cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 48 Documents clear
Pemodelan Log Linier dan Regresi Logistik Biner Bivariat Pada Hasil Medical Check-Up Pegawai Negeri Sipil (PNS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dinar Ariana Viestri; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3753.451 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9401

Abstract

Dengan melakukan cek kesehatan secara periodik, bisa diketahui kondisi kesehatan pribadi secara detail dan apabila terjadi kelainan, akan ada tindakan antisipatif sedini mungkin sebelum kelainan tersebut menjadi semakin parah, sehingga menjadi penting untuk melakukan analisis mengenai hasil medical check-up. Data yang digunakan adalah  data medical check-up PNS ITS Tahun 2013/2014. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan menggunakan analisis log linier dan regresi logistik biner bivariat. PNS ITS yang melakukan medical check-up terdiri dari laki-laki sebesar 76%, dan perempuan sebesar 24%. Banyaknya dosen sebesar 56,1% sedangkan karyawan 43,9%. Pada latar belakang pendidikannya, pendidikan terakhir S2 menempati urutan terbanyak sebesar 31,5%. Pada analisis log linier menunjukkan adanya hubungan antara variabel fungsi ginjal dengan glukosa darah, hematologi dengan profil lemak, hematologi dengan fungsi ginjal, urin dengan glukosa darah, fungsi liver dengan fungsi ginjal, fungsi liver dengan glukosa darah, profil lemak dengan fungsi ginjal, profil lemak dengan glukosa darah. Sehingga model log linier yang terbentuk  merupakan model jenuh (saturated). Pada analisis regresi logistik biner bivariat, variabel asam urat mempengaruhi probabilitas kesehatan PNS ITS dengan Fungsi Ginjal normal dan Glukosa Darah normal, Fungsi Ginjal tidak normal dan Glukosa Darah normal, Fungsi Ginjal normal dan Glukosa Darah tidak normal, Fungsi Ginjal tidak normal dan Glukosa Darah tidak normal.
Pemodelan Regresi Logistik Biner Terhadap Peminat ITS di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 Anggraeni Yanti; Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4731.173 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9402

Abstract

SBMPTN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan perguruan tinggi yang menerima mahasiswa baru dengan jalur SBMPTN. Dari banyaknya peminat, ada beberapa yang dinyatakan diterima dan sisanya dinyatakan tidak diterima. Oleh karena itu, ingin diketahui karakteristik serta pemodelan menggunakan metode regresi logistik biner dengan variabel respon adalah status penerimaan dimana bernilai satu yaitu diterima dan bernilai nol apabila gagal diterima. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa jumlah peminat yang dinyatakan diterima adalah sebesar 1.150 peserta, sedangkan sisanya sebesar 13.013 peserta dinyatakan tidak diterima. Pada pemodelan regresi logistik biner diperoleh variabel yang berpengaruh yaitu domisili, niai verbal, nilai numerikal, nilai figural, nilai matematika dasar, nilai bahasa Indonesia, nilai bahasa Inggris, nilai matematika IPA, nilai fisika, nilai kimia dan nilai biologi.
Analisis Regresi Logistik Ordinal pada Prestasi Belajar Lulusan Mahasiswa di ITS Berbasis SKEM Zakariyah Zakariyah; Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5174.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9403

Abstract

Pentingnya pengembangan soft skill mahasiswa telah tertuang dalam peraturan akademik ITS yang mengharuskan mahasiswa memenuhi nilai SKEM sebagai syarat lulus di ITS. Untuk itulah ITS mulai tahun 2008 memberlakukan Satuan Kegiatan Ekstrakurikuler Kemahasisawaan (SKEM) bagi mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan (yudisium). Peraturan SKEM diatur melalui Peraturan ITS no 3112/KM/2008 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan ITS no 05942/I2/KM/2010 [1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi predikat kelulusan SKEM di ITS. Pada penelitian ini digunakan metode regresi logistik ordinal untuk memodelkan. Diperoleh hasil bahwa yang berpengaruh terhadap SKEM adalah fakultas, , kegiatan organisasi dan prestasi
Pemodelan Data Magnetotelurik Dengan Remote Reference Untuk Eksplorasi Cekungan Migas Studi Kasus: Lapangan EM-4 Muhammad Iqbal Muslim Wachisbu; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5887.489 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8672

Abstract

Magnetotelluric data modeling was used for oil and gas exploration. The parameters are apparent resistivity and phase. The magnetotelluric data of this research were line JBS4 with 71 sounding sites and line JBS8 with 66 sounding sites. The magnetotelluric data was completed by remote reference data which used for reducing the noise so that good data could be gotten. The magnetotelluric data was proceed in stage as follow: time series selection, Fourier transform, robust processing, cross power selection, and 2 dimension inversion. The result of this research showed that magnetotelluric method can figured out the sub-surface model well. From the result of interpretation 2D inversion magnetotelluric and other geophysical data (gravity anomaly map), we can conclude that magnetotelluric modeling figured out 2 sub-basins. Those sub basins had thick sediment layer (4000 meter for Bantarkalong Basin and 3000 meter for Citanduy Basin) and the dominant resistivity value was 22-119 Ohm.meter.
Analisis Kristalinitas Serbuk Magnesium Oksida Hasil Sintesis Metode Logam-Terlarut Asam Dien Rosma Diana; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3998.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8462

Abstract

Telah dilakukan sintesis magnesium oksida (MgO) dengan metode logam terlarut asam dengan penambahan 2 jenis polietilen glikol (PEG), yaitu PEG400 dan PEG1000, Tujuan dari sintesis ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif metode pencampuran logam-terlarut asam dalam menghasilkan serbuk magnesium oksida dengan kemurnian tinggi dan untuk mengetahui derajat kristalinitas pada masing-masing sampel. Serbuk murni Mg digunakan sebagai bahan dasar yang dilarutkan dalam larutan HCl 37% untuk menyiapkan sampel tanpa PEG (MgONP) dan dua sampel lain disiapkan dengan menambahkan PEG400 (MgOP4) dan PEG1000 (MgOP10). Bahan–bahan dasar dicampur dengan cara diaduk selama 1 jam pada temperatur kamar, lalu dikeringkan pada temperatur 80°C. Serbuk yang telah dikeringkan diuji dengan DTA-TGA untuk mengetahui fenomena termal dari sampel yang digunakan sebagai dasar memilih temperatur kalsinasi. Temperatur kalsinasi yang digunakan adalah 400, 500  600, dan 700°C. Serbuk-serbuk terkalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD dan, secara umum, diketahui bahwa fasa-fasa yang terbentuk adalah periklas dan bikosfit. Analisis kekristalan dari data difraksi menegaskan bahwa tingkat kekristalan sampel meningkat dengan temperatur kalsinasi. Kalsinasi pada temperatur 700°C menghasilkan sampel dengan derajat kekristalan tertinggi, yaitu antara 78-79% (berat), dan semuanya adalah periklas, untuk ketiga sampel.
Analisis AVO(Amplitude Versus Offset), Atribut Seismik dan Properti Fisika Batuan untuk Identifikasi Gas Reservoir KarbonatReef Build Up,Lapangan ‘Katiman’ Cekungan Jawa Barat bagian Utara Pebrian Tunggal Prakosa; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3082.001 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8673

Abstract

Metode AVO populer digunakan untuk identifikasi litologi dan fluida pada reservoir batu pasir. Sedangkan pada saat ini eksplorasi pada reservoir batu gamping menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Data yang digunakan meliputi 1 data sumur dan data seismik CDP gather. Berdasarkan analisa petrofisika, didapatkan zona prospek gas pada bagian atas formasi Baturaja.  Selanjutnya dilakukan analisa AVO, atribut AVO dan atribut seismik untuk melihat respon gas pada reservoir karbonat. Analisa AVO dilakukan pada karbonat formasi Baturaja dan formasi Parigi. Hasil analisa menunjukkan bahwa metode AVO dapat membedakan respon fluida pada batuan karbonat, dimana pada formasi Baturaja nilai amplitudo lebih kecil dan pengalami pengurangan yang lebih drastis dibandingkan formasi Parigi yang tidak mengandung gas. Sebagai validasi dilakukan juga analisa AVO menggunakan sintetik seismogram dari data sumur Tole_1, hasilnya menunjukkan kemiripan dengan analisa pada data seismik. Analisa angle limited stack pada offset near (10-140), mid (140-290) dan far (290-420) menunjukkan efek anomali diming pada zona gas formasi Baturaja. Analisa gradien dan atribut AVO intercept (A), gradient (B) dan product (A*B) dapat menunjukkan persebaran top dan base reservoir gas dengan baik. Atribut AVO scaled poisson’s ratio dapat mengidentifikasi keberdaan fluida dengan jelas, sedangkan pada atribut fluid factor keberadaan gas tidak begitu jelas. Analisa atribut seismik menunjukkan keberadaan gas karbonat formasi Baturaja dicirikan dengan anomali low instantaneous frequency, anomali high amplitude envelope, dan anomali nilai tinggi pada atribut sweetness, dan atribut sweetness lebih sensitif terhadap keberadaan gas reservoir karbonat.
Pengaruh Penggunaan Gel-Electrolyte pada Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis TiO2 Nanopartikel dengan Ekstrak Murbei (Morus) sebagai Dye Sensitizer pada Substrat Kaca ITO Irmayatul Hikmah; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3629.675 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8655

Abstract

Telah dihasilkan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis TiO2 nanopartikel  dengan elektrolit gel dan dye sensitizer berupa ekstrak buah murbei (morus) pada substrat kaca ITO. TiO2 orde nano berfase anatase dengan besar ukuran kristal 10,9 nm telah berhasil disintesis melalui metode koprepsipitasi. Dalam penelitian ini sel difabrikasi menggunakan kaca konduktif ITO (Indium Tin Oxide) dan berhasil dikarakterisasi pengaruh elektrolit gel terhadap sel. Karakterisasi DSSC menunjukkan performansi DSSC yang dihasilkan, didapat dengan nilai efisiensi sebesar 0,0724% dan fill factor sebesar 0,921 ketika ISC 597 μA, VOC 77 mV, IMPP 580 μA, dan VMPP 73 mV. Penggunaan elektrolit gel pada DSSC mampu memberikan ketahanan pemakaian yang lama, kestabilan tegangan, serta kestabilan arus yang sangat tinggi.
Pengaruh Variasi Jenis Bahan Terhadap Pola Hamburan pada Difuser MLS (Maximum Length Sequence) Dua Dimensi Keysha Wellviestu Zakri; Susilo Indrawati; Melania Suweni Muntini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5622.921 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8660

Abstract

Salah satu hal yang disorot dalam pengkondisian suatu ruang akustik yaitu dengan mempertimbangkan kenyamanan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu bahan yaitu difuser. Tanpa diketahui koefisien difusi terlebih dahulu, tidaklah mungkin diketahui fungsi difuser yang cocok dalam aplikasinya. Pada laporan ini direpresentasikan hasil penelitian tentang koefisien difusi suatu difuser 2 dimensi berbahan kayu dan bubur kertas. Koefisien difusi dihitung melalui separasi sinyal akustik antara bunyi yang datang pada difuser dan dan bunyi yang dihamburkan oleh difuser. Penelitian dilakukan di Ruang Laboratorium Akustik Fisika ITS dengan melakukan pengukuran distribusi SPL pada permukaan dengan dan tanpa difuser. Pemisahan sinyal akustik dapat diperoleh dengan mencari selisih antara SPL dengan dan tanpa difuser melalui transformasi Fourier. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai koefisien difusi kayu dan bubur kertas 2D memilliki nilai yang sama yaitu 0,312 ± 0,008 untuk diffuser kayu 2D  dan 0,319 ± 0,007 untuk diffuser bubur kertas 2D.
Ekstrak Buah Murbei (Morus) Sebagai Sensitizer Alami Pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Substrat Kaca ITO Dengan Teknik Pelapisan Spin Coating Zid Latifataz Zahrok; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4680.483 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus dan tegangan sel DSSC dengan dye yang diekstrak dari buah Murbei menggunakan substrat kaca ITO. Sel DSSC terdiri dari tiga komponen penting yitu elektroda kerja, larutan elektrolit berupa dan elektroda karbon. Ekstrat dye yang dibuat dari buah murbei segar dapat menyerap cahaya pada panjang gelombang 274 – 597 nm dengan dua daerah serapan maksimum yakni pada panjang gelombang 294 nm dan 510 nm. Lapisan nanopartikel pada kaca ITO menyebabkan banyak mulekul dye yang menempel. Dye mengakibatkan sel dapat menyerap energi foton kemudian diubah menjadi arus dan tegangan. Karakterisasi dilakukan dengan sumber penyinaran cahaya matahari dan lampu halogen.Diperoleh data kualitas arus dan tegangan terhadap waktu dengan sumber cahaya matahari, kualitas arus dan tegangan terhadap waktu dengan sumber lampu halogen, pengaruh pembebanan terhadap kualitas arus dan pengaruh waktu pendinginan terhadap arus. Dengan penyinaran cahaya matahari Arus maksimum  = 682 μA, Voc max = 419,8 mV. Dengan menggunakan sumber penyinaran lampu halogen Arus maksimum =  1283 μA. Voc maksimum = 580 mV.
Migrasi Domain Kedalaman Menggunakan Model Kecepatan Interval Dari Atribut Common Reflection Surface Studi Kasus Pada Data Seismik Laut 2D Ahmat Dafit Hasim Asrori; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9261

Abstract

Model kecepatan dalam proses pengolahan data seismik merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Model kecepatan seismik ini diperlukan dalam proses migrasi untuk merubah data seismik terekam menjadi gambar struktur bawah permukaan, oleh karena itu model kecepatan seismik sangat menentukan kualitas penampang seismik hasil pengolahan. Model kecepatan ini tidak bisa didapatkan langsung dari akusisi data di lapangan sehingga diperlukan metode tertentu untuk mendapatkannya. Pada penelitian ini dilakukan penentuan model kecepatan dalam domain kedalaman menggunakan inversi tomografi dari atribut gelombang normal incident point kinematik dari proses CRS. Penelitian dimulai dengan pencarian atribut  kinematik  untuk mendapatkan  stack  CRS dengan parameter terbaik. Dari data CRS stack tersebut ditentukan informasi mengenai waktu tempuh gelombang normal, lokasi kemunculan sinar, turunan spasial pertama dari waktu tempuh atau perlambatan, dan turunan spasial kedua dari waktu tempuh sesuai dengan posisi reflektor. Keempat informasi tersebut direkonstruksi dengan pemodelan inversi untuk mendapatkan model kecepatan bawah permukaan untuk kemudian dilakukan migrasi pada domian kedalaman. Selain itu pada penelitian ini juga dilakukan analisa kecepatan seperti metode konvensional pada umumnya dan kemudian dibandingkan hasilnya. Hasil yang didapat memperlihatkan penampang stack CRS memiliki kemenerusan reflektor yang baik dan jumlah artefak yang sedikit dibandingkan penampang stack konvensional. Proses inversi tomografi dilakukan dengan 13 kali iterasi untuk mendapatkan nilai eror terkecil yaitu sebesar 0.034. Model kecepatan hasil dari proses inversi tomografi setelah dilakukan migrasi dalam domain kedalaman memiliki hasil penampang yang lebih jelas dan memiliki reflektor yang lebih menerus dibuktikan dengan gather seismic yang lebih flat dan eror residu yang lebih mendekati nol jika dibandingkan dengan penampang migrasi menggunakan model kecepatan dari proses konvensional.