cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali Putri Trisna Idha Ayuningtias
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.697 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16022

Abstract

Sistem distribusi PT. PLN Nusa Penida Bali merupakan sistem dengan jumlah section yang panjang sehingga untuk mengkoordinasikan peralatan proteksinya diperlukan setting rele yang tepat. Dengan menggunakan sistem proteksi konvensional, setting waktu rele pada sisi hulu akan semakin besar sehingga dapat melebihi waktu 1 detik. Hal ini kurang baik karena waktu kerja rele dan  pemutusan Circuit Breaker (CB) akan semakin lama. Efeknya yaitu akan terjadi undervoltage pada sistem dengan waktu yang lama pula sehingga besar kemungkinan akan mengakibatkan kegagalan pembangkit dimana generator utama akan mati ketika terjadi gangguan hubung singkat yang terlalu lama dan sistem pengaman tidak mampu melokalisir gangguan dengan waktu yang cepat. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan penelitian mengenai Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali. Pada skema proteksi arus lebih communication-assisted, setting waktu rele proteksi arus lebih yaitu 0,1 detik. Rele proteksi arus lebih dikoordinasikan dengan bantuan media komunikasi sebagai media untuk mengirimkan informasi logic berupa blocking signal. Ketika rele proteksi merasakan gangguan pada zona primernya, maka rele tersebut akan mengirimkan blocking signal pada rele lainnya. Blocking signal tersebut sekaligus memberi informasi kepada rele lainnya untuk trip sesuai setting time delay ketika CB pada zona primer gagal mengamankan. Hal ini membuat sistem proteksi lebih handal dan bekerja lebih cepat.
Prosedur Strategis Untuk Mengurangi Level Bahaya Arc-Flash Pada Medium Voltage Dengan Metode Koordinasi Proteksi Di PT Ipmomi Paiton inas ratnaning zafirah; Margo Pujiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.003 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16018

Abstract

Di area sistem kelistrikan, operasi, dan maintenance, perhatian terbesar adalah keselamatan dan keamanan pekerja yang mengoperasikan dan menjaga sistem. Sistem kelistrikan didisain tidak hanya untuk tindakan pencegahan yang diperlukan pada sistem proteksi dan peralatan, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan personal untuk tingkat tertentu dari arc-flash atau busur api karena arcing fault. Pada tugas akhir ini, bahaya busur api akan dianalisis dan diperhitungkan. Hasilnya akan diketahui level energi arc-flash atau busur api yang mungkin terjadi sesuai standar NFPA 70E-2004. Data yang nanti digunakan diambil dari plant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu PT IPMOMI. Dari data tersebut, parameter – parameter yang diperlukan akan dihitung dan diketahui level busur api. Bila diperlukan, maka juga akan dilakukan resetting atau penambahan rele over current.
Optimisasi Koordinasi Directional Over Current Relay (DOCR) pada Sistem Distribusi Mesh Menggunakan Modified Adaptive Particle Swarm Optimization (MAPSO) dengan Pembangkit Tersebar Aditya Descara Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16046

Abstract

Pemilihan topologi jaringan distribusi mesh merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam penyaluran sistem tenaga listrik. Apabila terjadi gangguan pada suatu saluran maka saluran yang lain dapat menggantikan untuk penyalurkan daya listrik. Akibat adanya gangguan dari suatu saluran diperlukan koordinasi proteksi yang baik pada sistem mesh. Di samping itu,  dengan adanya injeksi dari distributed generator pada sistem distribusi mesh, koordinasi proteksi yang dilakukan harus mempertimbangkan nilai arus gangguan dan arah arus gangguan. Arah arus gangguan harus diperhitungkan ,baik dalam arah forward maupun reverse. Dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah metode penyelesaian untuk mengurangi kompleksitas koordinasi proteksi pada sistem mesh. Dalam hal ini algoritma Modified Adaptive Particle Swarm Optimization (MAPSO) digunakan sebagai metode optimasi untuk  mengurangi kompleksitas dari perhitungan koordinasi proteksi pada sistem distribusi mesh. Algoritma MAPSO digunakan dalam optimasi koordinasi antar Directional Over Current Relay (DOCR). Parameter yang dioptimasi adalah TDS (Time Dial Setting) dan waktu kerja rele. Nilai rata-rata waktu kerja rele primer dengan Algoritma MAPSO adalah 0,262 detik.
Perancangan dan Implementasi Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Arus Searah Tanpa Sikat Menggunakan Metode PID-Robust Ahmad Fachrudin Istiananda
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.573 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16227

Abstract

BLDCM merupakan suatu jenis motor sinkron yang artinya medan magnet yang dihasilkan oleh stator dan medan magnet yang dihasilkan rotor berputar di frekuensi yang sama. Dalam BLDCM, salah satu hal yang sangat penting untuk dikontrol adalah kecepata. Permasalahan yang diteliti dan dianalisis pada Tugas Akhir Perancangan dan Implementasi Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Arus Searah Tanpa Sikat Menggunakan Metode PID-Robust adalah respon kecepatan BLDCM terhadap pembebanan yang berubah-ubah. Pengaturan kecepatan BLDCM dirancang menggunakan Kontroler Proposional, Integral dan Derivatif (PID). Kontroler PID-Robust digunakan untuk membantu BLDC pada kondisi pembebanan untuk mempertahankan setpoint. Nilai parameter Kp, Ki, dan Kd sebesar 529,9, 0,00000373, dan 0,0624 didapat dari perhitungan robust performansi H∞ dengan metode LMI (Linear Matrix Inequality). Setelah dilakukan simulasi, didapatkan bahwa respon plant dengan kontroler PID-Robust dapat mengikuti model referensi yang diinginkan dengan nilai rise time 7,7 untuk beban minimal, 3,75 untuk beban nominal, dan 5,9 untuk beban maksimal serta kuat/robust terhadap gangguan/disturbance.
Perancangan Kontroler PID-Fuzzy untuk Sistem Pengaturan Cascade Level dan Flow pada Basic Process Rig 38-100 Dwi Arkin Pritandi Arkin Pritandi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16179

Abstract

Pada industri yang melibatkan sebuah proses, sistem pengaturan level dan flow sering dijumpai. Permasalahan yang sering muncul pada sistem pengaturan proses adalah munculnya gangguan yang membuat sistem tidak stabil. Sedangkan kontroler PID yang sering digunakan di industri, tidak mampu mengembalikan kestabilan sistem akibat gangguan dengan cepat. Dibutuhkan penalaan ulang pada kontroler ketika terjadi perubahan parameter pada sistem atau saat sistem berubah parameternya. Penalaan tersebut hanya dapat dilakukan oleh operator yang memiliki kemampuan mumpuni. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode pengaturan untuk menala parameter kontroler PID secara otomatis, sehingga sistem tetap dapat bekerja dengan baik saat terdapat gangguan. Konfigurasi cascade pada sistem pengaturan level dan flow menggunakan kontroler PID konvnsional memberikan hasil yang kurang baik dengan perubahan level lebih banyak saat perubahan parameter plant. Hal ini dikarenakan inner loop bekerja sangat cepat dan tidak ada perubahan parameter kontroler saat terjadi gangguan. Fuzzy Logic yang digunakan untuk menala parameter PID berdasarkan kesalahan dan perubahan kesalahan pada sistem, mampu menangani permasalahan tersebut. Kontroler PID-Fuzzy yang dikonfigurasi cascade juga mampu memberikan recovery time lebih cepat dari kontroler PID konvensional saat parameter sistem berubah. Hal ini dibuktikan dengan RMSE pada sistem yang menggunakan kontroler PID-Fuzzy adalah 16,85 dan sistem yang menggunakan kontroler PID konvensional adalah 16,91.
Perancangan dan Implementasi Sistem Pengaturan Kecepatan Motor BLDC Menggunakan Kontroler PI Berbasiskan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif Agung Setyadi Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.761 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16272

Abstract

Mobil listrik menjadi inovasi terbaru dengan tujuan utama untuk melepaskan ketergantungan pada bahan bakar minyak. Penelitian yang telah ada memaparkan bahwa motor listrik yang sesuai untuk menggerakkan mobil listrik adalah motor Brushless Direct Current (BLDC). Beberapa keunggulan motor BLDC antara lain adalah suara halus, ukuran kompak, torsi besar, efisiensi tinggi, memiliki umur pakai yang panjang, dan mudah dikontrol. Performa dan kecepatan motor BLDC dapat terganggu apabila bekerja pada kondisi berbeban. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan kecepatan menggunakan sebuah kontroler yang dapat menjaga kecepatan motor BLDC sesuai ­set-point meskipun sedang beroperasi pada kondisi berbeban. Kontroler yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor BLDC adalah kontroler Proposional Integral (PI) berbasiskan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif. Kontroler PI dipilih karena dapat mengeliminasi steady-state error. Sedangkan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif merupakan kombinasi antara Fuzzy dan Neural-Network. Fuzzy digunakan untuk penentuan parameter kontroler PI. Parameter kontroler PI didapatkan dari Neural-Network. Karakteristik respon terhadap hasil implementasi memiliki settling time 20 detik, overshoot sebesar 1,1%, dan time constant 7,7 detik.
Analisis Dispersi Emisi Hidrokarbon pada Onshore Receiving Facilities menggunakan ALOHA 5.4.5 Muhammad Radifan Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16316

Abstract

Onshore Receiving Facilities (ORF) adalah fasilitas penerimaan dan distribusi gas alam terletak di daratan. ORF dilengkapi dengan vent tower yang berfungsi untuk melepas gas alam ke atmosfer melalui proses yang dinamakan emergency hydrocarbon release. Proses ini dinamakan emergency hydrocarbon release karena sifatnya yang darurat (untuk keselamatan) dan komposisi utama dari gas alam adalah hidrokarbon. Analisis dispersi emisi hidrokarbon yang terjadi saat emergency hydrocarbon release menjadi penting karena bahaya yang ditimbulkan oleh hidrokarbon terhadap manusia. Analisis dispersi dilakukan dengan menggunakan perangkat Areal Locations of Hazardous Atmosphere (ALOHA) 5.4.5. Hasil penelitian berupa jarak sebaran emisi terjauh yang dianggap berbahaya (rawan meledak dan beracun) yang didapat dengan membandingkan konsentrasi emisi hidrokarbon di permukaan dengan standar baku pembanding. Penelitian kali ini menggunakan tiga jenis variabel, yaitu volume emisi hidrokarbon, kecepatan angin, dan kelas kestabilan atmosfer. Berdasarkan hasil analisis dispersi menggunakan ALOHA 5.4.5, jarak terjauh yang dianggap berbahaya (rawan meledak dan beracun) adalah masing - masing 1,6 km dan 2,8 km. Jarak terjauh ini terjadi pada volume emisi hidrokarbon terbesar, kecepatan angin terendah, dan kondisi atmosfer cenderung stabil.
Produksi Garam Farmasi dari Garam Rakyat Yumarta Tansil; Yuyun Belina; Tri Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.58 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16427

Abstract

Garam rakyat memiliki kandungan NaCl yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan garam farmasi. Garam ini diolah agar menghasilkan kadar NaCl 99,5 % dengan kandungan impiuritis yang sangat kecil. Garam farmasi memiliki peranan penting dalam bahan baku obat dan bahan kosmetika. Pembuatan garam dengan proses vacuum pan (Multiple Effect Evaporation) biasanya biasanya digunakan saturated brine atau leburan garam kasar yang berasal dari dalam tanah atau laut. Proses pengendapan dibantu dengan penambahan campuran caustic soda, soda ash dan barium chloride sehingga didapatkan larutan garam. Setelah proses pengendapan, kemudian larutan garam dipekatkan dengan evaporator multi efek (multiple effect evaporator). Larutan garam pekat kemudian dicuci dengan brine untuk memurnikan garam. Larutan garam kemudian difiltrasi pada filter untuk proses pemisahan garam dan larutan brine. Garam yang telah dimurnikan kemudian dikeringkan pada dryer dan kemudian disaring untuk mendapatkan ukuran yang seragam. Garam (sodium chloride) kemudian siap dikemas dan dipasarkan. Kapasitas produksi pabrik sebesar 20.000 ton/tahun dan bahan baku yang dibutuhkan sebanyak 60.606 kg/hari, Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/hari, 330 hari operasi /tahun. Pendirian pabrik garam farmasi memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital) sebesar Rp. 193.535.460.147,35, modal kerja (working capital) Rp. 174.181.914.132,62, investasi total Rp. , Biaya produksi per tahun Rp. 110.765.128.461,91, dan hasil penjualan pertahun Rp. 200.000.000.000. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP 33,51%, POT sesudah pajak 5,99 tahun. Dari segi teknik dan ekonomi, pabrik garam farmasi ini layak untuk didirikan.
Pembuatan Insoluble Sulfur dari Olahan Limbah Sulfur PT. Pertamina RU IV Cilacap Zikrina Istighfarah; Risanti Delphia; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16485

Abstract

Limbah atau produk samping yang dihasilkan dari pabrik kilang minyak dan gas adalah H2S, CO2 dan lain-lain yang disebut gas asam. Kandungan gas-gas tersebut di dalamnya sangat berbahaya sehingga tidak diperbolehkan untuk langsung dibuang ke lingkungan. Sangat diperlukan beberap perlakuan khusus untuk menguraikan gas buang tersebut. Proses yang paling sering digunakan adalah Amine Gas Ttreating diikuti Claus Process. Produksi insoluble sulfur dapat diperoleh melalui beberapa tahapan yaitu pelelehan dan penguapan sulfur dengan vaporizer, proses pencampuran sulfur vapor dengan larutan pendingin (quenching), dan pemisahan insoluble sulfur. Pengolahan sulfur dari limbah kilang minyak ini terdapat di salah satu kilang Pertamina RU IV Cilcacap. Kebutuhan insoluble sulfur Indonesia pada tahun 2022 adalah sebesar 52.239,9029 ton. Kapasitas produksi soluble sulfur PT. Pertamina RU IV adalah 64 metrik ton/hari atau sama dengan 19.200 ton/tahun. Sehingga kapasitas pabrik insoluble sulfur yang akan didirikan disesuaikan dengan bahan baku yang tersedia tersebut. Pabrik ini direncanakan memproduksi insoluble sulfur sebesar 18.000 ton/tahun atau 25% dari kebutuhan nasional. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/hari, 300 hari operasi /tahun. Menurut analisis ekonomi pendirian pabrik insoluble sulfur memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital) sebesar Rp 383.112.945.565,79, modal kerja (working capital) Rp 67.608.0166.864,55, investasi total Rp 450.721.112.430,34, biaya produksi per tahun Rp 309.955.658.674,86, dan hasil penjualan pertahun Rp 648.522.979.452. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP 37,53%, POT sesudah pajak 4,412 tahun. Dari segi teknik dan ekonomi, pabrik insoluble sulfur ini layak untuk didirikan.
Studi Literatur Perencanaan dan Algoritma Pembentukan DMA (District Metered Area) Ayu Noer Annisa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.181 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16504

Abstract

Pembentukan DMA adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan tingkat kehilangan air fisik. Suatu kota dapat mempunyai ratusan DMA. DMA merupakan singkatan dari district metered area. Hal tersebut berarti bahwa suatu DMA adalah suatu wilayah atau area yang dibatasi oleh satu atau beberapa meter air. Air total yang masuk ke area tersebut hanya dicatat oleh meter air DMA yang bersangkutan. Daerah yang dibatasi tersebut adalah daerah yang tertutup. Antara satu DMA dan DMA lain tidak mempunyai hubungan. Sehingga, kehilangan air dapat diketahui lebih spesifik untuk masing-masing DMA. Pembacaan meter air pelanggan setiap satu bulan sekali dilakukan bersamaan dengan pembacaan meter air utama yang ada di masing-masing DMA. Sehingga, perhitungan air terjual bisa dihitung di setiap DMA yang ada. Akumulasi perhitungan air terjual dari setiap meter air pelanggan seharusnya sama dengan air yang terbaca di meter air induk (meter air DMA). Sehingga jika terdapat ketidaksamaan, maka dapat diketahui bahwa terdapat kebocoran di DMA tersebut. Adanya DMA dapat memudahkan pemantauan keberadaan kebocoran. Selama ini, perencanaan DMA hanya didasarkan oleh kemampuan teknik dan pengalaman lapangan staf yang berkecimpung dalam merencanakan DMA. Peneliti-peneliti tengah melakukan penelitian mengenai perencanaan DMA menggunakan algoritma. Kemudian hasilnya disimulasikan dan dapat diketahui dampak dari perencanaan DMA itu sebelum DMA diimplementasikan. Perencanaan DMA dapat melibatkan optimasi biaya konstruksi, kehilangan uang karena air yang hilang, dan discounting rate. Perencanaan DMA menggunakan algoritma dan juga program komputer diharapkan akan semakin berkembang, hal ini seperti maraknya penggunaan EPANET, WaterCAD, dan perangkat lunak lain pendukung sistem jaringan distribusi.