cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+6281325758841
Journal Mail Official
ljm.linkep@gmail.com
Editorial Address
Cluster Golden Wood Blok D32 Citragrand, Kelurahan Sambiroto, Kec. Tembalang Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50276 Email : link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30896622     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health,
Jurnal Masyarakat accepts articles from the results of community service in the field of health sciences, including: medicine, nursing, midwifery, psychologists, pharmacy, nutrition, and other health sciences. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 27 Documents
Edukasi terpadu remaja sehat: meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan narkoba dan kekerasan seksual Eko Mardiyaningsih; Hani Irhamdessetya; Nur Intan Rochmawati; Alfan Afandi; Yulia Nur Khayati
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.179

Abstract

Pendahuluan: Remaja menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang saling berkaitan, meliputi kesehatan reproduksi, kesehatan mental, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, paparan digital, dan pengaruh teman sebaya. Kondisi tersebut memerlukan edukasi kesehatan yang terpadu, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah menengah atas melalui edukasi kesehatan remaja terpadu berbasis sekolah yang berfokus pada kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan pencegahan kekerasan seksual. Metode: Edukasi diberikan melalui edukasi terstruktur, diskusi interaktif, ilustrasi kasus, dan pertanyaan reflektif. Materi mencakup pubertas, kebersihan reproduksi, perilaku seksual berisiko, mengontrol emosi, kesadaran diri, bahaya narkoba, keamanan digital, pelecehan seksual, mekanisme pelaporan, dan strategi perlindungan diri. Instrumen berupa kuesioner dengan 10 pertanyaan dengan multiple choice. Analisis data deskriptif meliputi distribusi frekuensi, mean, SD, dan minimum-maksimum, sedangkan bivariat dengan paired sample t-test. Hasil: Peserta terdiri atas 55 siswa perempuan dan 52 siswa laki-laki, dengan mayoritas berasal dari kelas XII. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,07 ± 0,974 menjadi 9,63 ± 0,622 setelah edukasi dengan nilai p sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi terpadu berbasis sekolah efektif memperkuat pemahaman remaja mengenai risiko kesehatan dan perilaku protektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan remaja terpadu berbasis sekolah merupakan strategi promotif dan preventif yang layak untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung pembentukan remaja yang lebih sehat, aman, dan berdaya.
Senam aerobic low impact sebagai upaya penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi peserta Prolanis Dadi Santoso; Rensiana Putri Fajar Yanti; Eko Budi Santoso; Putra Agina Widyaswara Suwaryo
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.186

Abstract

Introduction: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Senam aerobic low impact merupakan aktivitas fisik intensitas ringan–sedang yang aman bagi lansia dan berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Objectives: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan senam aerobic low impact secara terjadwal guna menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Rowokele, Kebumen. Methods: Kegiatan dilaksanakan pada November–Desember 2025 dengan sasaran 30 lansia peserta Prolanis. Tahapan meliputi pengukuran tekanan darah awal (pre-test), pelaksanaan senam aerobic low impact yang dipandu instruktur bersertifikat didampingi kader PKK dan tenaga kesehatan, serta pengukuran tekanan darah akhir (post-test) menggunakan spignomanometer. Data dianalisis secara deskriptif dan uji beda rerata. Results: Terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 151,3 mmHg menjadi 141,2 mmHg dan diastolik dari 94,7 mmHg menjadi 88,3 mmHg setelah pelaksanaan senam. Sebagian besar peserta mengalami penurunan kategori klasifikasi tekanan darah. Conclusion: Penerapan senam aerobic low impact secara rutin efektif membantu menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi dan dapat dijadikan kegiatan rutin pendukung Prolanis.
Edukasi dan pendampingan praktik cuci tangan bagi anak berkebutuhan khusus di SLB negeri 2 gerung Irni Dwiastiti Irianto; Siti Aisyah; Erniawati Pujingsih; Widya Juniantina Nusantari; Ni Putu Kendriani
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.189

Abstract

Pendahuluan: Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit infeksi. Namun, penerapan kebiasaan ini pada anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menghadapi kendala karena adanya keterbatasan fisik, intelektual, maupun komunikasi yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami dan mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan sescara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak berkebutuhan khusus dalam menerapkan praktik cuci tangan sebagai Upaya menjaga kebersihan diri dan mencegah penyakit infeksi. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada 40 siswa berkebutuhan khusus di SLB dengan metode deskriptif frekuensi. Instrumen pada pengabdian menggunakan video edukasi dan leaflet bergambar yang menjelaskan enam tahapan mencuci tangan. Hasil: dari 40 siswa yang mengikuti kegiatan ini, menunjukkan bahwa 5 siswa mampu mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan benar. Sebanyak 20 siswa menunjukkan minat terhadap kegiatan meskipun belum mencoba praktik. 10 siswa memperhatikan leaflet bergambar, sedangkan 5 siswa lainnya hanya mengikuti kegiatan dengan menyimak materi yang disampaikan. Kesimpulan Kegiatan edukasi dan pendampingan praktik cuci tangan menunjukkan sebagian besar siswa mampu mengikuti dan mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan baik; disarankan pelaksanaan edukasi dan praktik cuci tangan dilakukan berkala untuk memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Edukasi gizi dan diet seimbang pada anak prasekolah di TK NW Mataram Diny Kusumawardani; Herni Sulastien; Siti Zuraida Muhsinin; Musniati; Baiq Lindi
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.193

Abstract

Latar Belakang: Kelompok anak usia prasekolah mudah mengalami masalah gizi akibat asupan yang tidak seimbang; pemberian pendidikan gizi pada tahap awal dapat membantu meningkatkan pengetahuan orang tua dan anak mengenai pola makan sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan diet seimbang pada anak prasekolah di TK NW Mataram. Metode: Kegiatan dilakukan dengan desain pretest-posttest pada 35 anak prasekolah. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, permainan edukatif, media gambar “Isi Piringku”, dan praktik memilih makanan sehat. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner sederhana dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan anak meningkat dari 58,4 sebelum edukasi menjadi 84,6 setelah edukasi. Sebanyak 85,7% anak mampu menyebutkan makanan sehat setelah intervensi dibandingkan 37,1% sebelum intervensi. Anak menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Kesimpulan: Edukasi gizi dan diet seimbang efektif meningkatkan pengetahuan anak prasekolah mengenai makanan sehat. Program serupa perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan guru dan orang tua.
Optimalisasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi pencegahan cacingan di SDN 1 Sembung Erniawati Pujiningsih; Widya Juniantina Nusantari; Siti Aisyah; Al Zarfa Annisa
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.194

Abstract

Pendahuluan: Cacingan menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap ditemukan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Infeksi cacing dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan status gizi, anemia, serta menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar anak. Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alas kaki saat bermain, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor risiko utama terjadinya kecacingan. Hasil observasi awal di SDN 1 Sembung menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memahami cara penularan dan pencegahan cacingan serta belum menerapkan praktik PHBS secara optimal. Kondisi tersebut memerlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam mencegah penyakit cacingan. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi pencegahan cacingan pada siswa SDN 1 Sembung. Metode: Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan kuesioner tentang pengetahuan cacingan dan PHBS, yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan rata-rata pre-posttest.  Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 dengan melibatkan 25 siswa SDN 1 Sembung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang cacingan dan PHBS. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,5 pada pre-test menjadi 89,2 pada post-test. Selain itu, siswa mampu mempraktikkan enam langkah CTPS dengan benar dan menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan kecacingan pada anak sekolah dasar.
PKM peduli osteoporosis: pemberdayaan kader posyandu lansia sebagai upaya pencegahan dini di Kelurahan Pudakpayung Priyanto Priyanto; Faridah Aini; Eko Mardiyaningsih; Aristiyanto Aristiyanto; Mufidatun Qothrun Nada; Salma Nadia
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.195

Abstract

Pendahuluan: Osteoporosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada lanjut usia (lansia) karena dapat meningkatkan risiko fraktur yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kurangnya pemahaman mengenai pencegahan osteoporosis di tingkat komunitas menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pengendalian penyakit ini. Tujuan: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu Lansia di RW XI Kelurahan Pudakpayung melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan dini osteoporosis sehingga mereka dapat berperan sebagai agen promosi kesehatan di masyarakat. Metode: Program diikuti oleh 15 kader Posyandu Lansia. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu: (1) sosialisasi dan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal kader; (2) edukasi interaktif dan pelatihan mengenai definisi osteoporosis, faktor risiko, gizi seimbang yang kaya kalsium dan vitamin D, serta demonstrasi senam pencegahan osteoporosis; dan (3) post-test serta evaluasi program untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta.  Evaluasi pre-test dan post-test dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pilihan ganda untuk menilai pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai keterampilan. Analisis data untuk menguji efektivitas intervensi menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader Posyandu Lansia. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 52,4 menjadi 85,8 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan dan mampu mempraktikkan kembali senam pencegahan osteoporosis dengan baik. Kesimpulan: Pemberdayaan kader Posyandu Lansia terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan osteoporosis. Kader yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini osteoporosis pada lansia di wilayahnya.
Membangun masyarakat sadar diabetes melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan berbasis komunitas Gipta Galih Widodo; Faridah Aini; Umi Setyoningrum; Fiki Wijayanti
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.200

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan berkontribusi terhadap berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronik, neuropati, dan retinopati. Upaya pencegahan berbasis komunitas melalui skrining risiko dini dan edukasi kesehatan terstruktur sangat dibutuhkan untuk menurunkan beban penyakit, khususnya pada kelompok dewasa paruh baya dengan akumulasi faktor risiko metabolik. Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, dan perilaku pencegahan diabetes mellitus di Lingkungan Gedang Asri, Kabupaten Semarang. Metode: Intervensi edukasi dengan desain pra-pasca dilaksanakan terhadap 17 peserta laki-laki dewasa. Skrining risiko mencakup pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, lingkar pinggang, dan kadar gula darah sewaktu (GDS). Edukasi kesehatan disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi perilaku hidup sehat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner diabetes mellitus yang telah divalidasi, diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat secara signifikan dari 15,18 ± 2,81 (pra-uji) menjadi 20,47 ± 1,55 (pasca-uji) (t = −8,933; p < 0,001). Skrining menunjukkan rerata tekanan darah sistolik 139,71 ± 24,76 mmHg, rerata IMT 25,71 ± 4,00 kg/m², dan rerata GDS 182,41 ± 34,69 mg/dL, mengindikasikan klasterisasi faktor risiko metabolik berupa hipertensi, kelebihan berat badan, dan hiperglikemia. Kesimpulan: Intervensi skrining dan edukasi diabetes berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan pengetahuan peserta serta mengidentifikasi profil risiko metabolik yang signifikan. Program promosi kesehatan berkelanjutan yang mengintegrasikan deteksi dini dan modifikasi perilaku direkomendasikan untuk menurunkan insidensi diabetes pada populasi rentan.

Page 3 of 3 | Total Record : 27