cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 132 Documents clear
Potensi Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv) dalam Produksi Etanol Menggunakan Bakteri Zymomonas mobilis Sevy Dwi Kartikasari; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3741

Abstract

Sumber selulosa yang murah dan melimpah dapat diperoleh dari gulma alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv). Produksi etanol dari bahan baku selulosa alang-alang umumnya difermentasikan oleh yeast. Pada penelitian ini fermentasi dilakukan menggunakan bakteri Zymomonas mobilis. Penelitian dilakukan pada bulan November 2012 hingga Mei 2013 di laboratorium Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITS. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi alang-alang (I. cylindrica (L) Beauv.) dalam produksi etanol menggunakan bakteri Z. mobilis pada konsentrasi inokulum dan waktu fermentasi yang optimum. Penelitian ini dilakukan dalam tiga langkah utama yaitu pretreatment substrat, hidrolisis enzimatik oleh Penicillium sp., dan fermentasi etanol oleh Z. mobilis. Fermentasi dilakukan menggunakan berbagai perlakuan konsentrasi inokulum (0, 5, 10, dan 15%) dan lama fermentasi (0, 3, 5, 7, dan 9 days) serta dianalisa menggunakan uji Analysis of Varians (ANOVA). Masing-masing perlakuan dilakuan 2 kali pengulangan, sehingga diperoleh 40 unit percobaan dengan parameter yang diamati adalah kadar etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alang-alang (I. cylindrica (L.) Beauv.) berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi etanol dengan konsentrasi etanol tertinggi diperoleh dari interaksi antara 10% konsentrasi inokulum Z. mobilis dan waktu fermentasi 7 hari yaitu sebesar 9,02 % (v/v)
Keanekaragaman Burung di Beberapa Tipe Habitat di Bentang Alam Mbeliling Bagian Barat, Flores Nur Sita Hamzati; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.695 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3856

Abstract

Kondisi kepulauan di kawasan Wallacea yang terisolasi oleh laut menyebabkan banyaknya burung dikategorikan endemik dan sebaran terbatas. Flores merupakan salah satu pulau yang menyumbang burung endemik terbanyak, dimana empat jenis diantaranya ditemukan di bentang alam Mbeliling. Penelitian di bentang alam Mbeliling bagian barat bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman burung pada empat tipe habitat yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek, yaitu menjelajahi semua tipe habitat berdasarkan jalur yang terdapat di Desa Golomori. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman burung di habitat mangrove, savana dan kebun campuran termasuk tinggi dengan nilai indeks keanekaragaman 3,497; 3,324 dan 3,262. Sedangkan keanekaragaman burung di hutan hujan termasuk sedang dengan nilai indeks keanekaragaman 2,664, karena adanya Kakatua-kecil Jambul-kuning (Cacatua sulphurea) dengan  jumlah yang mendominasi dibandingkan jenis yang lain
Konsentrasi dan Lama Pemaparan Senyawa Organik dan Inorganik pada Jaringan Insang Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) pada Kondisi Sub Lethal Rennika Rennika; Aunurohim Aunurohim; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama pemaparan senyawa organik dan inorganik pada jaringan insang ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) di kondisi sub lethal. Penelitian ini meliputi uji pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2 dan Diazinon 600 EC serta uji toksisitas sub lethal. Hasil dari uji pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2 dan Diazinon 600 EC adalah LC50 dari Diazinon sebesar 2,491  mg/L dan LC50 dari PbCl2 sebesar 313,232 mg/L. Variasi konsentrasi yang digunakan kedua zat adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dari LC50. Sehingga variasi konsentrasi Diazinon yang digunakan toksisitas sub lethal adalah 0 mg/L, 0,0625 mg/L, 0,125 mg/L, dan 0,25 mg/L. Dan variasi konsentrasi PbCl2 yang digunakan toksisitas sub lethal adalah 0 mg/L, 7,83 mg/L, 15,66 mg/L, dan 31,32 mg/L. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) didedahkan pada akuarium selama 30 hari. Insang diambil pada hari ke 10, 20, dan 30. Insang dijadikan preparat histologi dan preparat insang diamati dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran lensa okuler 40x. Pengamatan preparat dilakukan secara semikuantitatif skoring. Hasil skoring dianalisa dengan menggunakan Anova Two-way untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan terhadap kerusakan insang. Hasil Anova Two-way menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan tidak berpengaruh terhadap semua jenis kerusakan insang. Konsentrasi Diazinon yang berpengaruh terhadap kerusakan edema, hiperplasia dan nekrosis berturut-turut adalah 0,125 mg/L, 0,25 mg/L, dan 0,25 mg/L. Sedangkan konsentrasi PbCl2 yang berpengaruh terhadap kerusakan hiperplasia, fusi, dan nekrosis adalah 31,32 mg/L. Sedangkan lama pemaparan kedua zat yang berpengaruh terhadap hyperplasia adalah hari ke 20
Respon Kalus Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Cekaman Salinitas (NaCl) secara In Vitro Ida Wilujeng Abidah Ubudiyah; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.053 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kalus padi (varietas Ciherang, Sembada 168, dan Banyuasin) pada tahap induksi kalus terhadap masing-masing faktor seleksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah 3 varietas terdiri dari Varietas Ciherang, Sembada 168, dan Banyuasin. Faktor kedua adalah 4 konsentrasi NaCl, yaitu 0 mM, 50 mM, 150 mM, dan 250 mM. Hasil Uji ANOVA menunjukkan bahwa Interaksi antara varietas dan konsentrasi NaCl memberikan pengaruh terhadap respon kalus beberapa varietas Padi (Oryza sativa L.) pada tahap induksi kalus, meliputi pertambahan diameter dan massa kalus. Kalus bertahan hidup hingga konsentrasi NaCl paling tinggi (250 mM) dengan skoring morfologi yang semakin kecil pada konsentrasi NaCl yang semakin tinggi
Efektifitas Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Variasi Media Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria) dan Sabut Kelapa (Cocos nucifera) Hanum Kusuma Astuti; Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.548 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3955

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Nutrisi utama yang diperlukan oleh jamur tiram putih antara lain karbohidrat (Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin), protein, lemak, mineral dan Vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sabut kelapa kering (Cocos nucifera) dapat menjadi media pertumbuhan jamur tiram putih dan jumlah sabut kelapa kering (Cocos nucifera) yang paling efektif untuk pertumbuhan jamur tiram putih. Perlakuan media jamur tiram putih yang diberikan merupakan perbandingan serbuk kayu Sengon : sabut kelapa, jumlahnya yaitu (100%), (90%:10%), (80%:20%), (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium terbaik pada kultur F1 terjadi pada kadar sabut kelapa 50% selama 24 hari sebesar 9,75 cm.  Pertumbuhan miselium pada kultur F2, yang paling mendekati kontrol adalah 20% sabut kelapa dengan hasil 9,875 pada waktu inkubasi 18 hari. Pada kultur F3, pertumbuhan miselium yang paling mendekati kontrol adalah perlakuan 50% sabut kelapa yaitu 16,75 cm dalam waktu inkubasi 30 hari. Umur panen terbaik ditunjukkan pada kadar media 100% serbuk kayu Sengon dengan umur 65,75 hari, disusul dengan perlakuan 50% sabut kelapa dengan umur 70,25 hari. Berat panen terbaik ditunjukkan pada perlakuan 50% sabut kelapa dengan berat panen 128,75 gram
Kecepatan Filtrasi Kerang Hijau Perna viridis terhadap chaetoceros sp dalam Media Logam Tercemar Kadmium Putri Liliandari; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3957

Abstract

Kerang Hijau mendapatkan makanannya dengan cara menyaring partikel plankton dari perairan. Dengan cara mendapatkan makanan yang demikian memungkinkan logam berat yang terlarut didalamnya ikut masuk kedalam tubuh kerang hijau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh logam berat Cd terhadap kecepatan filtrasi kerang hijau terhadap Chaetoceros sp. sebagai pakan kerang hijau. Perlakuan dosis konsentrasi logam berat kadmium yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 ppm (kontrol), 1 ppm, dan 2 ppm.  Kecepatan filtrasi kerang hijau terlihat dari pengamatan kepadatan sel Chaetoceros sp. tiap 4 jam selama penelitian. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan masing masing konsentrasi dilakukan 3 kali ulangan. Untuk mengetahui adanya perbedaan kecepatan filtrasi terhadap konsentrasi kadmium yang berbeda maka diuji dengan Anova one way. Didapatkan hasil semakin tinggi konsentrasi kadmium maka semakin tinggi kecepatan filtrasi dengan nilai kecepatan filtrasi untuk tiap konsentrasi kontrol (0 ppm), 1 ppm, dan 2 ppm berturut-turut sebesar 64,90 L/jam; 105,23 L/jam; dan 299,05 L/jam. Namun, berdasarkan uji Anova menunjukkan p=0.694 yang berarti konsentrasi kadmium tidak berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan filtrasi kerang hijau
Respon Pertumbuhan Embrio Somatik Kedelai (Glycine max) Varietas Argomulyo dan Wilis Terhadap Cekaman NaCl Secara In-vitro Rafika Lailiyatul Kurnia Sari; Dini Ermavitalini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.392 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan embrio somatik kedelai varietas Argomulyo dan Wilis sebagai respon interaksi antara varietas dan konsentrasi cekaman NaCl. Parameternya adalah jumlah embrio somatik yang terbentuk pada akhir induksi pembentukan embrio somatik setelah satu bulan masa subkultur. Data dianalisis dengan uji Anova Two-Way kemudian dilanjutkan uji Tukey tingkat kepercayaan 95%. Varietas yang digunakan adalah varietas Argomulyo dan varietas Wilis. Konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 200 mM dengan penambahan ZPT 2,4-D dan NAA 5 mg/L.Hasil penelitian ini adalah interaksi antara varietas dan konsentrasi NaCl tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan embrio somatik kedelai
Struktur Komunitas Spons Laut (Porifera) di Pantai Pasir Putih, Situbondo Iwenda Bella Subagio; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3962

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunitas spons laut (Porifera) yang terdapat di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo pada kedalaman 7 dan 14 meter. Data diambil bersama dengan parameter fisik perairan yang mendukung yaitu suhu, salinitas, kecerahan dan tipe substrat. Data spons laut diambil menggunakan metode transek kuadran dengan panjang transek 100 meter di setiap stasiun pengambilan sampel. Hasil dari data yang didapatkan dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon - Wienner, Dominansi, Kemerataan Pielou, serta kesamaan komunitas Morisita – Horn. Distribusi spons laut dilihat menggunakan metode multivarian yang digambarkan dengan diagram ordinasi.  Hasil dari observasi yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 11 spesies porifera dengan nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,17 – 2, 33 dan dominansi berkisar antara 0,15 – 0,35, sedangkan untuk kemerataan spesies berkisar antara 0,24 – 0,67. Spesies yang mendominasi di kedalaman 7 meter adalah Aaptos suberitoides sedangkan pada kedalaman 14 meter adalah Xestospongia testudinaria dan spesies yang tersebar merata di semua transek adalah Petrosia (strongylophora) corticata
Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Hubungannya dengan Laju Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Sumah Yulaipi; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.412 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioakumulasi logam berat timbal (Pb) dan hubungannya dengan laju pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini meliputi uji pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2, persiapan ikan uji, uji AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry), pengamatan pertumbuhan ikan dengan parameter yang diamati adalah panjang dan berat ikan.Hasil uji  pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2 diperoleh nilai LC5096jam sebesar 313,232 mg/L. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dari LC5096jam. Konsentrasi timbal (Pb) dan hari paparan mempengaruhi konsentrasi timbal (Pb) pada daging ikan dengan nilai p pada uji ANOVA two – way adalah 0,000 dan konsentrasi yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 10%LC5096jam pada hari paparan ke – 30. Terkait laju pertumbuhan ikan semakin besar konsentrasi yang digunakan dan semakin lama paparan timbal, maka laju pertumbuhan (laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ) menurun, sedangkan setelah dilakukan uji ANOVA one – way menurunnya laju  pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ternyata tidak dipengaruhi oleh kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di dalam daging ikan. Hal ini dapat diketahui dari nilai p uji ANOVA one – way pada laju pertumbuhan spesifik (SGR) adalah 0,453 dan nilai p pada laju pertambahan panjang harian sebesar 0,223
Tingkah Laku Makan Rusa Sambar (Cervus unicolor) dalam Konservasi Ex-situ di Kebun Binatang Surabaya Vina Sita; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.476 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3968

Abstract

Rusa sambar (Cervus unicolor) merupakan rusa yang terbesar ukurannya di Indonesia dan salah satu rusa yang paling banyak dipilih pemburu sebagai satwa target buru. Satwa yang populasinya semakin berkurang ini  perlu dilestarikan dengan melakukan konservasi secara ex-situ. Kebun binatang Surabaya merupakan salah satu tempat penangkaran rusa sambar (Cervus unicolor) secara ex-situ. Penelitian mengenai tingkah laku makan rusa sambar (Cervus unicolor) di Kebun Binatang Surabaya dilaksanakan pada bulan Desember 2012-Januari 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkah laku makan serta tingkat kesukaan pakan rusa sambar. Pengamatan dan pengambilan data menggunakan 2 ekor rusa sambar yang dilakukan pengamatan secara langsung, serta menggunakan metode cafetaria feeding untuk mengetahui uji palatabilitas pakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku makan rusa sambar selama 24 jam yaitu lama makan 310,16-316,79 menit, lama ruminasi 286,50-296,36, jumlah periode ruminasi 14,07-16,21 kali dan jumlah siklus ruminasi per periode sebanyak 26,39-28,26 kali. Uji palatabilitas pakan yang paling disukai berturut-turut adalah pisang, kacang panjang, ubi jalar, rumput gajah, dan wortel

Page 9 of 14 | Total Record : 132