cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 28 Documents clear
Penerapan Konsep Balinese Folk Art pada Interior Hotel Tematik di Bali Widnyani, Putu; Budiono, Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.100972

Abstract

Budaya dan keunikan adat istiadat Bali yang dikelola dengan berbagai kemasan membuat Pariwisata Bali semakin berkembang. Dengan berkembangnya bidang pariwisata, kebutuhan akan akomodasi pun meningkat. Salah satu diantaranya adalah Ramada Encore Hotel Kuta. Ramada Encore Hotel adalah hotel rekreasi bintang 4 yang kehadirannya sebagai penyedia akomodasi pariwisata liburan dengan konsep unik. Ramada Encore Hotel mengalami perubahan manajemen yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pariwisata Bali di kancah Internasional. Oleh karena itu, penyegaran interior juga diperlukan. Dalam mengoptimalkan rancangan interior, diperlukan konsep yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk menentukan konsep yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, terdapat tahapan-tahapan dilakukan yaitu: identifikasi objek, pengumpulan data, analisis data, ideasi dan solusi, pra desain dan validasi desain. Konsep perancangan yang digunakan yaitu “Balinese Folk Art” yang berarti mengaplikasikan kekayaan unsur identitas dan seni tradisional Bali pada perancangan interior Ramada Encore Hote Kuta dengan pengaplikasian yang mengikuti perkembangan jaman. Diharapkan, dengan menerapkan konsep ini pada perancangan Ramada Encore Hotel Kuta dapat menjadi hotel yang tak hanya memiliki daya tarik, namun juga dapat memperkenalkan kebudayaan lokal pada pengunjung sebagai salah satu bentuk pembangunan di bidang pariwisata Bali.
Membangun Kesadaran Masyarakat akan Nilai Budaya Daerah dengan Mengaplikasikan Pendekatan Interaktif pada Interior Museum Balanga Palangka Raya Sahay, Melania Tirza; Budianto, Caesario Ari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.104362

Abstract

Budaya merupakan salah satu aspek yang tidak bisa lepas dan sudah melekat di masyarakat karena aspek ini merupakan suatu cara hidup yang perlu dijaga atau diturunkan sehingga menjadi suatu kebiasaan khas daerah tertentu. Salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah budaya Suku Dayak. Budaya Suku Dayak ini sudah ada sejak masa lampau dan banyak sekali meninggalkan warisan budaya. Namun, kebudayaan tradisional suku Dayak yang merupakan warisan nenek moyang sudah mulai terlupakan seiring berkembangnya zaman. Melihat dari hal tersebut, maka Museum Balanga Palangka Raya sangat berperan penting dalam hal melestarikan dan menyimpan benda-benda bernilai budaya dan sejarah suku Dayak. Namun, terdapat beberapa stigma “kuno” dan “menyeramkan” yang melekat pada masyarakat jika menyangkut pada museum budaya. Selain itu, museum banyak kehilangan pengunjung karena masyarakat lebih mengkonsumsi teknologi, game dan sosial media. Oleh karena itu, museum perlu menciptakan desain interior yang mampu mendukung upaya edukasi sejarah dan budaya Dayak melalui penerapan konsep interaktif yang menyajikan informasi secara unik dan menarik. Sehingga dapat mengurangi stigma negatif dan masyarakat zaman sekarang dapat menyatu dengan nilai-nilai budaya lokal. Penerapan konsep teknologi interaktif ini dilandasi dari pengumpulan data yang telah dilakukan melalui dokumentasi, kuesioner, wawancara dan observasi. Kesesuaian konsep desain dengan kebutuhan di museum kemudian ditinjau ulang melalui studi literatur yang berkaitan dengan museum. Dari data yang didapatkan akan diolah dan dianalisis sehingga didapatkan sebuah konsep desain. Hasil dari desain ini adalah perspektif desain interior Museum Balanga dengan pendekatan interaktif yang diharapkan dapat menarik masyarakat modern untuk mengunjungi museum dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya daerah. Sehingga konsep tersebut secara tidak langsung dapat mewujudkan visi utama Museum Balanga sebagai museum kebudayaan, pendidikan dan pariwisata.
Pendekatan Biofilik untuk Mengatasi Burnout pada Lingkungan Sekolah Wicaksono, Ariya Yosea; Dinapradipta, Asri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.84493

Abstract

Dalam proses belajar, lingkungan sekolah merupakan salah satu lingkungan yang akan berdampak besar dalam membentuk pola pikir, berperilaku, dan kecerdasan manusia untuk kedepannya. Namun tidak jarang dengan kurikulum yang ketat, fasilitas sekolah tidak menunjang kesehatan fisik dan kesehatan mental para siswa yang ada di dalam sekolah saat proses belajar berlangsung selama jangka panjang, yang mana dapat berakibat siswa mengalami stress dan dapat menyebabkan stress tingkat lanjut yang dikenal burnout syndrome. Dengan kebutuhan kualitas hidup manusia yang meningkat, Perlunya strategi bagi kualitas lingkungan supaya dapat membantu siswa untuk membantu mengkoping stress tersebut, sehingga membawa kepada strategi pendekatan desain secara biofilik. Biofilik dapat menjembatani antara kebutuhan kualitas ruang dengan wellbeing manusia dengan afinitas dengan alam. Pendekatan ini menjadi solusi dalam memelihara kesejahteraan penggunanya dalam lingkungan belajar.
Perancangan One-Stop Coffee & Work Area sebagai Respon terhadap Pergeseran Budaya Ngopi Iszeti, Nabila Vian Vian; Bararatin, Kirami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.86007

Abstract

Kegiatan ngopi menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat penikmat kopi. Selain sebagai jembatan untuk bersosialisasi, ngopi juga menjadi pendamping bekerja karena khasiat kopi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mencegah kantuk. Adanya perkembangan teknologi, khususnya di kota metropolitan Surabaya, menyebabkan pergeseran budaya ngopi akibat munculnya kebutuhan masyarakat untuk berekspresi di media sosial, yang mana hal ini menuntut kedai kopi untuk memiliki suasana yang nyaman dan estetik sehingga dapat menarik lebih banyak peminat. Di sisi lain, banyak para pekerja seperti pegawai kantor yang mengalami kebosanan kerja membutuhkan suasana nyaman kedai kopi beserta minuman kopinya untuk meningkatkan produktivitas. Karena peminat kopi semakin banyak, maka tingkat konsumsi kopi menjadi semakin tinggi dan diperlukan peningkatan produksi kopi untuk mengimbangi hal ini. Pendekatan behaviorology akan menjawab permasalahan produktivitas dengan mensintesis perilaku pengguna ke dalam arsitektur. Selain itu, kedai kopi pada perancangan ini juga menjawab kebutuhan berekspresi dan peningkatan produksi kopi. Metode behavior mapping digunakan untuk merumuskan kriteria umum rancangan dari perilaku user yang kemudian akan disintesis menjadi konsep desain. Objek rancangan yang dihasilkan adalah One-stop Coffee & Work Area yang merupakan mixed-use building bertema kopi, mencakup coffee shop-like co-working space, coffee shop and roastery, dan coffee training center. Objek rancang ini diharapkan dapat mewadahi aktivitas penikmat dan pelaku kopi dalam satu area yang terintegrasi serta merespon permasalahan akibat pergeseran budaya ngopi terkait produktivitas kerja, berekspresi di media sosial, dan peningkatan produksi kopi.
Implementasi Budaya Mataraman-Nganjuk pada Interior Ruang Tunggu Penumpang Terminal Bus Anjuk Ladang Fijayarty, Novita; Hawari, Firman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.106039

Abstract

Secara awam, terminal dapat dikategorikan sebagai salah satu ruang layanan publik dan merupakan komponen sistem pengadaan moda yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian secara temporer bagi angkutan umum untuk mengangkut atau menurunkan penumpang serta barang ke tempat tujuan final serta berfungsi menjadi sistem kendali, tempat pengawasan, pengaturan, dan pengelolaan arus jalur penumpang dan/atau kargo. Terminal Bus Anjuk Ladang adalah terminal penumpang tipe B dan merupakan terminal utama terbesar di Kabupaten Nganjuk. Setelah pengelolaan terminal dialihkan kembali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan telah selesai renovasi pada tahun 2018, desain eksterior maupun interior terminal menjadi semakin modern. Namun desain ini juga memiliki kekurangan, yaitu minimnya identitas yang diterapkan pada desain interior. Terutama pada ruang tunggu penumpang di terminal yang memiliki peran krusial dalam ruang pelayanan publik ini, memiliki alur sirkulasi yang kurang jelas dan desain yang umum.Penulis memperoleh data-data yang diperlukan untuk mendukung perancangan dengan menerapkan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Untuk penyelesaian permasalahan, penulis merancang desain interior pada ruang tunggu terminal dengan pengaplikasian budaya Mataraman-Nganjuk. Dengan mengimplementasi kebudayaan lokal Mataraman yang merupakan sejarah terbentuknya Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menjadi identitas lingkungan.
Perancangan Fasilitas Wisata Edukasi pada Turtle Conservation and Education Center dengan Konsep Fun Learing Berbasis Teknologi Haya, Salza Fadya; Kristianto, Thomas Ari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.108860

Abstract

Turtle Conservation and Education Center (TCEC) merupakan salah satu konservasi dan edukasi tentang penyu yang ada di Pulau Serangan, Bali. Sehubung dengan tingginya kunjungan wisatawan ke Bali, Pulau Serangan berpeluang dalam menjadi salah satu tujuan wisata. Dengan potensi yang ada serta program yang bermanfaat, TCEC berpotensi untuk menarik pengunjung untuk berkunjung. Melihat wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali, seharusnya TCEC dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi dengan antusiasme pengunjung yang tinggi. Selain itu, berbagai program yang ditawarkan perlu dimaksimalkan terutama dalam edukasi yang menyenangkan sehingga tujuan dan value yang didapat pengunjung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari. Dengan program yang bermanfaat, TCEC memiliki tujuan untuk melestarikan penyu yang terancam punah, mengedukasi masyarakat dan wisatawan, mengontrol jumlah penyu yang digunakan dalam upacara adat, dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Dari tujuan tersebut perancangan ini ingin menunjang karakteristik dari TCEC sehingga dapat dirasakan pengguna, mengupayakan program edukasi yang ramah terhadap berbagai segmen, dan membantu mengoptimalkan program edukasi untuk rekreasi yang edukatif. Mengaplikasikan konsep fun learning berbasis teknologi untuk fasilitas edukasi untuk menunjang informasi agar mudah tersampaikan sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat lokal hingga turis mancanegara. Hasil perancangan berupa konsep desain dan aplikasinya dalm bentuk render 3D dan animasi.
Perancangan Interior Educenter Rumah Pintar Cakra Cendekia Berkonsep Edutainment Eco-Multisensori dengan Implementasi Self Learning Creativity Place (SLCP) sebagai Atraktivitas Edukasi Rekreatif Pengunjung Rahmatullah, Muhammad Zaky; Wardhana, Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.108610

Abstract

Educenter Rumah Pintar Cakra Cendekia merupakan satuan pendidikan nonformal yang didirikan pada tanggal 13 Oktober 2008, berlokasi di Asrama Batalyon Kesehatan 2 Divisi Infanteri 2 Kostrad TNI AD, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia dalam berbagai aspek pendidikan formal maupun nonformal kepada masyarakat.Fasilitas Educenter Rumah Pintar Cakra Cendekia memiliki beragam sentra edukasi yang menjembatani para anak-anak untuk menggali dan mengembangkan kecerdasan dan kreativitas melalui berbagai aktivitas yang bermakna secara bersama-sama dalam suasana fun dan friendly. Meskipun sudah lama beroperasi, sebagian besar sistem tata ruang dan fasilitas sentra edukasi yang terdapat pada Educenter Rumah Pintar Cakra Cendekia menggunakan tampilan ruang yang kurang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang berkelanjutan. Hal tersebut berpengaruh terhadap visi misi dan value yang diharapkan dalam tujuan pengelolaan. Oleh karena itu diperlukan sebuah pembaharuan konsep interior untuk menunjang optimalisasi materi pada sentra secara edukatif dan rekreatif. Pembaharuan tersebut dilaksanakan dengan metode perancangan berupa observasi, wawancara serta studi literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Pengaplikasian konsep Edutainment Eco-Multisensori dengan Self Learning Creativity Place (SLCP) menjadi salah satu cara untuk meningkatkan atraktivitas edukasi rekreatif bagi pengunjung. Diharapkan melalui rancangan Educenter Rumah Pintar Cakra Cendekia, dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan yang lebih maju di Indonesia.
Re-Desain Interior Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo Yang Informatif dan Aesthetics Dalam Pelayanan Secara Terpadu Huda, Moch Miftahul; Firman, Firman Hawari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v12i2.109099

Abstract

Perpustakaan merupakan sebuah media atau fasilitas yang berfungsi sebagai tempat mencari refrensi, membaca buku, dan juga sebagai fasilitas rekreasi, serta di titik lain perpustakaan juga berfungsi sebagai media pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia terutama. Sebagai negara berkembang Indonesia masih mempunyai nilai yang cukup rendah terutama dari parameter indeks alibaca itu sendiri dan permasalahan ini sudah berlangsung lama dan belum ada peningkatan signifikan selama permasalahan itu ada. Dari beberapa kajian dan pemantauan terdapat banyak sekali faktor yang mempengeruhi rendahnya indeks alibaca di Indonesia terutama pada faktor fasilitas yang digunakan dimana masih kurang optimal misalnya pada kasus ini adalah perpustakaan. Perpustakaan di Indonesia kurang optimal guna memenuhi penilaian baik baik dari jumlah maupu kualitas perpustakaan itu sendiri Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo sebagai perpustakaan tingkat kabupaten yang ada di Sidoarjo merupakan satu-satunya perpustakaan di Sidoarjo, dan dengan informatif dan definitif dalam pelayanan secara terpadu dalam desain interior harapannya fasilitaas ini bisa menjadi dukungan dalam upaya menghasilkan sumber informatif dan definitif terutama di Jawa Timur.

Page 3 of 3 | Total Record : 28