cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Eksperimental Laju Keausan Material Gigi Tiruan dari Resin Akrilik Berpenguat Fiberglass dengan Variasi Susunan Serat Penguat Prastika Kristasari; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20787

Abstract

Resin akrilik adalah salah satu material yang mulai banyak digunakan sebagai salah satu material untuk pembuatan gigi tiruan. Penelitian sebelumnya tentang analisis pengujian laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada dental prosthesis pada kondisi dry sliding menunjukkan hasil nilai laju keausan berkurang dengan adanya penambahan serat[1]. Saat ini belum ada kajian mengenai laju keausan resin akrilik berpenguat serat pada kondisi wet sliding dengan variasi pola susunan serat yang berbeda dengan kondisi terendam cairan saliva buatan. Metode pengujian ekperimental ini menggunakan alat uji keausan tribometer tipe pin on disk.  Material untuk pin dan disk menggunakan material dari resin akrilik berpenguat serat. Disk diputar dan bergesekan dengan pin. Variabel tetap pengujian ini yaitu panjang lintasan sejauh 505,92 m, beban sebesar 2 kg, dan sliding speed sebesar 0,07 m/s. Perlakuan gesekan dilakukan pada resin akrilik berpenguat serat dengan variasi susunan serat 0%, 7% berpola 6 mm serat acak, dan 7% berpola 6 mm serat teratur. Spesimen direndam dahulu dan saat pengujian keausan dikondisikan terendam dalam cairan saliva buatan. Kemudian, spesimen tersebut dianalisis laju keausannya dan diamati gambar mikro dari permukaan spesimen. Hasil dari penelitian adalah data pengujian berupa nilai laju keausan spesifik terbesar sebesar 0.0126 mm3/Nm yang terdapat pada material resin akrilik tanpa penguat serat dan nilai laju keausan yang terkecil yaitu pada material resin akrilik berpenguat 7% serat berpola teratur sebesar 0.0006 mm3/Nm. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa mekanisme keausan yang paling dominan terjadi adalah keausan abrasif dan keausan fatigue.
Studi Eksperimental Kekuatan Bending Material Gigi Tiruan Dari Resin Akrilik Berpenguat Fiber Glass Dengan Variasi Susunan Serat Penguat Ika Wahyu Suryaningsih; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.583 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20790

Abstract

Dalam dunia kedokteran sendiri mulai banyak dilakukan penelitian-penelitian mengenai komposit, seperti pada sendi, tulang, dan gigi manusia. Misalnya saja penelitian mengenai material gigi pengganti pada manusia tujuannya untuk memperololeh material yang aman dan nyaman digunakan. Pada penelitian ini dilakukan pada material gigi tiruan dari resin akrilik berpenguat serat E-glass. Dan akan divariasikan dari pola susunan serat penguat tersebut dari tanpa hadirnya serat penguat pada material, kemudian berpenguat serat dengan pola susunan teratur dan acak pada material gigi tiruan. Pada tahap pertama diawali dengan pembuatan material uji, untuk kemudian dilakukan pengujian bending sesuai standar pengujian ASTM D790, sehingga diketahui nilai tegangan bending dari material gigi tiruan tersebut. Setelah didapatkan nilai bending maksimal dari material gigi tiruan yang divariasikan pola susunan serat penguat dengan fraksi volume 7%. Maka dilakukan analisis mengenai pengaruh dari pola susunan serat yang acak dan teratur terhadap kekuatan bending dari material gigi tiruan. Dari hasil penelitian didapatkan nilai tegangan bending maksimal yang diperoleh oleh material tanpa serat penguat sebesar 42,43 N/mm². Material dengan tambahan serat penguat berpola acak sebesar 51,53 N/mm². Material dengan tambahan serat penguat berpola teratur antara 47,08 N/mm² - 64,62 N/mm². 
Studi Eksperimental Stick-Slip Friction Akibat Multi-Directional Contact Friction dengan Material Uji Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) Terhadap Stainless Steel (AISI 304) Roy Yamsi Kurnia; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.89 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20800

Abstract

Apabila dua buah atau lebih benda yang mengalami kontak dan bergerak relatif satu sama lain maka akan menimbulkan gaya gesek yang dapat menyebabkan terjadinya   keausan. Pada kecepatan tertentu, sering terjadi suatu fenomena dimana keausan yang terjadi lebih besar dibandingkan yang lain. Fenomena tersebut disebabkan oleh adanya Stick-Slip Friction. Namun, masih sedikit penelitian mengenai gesekan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menganalisa kinematika gerakan spesimen untuk menentukan pada rasio kecepatan berapakah stick-slip terjadi. Kemudian, hal tersebut dibuktikan dengan pengambilan data volume keausan menggunakan tribometer tipe Pin-on-disk dengan material Ultra high molecular weight polyethylene (UHMWPE) sebagai pin uji dan Stainless steel sebagai disk, dimana masing-masing pin dan disk akan bergerak secara rotasi. Masing-masing pengujian divariasikan berdasarkan rasio kecepatan antara pin dengan disk, yaitu rasio kecepatan antara 4,2; 5; 6,5; 10; dan 20 rpm/rpm. Pengujian dilakukan dengan pin digesekkan sepanjang 2000 meter dan diberikan pembebanan 4kg serta diberikan variasi dari radius pin. Selanjutnya spesimen diamati struktur permukaannya menggunakan mikroskop optis dengan perbesaran 5x dan 10x sehingga diketahui mekanisme keausannya, sedangkan data hasil pengujian selanjutnya diolah untuk diketahui laju keausan (wear coefficient) dari spesimen uji. Hasil dari penelitian ini adalah Pada saat rasio kecepatan 4,2 daerah yang mengalami stick-slip terjadi pada radius 9 mm dari pusat pin, ketika rasio kecepatan 5 daerah yang mengalami stick-slip terjadi pada radius 8 mm dari pusat pin, saat rasio kecepatan 6,5 daerah yang mengalami stick-slip terjadi pada radius 6 mm dari pusat pin, kemudian saat rasio kecepatan 10 daerah yang mengalami stick-slip terjadi pada radius 4 mm dari pusat pin, dan saat rasio kecepatan 20 daerah yang mengalami stick-slip terjadi pada radius 2 mm dari pusat pin. Laju keausan benda yang mengalami stick-slip friction lebih tinggi jika dibandingkan dengan benda yang mengalami uni-directional contact friction. Mekanisme keausan yang terjadi pada saat fenomena stick-slip terjadi adalah keausan abrasif dan adhesif.
Pengaruh Jarak Nozzle dan Tekanan Gas pada Proses Pelapisan FeCrBMnSi dengan Metode Wire Arc Spray terhadap Ketahanan Thermal Muhammad Suchaimi; Rochman Rochiem; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.33 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21102

Abstract

Low Temperature Hot Corrosion (LTHC) merupakan jenis hot corrosion yang terjadi pada temperatur 700-800°C dan biasa terjadi pada sudu-sudu turbin uap. Akibatnya material pada sudu turbin tersebut mengalami keretakan maupun penurunan efisiensi putaran. Perlindungan terhadap hot corrosion dengan cara memberikan penghalang antara substrat dengan lingkungan salah satunya menggunakan metode pelapisan permukaan logam yaitu wire arc spray. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak nozzle dan tekanan gas pada pelapisan FeCrBMnSi dengan metode wire arc spray terhadap ketahanan thermal. Dari parameter jarak nozzle dan tekanan gas yang digunakan, didapatkan parameter terbaik yaitu pada jarak 400 mm dan tekanan gas 3 bar yang mempunyai kekuatan lekat sebesar 22,58 MPa dengan persentase porositas 5,93% dan nilai kekasaran permukaan sebesar 16,36 μm. Sedangkan pada pengujian thermal cycle yang dilakukan dengan cara pemanasan dan pendinginan secara kontinyu, pada permukaan coating terbentuk senyawa oksida Fe3O4 yang menyebabkan perambatan retak dan delaminasi. Selain itu kekerasan lapisan coating meningkat akibat adanya senyawa precipitate boride (Fe9B)0,2.
Perancangan Kontroler Neural Network PI Untuk Sistem Pengaturan Level Dengan Metode Decoupling Pada Plant Coupled Tank Kresnakartika surya putra; Rusdhianto Effendie
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.103 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21185

Abstract

Pada industri proses yang melibatkan fluida, suatu fluida akan dipompa dan dialirkan dari satu tangki ke tangki yang lain untuk diolah. Pemindahan cairan dari satu tangki ke tangki yang lain meyebabkan berubahnya level fluida dalam tangki. Dalam pengaturan level, pemindahan cairan biasa disebut sebagai pembebanan pada level.proses decoupling digunakan untuk mengubah dimana proses MIMO menjadi SISO agar lebih mudah dikontrol. Perubahan beban ini dapat mempengaruhi dari kinerja kontroler.. Kontroler yang banyak digunakan di industri proses adalah kontroler PI karena kesederhanaan struktur dan kehandalannya. Pada penerapan kontroler PID tuning parameter kontroler sering dilakukan dengan prosedur trial and error. Untuk tetap memenuhi spesifikasi kontrol yang diharapkan maka perlu dilakukan tuning ulang parameter kontroler PI. Kontroler PI Neural Network ini didesain untuk dapat melakukan tuning pada parameter kontroler PI sehingga dapat mengatasi perubahan parameter pada plant dan menjaga performa dari plant.setelah itu didapatkan performa dari plant yaitu berupa error steady state 0.032% kemudian nilai Kp dan nilai Ki yaitu 15,043 dan 0.8071.
Analisis Pengaruh Variasi Waktu Tahan dan Temperatur Tempering terhadap Sifat Kekerasan Material Crossbar yang Di Hardening sebagai Solusi Kegagalan pada Crossbar Dony Prasetya; Rochman Rochiem; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.261 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21232

Abstract

Clinker cooler adalah alat yang berfungsi mentrasportasikan clinker menuju hammer crusher. Salah satu bagian dari clinker cooler adalah Crossbar. Crossbar sering mengalami crack sehingga mengurangi umur pakai dari clinker cooler. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kegagalan dari Crossbar dan solusi dari kegagalan tersebut berupa hardening dan tempering. Pengujian yang dilakukan untuk menganalisis material ini adalah uji komposisi, uji streomikroskop, uji SEM, metalografi, dan uji kekerasan Berdasarkan pengujian OES dan kekerasan, faktor yang kegagalan adalah kesalahan dalam pemilihan material yang ditinjau dari komposisi material, kekerasan material. Solusi dari kegagalan ini yaitu perlakuan panas yang dapat menghasilkan kekerasan yang sesuai dengan standar kekerasan ASTM A48 adalah hardening dan tempering 300oC dengan waktu tahan 120 menit, hardening dan tempering 350oC dengan waktu tahan 120 menit, hardening dan tempering 400oC dengan waktu tahan 120 menit, dan hardening dan tempering 300oC dengan waktu tahan 60 menit.
Analisa Pengaruh Lama Waktu Tahan Tempering pada Perlakuan Panas Terhadap Perubahan Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Coupler Baja AAR-M201 Grade E Rinelda Nena Sagita; Rochman Rochiem; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21248

Abstract

Coupler adalah penyambung pada gerbong kereta api satu dengan gerbong yang lainnya. Material coupler adalah baja AAR-M201 Grade E yang spesifikasinya sesuai dengan standar AARManual of Standards and Recomended Practices Couplers and Freight Car Draft Components. Penelitian ini membahas perlakuan panas disertaitempering dan hardening. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh lama waktu tahan terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pada baja AAR-M201 Grade E. Proses perlakuan panas yang dilakukan adalah hardening pada temperatur 925oC dengan waktu tahan 3 jam, kemudian di tempering pada temperatur 600oC dengan variasi waktu tahan 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Pengujian yang dilakukan pada penilitian ini adalah uji tarik untuk mengetahui kekuatan maksimum, keuletan dan ketangguhan baja. Hasil pengujian metalografi pada tempering menghasilkan struktur mikro asikular ferrit, dan hasil sifat mekanik paling optimal didapat dari proses hardening-tempering pada lama waktu tahan 3 jam, menghasilkan nilai kekuatan tarik 870 MPa, kekuatan luluh 782 MPa, elongasi 14%, reduksi area 38%, kekerasan 264 BHN, kekuatan impak sebesar 35 Joule pada temperatur -40°C dan nilai fatigue life 5100 cycle. Nilai yang dihasilkan seluruhnya memenuhi standar AAR, kecuali nilai elongasi yang hampir memenuhi standar AAR.
Analisa Ketelitian Geometrik Citra Resolusi Tinggi Hasil Ortorektifikasi pada Pembuatan Peta Skala 1: 5000 Achmad Rizal Al-Amin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.179 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21326

Abstract

Di era teknologi yang berkembang pesat, berbagai metode survei telah banyak digunakan salah satunya dengan cara penginderaan jauh menggunakan satelit. Sebagaimana diketahui bahwa proses perekaman citra satelit diliput dari wahana (satelit) yang bergerak di atas permukaan bumi pada ketinggian ratusan kilometer, sehingga menyebabkan citra satelit memiliki distorsi geometrik. Untuk mengurangi pengaruh distorsi geometrik objek pada citra, dilakukan koreksi geometrik dengan cara ortorektifikasi. Pleiades merupakan satelit penghasil citra satelit resolusi tinggi yang dibuat oleh perusahaan Airbus Defence & Space. Citra satelit yang dihasilkan memiliki resolusi spasial 0,5 meter Sebagai acuan bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang lebih rinci dari kegiatan pemanfaatan ruang yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), maka dibuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan peta skala 1:5.000 yang telah diatur oleh Badan Informasi Geospasial. Dalam proses ortorektifikasi citra satelit untuk pembuatan peta skala 1 : 5000 ini, digunakan titik kontrol tanah atau Ground Control Point (GCP) untuk proses koreksi geometris dan data Digital Elevation Model (DEM). Pada penelitian ini dilakukan proses ortorektifikasi dengan metode polinomial Rational Function menggunakan 21 GCP pada polinomial orde 2. Didapat nilai RMS Error jarak pada citra hasil ortorektifikasi sebesar 0.419 meter, tetapi masih masuk toleransi untuk pembuatan peta skala 1:5000 pada uji statistik T-Test dengan α=5% & α=10%. Didapat juga nilai pixel citra sebelum ortorektifikasi sebesar 0,543592 meter sedangkan setelah ortorektifikasi sebesar 0,500032 meter. Yang berarti, setelah proses ortorektifikasi, nilai pixel sesuai dengan resolusi spasial citra ≈ 0,5 meter.
Desain Pengaturan Level pada Coupled Tank Process dengan Menggunakan Metode Model Predictive Control Evira Dyah Puspitarini; Rusdhianto Effendie; Josaphat Pramudijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21345

Abstract

Plant level coupled tank digunakan pada kebutuhan industri yang melibatkan fluida sebagai penampung minyak atau cairan kimia. Coupled tank merupakan plant nonlinier yang tersusun dari dua buah tangki yang dihubungkan oleh sebuah pipa atau lubang saluran. Cara kerja dari tank ini dengan mengendalikan aliran dan laju air salah satu tangki sesuai kebutuhan. Kontrol level digunakan untuk menjaga titik set level terhadap nilai yang diberikan sehingga mampu menerima nilai-nilai set point secara dinamis. Pada tugas akhir ini, digunakan metode Model Predictive Control untuk mengendalikan aliran dan laju air. Untuk mengaplikasikan Model Predictive Control, perumusan plant akan diubah menjadi plant linear. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mendesain sistem pengendalian level dan flow pada coupled-tank process menggunakan kontroler Model Predictive Control yang dapat bekerja memprediksi perilaku sistem pada masa depan yang bergantung pada informasi sistem saat ini. Pada pengujian didapatkan nilai Np sebesar 10, nilai Nc sebesar 1, dan nilai tuning parameter sebesar 0,2. Sistem mengalami settling time pada detik ke-39,1002 pada tangki 1 dan detik ke-40,1051 pada tangki 2. Sistem mempunyai error steady state sebesar 0,015% pada tangki 1 dan 0,005% pada tangki 2.
Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic (LS-DYNA) Andika Rizaldy; Mas Irfan P Hidayat; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21642

Abstract

Polysius Vertical Roller Mill adalah coal mill yang digunakan PT Holcim Indonesia untuk menggiling batubara bituminous untuk bahan bakar rotary kiln. Dalam pengoperasiannya, salah satu komponen dari Vertical Roller Mill mengalami kegagalan aus yaitu gritcone. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perseberan ketebalan dari komponen gritcone dengan disimulasikan secara dinamis eksplisit dan berdasarkan kondisi operasional. Ketebalan dinding dipetakan karena permukaan yang terkena abrasi terdapat patahan mikro di permukaannya. Penelitian dilakukan dengan variasi ketebalan 0.01 m, dan 0.02 m serta variasi desain gritcone dengan radius bawah sebesar 0.165 m, 0.215 m, 0.265 m, 0.315 m, dan 0.365 m. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan ketebalan paling besar terjadi pada desain gritcone dengan radius 0.165 m dengan ketebalan 0.01 m dan 0.02 m, dengan pengurangan sebesar 1.423x10-5 m dan 2.45x10-5 m.