cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 186 Documents clear
Pemetaan Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Menggunakan Citra Landsat Multitemporal dan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo) Luki Indeswari; Teguh Hariyanto; Cherie Bekti Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.785 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28698

Abstract

Sungai Porong merupakan kawasan pembuangan lumpur Lapindo yang telah terjadi sejak tahun 2006 hingga sekarang. Aliran sungai yang deras menyebabkan terbawanya lumpur Lapindo menuju muara sungai Porong dan pengaliran lumpur telah menimbulkan sedimentasi di muara sungai Porong dan pesisir Timur Sidoarjo. Maka dari itu, pengamatan terhadap sebaran TSS (Total Suspended Solid) dibutuhkan untuk mengetahui kualitas air di suatu perairan. Dalam penelitian ini, pengamatan terhadap sebaran TSS dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan Citra Satelit Landsat 7 tahun 2000, dan Landsat 8 tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017, serta data in situ berupa sampel air sejumlah 20 titik. Data citra satelit Landsat-8 L1T tahun 2017 diolah menggunakan 5 algoritma TSS yaitu Algoritma Syarif Budiman(2004), Algoritma Parwati(2006), Algoritma Guzman & Santaella(2009),  Algoritma Nurahida Laili (2015), dan Algoritma Jaelani (2016).  Dari hasil pengolahan data Citra Satelit Landsat-8 L1T  tahun 2017 didapatkan hasil algoritma yang memiliki nilai absolut error terkecil adalah Algoritma Budhiman (2004), dengan hasil Normalized Mean Error (NMAE) sebesar 19,53%, nilai tersebut membuktikan bahwa nilai TSS Algoritma Budhiman (2004) adalah algoritma yang paling sesuai untuk menjelaskan keadaan konsesntrasi TSS di perairan Muara Sungai Porong, sehingga algoritma tersebut dipilih untuk kemudian diterapkan pada citra Landsat-7 L1T tahun 2000, dan Landsat-8 L1T tahun 2013, 2014, 2015, 2016. Dari penerapan citra Landsat multitemporal didapatkan hasil konsentrasi TSS di Perairan Muara Sungai Porong yang terendah pada tahun 2015 yaitu 10,22 mg/L hingga 60,08 mg/L, dan tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai TSS berkisar antara 11,52 mg/L hingga 92,16 mg/L, dan tahun 2014 yaitu berkisar antara 10,28 mg/L hingga 81,17 mg/L.  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, standar kualitas air laut untuk parameter TSS adalah 80 mg / L yang berarti pada tahun 2013, dan pada tahun 2014 perairan di muara Sungai Porong dapat dikatakan tidak baik karena melebihi standar kualitas baku yang telah ditentukan.
Pemodelan Spasial Genangan Banjir Akibat Gelombang Pasang di Wilayah Pesisir Kota Mataram Mohamad Rio Rahmanto; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.842 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28908

Abstract

Dampak kenaikan muka air laut di Kota Mataram menyebabkan 6 (enam) Kelurahan di 2 (dua) Kecamatan terdampak banjir tiap tahunnya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, solusi yang dapat dilakukan adalah membuat pemodelan wilayah terdampak banjir sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan kedepannya. Pada bulan Januari 2017, gelombang pasang merendam 1.161 rumah warga di tujuh kelurahan mencakup dua kecamatan, yakni Ampenan dan Sekarbela. Di Ampenan ada empat kelurahan yang terkena dampaknya, yaitu Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Banjar, dan Ampenan Selatan. Kecamatan Sekarbela: Kelurahan Tanjung Karang Permai, Tanjung Karang, dan Jempong Baru. Dari hasil model dapat diketahui bahwa : (1) Aspek yang paling berpengaruh dalam menentukan seberapa luas banjir ialah ketelitian dari data Digital Elevation Model. (2) Luasan wilayah banjir tahun 2016 seluas 102,866 ha, tahun 2066 seluas 145,7638 ha, dan tahun 2116 seluas 187,8490 ha. Wilayah yang tergenang sebagian besar berupa permukiman dan kawasan pertanian.
Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program PLP-BK Di Kelurahan Kedung Cowek Rio Anang Hadi; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.756 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28909

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh harus diperhatikan secara penuh oleh pemerintah, dikarenakan masyarakat miskin juga mempunyai hak untuk memiliki taraf hidup yang lebih baik,akan tetapi masyarakat seolah tidak memiliki rasa kepercayaan baik kepada pemerintah maupun program yang diberikan pemerintah, hal inilah yang menjadi pokok utama ketidak berhsilan program perbaikan permukiman yang sudah dilakukan, pada penelitian ini penulis ingin mengetahui apasaja bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan dalam setiap tahapan program PLP-BK di Kelurahan Kedung Cowek. Dengan mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif penulis berharap menemukan dan menjabarkan apasaja bentuk pasrtisipasi masyarakat dalam setiap tahapan PLP-BK. Dan ternyata hasil dari analisi bentuk partisipasi masyarakat dalam setiap tahap program PLP-BK dapat dikatakan kurang, masyarakat dirasa kurang aktif dalam program tersebut. Pada tahap sosialisasi masyarakat mau menghadiri tahap sosialisasi dikarenakan ada acara keagamaannya, sedangkan pada tahap perencanaan, masyarakat hanya menyumbang bentuk partisipasi buah pikiran, pengambilan keputusan dan perwakilan saja, dan pada tahap pelaksanaan pembangunan dan tahap kebrelanjutan masyarakat tidak menyumbangkan bentuk partisipasi apapun, dikarenakan masyarakat tidak dilibatkan dalam kedua tahap tersebut. 
Arahan Pengembangan Pariwisata di Kawasan Tanjung Lesung Berdasarkan Partisipasi Masyarakat Fathun Qolbi; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.082 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28922

Abstract

Tanjung Lesung merupakan wilayah pesisir yang terletak di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang dan sudah lama dikenal sebagai kawasan pariwisata karena memiliki pasir putih dan panorama yang indah, baik di daratan maupun bawah air. Tanjung Lesung telah ditetapkan sebagai KEK Pariwisata berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, dan semakin menguatkan peran kawasan ini sebagai kawasan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Sasaran dalam penelitian ini adalah Identifikasi faktor-faktor berpengaruh dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat menggunakan analisis deskriptif, Mengidentifikasi bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung menggunakan analisis delphi setelah itu Merumuskan arahan pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa  arahan pengembangan yang tepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat yaitu membuka lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dari masyarakat sebagai salah satu daya tarik wisata,  perbaikan dan peningkatan sarana prasarana yaitu salah satunya masalah persampahan di Tanjung Lesung.,  membuat tempat pelatihan berupa training center untuk memberikan pendidikan dan pemahaman bagi masyarakat setempat di bidang keterampilan dan keprofesian, dan menjadikan kawasan wisata pantai Tanjung Lesung memiliki tenaga kerja profesional dan kompeten di bidang pariwisata dan kegiatan bisnis.
Strategi Peningkatan Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Di Perumahan Wisma Gunun Anyar Surabaya Achmad Ridwan Lubis; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.541 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28924

Abstract

Kebijakan dan strategi nasional penyelenggaraan perumahan dan permukiman menyebutkan bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping pangan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Rumah juga memiliki peran sosial budaya sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya dan nilai kehidupan, penyiapan generasi muda, dan sebagai manifestasi jati diri. Dalam perkembangannya, masyarakat berusaha untuk memaksimalkan ruang untuk kebutuhan dan aktivitas mereka, terutama kebutuhan ruang untuk perumahan sehingga terjadi persaingan penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya ruang untuk kebutuhan ruang terbuka publik. Banyak fasilitas dalam ruang terbuka hijau publik tersebut tidak terawat. Hal ini menyebabkan penghuni perumahan tidak dapat memanfaatkan dengan baik ruang terbuka hijau tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar bagi penyusun untuk melakukan studi mengenai Strategi Peningkatan Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Publik dengan case studi Wisma Gunung Anyar Surabaya. Tujuan dari penleitian ini adalah untuk merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik di Wisma Gunung Anyar Surabaya dengan tiga buah sasaran yaitu mengetahui karakteristik ruang terbuka hijau publik, identifikasi faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau publik, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik. Untuk sasaran mengetahui karakteristik ruang terbuka hijau publik menggunakan alat analisis deskriptif, untuk sasaran identifikasi faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau digunakan analisis Delphi, dan untuk analisis merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik menggunakan analisis Importance Performance Analisis. Dari analisis yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut, faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau publik adalah pembiayaan, kurangnya peran serta penghuni, kurangnya kesadaran penghuni akan pentingnya ruang terbuka hijau publik, perilaku pengunjuang, luas laha, fungsi lahan, fasilitas penunjang, radius pelayanan, dan pengendalian dan pengawasan. Dan untuk peningkatan efektivitas strategi yang dirumuskan adalah optimalisasi jadwal pengambilan sampah penghuni, penambahan fasilitas untuk bersosialisasi berupa bangku dan perbaikan fasilitas olah raga, penanaman tanaman pada ruang terbuka hijau publik seluas 70-80% dari luas ruang terbuka hijau publik (PERMEN PU No 5 tahun 2008), perawatan terhadap elemen pengisi ruang terbuka hijau (fasilitas olah raga, sosial, dan tanaman).                   Kata Kunci : RTH Publik, Wisma Gunung Anyar, IPA
Penentuan Lokasi Kawasan Industri Tekstil Terpadu di Kabupaten Majalengka Irwan Bisri Rianto; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28970

Abstract

Kabupaten Majalengka merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang direncanakan sebagai pengembangan kawasan industri tekstil Jawa Barat. Kecamatan Ligung dan Kecamatan Jatitujuh merupakan kawasan peruntukan industri terutama sebagai pengembangan industri tekstil. Kabupaten Majalengka sebagai bagian dari wilayah pengembangan kawasan Ciayumajakuning memiliki arahan dari Departemen Perindustrian Republik Indonesia untuk merelokasi kawasan industri tekstil dan produk tekstil dari Bandung Selatan ke Kabupaten Majalengka. Hal ini disebabkan sektor industri di Kabupaten Bandung Selatan mengalami kejenuhan. Penelitian ini menggunakan teori lokasi dan pengembangan kawasan industri dengan menggunakan analisis Delphi untuk mengindentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan industri tekstil menurut preferensi stakeholder, analsisis AHP untuk menentukan tingkat kepentingan dari variabel - variabel, dan analisis GIS Overlay untuk menentukan lokasi kawasan industri tekstil terpadu. Dari hasil penelitian terdapat lima indikator yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan industri tekstil terpadu yaitu tapak/lahan, risiko bencana, utilitas, aksesibilitas, dan prinsip pengembangan kawasan. Dari hasil analisis overlay didapatkan hasil berupa peta lokasi terpilih yang dapat digunakan sebagai lokasi kawasan industri tekstil terpadu. Tingkat kesesuaian kawasan industri paling tinggi berada rentang 0.8924-1. Dari hasil analisis diperoleh bahwa lahan yang sesuai untuk dijadikan kawasan industri tekstil terpadu seluas 2.325 Ha tersebar di Kecamatan Jatitujuh dan Ligung dengan luas per kawasan yaitu 54,9 ha hingga 319,6  ha.
Identifikasi Litologi Lapisan Sedimen pada Daerah Karst Pacitan Menggunakan Metode Mikrotremor HVSR Paul Chemistra; Ayi Syaeful Bahri; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29370

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan bagian kecil dari Kawasan Karst Gunung Sewu yang membentang dari Pacitan Barat – Pacitan Timur. Karst merupakan daerah yang terbentuk oleh pelarutan batu gamping. Pada penelitian ini digunakan metode mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mengidentifikasi lapisan sedimen berdasarkan frekuensi resonansi dominan (f0) dan nilai puncak dari HVSR (A) yang menunjukkan frekuensi resonansi dominan (f0) dan nilai puncak dari HVSR (A) yang menunjukkan karakteristik sedimen. Berdasarkan analisis kurva HVSR, zona I memiliki ketebalan lapisan sedimen 10-12,5 m dengan rentang f0 3,05 – 5,45 Hz dan zona II memiliki ketebalan 3,7 – 4,8 m dengan rentang f0 10,4 – 13,25 Hz.
Tipologi Ketertinggalan Desa di Kabupaten Situbondo dengan Analisis Kluster pada ArcGIS dan Excel Luqman Raharjo; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.629 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29152

Abstract

Permasalahan ketertinggalan suatu daerah dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya adalah sarana dan prasarana, perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, dan kelembagaan. Kabupaten Situbondo merupakan salah satu potret daerah tertinggal di Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Jumlah desa tertinggal di Kabupaten Situbondo tidak mengalami perubahan kuantitas dalam rentang waktu antara 2004 hingga 2015, yakni berjumlah 12 desa. Penelitian untuk menentukan tipologi ketertinggalan desa di Kabupaten Situbondo mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini mengkuantifikasi data-data dari 4 indikator yang berisikan 13 variabel dengan analisis kluster melalui perangkat lunak Excel dan ArcGIS untuk memudahkan pembacaan kondisi ketertinggalan desa melalui peta. Penulis menetapkan jumlah kluster (tipologi) sejumlah 3 kluster. Analisis kluster dimulai dari variabel-variabel untuk menemukan rentang ketertinggalan per variabel. Hasil dari analisis kluster per variabel digabungkan untuk menentukan ketertinggalan per desa sehingga dapat membentuk tipologi ketertinggalan desa. Terdapat tiga tipologi ketertinggalan desa di Kabupaten Situbondo, yaitu tipologi 1, sangat tertinggal, berisikan 4 desa dengan tingkat ketertinggalan parah pada aspek sarana dan prasarana dasar dan menengah pada aspek perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, dan kelembagaan. Tipologi 2, moderat, berisikan 6 desa dengan tingkat ketertinggalan menengah pada sarana dan prasarana dasar serta perekonomian masyarakat dan kelembagaan serta ringan pada sumber daya manusia. Tipologi 3, berpotensi maju, berisikan 2 desa dengan tingkat ketertinggalan menengah pada sarana dan prasarana dasar dan perekonomian masyarakat, serta ringan pada sumber daya manusia dan kelembagaan.
Penentuan Lokasi Makam Umum di Kota Kediri M. Sayfuddin Anshori
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.009 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29366

Abstract

Penggunaan lahan pada makam umum di Kota Kediri semakin meningkat. Sementara itu, luas makam umum di Kota Kediri tidak bertambah. Salah satu hal untuk mengatasinya adalah dengan mengembangkan makam umum. Untuk mencapai tujuan penelitian, penulis akan melakukan empat sasaran penelitian. Pertama menentukan faktor variabel penentu skor kesesuaian lahan makam umum. Adapun alat analisisnya yaitu menggunakan Analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua, menentukan perkiraan kebutuhan lahan makam umum di Kota Kediri. Ketiga, menentukan alternatif lokasi makam umum berdasarkan skor kesesuaian lahan. Analisis pada sasaran ini menggunakan analisis kesesuaian lahan menggunakan GIS. Keempat, menentukan lokasi fasilitas makam umum yang ada di Kota Kediri. Analisisnya menggunakan analisis kesesuaian lahan berdasarkan ketentuan RTRW yang berlaku. Dari sejumlah lokasi alternatif, kemudian dipilih satu lokasi makam umum. Dari hasil analisis diketahui lokasi makam yang paling tepat. Yakni berada di timur Gunung Klotok dengan luas 60,84 hektar.
Penentuan Zona Pengembangan Bangunan Tinggi Di Koridor Jalan Raya Jemursari Dhimas Yogi Nurrohman; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29205

Abstract

Terkait dengan padatnya pembangunan fisik yang sudah menghiasi kota Surabaya, dalam penelitian ini khususnya wilayah Surabaya Selatan pada Koridor Jalan Raya Jemursari, sedangkan pengajuan pembangunan bangunan tinggi dari investor terus berdatangan, maka dari itu diperlukan suatu bentuk pembatasan agar pembangunan bangunan tinggi lebih terkontrol karena pada dasarnya bangunan tinggi tidak dapat dibangun disembarang tempat. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai zona yang potensial bagi pembangunan bangunan tinggi.  

Page 9 of 19 | Total Record : 186