Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Analisa Perbandingan Teknik Single-Pass Six-Way Blend dan Teknik Threshold Scheme Rendering Sketsa Pada Obyek Tiga Dimensi
Devanda Sintaullysa Tamba;
Wijayanti Nurul Khotimah;
Rully Soelaiman
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (641.786 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16905
Sketsa merupakan sebuah gambar yang dibuat kasar, ringan, dan tidak memiliki banyak detail. Fokus dari pembuatan sketsa adalah penggambaran bentuk utama obyek dan pengarsiran daerah bayangan obyek. Pada saat melakukan penggambaran sketsa, penarikan garis penggambaran satu dengan lain cenderung tidak sama. Tugas akhir ini mengimplementasikan program shader sketsa arsiran untuk obyek 3D. Pada implementasi shader, terdapat dua teknik yang digunakan, yaitu teknik Single-Pass Six-Way Blend dan teknik Threshold Scheme. Kedua teknik ini menggunakan Tonal Art Maps (TAM) untuk pembuatan efek arsiran. Perbedaannya adalah teknik Single-Pass Six-Way Blend menggunakan banyak variasi TAM lalu dilakukan proses blending, sementara teknik Threshold Scheme menggunakan sebuah TAM yang diberikan ambang batas untuk menempelkan efek arsiran pada obyek. Program rendering sketsa arsiran pada obyek 3D telah dapat diimplementasikan menggunakan teknologi DirectX 9.0 dan IDE RenderMonkey 1.82. Kedua teknik dapat menghasilkan visualisasi sketsa arsiran pada obyek 3D. Teknik Single-Pass Six-Way Blend menghasilkan visualisasi arsiran yang lebih tebal dan gelap dibandingkan teknik Threshold Scheme. Berdasarkan hasil pengujian yang melibatkan sejumlah responden dengan menggunakan kuesioner, diperoleh hasil jika teknik Single-Pass Six-Way Blend dinilai lebih baik dibandingkan dengan teknik Threshold Scheme.
Analisis Pola Pengambilan Mata Kuliah dan Kinerja Mahasiswa Tiap Angkatan dengan Menggunakan Teknik Process Mining
Satrio Adi Priyambada;
Mahendrawathi ER
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.159 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16939
Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan teknik negeri yang telah menerapkan sistem informasi akademik untuk mendukung proses perkuliahan mahasiswa. Dalam menjalankan proses perkuliahan tentunya telah ditetapkan kurikulum yang bersifat standar. Namun pada kenyataannya tidak jarang ada perbedaan antara proses perkuliahan yang didefinisikan dalam kurikulum dengan proses perkuliahan yang dijalankan mahasiswa. Hal ini dapat menyebabkan proses perkuliahan mahasiswa terhambat dan menyebabkan mahasiswa lulus dengan tidak tepat waktu ataupun dengan IPK yang kurang baik. Pemodelan proses perkuliahan dilakukan per-angkatan mahasiswa dengan menggunakan teknik process mining. Teknik process mining dipilih karena dengan menggunakan metode ini dapat diketahui pola pengambilan matakuliah suatu angkatan dari pemodelan proses yang memanfaatkan event log yang sudah didapatkan dari sistem informasi akademik ITS. Hasil dari tugas akhir ini adalah model petri net dari proses pengambilan mata kuliah mahasiswa tiap angkatan dari awal masuk hingga menyelesaikan perkuliahan. Analisis yang didapatkan yakni yang pertama adalah banyaknya variasi alur pengambilan mata kuliah untuk setiap mahasiswa serta kinerja mahasiswa berdasarkan IPK dan lama studi, kedua adalah mengenai turunnya kinerja angkatan yang mengalami ekivalensi pada kurikulum 2004 ke 2009 namun tidak berlaku pada angkatan yang mengalami ekivalensi pada kurikulum 2009 ke 2014.
Analisis Kesesuaian dan Variasi Pola Pengambilan Mata Kuliah Terhadap Kurikulum Dengan Teknik Penggalian Proses
Fariz Khairul Arifin;
Mahendrawathi ER
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.778 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16940
Perbedaan antara pengambilan mata kuliah pada kurikulum dengan pengambilan mata kuliah mahasiswa dapat diketahui dengan menggunakan teknik penggalian proses. Penelitian ini menggunakan pengambilan mata kuliah mahasiswa salah satu jurusan di ITS yang sudah lulus dan tidak terkena dampak ekivalensi. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2004 dan 2009. Metdologi pengerjaan dalam penggalian proses ini memiliki empat tahap yang pertama adalah tahap persiapan yaitu dari pemahaman teori sampai pembentukan event log yang ada pada sistem informasi INTEGRA ITS dengan cara melakukan ekstrasi data. Tahap kedua adalah melakukan pembentukan model dengan menggunakan algoritma inductive miner. Tahap ketiga adalah melakukan analisis terhadap model yang dihasilkan yaitu pola pengambilan mata kuliah mahasiswa untuk melihat kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku. Tahap terakhir adalah rekomendasi dan pembuatan buku tugas akhir.Hasil dari penggalian proses ini adalah model dari pola pengambilan mata kuliah mahasiswa. Ada enam model yang berbeda yaitu kurikulum 2004 dan 2009, pada setiap kurikulum dipisahkan menjadi tiga yaitu mahasiswa dengan predikat terpuji, sangat memuaskan dan lulus tidak tepat waktu. Setelah dilakukan analisis terhadap keenam model didapatkan hasil bahwa penyebab perbedaan antara kurikulum dengan pola pengambilan mata kuliah mahasiswa adalah terdapat mahasiswa yang mengambil mata kuliah di semester atas dan ada mata kuliah yang diulang kembali
Implementasi Metode Forensik dengan Menggunakan Pitch, Formant, dan Spectrogram untuk Analisis Kemiripan Suara Melalui Perekam Suara Telepon Genggam Pada Lingkungan yang Bervariasi
Aga Aligarh;
Bekti Cahyo Hidayanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.056 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16980
Kejahatan digital saat ini makin lama makin marak. Perkiraan pada periode tahun 2008-2014, kejahatan digital meningkat >85%. Untuk itulah diperlukan penyidikan terhadap barang bukti yang ditemukan, berupa barang bukti digital, dengan melakukan forensika digital. Barang bukti yang saat ini dapat menguatkan persidangan adalah suara. Untuk itu perlu dilakukan forensik suara. Pada barang bukti suara, masalah dalam melakukan forensik adalah bagaimana menciptakan lingkungan senatural mungkin, kondisi pengambilan, dan hasil dari metode forensik yang digunakan. Bukti rekaman suara dapat menunjukkan identitas dari orang yang suaranya terekam pada barang bukti tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan forensika audio untuk voice recognition dengan metode komparasi, yaitu membandingkan suara barang bukti (unknown samples) dengan suara yang direkam sebagai pembanding (known samples). Hasil yang didapatkan dari uji fornsik terhadap barang bukti suara, dengan menggunakan nilai pitch, formant, dan spectrogram, ternyata pelaku yang dimaksud memiliki ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki dengan usia diatas 50 tahun.
Implementasi Metode Kombinasi Histogram of Oriented Gradients dan Hierarchical Centroid untuk Sketch Based Image Retrieval
Atika Faradina Randa;
Nanik Suciati;
Dini Adni Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.964 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16984
Teknik pencarian gambar yang saat ini umum digunakan masih berbasis teks atau text based search seperti pada mesin pencarian Google Image, Yahoo, dan lain sebagainnya. Namun metode ini masih kurang efektif karena nama dari sebuah file tidak dapat merepresentasikan isinya, oleh karena itu diperlukan pemilihan kata kunci yang benar-benar tepat agar hasil yang diinginkan dapat ditampilkan dengan baik. Salah satu teknik pencarian gambar yang saat ini sedang diteliti adalah Sketch-Based Image Retrieval (SBIR). Dengan teknik ini user dapat menginputkan sketsa gambar atau user dapat menggambarkan obyek pada area yang disediakan lalu sistem akan melakukan pencocokkan sketsa dengan database gambar. Untuk mengimplementasikan teknik ini digunakan metode kombinasi Histogram of Oriented Gradient dan Hierarchical Centroid. Tahapan implementasi teknik tersebut yaitu, yang pertama melakukan preprocessing pada gambar dengan cara mendeteksi tepi obyek lalu membuat citra menjadi hitam putih. Yang kedua melakukan ektraksi fitur menggunakan Histogram of Oriented Gradients dan Hierarchical Centroid dan menghasilkan fitur vektor. Yang terakhir menghitung jarak kedekatan antara gambar yang diuji dengan gambar yang terdapat dalam database menggunakan Euclidean Distance. Hasil Euclidean Distance kemudian diurutkan secara ascending dan dikembalikan sejumlah gambar yang jaraknya terdekat. Hasil temu kembali menghasilkan nilai Average Normalized Modified Retrieval Rank sebesar 0,35 dan nilai presisi dan recall sebesar 78 % dan akurasi sebesar 96%.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Portable untuk Kegiatan Usaha Pencucian Mobil di Kota Surabaya
Dini Novitrianingsih;
Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.835 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16994
Pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Surabaya tidak terlepas dari kegiatan industri salah satunya yaitu usaha pencucian mobil. Hal tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dikarenakan usaha pencucian mobil belum memiliki IPAL untuk mengolah limbah yang dihasilkan. Sehingga masih banyaknya usaha pencucian mobil yang membuang air limbah pencucian mobil langsung ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu.Dimensi untuk masing-masing unit pre-treatment yang terdiri dari oil trap dan sumur pengumpul sebesar 1,3m x 0,6m x 1 m dan 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan dimensi unit IPAL portable yang terdiri dari tangki septik, aerobik biofilter, dan bak penampung secara berturut-turut sebesar 1,7 m x 0,4 m x 1,2 m; 0,5 m x 0,4 m x 1,2 m sebanyak 2 kompartemen; dan dimensi unit bak penampung yang diperoleh dari lahan IPAL portable yang tersisa sebesar 0,7 m x 0,4 m x 1,2 m. Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan unit pre-treatment sebesar Rp 1.590.000,00. Sedangkan untuk unit IPAL portable sebesar Rp 3.900.000,00.
Perancangan Indoor Localization Menggunakan Bluetooth Untuk Pelacakan Posisi Benda di Dalam Ruangan
Anggeriko Aryasena;
Raden Venantius Hari Ginardi;
Fajar Baskoro
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.949 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17043
Dewasa ini teknologi untuk melacak posisi telah banyak digunakan. Teknologi tersebut menggunakan GPS milik Pemerintah Negara Amerika Serikat. GPS tersebut dapat digunakan untuk mencari posisi sekarang, alamat tempat atau arah ke suatu tempat. Akan tetapi GPS memiliki kekurangan yaitu akurasi yang rendah ketika digunakan di dalam ruangan. Oleh karena itu, teknologi untuk melacak posisi di dalam ruangan mulai dikembangkan dengan konsep indoor localization. Sistem indoor localization ini dibangun dalam media perangkat bergerak menggunakan kekuatan sinyal Bluetooth untuk memprediksi posisi pengguna dan smartphone yang kemudian data tersebut akan disimpan dalam basis data guna menunjang fungsionalitas lainnya. Kekuataan sinyal tersebut diolah menggunakan metode Trilateration. Metode tersebut memiliki 2 komponen penting dalam memprediksi posisi yaitu jarak dan posisi pemancar Bluetooth. Jarak dapat dihitung dengan mengambil rata-rata nilai kekuatan sinyal Bluetooth yang didapat. Pengujian sistem ini dilakukan di Laboratorium Algoritma dan Pemrograman, Teknik Informatika ITS.Hasil pengujian sistem ini terdiri dari dua pengujian yaitu fungsionalitas dan akurasi. Pengujian fungsionalitas menghasilkan hasil berhasil di semua fungsionalitas yang dibangun. Sedangkan pengujian akurasi menghasilkan akurasi yang cukup rendah yaitu 2,44 meter.
Implementasi Indoor Positioning System Berbasis Smartphone dengan Penambahan Access Point untuk Studi Kasus Gedung Teknik Informatika ITS
Fananda Herda Perdana;
Hari Ginardi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1020.841 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17047
Saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi lokasi sangat tinggi, terutama dengan memanfaatkan teknologi teknologi GPS. Tetapi untuk di dalam ruangan sistem ini memiliki akurasi yang rendah, apalagi untuk gedung indoor sehingga dikembangkan dengan konsep 3D Indoor Positioning System. Untuk meminimalisir penurunan akurasi Indoor Positioning System karena minimnya jumlah access point atau persebaran access point yang kurang merata, maka dalam penelitian ini akan ditambahkan access point di lokasi yang memiliki akses sinyal Wi-Fi di Gedung Teknik Informatika. Uji coba dilakukan dengan cara melakukan perbandingan hasil akurasi dari pengujian di beberapa lokasi kampus Teknik Informatika ITS ketika sebelum dilakukan penambahan access point dan ketika sesudah dilakukan penambahan access point. Setelah dilakukan penambahan access point di beberapa titik lokasi yang memiliki cakupan sinyal Wi-Fi lemah, dihasilkan akurasi yang meningkat hingga 16,67%, dari akurasi semula 78,70% menjadi 95,36% untuk seluruh titik uji coba pada gedung kampus. Selain itu juga penambahan access point berhasil meningkatkan akurasi 9 ruangan dari total 23 ruangan yang diuji secara signifikan (meningkat di atas 20%), terutama di daerah sekitar penambahan access point.
Sistem Keamanan pada Lingkungan Pondok Pesantren Menggunakan Raspberry Pi
Nur Ahmad Syahid;
Muhammad Rivai;
Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.822 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17063
Salah satu pelanggaran kedisiplinan yang sering dilakukan oleh para santri ialah keluar dari pondok pesantren pada saat jam belajar pondok maupun saat tidak ada kegiatan pondok, oleh karena itu diperlukan alat bantu modern untuk membantu para ustad mengawasi lingkungan pondok pesantren. Dimana alat tersebut diimplementasikan dengan Raspberry Pi dan sensor PIR (passive infrared) serta modul kamera yang digunakan untuk mengawasi santri. Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi adanya gerakan. Setelah terdeteksi sebuah gerakan, modul kamera akan diaktifkan kemudian akan melihat dan mendeteksi objek menggunakan histogram oriented of gradient (HOG). Ketika objek terdeteksi adalah manusia maka objek itu difoto kemudian pesan pemberitahuan pelanggaran yang berisi gambar hasil foto dan pesan singkat akan dikirim melalui email ke email ustad. Dari Uji coba sistem yang dibuat didapatkan hasil pendeteksian gerakan oleh sensor PIR dengan maksimal jarak 6 meter dan jarak pendeteksian oleh HOG berikisar antara 2 meter hingga 6 meter dan idealnya alat ini diletakkan 3 meter dari objek sehingga alat ini tepat digunakan untuk membantu meningkatkan penerapan ilmu kedisiplinan di lingkungan pondok pesantren.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Multi Input SingleOutput Orthogonal Frequency Division Multiplexing (MISO OFDM) Menggunakan Wireless Open Access Research Platform (WARP)
Galih Permana Putra;
Titiek Suryani;
Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.503 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17065
Teknologi komunikasi nirkabel terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia akan koneksi informasi yang cepat, pengiriman data yang berkapasitas besar dan dapat diandalkan. Di dalam proses tersebut banyak sekali gangguan yang dapat mempengaruhi penurunan kinerja komunikasi diantaranya adalah multipath fading [1]. Multi Input Single Output (MISO) merupakan salah satu teknik space diversity yang menggunakan banyak antena dengan tujuan untuk mengatasi multipath fading. Adapun pada proses transmisi digunakan teknik Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM) yang bertujuan memberikan keuntungan dalam hal efisiensi pada saat transmisi data dan mampu menghindari Inter Simbol Interference (ISI). Pada penelitian ini akan dibandingkan kinerja sistem MISO OFDM dan SISO OFDM yang akan disimulasikan dan di implementasikan pada modul Wireless Open Access Penelitian Platform (WARP) untuk mengevaluasi kinerja BER sebagai fungsi dari daya pancar dan jarak variasi. Parameter yang digunakan di dalam pengukuran berdasarkan IEEE 802.11 a/g karena menggunakan frekuensi 2,4 Ghz. Terdapat dua skema pengukuran yaitu SISO OFDM dan MISO OFDM dengan variasi jarak 4,6 dan 8 meter dengan variasi daya pancar -35 s/d -4 dBm dengan peningkatan gain 5 kali secara berkala. Dari dua skema yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak antara pemancar dan penerima maka dibutuhkan penambahan gain untuk menjaga kualitas data yang dikirimkan. Disamping itu, terdapat perbedaan nilai gain untuk mencapai nilai BER = dibutuhkan penambahan gain = - 33 sedangkan pada SISO OFM dibutuhkan penambahan gain = -18.