Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Evaluasi Kinerja IPAL - IPAL Program SPBM-USRI Tahun Pembangunan 2012 – 2014 di Surabaya
Aulia Husada Bhakti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.576 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17974
Program SPBM-USRI telah membangun 40 unit fasilitas sanitasi di Surabaya pada Tahun 2012 - 2014 yang meliputi 17 MCK++, 13 MCK Kombinasi, dan 10 IPAL Komunal. Evaluasi dilakukan untuk menentukan kinerja pelaksanaan dan strategi peningkatan kinerja program yang ditinjau dari aspek teknis. Data primer didapatkan dari observasi lapangan, wawancara penanggung jawab, dan pengujian kualitas air limbah. Data sekunder yang digunakan adalah DED dan karakteristik air limbah yang telah diuji BLH. Evaluasi dilakukan dengan metode analisis scoring dan pembobotan serta analisis SWOT. Terdapat 3 unit bangunan MCK++ dan 4 unit bangunan MCK Kombinasi yang terbengkalai. Kinerja pelaksanaan program ditinjau dari aspek teknis adalah buruk dengan nilai evaluasi sebesar 45,1%. Kinerja program tiap jenis fasilitas beserta hasil nilai evaluasinya masing – masing adalah MCK++ berkinerja baik (54,8%), MCK Kombinasi buruk (40,9%), dan IPAL Komunal buruk (34,2%). Peningkatan kinerja pelaksanaan Program SPBM ditinjau dari aspek teknis adalah melalui perbaikan sarana MCK, perbaikan manhole, peningkatan intensitas pemeliharaan, serta meningkatkan kinerja IPAL dengan cara: menambahkan mikroba, meningkatkan frekuensi pengurasan, membersihkan biofilter, menambahkan filter eksternal, maupun menambahkan kompartemen.
Pemetaan Tingkat Kekeringan Berdasarkan Parameter Indeks TVDI Data Citra Satelit Landsat-8 (Studi Kasus : Provinsi Jawa Timur)
Diah Witarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.088 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18118
Kekeringan merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kekeringan erat hubungannya dengan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan air. Kekeringan datang secara berulang tiap tahunnya dan sulit dicegah. Kekeringan terjadi dengan intensitas dan luas yang berbeda-beda tiap tahunnya. Peningkatan intensitas dan luas bencana kekeringan berpengaruh besar terhadap berbagai sektor. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2015), beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur mengalami tingkat kekeringan yang sangat tinggi dan luasnya wilayah terdampak. Oleh karena itu, perlu adanya pemantauan dan prediksi tingkat kekeringan di wilayah Provinsi Jawa Timur dengan monitoring secara berkala dalam kurun waktu tertentu serta diperlukan data yang dapat digunakan secara efisien dalam monitoring tersebut. Salah satu data citra satelit yang dapat digunakan dalam monitoring kekeringan adalah citra Satelit Landsat-8. Pemantauan kekeringan dilakukan pada wilayah Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 3 tahun (2013-2015) berdasarkan parameter Temperature Vegetation Dryness Index. Perhitungan parameter indeks TVDI ini didasarkan pada hubungan linier antara nilai indeks vegetasi dengan suhu permukaan tanah dan dalam perhitungan nilai suhu permukaan tanahnya menggunakan metode Split Window Algorithm. Algoritma ini memperhitungkan nilai emisivitas dari tutupan lahan dan water-vapour content dari study area. Nilai emisivitas yang digunakan dalam perhitungan Land Surface Temperature (LST) adalah nilai mean dan different dari nilai Land Surface Emissivity (LSE). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan perhitungan nilai TVDI yaitu adanya perbedaan nilai rata-rata kekeringan antara tahun 2013 dengan tahun 2014 yaitu mengalami penurunan sebesar 0,008. Sedangkan antara tahun 2014 dengan tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,015.
Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran Dengan Pendekatan Eco-Settlements
Bayu Arifianto Muhammad;
Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.242 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18131
Peningkatan jumlah penduduk dari periode ke periode diikuti juga padatnya permukiman penduduk. Hal ini berpotensi memunculkan permukiman kumuh yang berpengaruh negatif terhadap kualitas lingkungan.Dalam perencanaannya, Kota Surabaya mennggiatkan pekembangan dengan konsep berkelanjutan. Penelitian ini betujuan untuk menentukan arahan yang tepat dalam penataan lingkungan permukiman kumuh dengan pendekatan Eco-Settlements yang berkembang dari konsep pembangunan berkelanjutan. Sasaran yang disusun adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran dengan deskriptif kualitatif, Analisa faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan permukiman kumuh menggunakan Delphi. Dan sasaran terakhir sekaligus output penelitian yang dihasilkan dari penelitian ini berupa arahan deskripitf dari setiap faktor-faktor yang mempengaruhi permukiman kumuh yang didasarkan pada kebijakan, base theory, dan penelitian yang telah dilakukan. Dari analisa tersebut didapat arahan secara garis besar berdasarkan faktor berpengaruh berupa penambahan dan peningkatan kualitas prasarana sanitasi, air bersih, drainase, dan rumah sehat, peningkatan daya dukung lingkungan dan sumber daya masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas institusi dan kesadaran akan kebijakan yang ada terkait pengelolaan permukiman kumuh.
SKENARIO PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS KELURAHAN KOTALAMA KOTA MALANG)
Irwansyah Muhammad;
Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.856 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18155
Kelurahan Kotalama merupakan salah satu kelurahan yang ditetapkan menjadi kawasan prioritas kumuh oleh pemerintah Kota Malang menurut Rencana Kawasan Kumuh Permukiman Kumuh Perkotaan Kota Malang Tahun 2015. Salah satu permasalahan pada kelurahan Kotalama selain kekumuhan adalah rendahnya partisipasi masyarakat, Bukti rendahnya partisipasi masyarakat adalah masyarakat yang kurang bisa menerima proram-program yang telah dibuat pemerintah untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh. Untuk itu diperlukan skenario partisipasi masyarakat untuk mengetahu skenario yang sesuai dengan kondisi eksisting masyarakat untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh. Sasaran Pertama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Kotalama yang menggunakan teknik analisa skoring dan overlay. Analisis skoring digunakan untuk menghitung bobot masing-masing variabel pada sasaran pertama, sedangkan analisa overlay digunakan untuk mengetahui hasil akhir tingkat kekumuhan dengan software GIS Sasaran kedua adalah menentukan tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan teknik analisis skoring. Analisis skoring digunakan untuk menghitung bobot masing-masing variabel berdasarakan tangga partisipasi Arnstein. Sasaran ketiga pada penelitian ini adalah mengetahui skenario partisipasi yang sesuai dengan teknik content analysis yang menggunakan data dari hasil sasaran pertama dan kedua. Content analysis digunakan untuk menganalisis hasil wawancara yang dilakukan terhadap responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah skenario partisipasi masyarakat berdasarkan tingkat kekumuhan dan tingkat partisipasi masyarakat yang menjadi 12 skenario. Skenario tersebut didapatkan dari beberapa tipologi yaitu (a) kumuh sedang dengan tingkat partisipasi therapy, (b) kumuh sedang dengan tingkat partisipasi pemberian informasi, (c) kumuh sedang dengan tingkat partisipasi konsultasi, dan (d) kumuh berat dengan tingkat partisipasi pemberian informasi.
Arahan Peningkatan Pengelolaan Program Urban Farming di Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep Surabaya
Renny Ratna Dewi;
Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.708 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18167
Kelurahan Made merupakan salah satu wilayah di Kota Surabaya yang masih melakukan kegiatan pertanian hingga saat ini. Total luas lahan garapan mereka sebesar 211,85 Ha dengan produksi tanaman mencapai 6000 ton per tahunnya. Namun, masyarakat Kelurahan Made hingga saat ini masih menerapkan sistem pertanian tradisional dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur milik developer sebagai media tanam. Hal itu tentunya tidak akan berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama karena lahan-lahan tersebut akan beralih fungsi menjadi lahan perumahan yang akan berimbas pada ketersediaan lahan yang semakin terbatas dan berdampak pada aktivitas pertanian di Kelurahan Made. Menanggapi hal tersebut perlu adanya dorongan dari pemerintah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian perkotaan di wilayah tersebut. Sasaran-sasaran penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan pengelolaan program urban farming menggunakan analisis delphi, menentukan faktor-faktor penentu keberhasilan program urban farming menggunakan content analysis, dan merumuskan arahan peningkatan pengelolaan program urban farming secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa kegiatan urban farming di Kelurahan Made masih memiliki beberapa permasalahan meliputi teknis maupun non teknis. Untuk kedepannya, kegiatan pertanian di Kelurahan Made akan diarahkan ke sistem pertanian modern dengan memanfaatkan lahan yang terbatas tetapi dengan hasil yang maksimal dan berkualitas. Metode penanaman dengan menggunakan polybag akan dikembangkan di Kelurahan Made dalam mengatasi persoalan lahan.
Identifikasi Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Gatot Subroto;
Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.512 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18297
Alih fungsi lahan-lahan pertanian subur selama ini kurang diimbangi oleh upaya-upaya terpadu mengembangkan lahan pertanian melalui pemanfaatan lahan marginal. Di sisi lain, alih fungsi lahan pertanian pangan menyebabkan berkurangnya penguasaan lahan sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian laju alih fungsi lahan pertanian pangan melalui perlindungan lahan pertanian pangan untuk mewujudkan ketahanan, kamandirian dan kedaulatan pangan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan peruntukan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Jombang. Tujuan tersebut dapat dicapai setelah Menentukan variabel-variabel penentu LP2B di Kabupaten Jombang. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 11 variabel fisik dan lokasi yang berpengaruh dalam penentuan lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan menggunakan metode AHP untuk pembobotan variabelnya.
Identifikasi Variabel Berpengaruh Terhadap Jalur Evakuasi Bencana Banjir di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban
Ahmad Ikhfan Efendi;
Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.901 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18309
Kecamatan Widang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Tuban yang paling rawan terhadap bencana banjir. Pada tahum 2008 dan 2009, hampir satu kecamatan Kecamatan Widang terdampak bencana banjir akibat dari luapan sungai Bengawan Solo. Namun sampai saat ini penyediaan jalur evakuasi masih belum optimal. Maka dari itu diperlukan jalur evakuasi yang memiliki waktu evakuasi paling optimal. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh dengan menggunakan content analysis. Selanjutnya, jalur evakuasi ditentukan berdasarkan variabel berpengaruh. 4 tahapan penentuan jalur evakuasi adalah menentukan kawasan terdampak banjir, menentukan lokasi evakuasi, menentukan rute evakuasi dengan menggunakan network analysis, dan menentukan jalur evakuasi.
Pola Perkembangan Harga Lahan di Kawasan Koridor Jalan Arteri Porong Sidoarjo
Nur Fitriah Andriani;
Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.823 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18343
Abstrak- Menurut RTRW Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029 dalam arahan pemanfaatan ruang disebutkan bahwa salah satu indikasi program di sektor pekerjaan umum adalah adanya proyek pembangunan Jalan Arteri Porong. Terbangunnya Jalan Arteri Porong mendorong meningkatnya tingkat aksesibilitas yang berpengaruh terhadap nilai lahan kawasan. Hal tersebut juga berpengaruh juga terhadap peningkatan harga lahan sebesar 50% untuk tanah kering dan 317% untuk tanah sawah.. Kenaikan harga lahan tersebut merupakan kenaikan yang tidak wajar. Jika dibiarkan secara terus menerus, akan dapat menghambat rencana pengembangan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan harga lahan di koridor Jalan Arteri Porong Sidoarjo. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interpolasi dengan menggunakan aplikasi Surfer 10. Hasil penelitian ini menghasilkan peta pola persebaran harga lahan 3 tahun terakhir (2013-2015). Berdasarkan pemetaan persebaran harga lahan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pada tahun 2013-2015 telah terjadi perkembangan harga lahan di wilayah penelitian. Pada tahun 2013 ke tahun 2014, harga lahan di wilayah penelitian berkembang di sekitar Kelurahan Juwet Kenongo dan Porong yang merupakan pusat kegiatan. Dalam perkembangannya, dapat terlihat dalam peta bahwa harga lahan yang memiliki kisaran cukup tinggi semakin meluas di antara kedua kelurahan tersebut. Harga tertinggi pada tahun 2013 ke tahun 2014 berselisih sebesar 120.000 hingga 200.000 rupiah. Tahun 2015 harga lahan mengalami perembetan perkembangan yang semakin meluas di sekitar pusat kegiatan dan muncul perkembangan harga lahan yang cukup tinggi di sepanjang koridor Jalan Arteri.
Faktor Prioritas Penyebab Kumuh Kawasan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Belitung Selatan Kota Banjarmasin
Abi Syarwan Wimardana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.766 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18386
Kenaikan laju pertumbuhan pendudukmemiliki dampak pada tingginya akses terhadap kebutuhankebutuhanprimer salah satunya adalah kebutuhan akan rumahtinggal. Hal tersebut merupakan salah satu pemicu munculnyapermukiman kumuh. Keberadaan permukiman kumuh di KotaBanjarmasin mengindikasikan munculnya permasalahan sosialdan lingkungan yang besar, salah satunya terjadi di wilayahKelurahan Belitung Selatan. Permukiman kumuh tersebar di 10RT Kelurahan Belitung Selatan. Yang termasuk dalam kategorikumuh ringan terdapat 9 Rukun Tangga (RT4,8,9,10,11,12,13,14,15) dan Kumuh Ringan 1 Rukun Tangga (RT6). Karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan BelitungSelatan memiliki tingkat kepadatan bangunan yang cukup tinggidan rata-rata luas persil kecil, serta kondisi bangunan yangcukup tua. Luas permukiman kumuh pada 10 RT sebesar 6,04Ha. Kawasan kumuh terdiri dari rumah 480 Unit denganpersebaran jumlah penduduk 1.920 jiwa pada kawasanpermukiman kumuh Kelurahan Belitung Selatan. Penelitian inibertujuan menentukan faktor prioritas penyebab kumuh, denganmelakukan pencapaian tahapan sasaran yaitu mengidentifikasikarakteristik kawasan permukiman kumuh, serta menganalisisdalam menentukan faktor prioritas penyebab kumuhpermukiman kumuh di Kelurahan Belitung Selatan. Dalammencapai tujuan tersebut maka dilakukan beberapa tahapananalisis. Pertama, mengidentifikasi karakteristik permukimankumuh di Kelurahan Belitung Selatan melalui analisis statistikdeskriptif. Tahap selanjutnya yaitu menganalisis faktor prioritasyang mempengaruhi permukiman kumuh melalui analisastakeholder dan menggunakan teknik analisis AHP (AnalythicalHierarchy Process) dalam penentuan faktor prioritas penyebabkumuh serta turunan faktor berupa variabel penyebab kumuh.
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Pidakan di Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Berbasis Partisipasi Masyarakat
Lina Rizqi Nafisah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.536 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18482
Pantai Pidakan adalah salah satu wisata pantai di Dusun Godeg Kulon, Desa Jetak, Kabupaten Pacitan. Pantai ini merupakan pantai yang memiliki keindahan alam yang dikelola oleh masyarakat lokal. namun, masih terdapat permasalahan diantaranya adalah kurangnya atraksi wisata, kurangnya fasilitas, dan peran pemerintah yang kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan pengembangan wisata berbasis Partisipasi Masyarakat di Pantai Pidakan. Terdapat 3 sasaran studi dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata pantai Pidakan, mengetahui faktor pengembangan wisaya dan merumuskan arahan pengembangan wisata pantai Pidakan berbasis partisipasi masyarakat. Adapun teknik analisisnya adalah analisis deskriptif menggunakan tabulasi silang untuk sasaran pertama, Content Analysis untuk sasaran kedua dan analisis deskriptif untuk sasaran ketiga. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa, pertama, bentuk partisipasi yang tertinggi adalah partisipasi buah pikiran dan partisipasi terendah adalah bentuk partisipasi keterampilan sehingga perlunya peningkatan keterampilan dalam pengembangan wisata. Kedua, ditemukan 17 faktor pengembangan yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Pidakan. Ketiga, terumuskannya arahan pengembangan kawasan wisata Pantai, yaitu menyusun konsep dan membentuk DTW baru, pengembangan sarana dan prasarana wisata, aksesibilitas, peningkatan keterampilan dalam mengelola hasil laut, peningkatan modal usaha wisata melalui dukungan eksternal pemerintah dan swasta. Kata Kunci: Pengembangan Wisata, Wisata Pantai, Partisipasi Masyarakat