cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Perencanaan Ulang Layout Runway Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin yang Didasarkan Pada Hasil Analisis Airports GIS FAA Adhyaksa Adha Rahman; Ervina Ahyudanari; Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.928 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26598

Abstract

Banjarmasin adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai pusat dari provinsi Kalimantan Selatan, semestinya fasilitas transportasi antar kota, pulau maupun negara di kota tersebut mampu menangani permintaan jasa transportasi dengan baik. Kegiatan transportasi bersumber dari kebutuhan mayoritas yang beragama Islam sehingga membutuhkan transportasi kegiatan haji, maupun investasi dan pariwisata.Penentuan arah runway sebelumnya didasarkan pada analisis frekuensi dan kecepatan angin dominan pada daerah tersebut. Hasil analisis angin bandar udara Syamsudin Noor Banjarmasin adalah dominan pada 2 arah derajat azimuth, yaitu 100 - 280 dan 135 – 215. Diketahui bahwa dua arah tersebut tidak mencapai prosentase 95% cakupan, yang menurut ketentuan FAA pada Appendix 2 AC 150/5300-13A mengharuskan adanya runway pada arah angin dominan hingga prosentase 95% cakupan angin tercapai. Hal ini menunjukkan kebutuhan runway kedua. Dengan didapatkannya literatur dari FAA tentang penggunaan Airports GIS untuk analisis arah runway, maka Tugas Akhir ini mencoba untuk merencanakan ulang arah runway.Pertama, dilakukan studi literatur mengenai peraturan yang berlaku dan subyek. Kedua, dilaksanakan pengumpulan data seperti data lingkungan dan pergerakan pesawat. Selanjutnya ditentukan kapasitas pergerakan pesawat runway eksisting. Setelah itu, diramalkan tahun pertumbuhan pergerakan pesawat melebihi kapasitas runway. Langkah berikutnya adalah menentukan arah runway dari analisis windrose menggunakan program javascript ALL_WEATHER Wind Rose Form oleh FAA. Sistem runway didapatkan menyesuaikan arah. Terakhir, Runway dan taxiway baru direncanakan.Hasil menunjukkan runway eksisting 10 – 28 memenuhi persyaratan 95% cakupan angin. Didapatkan kebutuhan runway baru pada tahun 2043. Runway kedua direncanakan berdimensi 3326 x 45 m dengan pemisahan 1035 m.  
Perbandingan Kinerja Pelayanan Self Check-In dengan Check-In Konvensional untuk Maskapai Citilink dan AirAsia di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Muhammad Irfan Ardiansyah; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.61 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26889

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, Terminal Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya sudah menggunakan sistem self check-in.. Sistem self check-in adalah suatu fasilitas/tempat yang berfungsi untuk menyelesaikan berbagai prosedur dan persyaratan keamanan dan pelayanan yang menggunakan suatu mesin. Sistem ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara di benua Eropa. Sistem self check-in ini memiliki prosedur yang sangat mudah, dengan hanya melakukan scan barcode atau memasukan nomor e-ticket , kemudian memilih seat dan print boarding pass. Dikarenakan prosedur check-in yang mudah, terdapat 83% penumpang lebih memilih sistem self check-in (IATA Global Passenger Survey, 2014). Tugas akhir ini akan membandingkan efektivitas penggunaan self check-in dengan check-in konvensional yang disesuaikan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP/77/VI/2005,dan  standar Level of Service IATA. Perbandingan penggunaan self check-in dan check-in konvensional dilakukan dengan pentahapan awal adalah pengumpulan data waktu antar kedatangan penumpang di kedua tipe check-in dan memperkirakan kebutuhan self check-in 10 tahun kedepan. Dalam tugas akhir ini hasil yang didapatkan adalah self check-in sangat berpengaruh dalam mengurangi panjang antrian paling sebesar 15 penumpang pada Skenario 1 dan 6 penumpang pada Skenario 2  saat melakukan proses check-in.
Analisis Stabilitas dan Kekuatan Pengait Bak Angkut Kendaraan Multiguna Pedesaan Alfian Rafi Harsyawina; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.259 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27041

Abstract

Penggunaan material yang lebih ringan tentunya akan membuat berat kendaraan menjadi berkurang yang akan menyebabkan efisiensi energi yang digunakan akan meningkat. Demikian juga pada penelitian pada kendaraan multiguna pedesaan, untuk melanjutkan penelitian terdahulu maka akan diaplikasikan penggunaan material body carbon fiber. Namun dalam perkembangan teknologi otomotif tentunya tidak boleh melupakan keselamatan dari pengemudi dan penumpang dari kendaraan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis stabilitas arah belok dan kekuatan bak aagnkut kendaraan multiguna pedesaan dengan penggunaan material body carbon fiber. Analisis stabilitas dilakukan untuk mengetahui perilaku arah belok kendaraan yang terbagi menjadi tiga, yaitu understeer, oversteer, dan netral. Ketiga perilaku kendaraan tersebut dapat diketahui dengan melakukan beberapa analisis seperti analisis slip, skid, dan guling. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kendaraan multiguna pedesaan bermuatan penumpang paling stabil pada layout CG 1 (Lf=1,46 dan Lr=1,13) atau 56,37% wheelbase dari depan. Berdasarkan analisa slip, nilai Koefisien understeer menunjukkan bahwa kendaraan lebih stabil saat melintasi sudut kemiringan melintang jalan 5° dan 10°. Lalu pada kondisi percepatan lurus, pengereman lurus, dan percepatan belok pengait bak angkut masih dalam keadaan aman sehingga mampu menahan beban yang diterima dari bak angkut.
Analisis Dampak Pembangunan Pelabuhan Terhadap Biaya Transportasi : Studi Kasus Pelabuhan Teluk Prigi di Wilayah Jawa Timur Norma Syahnasa Diah Islami; Christino Boyke S.P; Ferdhi Zulkarnaen
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27059

Abstract

Pemerintah mewacanakan pembangunan Pelabuhan Teluk Prigi sebagai pelabuhan komersil untuk menunjang perekonomian di selatan Jawa Timur, terutama untuk aktivitas bongkar muat barang general cargo, curah dan penumpang . Penelitian ini menggunakan perbandingan biaya transportasi dengan rute melalui pelabuhan Tanjung Perak dan rute melalui Pelabuhan Teluk Prigi menggunakan perhitungan biaya transportasi dan inventory carrying cost. Moda transportasi yang digunakan adalah truk engkel sebagai moda transportasi darat dan kapal general cargo untuk moda transportasi laut. Hinterland dari pelabuhan Teluk Prigi yang terpilih adalah kabupaten Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Kediri, Trenggalek dan Pacitan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan biaya transportasi dan inventory carrying cost secara keseluruhan dari hinterland dengan tujuan Jakarta, Kalimantan Selatan, Bali, dan NTT lebih rendah jika dikirimkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Selisih unit cost biaya transportasi sebesar Rp. 5.375 per ton untuk tujuan Jakarta, . 9.284,- per ton untuk muatan tujuan Kalimantan, Rp. 1.475,- per ton untuk muatan tujuan Bali dan Rp. 2.846,- per ton untuk muatan tujuan NTT.
Analisis Pengaruh Parameter Operasional Terhadap Perilaku Belok dan Stabilitas Pada Panser Anoa 6X6 APC Sanditra Muda Yusviva; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.729 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27948

Abstract

Dalam menjaga keamanan dan pertahanan NKRI, lembaga-lembaga seperti TNI dan POLRI memerlukan dukungan kelengkapan-kelengkapan yang optimal, baik kelengkapan diri, persenjataan, dan kendaraan khusus militer. Panser Anoa 6x6 APC merupakan kendaraan khusus yang didesain sebagai kendaraan support dalam medan pertempuran. Keberhasilan Panser Anoa 6x6 APC dalam operasi-operasi militer harus didukung dengan performa handling dan stabilitas yang mumpuni. Untuk itu, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh beberapa variasi parameter operasional terhadap perilaku belok kendaraan sebagai acuan bagi para personel militer dan engineer untuk mengetahui karakter handling dari Panser Anoa 6x6 APC yang merupakan khusus dengan 6 roda (six-wheeled vehicle). Pada penelitian penelitian ini, penulis akan melakukan tiga metode analisis, yaitu analisis slip, skid, dan guling dengan beberapa variasi parameter opersional yaitu kecepatan berkendara, steering angle, dan kondisi permukaan medan. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan bahwa kondisi belok paling baik pada Panser Anoa 6x6 APC adalah ketika kendaraan berbelok pada kecepatan 60 Km/Jam dengan sudut belok 12˚ di permukaan jalan tanah, dimana kendaraan mengalami kondisi understeer yang paling sedikit dan koefisien understeer yang bernilai positif terkecil yaitu 0,9265. Sesuai dengan analisis slip, dan indeks KUS, Panser Anoa 6x6 APC memiliki karakter handling yang bersifat understeer, dimana nilai sudut slip depan selalu lebih besar dari sudut slip belakang dan nilai indeks KUS selalu bernilai positif pada tiap rentang kecepatan dan sudut belok yang digunakan pada penelitian. Semakin besar sudut belok yang diberikan maka kecepatan skid dan guling kendaraan akan semakin menurun, dimana berdasarkan analisis skid dapat disimpulkan bahwa Panser Anoa 6x6 APC memiliki kecenderungan untuk sedikit oversteer karena kecepatan skid depan yang nilainya sedikit lebih tinggi daripada kecepatan skid belakang. Demikian halnya dengan analisis guling dimana dapat disimpulkan bahwa Panser Anoa 6x6 APC memiliki kecenderungan untuk sedikit oversteer karena batas kecepatan guling roda depan yang nilainya sedikit lebih tinggi daripada batas kecepatan guling roda belakang. Terakhir, didapat bahwa semakin besar sudut belok dan kecepatan yang diberikan maka besarnya sudut guling yang terjadi akan semakin meningkat. Pada kecepatan 40 Km/jam, sudut guling depan yang terjadi adalah 6,093° untuk sudut belok 8°, 7,605° untuk sudut belok 10°, dan 9,109° untuk sudut belok 23,44°.
Analisa Pengaruh Variasi Arus terhadap Kualitas Sambungan Hasil Pengelasan GTAW pada Material SA 266 Gr 2N with Clad Inconel 625 (Tube Sheet) dengan SA 213 TP 304 (Tube) Praditya Hadi Prabowo; Rochman Rochiem; Wikan Jatimurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.604 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23616

Abstract

HP Heater adalah sebuah peralatan Heat Exchanger yang terdiri dari Shell & Tube yang digunakan untuk menaikkan temperatur feed water sesuai temperatur yang dipersyaratkan oleh Boiler.Material yang cocok digunakan SA 213 TP 304 dan Inconel 625 dipilih Karena yang memiliki ketahanan korosi yang baik. Sifat ketahanan korosi,ketahanan terhadap panas dan tekanan material muncul Karena adanya nickel dan chrom. Kedua material ini dilas menggunakan metode GTAW(Gas Tungstan Arc Welding),akan tetapi sering di jumpai di lapangan terjadi kebocoran pada material ini.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh heat input (arus) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pada hasil pengelasan SA 266 GR2N Inconel 625 dengan SA 213 TP 304. Pada penelitian ini material dilas menggunakan GTAW. Proses pengelasan yang dilakukan menggunakan variasi heat input dengan arus 65A,70A,75A,80A,85A,Pengujian yang dilakukan pada penelitian kali ini adalah uji makro,uji mikro,uji XRD,uji kekerasan.Dari pengujian tersebut didapatkan bahwa parameter aman untuk dilakukan pengelasan pada arus 65A dan 70A.Ditemukan  persipitat karbida pada parameter 75A dan 80A
Pengaruh Variasi Komposisi BaM/PAni Matriks Cat Epoxy Pada Pelapisan Single Layer Dengan Metode Spray Coating Untuk Aplikasi Material Penyerap Radar Rifki Rachman Kholid; Widyastuti Widyastuti; Rindang Fajarin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.412 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23832

Abstract

Penyerapan gelombang mikro dapat dilakukan melalui rekayasa material, menggunakan material RAM (RadarAbsorbing Material ) yang terdiri dari material resistif dan material magnetik untuk menyerap gelombang radar. Material magnetik yang digunakan adalah BaM (Barium Heksafferit). Sintesis material BaM menggunakan metode solid state. Material BaM di dopping dengan Zn2+ untuk meningkatkan nilai Magnetic Saturation (Ms) dari 58,97 emu/gr menjadi Ms 60,04 emu/gr dan menurunkan nilai koersivitas (Hc) dari 4743 Oe menjadi 833,17 Oe. PAni (Polianiline) merupakan material polimer konduktif yang digunakan pada penelitian ini. Material PAni didapatkan dengan proses polimerisasi oksidasi kimia. Penggunaan PAni dikarenakan memiliki stabilitas thermal dan konduktivitas listrik yang baik sebesar 1,579 x 10-5 S/cm. Komposit BaM/PAni kemudian dicampurkan dengan cat epoxy dengan variasi persen berat 5,10,15 wt%. Kemudian dilapiskan pada material alumunium 2024 dengan metode spray coating dengan lapisan single layer. Untuk mengetahui nilai rugi refleksi dari material RAM yang telah dilapisi pada plat alumunium dilakukan pengujian VNA (Vector Network Analyzer) pada rentang frekuensi 8-12 GHz. Didapatkan nilai RL maksimum sebesar -26,34 dB 9,33 GHz dengan ketebalan 59,1 micron pada komposisi BaM/PAni 15 wt%. Dari hasil penyerapan dan nilai ketebalan yang didapatkan, komposisi komposit BaM/PAni 15 wt% terhadap matriks cat epoxy sesuai untuk aplikasi RAM pada pesawat.  
Kemampuan Avicennia alba untuk Menurunkan Konsentrasi Tembaga (Cu) di Muara Sungai Wonorejo, Surabaya Bintang Respati Dwi Harnani; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.884 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23855

Abstract

Peningkatan jumlah industri dan pertumbuhan penduduk menjadi sumber pencemar utama di wilayah muara sungai. Muara sungai merupakan tempat penampungan limbah terakhir sebelum menuju laut lepas. Sungai Wonorejo merupakan satu dari tujuh sungai yang bermuara ke Pantai Timur Surabaya yang berpotensi mengandung banyak logam berat. Pada penelitian ini diukur konsentrasi Cu yang terdapat pada sedimen dan akar mangrove Avicennia alba di muara Sungai Wonorejo. Selanjutnya akan dihitung nilai Bioconsentration Factor (BCF) dari mangrove A. alba yang ada di muara sungai Wonorejo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode transek untuk menentukan titik pengambilan sampel akar mangrove A. alba dan sedimennya. Akar mangrove dan sedimen diekstrak menggunakan metode destruksi basah dengan Aqua Regia. Sampel yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Atomic Absorbtion Spectrofotometer (AAS. Parameter pendukung yang diukur meliputi suhu menggunakan termometer, salinitas menggunakan salinometer dan pH menggunakan pH meter untuk tanah. Konsentrasi rata-rata Cu yang ada di sedimen muara Sungai Wonorejo pada sedimen disekitar A. alba yaitu 24,85 mg/kg, Konsentrasi Cu pada mangrove A. alba sebesar 51,5 mg/kg Nilai  BCF pada A. alba adalah  1,13- 2,89. Hal ini menunjukan bahwa A. alba merupakan tumbuhan hiperakumulator logam berat Cu.
Penyisihan Konsentrasi Logam Zn Menggunakan Mangrove Avicennia marina Isbir Farhan; Mohammad Razif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23898

Abstract

Hutan mangrove di Indonesia terutama Pulau Jawa terus mengalami degradasi akibat konversi peruntukan yaitu tambak, penebangan kayu mangrove untuk berbagai keperluan,disamping rendahnya kesadaran masyarakat tentang fungsi ekologis hutan mangrove dan ketidakpastian status kawasan. Keseimbangan ekologi lingkungan perairan pantai akan tetap terjaga apabila keberadaan mangrove dipertahankan karena mangrove dapat berfungsi sebagai biofilter, agen pengikat dan perangkap polusi, penangkap sumber pencemar yang sangat banyak dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung seberapa besar efisiensi mangrove Avicennia  marina dalam meremoval larutan artifisial logam ZnSO4. Pada penelitian ini digunakan variabel konsentrasi polutan larutan artifisial ZnSO4 setelah dilakukan uji pendahuluan Range Finding Test. Variabel konsentrasi setelah uji Range Finding Test yaitu 100 mg/L,200 mg/L dan 300 mg/L dengan pengulangan tiga kali/triplo. Pada penelitian ini digunakan reaktor skala laboratorium dengan sistem batch. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi removal  mangrove Avicennia marina pada konsentrasi 100 mg/L yaitu 79,83%, pada konsentrasi 200 mg/L yaitu 70,75% dan konsentrasi 300 mg/L yaitu 67,17%.
Isolasi Selulosa dari Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Nano Filler Komposit Absorpsi Suara: Analisis FTIR Axel Gian Aditama; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.799 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24098

Abstract

Komposit berpenguat nanofiller merupakan salah satu material yang sedang dikembangkan. Salah satu aplikasinya dapat digunakan sebagai bahan akustik. Penggunaan serat alam sebagai penguat pada komposit mendukung regulasi tentang persyaratan habis pakai produk untuk komponen otomotif dengan mengurangi konsumsi polimer. Indonesia merupakan salah satu negara  yang membudidayakan kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit mengandung selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penguat pada komposit polimer. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ikatan kimia serat setelah diberi perlakuan kimia. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian yaitu FTIR. Pembuatan nanoselulosa dengan menggunakan tiga tahap perlakuan kimia yaitu alkalisasi, bleaching dan hidrolisis asam. Setelah dilakukan tiga tahap perlakuan kimia pada serat tandan kosong kelapa sawit, hasil FTIR menunjukkan tiga daerah serapan utama yaitu 3288.08 cm-1, 1636.43 cm-1 dan 1089.92 cm-1 yang menunjukkan ikatan O-H stretching, O-H deformasi dan C-C stretching. Daerah serapan yang muncul menunjukkan bahwa telah dihasilkan selulosa dan kandungan lignin menghilang.