cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
PERBANDINGAN DESAIN IPAL ANAEROBIC BIOFILTER DENGAN ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK LIMBAH CAIR TEKSTIL DI SURABAYA Yogie Restu Firmansyah; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17862

Abstract

Effluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pabrik Tekstil X belum memenuhi kriteria yang ada, terutama untuk masalah warna. Sistem pengolahan IPAL menggunakan Anaerobic Biofilter memiliki kelebihan menyisihkan bahan organik yang tinggi, kebutuhan lahan yang relatif tidak besar, dan biaya operasi yang murah dibandingkan dengan sistem lumpur aktif yang menggunakan proses aerasi. Rotating Biological Contactor (RBC) juga memiliki kelebihan yang sama dengan anaerobic biofilter. Perbandingan antara kedua sistem tersebut diperlukan untuk mengetahui sistem yang paling efektif untuk mengolah air limbah di Pabrik Textil X. Pengolahan adsorbsi batok arang kelapa dipilih untuk menghilangkan warna. Perencanaan ini dilakukan dengan menggunakan metode yang sistematis dimulai pengumpulan data primer dan sekunder yang berupa data karakteristik dan debit air limbah, lalu dilakukan perhitungan dan penggambaran Detail Engineering Desan (DED), volume pekerjaan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), setelah itu dilakukan pembahasan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari unit anaerobic Biofilter yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa dan Rotating Biological Contactor yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa, lalu diambil kesimpulan dan saran yang relevan dengan tujuan dari perancanaan ini. Dari perhitungan DED didapat dimensi untuk masing masing unit IPAL sebagai berikut Bak ekualisasi (2,6 m x 2,6 m x 2 m), Septic tank (1,75 m x 1,5m x 2,5m), Anaerobic Filter 4 kompartemen (4,5m x 2,5m x 2,5m), , RBC 2 shaft  (2,75m x 2,75 m x 1m), Adsorbsi (3,5 mx 6,75m x 0,55m). Biaya investasi alternative 1 sebesar Rp   700.193.694,29, biaya operasi sebesar Rp 50.222.462,40, biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Alternatif 2 biaya investasi sebesar Rp 777.526.655,53, biaya operasi sebesar Rp Rp 53.012.599,20  , biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Kelebihan anaerobic filter adalah biaya investasi yang lebih kecil, kebutuhan lahan yang lebih sedikit yaitu 45  m2 , biaya operasional dan perawatan yang lebih kecil, jumlah lumpur yang dihasilkan lebih sedikit., sedangkan kekurangannya adalah waktu tinggal yang lebih lama dan start up yang lama. Kelebihan RBC adalah waktu tinggal yang lebih singkat yaitu 1,5 jam, waktu start-up yang lebih singkat, , sedangkan kekurangannya memerlukan energi listrik dan biaya investasi dan operasional yang lebih tinggi. 
Analisa Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use Analysis) pada Lahan Pasar Turi Lama Surabaya Maulida Herradiyanti; Christiono Utomo; Yusroniya Eka Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.491 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18007

Abstract

Pasar  Turi  merupakan  pasar  yang  telah lama  menjadi  ikon  perdagangan  tidak  hanya  di Surabaya,  namun  juga  di  Indonesia  Timur.  Kebakaran hebat yang terjadi pada Juli 2007 telah menghanguskan bangunan Pasar Turi. Aktivitas perdagangan di tempat tersebut  otomatis  terhenti.  Hingga saat ini, lahan Pasar Turi  Tahap  III  atau  yang  biasa  disebut  Pasar  Turi Lama  masih  terbengkalai.  Padahal,  lahan  seluas  16281 m2tersebut terletak di wilayah sentra perdagangan dan cocok  untuk  dikembangkan  menjadi properti komersial seperti perkantoran, pertokoan, rumah toko (ruko), danpasar tradisional. Salah  satu  cara  untuk  menentukan  penggunaan lahan Pasar Turi Lama adalah dengan metode Highest and  Best  Use  (HBU).  HBU  adalah  suatu  metode  untuk menentukan  penggunaan  aset  yang  memberikan peruntukan  paling  optimal sehingga dapat memberikan nilai  lahan  tertinggi.  Kriteria  HBU  yaitu  diijinkan secara  legal,  memungkinkan  secara  fisik,  layak  secara finansial, dan memiliki produktivitas maksimum.Hasil penelitian ini didapatkan alternatif pertokoan sebagai  alternatif  penggunaan  lahan  terbaik  dengan nilai  lahan  tertinggi  yaitu  sebesar  Rp27.994.695,78/m2dengan produktivitas maksimum sebesar  124%.
Evaluasi dan Desain Ulang Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Tekstil di Kota Surabaya Menggunakan Biofilter Tercelup Anaerobik-Aerobik Achmad Muzakky
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18049

Abstract

Perkembangan dunia fashion saat ini membuat permintaan produk tekstil meningkat. Industri tekstil Z sebagai salah satu industri tekstil tua di Kota Surabaya berusaha untuk tetap bersaing dipangsa pasarnya dengan memproduksi berupa pakaian berwarna gelap. Peningkatan kegiatan produksi yang tidak diikuti dengan perubahan pada sistem pengolahan IPAL membuat perubahan pada karakteristik air limbah yang dikeluarkan oleh industri. Hal ini menyebabkan air yang dikeluarkan tidak memenuhi baku mutu. Sehingga diperlukan sebuah evaluasi dari setiap unit dan perencanaan ulang dari sistem IPAL. Evaluasi dilakukan dengan mengukur dimensi dari masing-masing unit IPAL eksisting, menganalisa sampel air limbah, dan membandingkannya dengan kriteria desain dari masing-masing unit. Perencanaan ulang dilakukan pada unit yang tidak berfungsi dengan baik. Biofilter tercelup anaerobik-aerobik adalah salah satu teknologi yang dapat dijadikan sebagai alternatif karena memiliki banyak kelebihan dari aspek teknis dan finansial. Hasil evaluasi IPAL eksisting menunjukkan bahwa semua unit tidak memenuhi kriteria desain. Hal inilah yang menyebabkan air limbah yang dihasilkan tidak memenuhi baku mutu. Limbah yang dihasilkan IPAL eksisting adalah 52,05 mg/L TSS; 899,3 mg/L COD; 182,61 mg/L BOD; dan 31,85 PtCo warna. Rekomendasi berupa perencanaan ulang menggunakan biofilter tercelup anaerobik-aerobik menghasilkan limbah dengan kadar TSS, COD, BOD, dan warna secara berurutan adalah 15,93 mg/L; 29,05 mg/L; 2,99 mg/L; dan 2,63 PtCo dengan biaya investasi sebesar Rp 793.175.680.
Inventarisasi Limbah Cair dan Padat Puskesmas di Surabaya Selatan sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Ardilla Sukma Pratiwi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.884 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18129

Abstract

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan yang menghasilkan limbah medis maupun limbah non medis yang mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun serta radioaktif. Sehingga perlu dilakukan penanganan sebelum dibuang ke lingkungan. Inventarisasi limbah cair dan padat Puskesmas perlu dilakukan sebagai upaya pengelolaan lingkungan agar limbah yang dihasilkan Puskesmas di Surabaya Selatan sesuai dengan peraturan. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah  dengan melakukan observasi dan wawancara menggunakan  kuisioner kepada pihak sanitarian puskesmas tentang bagaimana  pengelolaan limbah Puskesmas yang telah dilakukan, kemudian  pengambilan sampel pada influen dan efluen pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penimbangan limbah padat berupa sampah medis dan non medis Puskesmas. Studi kasus pada penelitian adalah Puskesmas yang hanya memiliki IPAL di Surabaya selatan yaitu Puskesmas Pakis, Banyu Urip, Jagir, Ngagel Rejo, Gayungan, Dukuh Kupang, dan Wiyung. Kuantitas limbah cair Puskesmas berkisar antara 2,98 m3 – 9,31 m3 /hari. Kualitas limbah cair Puskesmas yang tidak memenuhi baku mutu adalah pada parameter NH3-N Bebas dan Total Coliform. Kedua parameter tersebut tidak memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013. Limbah padat dibagi menjadi 3 golongan yaitu sampah basah, sampah kering dan sampah medis. Berat maksimum masing-masing diperoleh sampah kering 4650 gr, sampah basah 1500 gr, dan sampah medis 3250 gr. Rekomendasi yang diberikan dengan adanya kualitas efluen yang tidak memenuhi persyaratan tersebut adalah dengan melakukan perbaikan IPAL Puskesmas yaitu dengan memperbaiki jet ejector pada sistem aerasi dan menambahkan dosis kaporit pada sistem klorinasi. Sedangkan limbah padat domestik harus dipilah menjadi sampah kering dan basah. Pengelolaan limbah padat Puskesmas harus sesuai dengan Kepmenkes No. 1428 Tahun 2006.
Inventarisasi Limbah Cair dan Padat Puskesmas di Surabaya Utara sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Menik Mustika Wahyuningrum Surya Putri; Atiek Moesriati; Nieke Karnaningroem
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.117 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18144

Abstract

Puskesmas menghasilkan limbah pada setiap aktivitasnya. Limbah yang dihasilkan berbentuk cair dan padat. Limbah yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan disekitar Puskesmas. Maka, penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses penanganan pengelolaan limbah cair dan padat di Puskesmas Surabaya Utara apakah  sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Limbah Cair Untuk Kegiatan Rumah Sakit. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pendataan komposisi limbah cair, berat limbah padat,dan cara pengolahannya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah dibuat oleh peneliti dan dibacakan  pertanyaan kepada pihak puskesmas. Pengelolaan limbah cair dan padat Pusat kesahatan masyarakat di Surabaya Utara tidak terlalu baik. Beberapa Puskesmas memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kuantitas limbah cair Puskesmas sebesar  1,47 m3/hari - 2,57 m3/hari , pada kualitas limbah cair beberapa parameter belum memenuhi baku mutu untuk TSS, NH3-N Bebas, PO4, dan Total Colifrom. Rekomendasi untuk Puskesmas yang telah memiliki IPAL adalah pengecekan proses aerasi, pembersihan media secara teratur  dan penambahan dosis klor. Puskesmas yang tidak memiliki IPAL disarankan membangun IPAL jenis Biofilter dengan proses yang lebih baik dari sebelumnya. Limbah padat di golongkan menjadi 3 jenis yaitu limbah padat medis, basah dan kering. Berat rata – rata sampah basah mencapai  5625 gr, sampah kering 9439 gr,  2190 gr untuk sampah medis. Rekomendasi limbah padat adalah tempat sampah sesuai dengan jumlah volume sampah, dilengkapi dengan pelabelan, dan warna kantong plastik yang mengacu pada KepMenKes R.I. No.1428/MENKES/SK/XII/2006
Studi Pengambilan Keputusan Investasi Dengan Risiko Pada Pengembangan Proyek Caspian Tower, Grand Sungkono Lagoon Surabaya Fenny Herwitasari; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.319 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18177

Abstract

Proyek Caspian Tower, Grand Sungkono Lagoon yang bertempat di Jl. Abdul Wahab Siamin Surabaya merupakan gabungan fungsi hunian apartemen dan pusat perbelanjaan (mall). Pembangunan Caspian Tower ini sangat menarik karena mencoba menggabungkan dua market properti yang berbeda. Perbedaan market properti tersebut memunculkan risiko dan tingkat pengembalian investasi yang berbeda satu sama lain sehingga membuat proyek ini menarik untuk dianalisa risiko terhadap investasinya, karena dimungkinkan terjadi saling melemahkan atau memperkuat satu dengan lainnya. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan studi lebih lanjut untuk menentukan apakah fungsi bangunan tersebut merupakan yang terbaik sebagai keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keputusan terbaik dalam investasi dilihat dari risiko dan tingkat keuntungan yang didapat. Untuk menentukan fungsi bangunan terbaik, dianalisa 2 alternatif lain selain penggabungan antara apartemen dan mall, yaitu pembangunan perkantoran dan pembangunan hotel. Dari hasil kuesioner yang disebar, didapatkan hasil probabilitas untuk apartemen dan mall: optimis= 70,7%, moderat= 20,1%, pesimis= 9,2%; Perkantoran: optimis= 57,1%, moderat= 28,6%, pesimis= 14,3%; Hotel: optimis= 64,8%, moderat= 23%, pesimis= 12,2%. Berdasarkan perhitungan NPV risiko, didapatkan keputusan investasi terbaik adalah investasi apartemen dan mall dengan NPV risiko sebesar Rp.341.209.972.609,37 yang lebih besar dibandingkan dengan hasil NPV risiko perkantoran dan hotel yaitu sebesar Rp. 326.927.631.618,04 dan Rp. 321.827.486.548,59. Dari hasil analisa investasi dan analisa risiko dapat disimpulkan bahwa alternatif investasi yang menghasilkan tingkat keuntungan pada risiko yang bisa diterima paling besar adalah alternatif apartemen dan mall. Sedangkan alternatif investasi yang menghasilkan tingkat keuntungan pada risiko yang bisa diterima paling rendah adalah alternatif hotel.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Rumah Susun Tanah Merah Surabaya Daneswari Mahayu Wisesa; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18279

Abstract

Kegiatan rumah tangga pada Rumah Susun Tanah Merah menghasilkan air limbah domestik yang terdiri dari greywater dan blackwater. Greywater pada Rumah Susun Tanah Merah langsung dibuang ke drainase tanpa melalui proses pengolahan. Sedangkan blackwater diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) eksisting, namun efluen yang dihasilkan masih belum memenuhi baku mutu. Di sisi lain, warga Rumah Susun Tanah Merah mengalami kekurangan air untuk kegiatan sehari-hari. Instalasi Pengolahan Air Limbah dibutuhkan untuk mengolah air limbah domestik menjadi air olahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Pada perencanaan ini dilakukan perhitungan air limbah domestik yang dihasilkan oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah. Selain itu dilakukan analisis karakteristik greywater dan blackwater. Debit dan karakteristik air limbah domestik tersebut menjadi acuan dalam perhitungan IPAL. Unit IPAL yang digunakan yaitu Grease Trap, Anaerobic Baffle Reactor (ABR) dan Aerobic Biofilter. Grease Trap yang direncanakan memiliki efisiensi penyisihan minyak dan lemak mencapai 95%. Sedangkan Anerobic Baffle Reactor dan Aerobic Biofilter memiliki efisiensi penyisihan BOD, COD, TSS berturut turut adalah 99,5%, 98,8%, dan 99%. Air hasil olahan ditampung pada bak penampung dan dapat dimanfaatkan kembali oleh penghuni Rumah Susun Tanah Merah untuk menyiram tanaman dan sebagai air penggelontor.
EVALUASI KINERJA IPAL – IPAL KOMUNAL PROGRAM SANITASI PERKOTAAN BERBASIS MASYARAKAT – URBAN SANITATION RURAL INFRASTRUCTURE (SPBM-USRI) TAHUN PEMBANGUNAN 2012 – 2014 DI SURABAYA Aulia Husada Bhakti; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.547 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18283

Abstract

Program SPBM-USRI telah membangun 40 unit fasilitas sanitasi di Surabaya pada Tahun 2012 - 2014 yang meliputi 17 MCK++, 13 MCK Kombinasi, dan 10 IPAL Komunal. Evaluasi dilakukan untuk menentukan kinerja pelaksanaan dan strategi peningkatan kinerja program yang ditinjau dari aspek teknis. Data primer didapatkan dari observasi lapangan, wawancara penanggung jawab, dan pengujian kualitas air limbah. Data sekunder yang digunakan adalah DED dan karakteristik air limbah yang telah diuji BLH. Evaluasi dilakukan dengan metode analisis scoring dan pembobotan serta analisis SWOT. Terdapat 3 unit bangunan MCK++ dan 4 unit bangunan MCK Kombinasi yang terbengkalai. Kinerja pelaksanaan program ditinjau dari aspek teknis adalah buruk dengan nilai evaluasi sebesar 45,1%. Kinerja program tiap jenis fasilitas beserta hasil nilai evaluasinya masing – masing adalah MCK++ berkinerja baik (54,8%), MCK Kombinasi buruk (40,9%), dan IPAL Komunal buruk (34,2%). Peningkatan kinerja pelaksanaan Program SPBM ditinjau dari aspek teknis adalah melalui perbaikan sarana MCK, perbaikan manhole, peningkatan intensitas pemeliharaan, serta meningkatkan kinerja IPAL dengan cara: menambahkan mikroba, meningkatkan frekuensi pengurasan, membersihkan biofilter, menambahkan filter eksternal, maupun menambahkan kompartemen
ANALISA SIFAT AKUSTIK KOMPOSIT SERAT AMPAS TEBU DAN BAMBU BETUNG DENGAN MATRIKS POLYPROPILEN Auliya Rahman; Mohammad Farid; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.876 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18566

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kebisingan merupakan salah satu masalah yang sangat penting untuk diatasi Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa material komposit polypropylene berpenguat serat natural sebagai penyerap suara. Permasalahan yang dikaji adalah untuk mengetahui hubungan kombinasi serat ampas tebu dan serat bambu betung  bermatriks polypropylene  pada komposit terhadap nilai koefisien absorpsi suara morfologi matriks, densitas dan serta struktur kimia yang terbentuk. Tujuannya untuk mendapatkan komposit dengan nilai koefisien absorpsi suara yang memenuhi standar ISO 11654, spesimen dibuat dengan menggunakan pemanasan pada temperatur 180 C dan tekanan sebesar 2 kg. Nilai koefisien absorbsi suara (α) dari komposit poly propylene berpenguat serat bambu betung dan ampas tebu, di uji dengan metode tabung impedansi sesuai standar ASTM E1050, dilakukan juga uji SEM dengan standar ASTM E 2809 dan uji FTIR dengan standar E 168 Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara dari ketiga parameter memenuhi standar ISO 11654 dengan nilai koefisien α rata-rata lebih besar dari 0,3 pada frequensi 250-4000 Hz. . Pada pengujian densitas komposit dengan massa jenis tertinggi mempunyai massa sebesar 0,846 . Untuk pengujian FTIR, terbukti bahwa tidak terdapat ikatan antara komposit dan reinforcement.
Pengaruh Komposisi Material Biokomposit dengan Matriks Polyester Berpenguat Serat Alam Terhadap Kekuatan Mekanik dan Fisik Muhammad Dede Pramono; Moh Farid; Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.816 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18602

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat alam dalam komposit polymer terhadap kekuatan lentur dan densitas dari biokomposit dengan matriks polyester berpenguat serat rami, serat bambu betung, dan serat tebu. Dilakukan pengujian mekanik berupa pengujian kekuatan lentur dan melakukan perhitungan densitas sebagai pengujian fisik. Komposisi matriks dengan penguat seratnya diatur sebesar 70% polyester dan 30% serat alam.  Sebagai varibel yang digunakan pada penelitian ini adalah membuat dominasi komposisi jenis serat  dalam bentuk jumlah berat yang yang terukur sehingga menghasilkan perbandingan jenis serat alam mana yang mempunyai  nilai  pengujian yang lebih baik. Dari hasil pengujian kekuatan lentur didapat bahwa biokomposit dengan dominasi serat tebu mempunyai nilai kuat lentur terbesar dengan 261,66 kg/cm2 sedangkan biokomposit yang didominasi rami dan bambu secara berurutan menghasilkan kuat lentur sebesar 101,465 kg/cm2 dan 185,89 kg/cm2 .  Hasil perhitungan densitas menunjukkan densitas tertinggi dicapai oleh material biokomposit dengan dominasi komposisi serat rami  ( 70% Polyester : 20% Serat Rami, 5%Serat Bambu 5%Serat Tebu) sebesar 1,049 g/cm3.