cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 132 Documents clear
Karakteristik Ruang Kampung Tambak Asri Berdasarkan Pendekatan Placemaking Lidia Rubianto; Ardy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33680

Abstract

Kampung Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan Surabaya adalah kawasan permukiman yang berada di pinggiran kota. Kampung ini menunjukkan ciri-ciri ketidakberkelanjutan dalam fungsinya sebagai kawasan bermukim. Kondisi kumuh di lingkungan kampung Tambak Asri dan adanya kesenjangan sosial memberikan kesan yang kurang teratur di kampung ini. Kampung Tambak Asri juga dikenal sebagai Kampung Prostitusi yakni Kampung Kermil sejak tahun 1970an dan aktivitas ini ditutup oleh Pemkot Surabaya pada tahun 2012 lalu. Tambak Asri dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 10.198,6 jiwa/km2. Angka kepadatan penduduk ini, turut merefleksikan kepadatan bangunan permukiman masyarakat. Di samping itu terdapat kondisi penggunaan ruang-ruang yang diabaikan. Terkait permasalahan tersebut, maka perlu untuk mengidentifikasi ruang-ruang Kampung Tambak Asri. Adapun tujuan penelitian ini adalah merumuskan karakteristik ruang-ruang Kampung Tambak Asri dalam perspektif space dan place. Pendekatan yang sesuai dalam perspektif space dan place adalah pendekatan placemaking. Placemaking adalah suatu cara bagaimana menciptakan sesuatu yang spesial baik dari dalam atau luar ruang atau space. Tahap awal penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi melalui observasi, kuesioner responden masyarakat dan wawancara. Tahapan penelitian ini yakni mengidentifikasi karakteristik penggunaan ruang-ruang di Kampung Tambak Asri oleh masyarakat sebagai pengguna dengan metode statistik deskriptif. Karakteristik diidentifikasi berdasarkan indikator dan variabel terkait serta disajikan dengan pendekatan tematik. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik ruang-ruang kampung Tambak Asri dalam konteks space dan place berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.
Arahan Penataan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kedungcowek Surabaya Menggunakan Konsep Land Readjustment Amirul Ardi; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.694 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33914

Abstract

Salah satu kawasan prioritas kumuh di Kota Surabaya yaitu permukiman nelayan yang berada di Pantai Utara Surabaya, tepatnya di Kelurahan Kedungcowek. Kekumuhan permukiman Kedungcowek ditunjukkan dengan belum jelasnya legalitas lahan hunian, buruknya kondisi fisik bangunan serta masih kurangnya ketersediaan sarana umum kebutuhan permukiman nelayan yang berdampak pada kondisi prasarana dasar yang tidak sesuai dengan standar teknis penunjang permukiman. Tujuan dari penilitan ini adalah merumuskan skenario penataan permukiman kumuh dengan konsep Land Readjusment. Penelitian ini melalui tiga tahap analisis. Tahap pertama dengan anailsis statistik deskriptif dan mapping untuk menganalisisi karakteristik permukiman kumuh nelayan di Kedungcowek. Selain itu teknik analisis Skoring dan Theoritical Descriptive digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penerapan konsep land readjustment. Selanjutnya hasil analisis dari dua tahap sebelumnya digunakan untuk perumusan arahan penataan permukiman kumuh nelayan dengan konsep land readjustment dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu skenario pembagian lahan atas kesepatakan pemilik lahan terkait kontribusi lahan yang terdiri dari tiga pilihan yang didapatkan dari kesepakatan dengan pemilik lahan. Adapun ketiga opsi tersebut 75%  untuk pemilik lahan dan 25% untuk kepentingan umum, 70% untuk pemilik lahan dan 30% untuk kepentingan umum, serta 60% untuk pemilik lahan dan 40% untuk kepentingan umum. Dengan kontribusi lahan dari masyarakat, maka akan tercukupinya kebutuhan sarana umum penunjang permukiman nelayan, selain itu juga didapatnya lahan cadangan yang nantinya dapat dimanfaatkan. Tata letak bangunan menjadi lebih proposional dan kondisi fisik bangunan menjadi permanen serta kejelasan status kepemilikan lahan menjadi sertifikat hak milik.
Analisa Tingkat Pelayanan Jalan Raya Kalirungkut dengan Adanya Kegiatan Pusat Perbelanjaan Transmart Rungkut, Kota Surabaya Alfian Haris Aryawan; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34132

Abstract

Eratnya kaitan tata guna lahan dan transportasi memberikan berbagai dampak tersendiri baik dari segi sistem transportasi maupun sistem tata guna lahan. salah satunya adalah kegiatan perdagangan dan jasa terhadap jalan. Carefour merupakan salah satu supermarket yang pernah ada disisi jalan Raya Kalirungkut telah berubah menjadi Transmart Rungkut yang merupakan supermarket terintegrasi dengan kuliner serta rekreasi dan beberapa jenis penawaran perdagangan dan jasa yang jarang ditemukan pada supermarket pada umumnya. Pasca beroperasi (2017), Transmart Rungkut memberikan dampak berupa hambatan pergerakan terhadap kegiatan lalu lintas Jalan Raya Kalirungkut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui besar pengaruh kegiatan pusat perbelanjaan Transmart Rungkut terhadap kinerja Jalan Raya Kalirungkut Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat pelayanan Jalan Raya Kalirungkut Kota Surabaya. Alat analisis yang digunakan untuk mencapai sasaran ini adalah analisis Tingkat Pelayanan Jalan yang dimuat dalam MKJI (1997).
Arahan Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Adaptasi Teori Siklus Hidup Pariwisata di Kabupaten Ponorogo Gesti Mutiara Dewi; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.184 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34141

Abstract

Kabupaten Ponorogo memiliki potensi pariwisata beraneka ragam yakni sebanyak 50 daya tarik wisata yang tersebar di beberapa kecamatan. Dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo terkendala oleh beberapa faktor, yakni aksesibilitas, fasilitas, pemasaran, dan jumlah wisatawan. Kondisi tersebut menyebabkan pengembangan obyek wisata di Kabupaten Ponorogo berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahap perkembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo berdasarkan adaptasi teori siklus hidup pariwisata dan merumuskan arahan pengembangan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi tipologi pariwisata di Kabupaten Ponorogo, Content Analysis untuk menentukan variabel yang berpengaruh terhadap siklus hidup di Kabupaten Ponorogo, analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis tahap perkembangan pariwisata berdasarkan siklus hidup pariwisata, dan analisis deskriptif untuk merumuskan arahan pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Dari penelitian ini akan di hasilkan klasifikasi daya tarik wisata di Kabupaten Ponorogo berdasarkan siklus hidup pariwisata dan arahan pengembangan yang sesuai pada masing-masing siklus hidup yang ada.
Tipologi Wilayah Peri Urban Kabupaten Sidoarjo Berdasarkan Aspek Fisik, Sosial, dan Ekonomi Aprinita Dwisna Hapsari; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34248

Abstract

Kabupaten Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya merupakan wilayah peri urban yang terus mengalami perkembangan. Wilayah peri urban merupakan wilayah dinamis yang akan terus mengalami perkembangan. Wilayah Peri-urban memiliki karakteristik bertambahnya penduduk secara tinggi dan adanya kepadatan, sektor ekonominya yang didominasi non-pertanian, dan kesadaran penduduk sebagai penduduk kota pada daerah tersebut. Adanya interaksi yang terjadi dengan wilayah kota maupun desa dapat mempengaruhi perkembangan wilayah peri urban. Perkembangan tersebut dapat menimbulkan perkembangan dan pembangunan wilayah yang tidak terarah dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tipologi wilayah peri urban Kabupaten Sidoarjo berdasarkan aspek fisik, sosial, dan ekonomi sehingga dapat digunakan untuk mempermudah pengembangan wilayah berdasarkan tipologinya.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis overlay dengan tools Weigthed Sum di ArcGIS, untuk menggabungkan hasil skor tiap variabel aspek fisik, sosial dan ekonomi dan menghitung total bobot sehingga didapat wilayah peri urban berdasarkan karakteristik tipologinya. Dalam penelitian ini, ditemukan di Kabupaten Sidoarjo terdapat 8 Kecamatan Zobikot, 7 Kecamatan Zobikodes, 2 Kecamatan Zobideskot, dan 1 Kecamatan Zobides. Kecamatan yang termasuk klasifikasi Zobikot adalah Kecamatan Taman, Waru, Gedangan, Sukodono, Krian, Sidoarjo, Candi, dan Porong. Kecamatan yang termasuk klasifikasi Zobikodes adalah Kecamatan Buduran, Wonoayu, Balongbendo, Prambon, Tulangan, Tanggulangin, dan Krembung. Kecamatan yang termasuk klasifikasi Zobideskot adalah Kecamatan Sedati dan Tarik. Sedangkan kecamatan yang termasuk klasifikasi Zobides adalah Kecamatan Jabon.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Integrasi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kawasan Wisata Bulak Surabaya Faricha Astri Ananda; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.989 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34253

Abstract

Kota Surabaya memiliki kawasan strategis yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung eksistensi pengembangan wilayah kota Surabaya di masa mendatang, salah satunya adalah kawasan kota tepi pantai yang berada di Unit Pengembangan III Tambak Wedi yaitu Kecamatan Bulak. Kawasan ini memiliki beberapa Daya Tarik Wisata (DTW) dengan kunjungan wisata yang cukup besar dan dapat dikembangkan secara optimal dengan pengembangan pariwisata alam dan buatan serta permukiman nelayan. Namun wisata dan aktifitas masing-masing DTW di kawasan Bulak ini masih terpisah-pisah. Agar pengembangan kawasan wisata lebih maksimal dan merata kunjungannya, pariwisata pesisir Bulak perlu diintegrasikan keberadaan potensi DTW yang ada dalam satu kawasan wisata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang sesuai dalam mengembangkan pariwisata dengan mengintegrasikan DTW di kawasan wisata Bulak Surabaya.  Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendapatkan karakteristik integrasi kawasan kemudian analisis delphi untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi DTW. Hasil arahan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi daya tarik wisata di kawasan wisata Bulak Surabaya.
Perumusan Faktor – Faktor Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Pembangunan Jalan Tol Waru – Juanda di Kelurahan Tambakoso Kabupaten Sidoarjo Artha Agung Alank Sigit; Putu Rudy Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.076 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35063

Abstract

Perkembangan di Kelurahan Tambakoso merupakan salah satu upaya Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pemerataan pembangunan di Jawa Timur. Upaya pemerataan pembangunan yang dilakukan Kabupaten Sidoarjo   khususnya di Kelurahan Tambakoso adalah dengan membangun akses jalan tol Waru-Juanda. Gerbang Tol Tambak Sumur 1 dan 2 yang berdekatan dengan Kelurahan Tambakoso meningkatkan nilai lahan di sekitar koridor jalan tersebut karena adanya peningkatan aksesibilitas yang ada. Peningkatan nilai lokasi ini kemudian menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Perumusan faktor-faktor penyebab perubahan penggunaan lahan Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan faktor-faktor perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan jalan tol waru – juanda di kelurahan tambakoso. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dua tahapan yaitu mengidentifikasi karakteristik perubahan penggunaan lahan berdasarkan jenis-jenis perubahan lahan dengan menggunakan analisis deskriptif serta perumusan faktor-faktor perubahan lahan sesuai dengan karakteristik perubahan penggunaan lahan sebelum dan sesudah pembangunan jalan tol waru - juanda dengan menggunakan analisis delphi.   Berdasarkan hasil analisis Faktor – Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan jalan tol waru – juanda periode 2004 – 2009 adalah Harga lahan ( NJOP ), Aksesbilitas, Kebijakan, Kebutuhan penduduk terhadap lahan. Faktor – Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan jalan tol waru – juanda periode 2009 – 2017 adalah Harga lahan ( NJOP ), Aksesbilitas, Produktivitas lahan, Kebijakan, Kebutuhan penduduk terhadap lahan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integrasi Pengembangan Kawasan Wisata di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep Lailatul Jum'atin Jannah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.031 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34719

Abstract

Pulau Segitiga Emas yang terdiri dari Pulau Gili Iyang, Gili Labak, dan Gili Genting terletak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur merupakan salah satu wisata yang mempunyai perbedaan distribusi dan trend jumlah wisatawan. Hal ini karena beberapa masalah seperti minimnya penyediaan sarana prasarana terutama di Pulau Gili Labak, akomodasi wisata yang kurang memadai di Pulau Gili Iyang, tidak adanya sarana kesehatan di destinasi wisata Pulau Gili Genting,  serta tidak adanya  dermaga wisata di Pulau Gili Iyang dan Gili Labak. Hal ini perlu adanya penyelesaian secara terintegrasi di tiga pulau yang disebut Pulau Segitiga Emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi berdasarkan konsep integrated tourism di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengidentifikasi potensi dan kendala di masing-masing pulau. Tahap kedua menggunakan Analisis Delphi, untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas. Tahap terakhir menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi pengembangan kawasan wisata, seperti membuat tema wisata di tiga pulau sesuai dengan karaktertistik, menentukan diferensiasi kegiatan, menyelaraskan penyediaan fasilitas penyebrangan, menkoordinasikan penyediaan informasi moda transportasi berdasarkan jadwal wisata, mengintegrasikan penjadwalan penyebrangan antar pulau melalui paket wisata, dan melakukan sinergi publikasi wisata Pulau Segitiga Emas.
Analisis Karakteristik Spasial Kawasan Permukiman dengan Spatial Metric di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Citra Andinasari; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.044 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34890

Abstract

Kawasan permukiman di Kota Jayapura semakin meningkat setiap tahunnya dan bertumbuh secara massif membentuk kawasan permukiman informal akibat kondisi topografi maupun ekonomi masyarakat setempat. Sehingga kawasan permukiman bertumbuh dengan karakteristik spasial yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spasial kawasan permukiman di Kota Jayapura dengan menggunakan analisis spatial metric. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua Kawasan yang menjadi objek penelitian memiliki karakteristik spasial yang berbeda. Kawasan Permukiman Jaya Asri memiliki nilai metrik PD, LPI, AREA_MN yang lebih besar dan nilai metrik LSI yang lebih sedikit dibandingkan Polimak. Dengan kata lain Jaya Asri yang merupakan salah satu permukiman terencana di Kota Jayapura memiliki karakteristik spasial yakni pola bangunan yang lebih kompak, memiliki rata-rata bangunan yang lebih luas dan berbentuk lebih regular jika dibandingkan dengan Polimak yang merupakan salah satu permukiman tidak terencana di Kota Jayapura.
Arahan Adaptasi Bahaya Kekeringan di Kabupaten Mojokerto Wahyu Widya Kusuma; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.462 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34776

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah yang termasuk kedalam kategori rawan bencana kekeringan. Dampak yang ditimbulkan akibat kekeringan adalah masyarakat kekurangan air bersih sebanyak 1.650 jiwa di Kecamatan Ngoro serta penurunan hasil panen di sektor pertanian. Luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Kabupaten Mojokerto mencapai 86.365 hektar. Terdapat empat tingkat bahaya kekeringan yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, yaitu daerah yang tidak kering (27.686 Ha), kering ringan (20.764,5 Ha), kering sedang (17.303,75 Ha) dan sangat kering  (1.038 Ha). Berdasarkan hasil identifikasi capaian adaptasi eksisting pada daerah kering tertinggi, diketahui bahwa respon terhadap kekeringan berupa pembatasan penggunaan air, suplai air bersih, peningkatan daerah hijau, penyediaan tampungan air permukaan dan penyediaan jaringan irigrasi. Arahan adaptasi di Kabupaten Mojokerto memiliki persamaan antara wilayah utara dan selatan yaitu bersifat proaktif, meliputi pengurangan dampak kekeringan, penyediaan early warning system, pemberian insentif kepada masyarakat dan penyesuaian fungsi guna air. Namun arahan adaptasi di wilayah utara juga bersifat reaktif, hal ini disebabkan karena wilayah utara tidak memiliki jaringan irigrasi dan minimnya daerah tangkapan hujan akibatnya kekeringan di wilayah utara lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan sehingga arahan adaptasi di wilayah utara harus lebih ditingkatkan dari segi pengelolaan irigrasi dan peningkatan daerah hijau.

Page 6 of 14 | Total Record : 132