cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Analisa Stabilitas Timbunan Jalan Berdsarkan Instrumen Geoteknik pada Proyek Pembangunan Relokasi Jalan Tol Surabaya–Gempol, Paket 3A STA 40+950 – 42+200: Ruas Porong – Gempol Nurul Nisaqolifatul Uyun; Noor Endah; Putu Tantri Kumalasari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.131 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26244

Abstract

Jalan tol Porong – Gempol adalah merupakan relokasi jalan akibat lumpur lapindo. Dalam proyek pembangunan jalan tol ini terdapat 2 paket pekerjaan yaitu paket 3A dan 3B. Pada tahun 2014 terjadi kelongsoran tanah timbunan pada paket 3B. Dengan adanya kejadian kelongsoran tersebut dikhawatirkan akan terjadi kelongsoran serupa pada tanah timbunan paket 3A mengingat tinggi timbunan pada pekerjaan paket 3A maupun 3B yang hampir sama dan dibangun pada kondisi tanah dasar lunak. Dalam studi ini dilakukan analisa stabilitas timbunan menggunakan program bantu, analisis kelongsoran dengan data instrumen geoteknik (inclinometer, pneumatic piezometer, dan settlement plate) dan perencanaan perkuatan menggunakan sheet pile dan micropile. Berdasarkan hasil analisis instrumen geoteknik yang dilakukan, pemampatan pada tanah dasar di bawah tanah timbuanan paket 3A sudah dapat dikatakan selesei dengan derajat konsolidasi lebih dari 90%; jadi kondisi timbunan pada paket 3A dapat dikatakan stabil dan tidak ada bahaya longsor. Akan tetapi hasil analisa stabilitas timbunan dengan menggunakan program bantu menunjukkan nilai SF 0,898 yang berarti kurang dari SF rencana atau dalam kondisi tidak aman. Oleh karena itu timbunan pada paket 3A direncanakan untuk diberi perkuatan dengan menggunakan sheetpile tipe W-500-A-1000 sebanyak 5 buah sedalam 13 m atau micropile diameter 600 mm sebanyak 5 buah sedalam 13 m.
Modifikasi Desain Struktur Gedung Hotel Holiday Inn Express Surabaya Dengan Menggunakan Sistem Rangka Bresing Eksentrik Lailatul Fitriyah; Priyo Suprobo; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.983 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26298

Abstract

Perencanaan gedung hotel Holiday Inn Express Surabaya akan dilakukan modifikasi perancangan menggunakan struktur baja dengan metode SRBE (Sistem Rangka Bresing Eksentrik). SRBE merupakan sebuah sistem bresing eksentrik yang memiliki link dan berfungsi sebagai pendisipasi energi ketika struktur menerima beban lateral. Perhitungan modifikasi perencanaan struktur gedung hotel Holiday Inn Express Surabaya menggunakan sistem rangka bresing eksentrik (SRBE) telah dilakukan. Dimana perhitungan struktur mengacu pada SNI 1729-20015 “Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung”, SNI 1726-2012 “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung”, SNI 2847-2013 “Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung” dan “Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung” PPIUG 1983. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan dengan program bantu SAP 2000. Dari analisa dan hasil perhitungan diperoleh struktur sekunder dan primer: pelat lantai menggunakan bondek SUPER FLOOR DECK t = 0,75 mm, untuk lantai top atap dan lantai 1 t = 90 mm, lantai atap dan lantai 2-14 t = 110 mm, balok anak terdapat 4 macam dimensi yang digunakan, dimensi untuk lantai top atap WF 350x175x6x9, lantai atap WF 450x200x9x14, lantai 2-14 WF 500x200x9x14, lantai 1 WF 400x200x8x13, sedangkan balok induk terdapat 4 macam dimensi juga yang digunakan, dimensi untuk lantai top atap WF 400200813, lantai atap WF 500200914, lantai 2-14 WF 6002001015, lantai 1 WF 6002001117, untuk dimensi kolom lantai 1-8 digunakan CFT 700x700x25 dan CFT 600x600x25 dimensi kolom lantai 9-top atap, link terdapat 2 macam dimensi yang digunakan yaitu WF 400200813 untuk lantai atap-top atap dan WF 5002001016 untuk lantai 1-14, dimensi balok luar link yang digunakan sama dengan dimensi link, dimesi bresing yang digunakan WF 250x250x9x14 untuk lantai atap-top atap dan WF 3003001015 untuk lantai 1-14. Pondasi struktur menggunakan tiang bor (borepile) diameter 120 cm dengan kedalaman 25 m dan tulangan yang digunakan adalah 26 D25 dengan sengkang D16-45 mm.
Studi Kapasitas Angkut dan Gerusan Lokal Pada Penampang Sungai Brantas Akibat Pilar Jembatan Tol Mojokerto-Kertosono Aisyah Amelia; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.954 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26543

Abstract

Jalan Tol Mojokerto-Kertosono melintasi sungai Brantas di Kecamatan Gedeg, Mojokerto, untuk itu dibutuhkan jembatan sepanjang 299 m. Konstruksi jembatan tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya gerusan lokal pada dasar sungai maupun perubahan morfologi sungai. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi kapasitas angkut dan gerusan lokal pada penampang sungai akibat pilar jembatan. Pada tugas akhir ini, dilakukan perhitungan debit rencana dengan metode Gumbel. Dalam analisa gerusan lokal digunakan modul Users Manual dan Reference Manual pada program Hec-Ras 5.0.3 untuk memprediksi kedalaman gerusan. Sedangkan analisa angkutan sedimen dihitung dengan permodelan sedimen pada program Hec-Ras 5.0.3. Hasil studi ini menghasilkan debit banjir rencana di sungai Brantas untuk 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun secara berturut-turut adalah 1.213,58 m3/dt, 1.444,48 m3/dt, 1.597,36 m3/dt, 1.790,53 m3/dt, 1.933,83 m3/dt, 2.076,07 m3/dt. Akibat dari contraction scour atau penyempitan sungai sebelum dibangun jembatan, pada debit 100 tahun terjadi gerusan sedalam 0,47 m di bagian kanan penampang sungai. Sedangkan setelah dibangun jembatan, diperkirakan gerusan akibat contraction scour dan pilar menjadi 7,4 m, kedalaman ini mendekati hitungan analitis sebesar 8,07 m. Angkutan sedimen sebelum ada jembatan adalah 386.551 m3 dan penurunan dasar sungai rata-rata sebesar 1,03m. Sedangkan setelah ada jembatan, volume angkutan sedimen kumulatif yang terangkut adalah 569.775 m3 dengan penurunan dasar saluran rata-rata sebesar 1,51 m.
Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang di Teluk Sumbreng, Kabupaten Trenggalek Dzakia Amalia Karima; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26701

Abstract

Kabupaten Trenggalek yang beribukota di Trenggalek memiliki luas 126.140 Ha yang terbagi dalam 152 Kelurahan/Desa dan 14 Kecamatan. Yang menjadi lokasi studi yaitu di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Lokasi ini memiliki potensi perikanan berupa pantai sepanjang 96 km, ketersediaan ikan cukup melimpah. Untuk memanfaatkan potensi ini dengan maksimal, pemerintah akan membangun sebuah pelabuhan sebagai sarana bagi para nelayan. Namun, diperlukan pula sarana pendukung untuk dapat menunjang kegiatan di pelabuhan itu sendiri. Salah satunya yaitu dengan membuat bangunan pemecah gelombang yang berfungsi untuk melindungi perairan di dermaga dapat tenang dan memudahkan mobilitas nelayan. Dalam perencanaan bangunan pemecah gelombang, hal yang perlu diperhatikan adalah data primer dan sekunder. Data sekunder tersebut antara lain data angin, data pasang surut, peta topografi dan batimetri di sekitar lokasi tinjau. Kemudian data-data tersebut dianaliisa untuk mendapatkan kondisi tinggi gelombang di lokasi yang akan dibangun. Data angin dianalisis menggunakan proses hindcasting sehingga didapat tinggi gelombang signifikan di laut dalam. Data pasang surut dianalisis menggunakan Metode Admiralty dan didapatkan elevasi-elevasi untuk perencanaan bangunan. Data topografi dan batimetri diperlukan untuk mendapatkan kedalaman perairan di lokasi perencanaan.Selanjutnya direncanakan bangunan pemecah gelombang. Setelah semua analisis dilakukan, dapat dihasilkan dimensi dan gambar desain hasil perencanaan bangunan pemecah gelombang. Dari hasil perencanaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk melindungi pelabuhan yang ada di Teluk Sumbreng.
Desain Modifikasi Struktur Jembatan Kalipepe dengan Asymmetric Cable Stayed System dan Prestressed Concrete Segmental Box Girder Mohammad Akbar Alrasyidi; Tavio Tavio.; Hidayat Soegihardjo Masiran
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.011 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26750

Abstract

Jembatan Kali Pepe merupakan bagian dari proyek jalan bebas hambatan Solo-Kertosono yang melintasi sungai Pepe. Dimana jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan ini di desain menggunakan konstruksi PC I girder. Bentang bersih jembatan ini sepanjang 85,2 m yang dibagi menjadi 2 bagian sama panjang dengan 3 pilar penopang serta memiliki lebar jembatan selebar 12 m. Maka dalam penulisan tugas akhir ini Jembatan Kali Pepe direncanakan ulang sebagai jembatan cable stayed asimetris dengan meggunakan box girder beton prestressed segmental (PC SB girder) dengan bentang 144 m dan lebar 12,6 m. Susunan kabel pada arah melintang berupa double planes system, sedangkan untuk arah memanjang berupa semi harp pattern. Desain lantai kendaraan berupa pelat beton bertulang dengan gelagar berupa box girder beton prestressed. Pylon (tiang) pada jembatan ini didesain menggunakan material beton bertulang. Permodelan struktur menggunakan fishbone model dengan pembebanan berdasarkan SNI 1725 2016 dan SNI 2833 2013. Staging analysis menggunakan metode kantilever dengan backward solution. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ini berupa penulangan dan tendon prategang pada gelagar, dimensi kabel, penulangan angker, serta penulangan pylon dalam bentuk laporan dan gambar teknik.
Desain Modifikasi Struktur Apartemen Puncak Dharma Husada Surabaya Dengan Kombinasi Shearwall Dan Outrigger System Angga Bayu Christianto; Tavio Tavio; I Gusti Putu Raka
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.843 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26787

Abstract

Perkembangan pesat dan industrialisasi besar di kota metropolitan menyebabkan naiknya angka urbanisasi ke kota tersebut. Dengan minimnya lahan diperkotaan, perlu dikembangkan bangunan vertikal. Pengembangan ini rentan terhadap beban lateral seperti angin dan gempa. Dengan demikian, para insinyur harus solutif dalam memilih sistem mana yang digunakan untuk merancang bangunan. Pemilihan sistem harus mempertimbangkan aspek kekuatan dan efisiensi sistem struktur karena bangunan yang kuat menahan gaya gempa memerlukan biaya konstruksi yang sangat mahal. Apartemen Puncak Dharma Husada berkapasitas 40 lantai menggunakan kombinasi shearwall dan outrigger system. Outrigger merupakan elemen struktur terdiri dari balok setinggi satu lantai yang berfungsi untuk meningkatkan kekakuan keseluruhan bangunan sehingga dapat mereduksi dimensi balok dan kolom. Meningkatnya kekakuan juga dapat mengurangi periode dan simpangan bangunan. Pada tugas akhir ini, elemen outrigger dan belt truss, dimana outrigger dirancang sebagai balok tinggi beton bertulang dan belt truss yang dirancang sebagai struktur rangka yang terbuat dari baja.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Hotel Premier Inn Surabaya dengan Menggunakan Beton Prategang dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Firdauziah Ramadhani; I Gusti Putu Raka; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26800

Abstract

Beton prategang merupakan teknologi beton struktural yang sering digunakan untuk mengakomodir kebutuhan ruang yang lebih luas tanpa adanya gangguan dari kolom. Balok beton prategang mengijinkan perancang untuk mendesain bentang yang lebih panjang dibandingkan dengan balok beton bertulang dengan bentang pendek. Gedung hotel Premier Inn Surabaya ini memiliki 18 lantai, dimana lantai 16 dan lantai atapnya dimodifikasi dengan balok beton prategang. Hal ini berdasarkan kebutuhan ruang yang luas sebagai ballroom tanpa adanya kolom pada lantai 15 dan 16 untuk memikul bentang bebas sepanjang 12,25 m. Sistem struktur yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dikarenakan Kategori Desain Seismik (KDS) bangunan ini yaitu KDS-D. Pembebanan yang digunakan dalam desain mengacu PPIUG 1983 dan perhitungan gaya gempa dengan metode respon spektrum berdasarkan SNI 1726:2012 dan Peta Hazard Gempa Indonesia 2010. Sedangkan untuk desain struktur beton mengacu pada SNI 2847:2013. Hasil dari desain bangunan ini menunjukkan bahwa telah memenuhi semua persyaratan sehingga mampu untuk menahan beban gravitasi dan beban gempa di wilayah kota Surabaya.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Pusat Penelitian Dan Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya Malang Dengan Penambahan Lantai Menggunakan Sistem Rangka Bresing Eksentris Ahmad Fatihuddin Afif; Heppy Kristijanto; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.711 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26813

Abstract

Pada awalnya gedung Dental Nano Material Pusat Penelitian dan Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya ini merupakan gedung 10 lantai yang menggunakan konstruksi beton bertulang dengan luas bangunan 60,2 m x 60 m, dimana luas bangunan sama per lantainya. Sebagai bahan perencanaan ini, akan dilakukan modifikasi penambahan lantai keatas pada struktur gedung Dental Nano Material Pusat Penelitian dan Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya menggunakan Sistem Rangka Bresing Eksentris. Modifikasi desain yang akan dilakukan adalah expansi lantai gedung dengan menggunakan struktur baja. Dari analisa dan hasil perhitungan diperoleh hasil, yaitu tebal pelat bondeks 9 cm, dimensi balok induk WF 600 x 300 x 12 x 20, balok link WF 600 x 300 x 12 x 20, dimensi bresing WF 350 x 350 x 12 x 19, dimensi kolom WF 400 x 400 x 20 x 35, dan panjang elemen link direncanakan 100 cm. Kondisi eksisting masih mampu menahan expansi 5 lantai keatas.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya Menggunakan Struktur Beton Bertulang Dengan Sistem Outrigger Dan Belt-Truss Fauzan Kurnianto; Faimun Faimun; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.155 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26841

Abstract

Gunawangsa Tidar Surabaya memiliki 3 buah tower dengan 37 lantai pada setiap towernya. Dengan ketinggian hingga ±115 meter dan struktur bangunan yang langsing, simpangan yang terjadi akibat beban lateral cenderung berlebihan. Untuk mengatasi masalah tersebut, bangunan perlu dimodifikasi agar performa bangunan dalam menahan beban lateral lebih baik lagi. Namun jika sistem struktur yang biasa dipertahankan, dimensi elemen struktur yang dibutuhkan akan menjadi lebih besar dan mengurangi ruang. Maka diperlukan alternatif solusi untuk mengurangi simpangan yang terjadi tanpa memperbesar dimensi elemen struktur yang sudah ada. Dengan mempertahankan dimensi elemen struktur beton yang sudah ada, bangunan dimodifikasi menggunakan sistem outrigger dan belt-truss. Sistem outrigger dan belt-truss efektif dalam meningkatkan kekakuan bangunan. Balok outrigger dipasang menghubungkan corewall dan kolom eksterior. Sedangan belt-truss dipasang menghubungkan antar kolom eksterior. Sehingga masalah simpangan yang berlebihan akibat beban lateral dapat teratasi. Dari hasil perencanaan diketahui simpangan lantai terbesar terletak pada hampir setengah dari total ketinggian bangunan. Maka balok outrigger dan belt-truss dipasang di ketinggian tersebut, tepatnya pada lantai 22. Dimensi balok outrigger dan belt truss adalah 400 x 2000 mm. Dan dari analisa menggunakan program bantu Extract didapat nilai daktilitas kolom outrigger sebesar 6,76. Dengan demikian nilai koefisien reduksi untuk gempa (R=5) yang digunakan sebagai perencanaan beban gempa sudah memenuhi.
Perancangan Jaringan Saraf Tiruan Untuk Pengenalan Pola Pada Navigasi Mobile Robot Berbasis Data Gambar Pauzi Saputra; Rusdhianto Effendie A.K.; Joko Susila
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24040

Abstract

Perkembanga ilmu teknologi khususnya pada sistem serba otomasi yang salah satunya melibatkan peran robotika  pada kendaraan semakin terbuka lebar.  Mobile robot merupakan salah satu bentuk prototype. Penerapan sistem cerdas pada robot dibutuhkan karena robot diberi pilihan sesuai navigasi. Navigasi sebagai petunjuk dari arah robot beroperasi. Untuk menerapkan sistem navigasi tersebut maka diterapkan pengenalan pola dari obyek yang dijadikan navigasi robot. Tujuan pengenalan pola adalah untuk mengenali karateristik benda. Pengelan pola benda dilakukan berkali-kali terhadap robot untuk melatih kecerdasan robot dalam melakukan pengidentifikasian obyek navigasi. Kemudian robot diberi tugas untuk mengelompokan dari bentuk yang telah dikenali sebagai pembeda arah tiap navigasi. Navigasi berupa obyek yang direkam melalui kamera robot sebagai indra penglihatan buatan.  Obyek bisa dibedakan denan obyek lain dengan menentukan batas warna biru, dan selain biru tidak dijadikan bentuk navigasi. Pada penelitian tugas akhir sistem diimplementasikan pada mobile robot Qbot dan hasil tersebut disimulasikan dalam bentuk file trajectory luasan operasi robot menjadi titik koordinat robot beroperasi sebagai pembanding maupun interface saat robot dioperasikan. Pergerakan mobile robot dapat lebih leluasa monuver sesuai jalur itu disebabkan sistem terhubung jaringan wireless dengan komputer sebagai host-nya.