Claim Missing Document
Check
Articles

Rumah Sebagai Garda Depan Pertahanan Masyarakat Selama Pandemi Covid-19: Pengukuran Resiliensi Kawasan Permukiman di Indonesia Rahmawati, Dian; Umilia, Ema; Idajati, Hertiari; Fortuna, Shellyn
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i1.36529

Abstract

Various prevention and adaptations have been carried out to prevent the recent global pandemic of COVID-19, one of which is encouraging people to do activities at homes to reduce the level of transmission of the COVID-19 virus. Worker and students adapted to working from home (WFH) and learning from home (LFH) which resonates globally with the hashtag stayhome. This policy is quite effective if we assume that all residential areas have ideal conditions to accommodate the health functions and productivity of their residents. In fact, housing and settlement areas in Indonesia have various characteristics and responses to pandemic situations. This article aims to map the adaptation efforts of housing and settlement areas in Indonesia during the COVID-19 pandemic based on several observational variables. Data was taken in May 2020, the 3rd month after the appeal to stay home was socialized in Indonesia, through 110 respondents who were undergoing WFH and LFH, spread across almost all parts of Indonesia. The data is processed through descriptive statistical analysis and the results show that the assumption that all residential areas are in a state that is ready to become the frontline of defense during the pandemic has not been as expected, especially from observations of houses and their surroundings as a function of isolation, the effectiveness of implementing rules and policies, and limitation of activities in order to increase settlement resilience.
Tingkat Deviasi Konversi Lahan Di Kawasan Lindung Kelurahan Wonorejo Surabaya Tyton Rachmatullah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.502 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11182

Abstract

Perkembangan Kota Surabaya mulai mengarah ke Surabaya Timur, perkembangan yang terjadi semakin merambah pemanfaatan lahan di kawasan lindung khususnya di Kelurahan Wonorejo. Pada kelurahan ini alih fungsi yang terjadi berupa mangrove menjadi pertambakan dan pertambakan menjadi permukiman. Oleh karena itu, diperlukannya suatu upaya untuk mengetahui tingkat deviasi konversi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat deviasi konversi lahan di kawasan lindung Kelurahan Wonorejo. Untuk mencapai tujuan, terdapat sasaran yang akan dicapai yaitu menganalisis perubahan pemanfaatan lahan, menganalisis laju kecepatan perubahan pemanfaatan lahan, dan menganalisis persebaran dan arah perubahan pemanfaatan lahan. Hasil penelitian ini pada tahapan awal didapatkan bahwa konversi lahan yang terjadi di kawasan lindung berupa lahan mangrove, tambak, dan permukiman. Melalui analisis overlay diketahui tingkat deviasi konversi lahan pada tahun 2004-2014 termasuk pada tingkat deviasi cepat dengan mengalami penurunan luas lahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK SEBAGAI FUNGSI SOSIAL DI GOR DELTA SIDOARJO BERDASARKAN PREFERNSI MASYARAKAT Dini Faza Illiyin; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.867 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11274

Abstract

GOR Delta Sidoarjo merupakan salah satu taman kota yang diarahkan sebagai ruang terbuka publik yang memiliki fungsi sosial. Namun, fungsi sosial pada ruang terbuka di GOR Delta Sidoarjo masih kurang optimal karena terdapat permasalahan seperti penyalahgunaan fungsi fasilitas umum yang mengurangi minat masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan ruang terbuka publik agar fungsi sosial di GOR Delta dapat terwujud. Tahapan analisa yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka di GOR Delta Sidoarjo. Selanjutnya, menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan ruang terbuka publik di GOR Delta Sidoarjo. Hasil penelitian ini berupa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan ruang terbuka sebagai fungsi sosial yang didasarkan preferensi masyarakat. Faktor yang dihasilkan sebanyak tiga faktor yaitu terkait aksesbilitas, kenyamanan dan keamanan serta kemampuan menarik pengguna.
Faktor yang Mempengaruhi Kriteria Lokasi Berdagang Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Baru Gresik Fitri Dwi Agus Maulidiyah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.765 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18564

Abstract

Permasalahan utama PKL di Kawasan Pasar Baru Gresik adalah banyaknya kegagalan relokasi yang disebabkan kurangnya keterlibatan PKL dalam  menentukan lokasi berdagang PKL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi pedagang kaki lima berdasarkan preferensi pedagang kaki lima itu sendiri di Kawasan Pasar Baru Gresik. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi karakteristik pedagang kaki lima dengan menggunakan teknik analisa statistik desktiptif. Kemudian menentukan faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang berdasarkan preferensi pedagang kaki lima dengan menggunakan content analysis. Maka dari itu hasil dari penelitian adalah faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang pedagang kaki lima di Kawasan Pasar Baru Gresik yaitu sebagai berikut: (1) Lokasi berdagang yang strategis; (2) Harga sewa lahan/kios; (3) Dekat dengan kegiatan masyarakat; (4) Visibilitas; (5) Retribusi; (6) Dekat dengan permukiman penduduk; (7) Ketersediaan lahan parkir; (8) Dekat dengan terminal/stasiun; (9) Ketersediaan tempat pembuangan sampah; (10) Dekat dengan tempat tinggal; (11) Ketersediaan transportasi umum (12) Ketersdiaan jaringan air bersih; (13) Memiliki akses keluar dan masuk; (14) Penerimaan produk yang ditawarkan; (15) Ketersediaan drainase; (16) Ketersediaan pelayanan listrik; (17) Pengelompokkan jenis barang dagangan; (18) Luas tempat berdagang.
Tingkat Bahaya Bencana Banjir di Kali Lamong Kabupaten Gresik Maulidya Aghysta Fristyananda; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.843 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22103

Abstract

Adanya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong tidak terlepas dari berbagai macam pemanfaatannya. Salah satunya pemanfaatan area hijau DAS Kali Lamong di Kabupaten Gresik, sebagai kawasan budidaya yang menyebabkan kemerosotan lingkungan dan memicu terjadinya banjir. Pada tahun 2015, banjir Kali Lamong memberikan dampak terhadap setidaknya 9.587 jiwa dan 3 orang meninggal dunia serta kerugian materiil mencapai Rp 18 Milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya bencana banjir yang terjadi di sepanjang kali lamong. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian Arahan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana Banjir Kali Lamong, Kabupaten Gresik. Pemetaan klasifikasi tingkat Bahaya banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik dilakukan berdasarkan karakteristik banjir dengan alat analisis menggunakan teknik analisis Overlay Weighted Sum dan pembobotan menggunakan AHP. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 10 desa dengan tingkat bahaya banjir tinggi, 31 desa dengan tingkat bahaya sedang dan 13 desa dengan tingkat bahaya rendah. Hasil penelitian ini merupakan salah satu tahapan untuk mengetahui tingkat resiko bencana banjir di Kawasan Kali Lamong.
Karakteristik Kawasan Wisata di Desa Ngunut Kabupaten Bojonegoro dengan Konsep Community Based Tourism Cindy Nur Aziza Rahman; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22202

Abstract

Kecamatan Dander memiliki 2 kawasan wisata andalan yang berada di wilayah Perhutani yaitu Water Fun Ngunut yang terletak di Desa Ngunut dan Wana Tirta terletak di Desa Dander. Dalam penelitian ini fokus studinya berada di ODTW Water Fun Ngunut, karena pengelolaan obyek wisata ini lebih melibatkan masyarakat dengan pembagian hasil 70%. untuk masyarakat dan 30% untuk perhutani. Namun pengelolaan ODTW ini belum maksimal. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi variabel-variabel karakteristik kawasan wisata ngunut berdasarkan indikator Community Based Tourism dengan menggunakan teknik konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kawasan wisata sesuai indikator Community Based Tourism antara lain terdapat partisipasi masyarakat dalam perencanaan, serta pokdarwis menjadi pengelola aktif dalam kegiatan wisata. Hasil penelitian ini merupakan salah satu tahapan dalam melakukan penelitan lanjutan yaitu merumuskan strategi pengembangan.
Identifikasi Tingkat Bahaya Bencana Longsor, Studi kasus: Kawasan Lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Nuri Iswoyo Ramadhani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.961 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22333

Abstract

Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar merupakan kawasan yang memiliki potensi terjadinya bencana tanah longsor. Frekuensi bencana longsor yang terjadi sekitar 300 pada 5 tahun terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerugian baik materiil maupun jiwa. Hal tersebut mengindikasikan kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Karena kondisi yang berpotensi dan rawan maka perlu dikaji tingkat risiko bencana longsor sebagai upaya pemanfaatan lahan yang sesuai oleh masyarakat berdasarkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan tingkat bahaya bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pemetaan risiko bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Tahapan dalam mengetahui karakteristik bahaya yakni dengan pembobotan melalui AHP untuk analisis overlay weighted sum. Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya bencana longsor yang terbagi menjadi 3 klasifikasi dalam tingkatan bahaya bencana yakni tingkat bahaya rendah, bahaya sedang, dan bahaya tinggi.
Analisis Kualitas Keterlingkupan Ruang Terbuka Publik pada Koridor Heritage Jalan Rajwali Surabaya Sonya Khaerunnisa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.8 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22831

Abstract

Ruang publik merupakan aset utama bagi livability dan perekonomian kota. Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah diakses. Jalan tak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi tetapi juga ruang sosial yang dapat merepresentasikan kehidupan dan Identitas Kota. Kota Lama Surabaya berperan penting dalam merepresentasikan identitas Kota Surabaya sebagai “Kota Pahlawan”. Pemanfaatan ruang terbuka publik “street” pada Jalan Rajawali di Kawasan Kota Lama Surabaya belum dioptimalkan, padahal berpotensi sebagai city entries atau pintu masuk Kawasan Kota Lama Surabaya. Mengembalikan peran jalan sebagai ruang publik merupakan solusinya yakni dengan mengoptimalkan fungsinya sebagai tempat masyarakat bersosialisasi dan beraktivitas, serta mengintegrasikan kebutuhan pejalan kaki dengan pembangunan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ruang terbuka publik pada koridor heritage Jalan Rajawali, sehingga dapan menjadi bahan pertimbangan alternatif dalam menentukan strategi pengembangan jalan sebagai ruang terbuka publik.
Identifikasi Pemanfaatan Danau Ranu Grati oleh Stakeholders dengan Participatory Mapping Elok Wuri Safitri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.086 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24570

Abstract

Danau Ranu Grati merupakan salah satu danau alami di Provinsi Jawa Timur yang berada di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Danau Ranu Grati selain menjadi destinasi wisata wilayah sekitarnya juga digunakan berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal. Adanya konflik pemanfaatan perairan Danau Ranu Grati yang mengakibatkan kerugian pada kedua kegiatan utama. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir konflik yaitu melalui pengendalian kegiatan pemanfaatan melalui arahan pemanfaatan dan alokasi lahan. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi kegiatan pemanfaatan eksisting melalui participatory mapping yang dilakukan kepada enam responden. Hasil participatory mapping menunjukkan bahwa terdapat kegiatan pemanfaatan meliputi penebaran benih, pembersihan gulma, pemberian probiotik, wisata dan rekreasi air, upacara adat Distrikan, latihan rutin komunitas dayung, budidaya KJA dan keramba tancap, pertanian lahan endapan, sebaran perangkap ikan, pemancingan serta kegiatan ekplorasi kawasan wisata oleh pengunjung. Luas total pemanfaatan mencapai 83,49 hektar atau 42, 8% luas perairan danau.
Penentuan Variabel yang Berpengaruh dalam Penyediaan Air Bersih dengan Konsep Corporate Social Responsibility di Kabupaten Lamongan Inas Yaumi Aisharya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25007

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang mengalami krisis air bersih yang terus meluas tiap tahunnya. Terdapat alternatif dalam penyediaan air bersih berupa skema kerjasama konsep Corporate Social Responsibility namun selama ini pelaksanaannya masih belum sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel yang berpengaruh dalam penyediaan air bersih dengan konsep CSR. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 variabel, terdapat 5 variabel yang berpengaruh, yaitu kebijakan tarif air bersih, jumlah dan debit sumber air bersih, kualitas air bersih, pengelola air bersih, dan pendanaan untuk air bersih. Sedangkan 4 variabel lain yang tidak berpengaruh adalah jumlah penduduk, ukuran wilayah, sarana penyediaan air bersih, dan lokasi sumber air bersih.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin