cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 63 Documents clear
Penentuan Lokasi Terminal Angkutan Umum Tipe C di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Rizqia Mintarsih; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.195 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41959

Abstract

Sebagai ibukota kabupaten, Bangil dilalui oleh beberapa rute trayek angkutan umum tanpa ada simpul yang jelas. Simpul yang sesuai dengan kebutuhan pemberhentian angkutan umum antar pusat kegiatan lokal adalah terminal angkutan umum tipe C yang sejalan dengan arahan RTRW Kabupaten Pasuruan 2009 – 2029. Penentuan lokasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi faktor penentu menggunakan alat Delphi dilanjutkan dengan pemetaan (GIS, weighted overlay). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi terminal angkutan umum tipe C di Kecamatan Bangil adalah jenis tanah, daerah rawan banjir, jaringan jalan, jaringan angkutan umum sumber penumpang potensial, permukiman penduduk, penggunaan lahan eksisting, rencana penggunaan lahan, jaringan listrik, dan jaringan air bersih. Setelah dilakukan pemetaan maka diperoleh dua titik alternatif lokasi yaitu yang berada di Desa Pogar dan Desa Kalirejo. Dengan mempertimbangkan faktor lain seperti ketersediaan lahan, keterpaduan antar moda dan lainnya, maka terpilih satu titik yang direkomendasikan sebagai lokasi terminal angkutan umum tipe C di Desa Pogar Kecamatan Bangil.
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol. Asep Fahza; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42123

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan merupakan masalah yang sangat diperhatikan guna mereduksi kuantitas kecelakaan yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya  memahami karakteristik kecelakaan. Jumlah korban yang cukup besar akan memberikan dampak ekonomi (kerugian material) dan sosial yang tidak sedikit. Tujuan tugas akhir ini adalah menghitung besarnya angka kecelakaan pada ruas jalan tol Surabaya-Gempol, menghitung nilai ekonomi akibat kecelakaan berdasarkan tingkat keparahan korban menggunakan metode The Gross Output (Human Capital). Menganalisis  daerah rawan kecelakaan (Balck Site) dengan metode Z-Score dan Cummulative Summary (Cusum), membuat titik daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Dari hasil  analisis  menunjukkan bahwa ruas jalan yang memiliki Accident Rate tertinggi untuk  korban meninggal dunia dunia di jalan tol Surbaya-Gempol adalah pada tahun 2016, untuk luka berat pada tahun 2016, untuk korban luka ringan adalah pada tahun 2014. Uji Hipotesis One Way-ANNOVA membuktikan bahwa bulan dan harinya terjadinya kecelakaan lalu lintas memberikan hasil yang sama identik,tidak berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan, sedangakn jam terjadi, jenis kelamin dan cuaca kejadian kecelakaan memberikan hasil sebaliknya yaitu berbeda nyata atau berpengaruh pada terjadnya kecelakaan.  Dari hasil perhitungan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital) didapat nilai ekonomi akibat kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan korban meninggal dunia (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 14.931.019.884,70, sedangkan korban luka berat (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 2.711.662.398,14, dan korban luka ringan (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 1.338.232.607,76 . Dengan metode Z-Score diperoleh daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan tol Waru-Sidoarjo pada STA 24-25. Lokasi Black spot terletak di STA 18-19 dan STA 22-24.
Studi Eksperimental Dan Analisa Pengaruh Sinar Matahari Terhadap Laju Keausan Material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) Pada Wiper Blade Muzayin Ahmad Fuadi; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42272

Abstract

Wiper merupakan komponen yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan pengendara terutama pada saat turun hujan karena wiper blade akan menyapu air hujan yang jatuh ke kaca mobil. Pada saat wiper blade bekerja akan terjadi gesekan pada material wiper blade dengan kaca yang dapat mengakibatkan adanya keausan pada material wiper yang biasanya terbuat dari rubber dengan jenis Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM). Penelitian untuk mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap laju keausan (wear rate) dan life time dari material wiper blade dilakukan menggunakan tribometer pin on disk dengan variasi material pada pin berupa material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) dan Nitrile Rubber (NBR) dimana pada masing-masing material disinari matahari dengan lama waktu yang berbeda yaitu tanpa penyinaran, dengan 100 jam penyinaran, dan dengan 200 jam penyinaran. Kecepatan putar yang digunakan adalah 31,3 rpm dengan pembebanan 14,71 N dan panjang lintasan 1000 m. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai specific wear rate dari material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) dan material Nitrile Rubber (NBR) akan semakin besar seiring semakin lama material terkena matahari. Life time terbaik untuk material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) adalah sekitar 3,7 tahun dan life time terbaik untuk material Nitrile Rubber (NBR) adalah sekitar 5,5 tahun. Material Nitrile Rubber (NBR) memiliki ketahanan terhadap keausan serta life time lebih baik daripada material Ethylene Propylene Diene Monomers (EPDM) sehingga dapat dijadikan sebagai material pengganti.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi Articulated Bus Transjakarta Billy Firmansyah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42290

Abstract

Permasalahan kemacetan di Indonesia yang tak kunjung usai terutama di Ibukota Jakarta membuat kerugian yang luar biasa. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan ini karena memiliki kerugian yang luar biasa hingga 12,21 triliun. Salah satu solusinya adalah articulated bus Transjakarta yang merupakan transportasi massal yang mampu menyerap penumpang hingga 123.710 penumpang / harinya, terlebih lagi di koridor 13 yang merupakan elevated road yang mampu menyerap hingga 24.000 penumpang / harinya. Namun, penggunaan articulated bus pada elevatd road menimbulkan permasalahan yaitu traksinya, dikarenakan beban yang diangkut dua kali beban bus biasa. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan redesign tingkat transmisi pada articulated bus Dalam penilitan ini, dilakukan beberapa tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan pencarian data dynotest dan torsi konverter pada articulated bus agar bisa diketahui efisiensi transmisi, efisiensi torsi konverter, rasio kecepatan (csr) dan rasio torsi konverter (ctr) yang terdapat pada bus. Kedua, analisa perhitungan sehingga dapat diketahui grafik karakteristik bus pada kondisi standar. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja mobil dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penilitian ini didapatkan data berupa traksi bus dengan kondisi rasio gigi standar. Kemudian dievaluasi untuk mengetahui tahap redesign yang harus dilakukan pada beberapa tingkat kecepatan. Kondisi standar memiliki nilai losses traksi sebesar 14.830,70 N, kemudian hasil redesign 6 tingkat nilai losses traksi sebesar 9.786,21 N dari semula, kemudian hasil redesign 7 tingkat sebesar 9.107,87 N, kemudian hasil redesign 8 tingkat sebesar 8.429,74 N, kemudian hasil redesign 9 tingkat sebesar 5.011,84 N, kemudian hasil redesign 10 tingkat sebesar 2.777,05 N. Artinya losses traksi dapat diminimalisir dengan menambah jumlah tingkatan kecepatan. Pada kondisi hasil redesign, bus mampu melalui kondisi tanjakan lebih dari 18 derajat, sudah sesuai dengan standar elevasi tanjakan jalan di koridor 13 Transjakarta yaitu 12 derajat.
Analisis Karakteristik Traksi Serta Redesign Rasio Transmisi dan Rasio Gardan Pada Bus Super Double Decker Nafi'an Zukhrufal Muttaqi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42292

Abstract

Pada tahun 2016 penjualan bus di atas 24 ton yang mencapai 106 unit. Serta kurangnya pengetahuan spesifik dari segi transmisi yang memiliki peran penting untuk mengetahui kecepatan dan kemampuan bus untuk melewati tanjakan agar kecelakaan bisa diminimalisir. Sehingga diperlukan beberapa penilitian lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan. Dalam penilitan ini, dilakukan tiga tahapan pengujian. Pertama, penulis melakukan perhitungan kecepatan dan percepatan bus. Kedua, melakukan perhitungan tanjakan maksimum dan membuat grafik karakteristik traksi dengan menghitung gaya dorong pada bus. Ketiga, dilakukan evaluasi terhadap karakteristik traksi bus kondisi standar yang kemudian dilanjutkan redesign tingkat transmisi untuk mengoptimalkan kinerja bus dengan menggunakan teori progressi geometri. Dari penelitian ini di dapatkan data berupa kecepatan, percepatan, dan sudut tanjakan pada kondisi standar dari engine yang di analisa serta hasil redesign rasio transmisi bus adiputro dengan engine Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Setelah dilakukan analisa, engine tersebut memiliki kecepatan maksimum yang mampu di tempuh melebihi klaim pabrikan sebesar 128 km/jam. Sedangkan analisa gradeability yang mampu di capai kendaraan adalah 18%. Setelah dilakukan redesign, gradeability maksimum yang mampu di capai meningkat menjadi 36%.
Analisis Torsional Rigidity dan Uji Tabrak pada Chassis Go-kart Tonykart menggunakan Finite Element Method Benedictus Bayu Bagaskoro; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.844 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42305

Abstract

Torsional rigidity pada chassis go-kart sangatlah penting, karena go-kart dituntut lincah saat berbelok dengan ketiadaan differential gear dan sistem suspensi dalam chassis go-kart. Maka dari itu chassis harus cukup fleksibel untuk meningkatkan kemampuan berbeloknya. Selain itu, go-kart merupakan kendaraan yang terbuka untuk pengendaranya, dibutuhkan chassis yang dapat terjamin keamanan pengendaranya saat terjadi benturan. Pengujian kali ini membandingkan 2 bentuk element saja, yaitu solid element dan surface element untuk pengujian Torsional Rigidity, karena dilihat dari thickness ratio yang < 1, geometri chassis ini cocok untuk menggunakan surface element. Pengujian ini mencoba membandingkan hasil torsional rigidity dari chassis go-kart dengan 2 bentuk elemen tersebut. Pengujian impact dilakukan untuk mengetahui keamanan chassis tersebut akibat benturan. Hasil dari simulasi kali ini berupa torsional rigidity,yan menjelaskan kekakuan gokart tersebut, lalu juga akan didapatkan bentuk dan nilai deformasi chassis tersebut dari uji impact.Hasil kekakuan dari chassis Tonykart dengan menggunakan surface element yaitu sebesar 166,17 Nm/deg untuk ukuran elemen 4,5 mm dan 172,47 Nm/deg untuk ukuran elemen 3,5 mm, untuk solid element sebesar 188,6 Nm/deg. Hasil ini kemudian juga dibandingkan dengan eksperimen torsional rigidity pada oleh Solazzi yang memiliki nilai kekakuan sebesar 175 Nm/deg. Surface element mempunyai perbedaan terhadap eksperimen sebesar 5,1 % untuk ukuran elemen 4,5 mm dan 1,44% untuk ukuran elemen 3,5 mm, sementara solid element mempunyai perbedaan sebesar 7,8 %. Hasil uji tabrak menyatakan bahwa chassis Tonykart ini dinilai aman dari uji tabrak depan, belakang dan samping. Bentuk dan nilai deformasi yang terjadi tidak melewati batasan deformasi yang diizinkan.
Analisa Sistem Pengereman Pada Mobil Multiguna Pedesaan Deajeng Prameswari; Yohanes Yohanes
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.24 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42494

Abstract

Merespon pesatnya pasar otomotif di Indonesia, pada tahun 2012 Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang kendaraan multiguna untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan mobilitas serta produktifitas masyarakat pedesaan. Kendaraan harus memenuhi standar layak jalan yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan agar dapat dipasarkan, salah satunya pada sistem pengereman kendaraan. Oleh karena itu, tugas akhir ini menganalisa kinerja sistem pengereman dan pengaruhnya terhadap kestabilan arah mobil multiguna pedesaan. Analisa kinerja dilakukan dengan melakukan perhitungan jarak minimum pengereman dan membandingkannya dengan standar layak jalan, serta menghitung proporsi gaya pengereman (K_bf dan K_br) untuk mengetahui kestabilan arah kendaraan (understeer, oversteer). Kinerja pengereman dianalisa dengan variasi kecepatan (20, 40 dan 80 km/jam) dan beban muatan (600, 800, dan 1000 kg). Dari hasil penelitian diketahui bahwa distribusi pengereman menurut kemampuan sistem adalah K_bf=0,82 dan K_br=0,18. Nilai dari besar gaya rem depan adalah 5.181,34 N sedangkan untuk gaya rem belakang sebesar 1.100,58 N. Pada kendaraan kosong dengan nilai gaya pengereman yang dihasilkan oleh sistem, maka kendaraan cenderung bersifat understeer. Namun dengan penambahan muatan kecenderungan kendaraan berubah menjadi understeer. Untuk sistem pengereman pada mobil pedesaan ini dari kecepatan 20 km/jam ke 40 km/jam jarak pengereman bertambah 300 persen. Oleh karena itu gaya pengereman oleh sistem belum memenuhi. Agar gaya pengereman dapat memenuhi keinginan (variasi) maka penulis menyarankan untuk mengatur tekanan pada master silinder, dinaikkan sebesar 19717228,91 Pa, diharapkan dapat memenuhi kriteria standar dari Dinas Perhubungan.
Analisis Perbandingan dan Studi Eksperimen Karakteristik Traksi Transmisi Manual dengan Transmisi Otomatis pada Mobil Suzuki All New Ertiga 2018 Rachma Dwi Mahmuddah; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.049 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42495

Abstract

Menurut Federal Chamber of Automotive Industries, pada tahun 2014 penjualan mobil transmisi manual hanya 13% dari jumlah mobil penumpang yang terjual. Penjualan ini mengalami penurunan dari 33% pada tahun 2000. Mobil transmisi otomatis lebih unggul dibandingkan dengan mobil transmisi manual karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami kinerja traksi yang bagaimana yang sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia karena kurangnya informasi dari pihak produsen. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk membandingkan karakteristik traksi pada masing-masing sistem transmisi berdasarkan perhitungan teoritis dan pengujian. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap pengujian, yaitu pengujian dynotest untuk mengetahui efisiensi transmisi, analisis perhitungan untuk mendapatkan grafik karakteristik traksi, kecepatan maksimum, dan sudut tanjak maksimum pada mobil Suzuki All New Ertiga 2018 transmisi manual dan transmisi otomatis kemudian dilakukan evaluasi serta dibandingkan pada hasil analisis perhitungan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah gaya dorong maksimum untuk transmisi manual sebesar 6,288 kN dengan sudut tanjak maksimum 31,509º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 152,427 km/jam sedangkan untuk transmisi otomatis sebesar 4,809 kN dengan sudut tanjak maksimum 23,459º dan kecepatan maksimum pada tingkat gigi keempat sebesar 127,962 km/jam. Maka dapat disimpulkan bahwa transmisi manual memiliki performa yang lebih baik dengan efisiensi yang lebih tinggi yaitu 82,97% dibandingkan dengan transmisi otomatis yang hanya 77,17%.
Desain dan Analisis Sistem Tenaga dan Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Ezzy ITS II Nyoman Budi Kusuma Yoga; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42484

Abstract

Efek samping dari melonjaknya kapasitas kendaraan bermotor meliputi beberapa hal di antaranya adalah polusi dan kebutuhan akan bahan bakar. Melihat kondisi dimana jumlah bahan bakar yang ada sudah menipis dan pengaruh emisi dari kendaraan bermotor yang mencemari lingkungan serta kesehatan, sehingga kendaraan berbasis listrik dapat menjadi solusi. Mobil listrik dirasa akan lebih efektif, karena memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, permasalahan dari kendaraan bertenaga listrik adalah menentukan driveability dan torsi motor yang dapat dicapai agar menghasilkan tenaga yang setara dengan kendaraan berbahan bakar minyak pada berbagai medan jalan serta jarak tempuh yang lebih panjang. Pada penelitian ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa terhadap sistem tenaga dan transmisi dari Mobil Listrik Ezzy II ITS. Pada tahap perhitungan adalah menghitung besar dari gaya hambat yang terjadi pada kendaraan, selanjutnya mencari spesifikasi dari motor dan baterai yang digunakan kendaraan dan yang terakhir adalah menghitung traksi dan power dari transmisi yang digunakan. Pada tahap analisa akan dilakukan analisa terhadap karakteristik traksi serta karakteristik power yang terjadi dari transmisi tersebut. Dari penelitian ini diperoleh spesifikasi motor yang sesuai adalah YASA Motor P400 series 30kw dan baterai LiFePO4 120Ah. Mobil Listrik Ezzy ITS II menggunakan 2 tingkat transmisi dengan rasio tingkat pertama 2.362 dan tingkat kedua 0,36. Dari rasio transmisi tersebut karakteristik yang dihasilkan adalah dengan transmisi pertama kendaraan dapat melaju sampai 12 km/jam pada sudut tanjakan 30 derajat, serta kecepatan maksimum dari transmisi pertama adalah 93,09 km/jam pada jalan mendatar. Sedangkan untuk transmisi kedua dapat digunakan pada jalan mendatar dengan kecepatan mencapai 127 km/jam. Mobil Listrik Ezzy II ITS dengan daya motor 30 Kw dapat dipilih karena sudah mampu memenuhi parameter rancangan yaitu dapat melewati tanjakan 30 derajat dengan kecepatan 10 km/jam dan pada jalan datar dengan kecepatan 100 km/jam.
Analisis dan Studi Eksperimen Perbandingan Transmisi Manual dengan Transmisi CVT pada Mobil Honda Jazz 2018, Berdasarkan Karakteristik Traksi dan Efisiensi Transmisi Rafi Rasyad; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42492

Abstract

Teknologi otomotif mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir, begitu pula dari sektor mobil. Variabel yang mengalami perubahan adalah tipe transmisi yang digunakan. Melihat banyak nya penjualan mobil bertransmisi otomatis, seharusnya pihak produsen mengimbanginya dengan upaya memberikan informasi detail mengenai perbedaan transmisi pada mobil kepada konsumen dalam upaya mencerdaskan konsumen. Perbedaan sistem transmisi juga menghasilkan performa yang berbeda juga. Sehingga perbedaan itulah yang mendasari penulis untuk melakukan analisis dan studi eksperimen perbandingan transmisi manual dengan transmisi cvt pada mobil Honda Jazz 2018, berdasarkan karakteristik traksi dan efisiensi transmisi.  Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan tiga tahapan penelitian. Tahapan pertama adalah melakukan pengujian dynotest pada kedua tipe transmisi mobil untuk mengetahui daya aktual serta efisiensi transmisi. Tahap kedua, dilakukan analisa perhitungan sehingga di dapatkan grafik karakteristik mobil. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan perbandingan terhadap grafik karakteristik tiap transmisi mobil berdasarkan efisiensi transmisi yang akan diolah dalam bentuk perbandingan grafik. Dari penelitian ini diperoleh grafik karakteristik traksi mobil. Pengujian dynotest menunjukan efisiensi transmisi total dari mobil Jazz transmisi cvt sebesar 60,2% dan manual sebesar 71,2%. Setelah dilakukan analisa, terhadap karakteristik traksi pada tiap tipe transmisi didapatkan bahwa transmisi cvt memiliki nilai traksi maksimum 3,708 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 19,862°, memiliki kecepatan maksimum 188 km/jam dan percepatan sebesar 3,332 m/s2 sedangkan transmisi manual memiliki nilai traksi maksimum 5,33 kN, mampu melewati tanjakan maksimum sebesar 32,248°, memiliki kecepatan maksimum 182 km/jam dan percepatan sebesar 5,232 m/s2.   Kata kunci — transmisi, manual, cvt, dynotest, efisiensi, karakteristik traksi