas untuk pembangkit listrik. Selain itu dapat mengatasi permasalahan pembebasan tanah untuk jalur pipa yang selama ini sulit untuk dilakukan, sehingga lebih memungkinkan untuk membangun pabrik LNG terapung (Floating LNG Plant). Proses FLNG ini berlangsung secara kontinyu, selama 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut dengan kapasitas produksi = 2,5 MTPA (Juta Ton/Tahun). Berdasarkan analisa ekonomi dengan menggunakan metode pendekatan Discounted Cash Flow yang terdiri dari perhitungan biaya produksi dan aliran kas/kinerja keuangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: IRR = 40,05 % pertahun Pay Back Periode = 3,23 tahun dan BEP = 46,8 % Ditinjau dari uraian di atas, dapat disimpulkan secara teknis dan ekonomis, bahwa pra desain pabrik “Floating LNG” ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum Kurniawan Candra; fredi Susanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.418 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9917

Abstract

Abstrak- Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 % per tahun, Pay Out Time : 4.09 tahun, dan BEP : 25.13 %
Analisa Penggunaan Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) Untuk Melindungi Peralatan di PT Pindo Deli Yohanes Sabriant Widyo Utomo; Margo Pujiantara, Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10062

Abstract

Increas demand load and power capacity requirement at PT Pindo Deli then the short circuit current that occur will be greater. this can cause damage to electrical equipment located around the point of interrupting and resulting failure of the electrical system in power distribution. from the analysis of the three phase short circuit current 1/2 cycle seen that the bus 1 exceeds the peak breacing  asimetry equipment.  Where breacing peak bus asymetri 1 was 43.88 kA. While the peak of 3-phase  short circuit on the bus 1 is 47.98 kA.  To protect the equipment and the entire electrical system in PT Pindo Deli would require  the use of Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) that will be placed on buses that  exceed or approach the critical point. There are two kinds of Superconducting Fault Current Limiter that type of resistive and saturated iron core. In this final project SFCL used  is a hybrid resistive Superconducting Fault Current Limiting. By using a hybrid resistive  SFCL then flow disturbance will quickly be reduced by utilizing the reactance of Current  Limiting Reactor (CLR) that is connected parallel with superonductor So as to secure all the equipment and electrical systems of a total blackout. After determination of Superconducting Fault Current Limiter setting the overcurrent relay coordination to determine whether existing coordination setting in accordance with the conditions there.  The coordination displayed using the curve Current Time Curve (TCC).
Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum Fredi Susanto; Kurniawan Candra Eka Prasetya Mamuji Putra; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.462 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10333

Abstract

Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 %  per tahun, Pay Out Time : 4.09  tahun, dan BEP : 25.13 %.