Articles
177 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2017)"
:
177 Documents
clear
Desain Rumah Susun dengan Pendekatan Persepsi Arsitektur
Muhammad Whibi Rhouzan Fikri;
Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.307 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27341
Tingginya tingkat urbanisasi yang terjadi di perkotaan mengakibatkan munculnya berbagai macam permasalahan seperti permukiman kumuh dan permukiman liar. Hak bermukim di kota merupakan isyu yang paling hangat dalam kasus permasalahan pemukiman liar. Fenomena-fenomena yang terjadi antara warga dengan pemerintah dalam menanggapi isyu ini juga menjadi dasar dalam proses desain. Setiap pemikiran, informasi, kebijakan yang terkait dengan pemukiman liar saperti pengadaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga menimbulkan respon, sikap, persepsi yang berbeda pula. Persepsi warga dalam menanggapi isyu hak bermukim bisa dijadikan sebagai pendekatan desain dalam mempertahankan kehidupan sosial budaya yang ada di masyarakat. Harapannya, arsitektur bisa menjadi solusi dalam penyelesaian masalah aspek fisik dan non fisik sebagai respon tentang hak bermukim di kota bagi masyarakat yang tinggal di pemukiman liar.
Desain Interior “Restoran Bebek Sinjay Madura” Berkonsep Tradisional dengan Pendekatan Budaya Madura
Afridatul Auliyah;
Budiono Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.318 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27353
Bisnis restoran di Pulau Madura mulai berkembang khususnya Restoran yang menyajikan menu bebek, Restoran Bebek Sinjay merupakan salah satu restoran bebek yang berasal dari Madura yang saat ini mulai mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang. Namun, perkembangan bisnis restoran ini tidak didukung dengan perbaikan fasilitas restoran. Masalah lain yang penulis temukan pada restoran Bebek Sinjay yaitu tidak adanya karakteristik khusus yang menunjukkan ciri khas restoran dan tidak terciptanya privasi antar kelompok pengunjung.dari beberapa masalah yang ditemukan maka disusun metode desain. Metode desain dalam hal ini dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu pengumpulan data dan tahap analisa data. Tahap pengumpulan data berupa observasi (wawancara karyawan, kuisioner online untuk pelanggan, dan survey restoran Bebek Sinjay) dan studi literatur. Untuk tahap analisa meliputi studi eksisting berupa analisa aktivitas dan kebiasaan pengunjung, kebutuhan ruang, studi pembanding, sirkulasi, corporate image, dan fasilitas. Dari pengolahan data dan analisa tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebuah desain interior restoran yang nyaman dan memiliki ciri khas sebagai restoran yang berasal dari Madura dengan mengangkat budaya Madura sehingga dapat menarik pengunjung sekaligus dapat menambah manfaat dan edukasi bagi masyarakat.
Geometri Sebagai Pengaruh Dalam Desain Bentuk Jalur Sepeda
Ledi Yuliawati Pertiwi;
Angger Sukma Mahendra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.514 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27354
Arsitektur muncul dari kebutuhan akan ruang dan kenyamanan visual penggunanya. Kenyamanan visual mencakup interior dan eksterior pada rancangan sebuah bangunan. Geometri sebagai salah satu bentuk yang sering diterapkan dalam arsitektur. Sejauh ini, seringkali publik menilai sebuah desain bangunan dari bentuk luarnya saja. Geometri dalam arsitektur apakah hanya sebatas itu saja? Kota Bengkulu merupakan kota yang sedang berkembang dalam segi apapun salah satunya arsitektur. Mengangkat permasalahan mengenai indeks kebahagiaan masyarakat kota kini menjadi salah satu faktor yang menjadi acuan untuk menentukan perkembangan suatu daerah. Dalam sebuah buku Happy City salah satu cara untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat adalah dengan membangun sebuag ruang publik. Survey menunjukkan hasil bahwa kegiatan bersepeda merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat kota Bengkulu, namun sangat di sayangkan belum adanya tempat untuk melakukan kegiatan tersebut dengan aman dan nyaman. Dalam mendesain objek arsitektur ini, perancangan melewati proses seperti analisa survey keseharian masyarakat dan menerapkan metode geometri dalam perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Taman Sepeda sebagai tempat yang dapat kemampuan dalam konsentrasi, keseimbangan serta kemampuan sensorik dan motorik akan terstimulasi.
Pengalaman Ruang Pada Objek Terhadap Kawasan Wisata Kurang Terjamah
Dwimas Maheswara Krisna;
irvansyah irvansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.935 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27362
Desa Sangeh merupakan suatu daerah di Kabupaten Badung Kecamatan Abiansemal yang mendapatkan julukan sebagai desa wisata di Kabupaten Badung. Namun sebagai desa wisata rata-rata pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara setiap tahunnya berada di titik terendah dari setiap objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Badung. Desa Sangeh sendiri kurang memiliki hal yang lebih atraktif untuk menarik wisatawan, wisatawan yang datang ke desa sangeh hanya mengenal Desa Sangeh sebagai monkey forest/hutan kera, sedangkan masih banyak hal lain yang dapat di eksplorasi di Desa Sangeh. Oleh karena itu diperlukan sebuah objek sebagai sebuah pusat yang dapat mengenalkan Desa Sangeh dengan lebih jelas dan lebih informatif. Melalui pendekatan desain yang dilakukan didapatkan program-program yang sesuai dengan tipologi sebuah pusat budaya. Pusat budaya Desa Sangeh bertujuan untuk mengenalkan Desa Sangeh secara lebih detail, dan dapat meningkatkan esensi dari pengalaman ruang yang akan didapat dalam sebuah pusat budaya dengan menstimulus panca indra pada wisatawan. Batasan desain dengan opsi yang cukup banyak serta luasan lahan yang cukup luas menjadikan metode layering sebagai alat untuk mendesain. Layer-layer di tumpuk antara satu dengan yang lain dengan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan konteks desa sangeh agar tidak melewati batas dari desain lokalitas arsitektur Bali.
Aplikasi Konsep Luxury pada Interior Hotel Bisnis
Pricillia Devi Prahastuti;
Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.387 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27364
Luxury sebagai salah satu gaya hidup yang saat ini digemari masyarakat sudah berkembang ke industri perhotelan. Hotel bisnis dengan tema luxury sebagai bagian dari industri perhotelan jumlahnya terus meningkat setiap tahun dikarenakan permintaan dan minat pasar yang ikut meningkat. Desain interior dengan tema luxury mempunyai ciri yaitu menggunakan bahan dengan kualitas yang baik dan dibuat dengan teknik yang baik pula, material logam dan reflektif, menggunakan produk dari desainer terkenal, dan memiliki nilai estetis yang lebih dari nilai fungsinya. Pengaplikasian dari konsep luxury ke dalam interior hotel meliputi beberapa bagian seperti plafon yang menggunakan up ceiling dan lampu gantung sebagai elemen estetis, dinding dengan partisi berupa pipa kayu yang disusun secara vertikal, furnitur dengan bentukan sederhana, pemakaian material dengan warna emas, dan penggunaan warna netral pada sebagian besar elemen interior yang ada pada hotel bisnis.
Rancangan Sirkulasi Pada Terminal Intermoda Bekasi Timur
Fahrani Widya Iswara;
Hari Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.576 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27366
Arsitektur tidak terlepas dari program atau aktivitas seputar pergerakan dan perpindahan yang elemen-elemen mengisinya, baik manusia dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan moda lain. Konfigurasi ruang dapat mempengaruhi bagaimana aktivitas dan pergerakan manusia didalamnya, konfigurasi spasial pada skala, luasan, dan batas dalam satu ruang dapat mengakibatkan efek ‘mengarahkan’ , membuat orientasi , sebagai pembeda program satu dengan lainnya, dan juga dapat mempengaruhi kecepatan gerak penghuninya. Rancangan sirkulasi dalam sebuah bangunan sangat dipengaruhi oleh siapa saja dan moda apa saja yang akan diwadahi dalam sebuah bangunan. Pada rancangan Terminal Intermoda Bekasi Timur, pengguna dan moda yang digunakan sangat beragam, sehingga membutuhkan kalkulasi dan pertimbangan tertentu dalam merancang untuk tercapainya ruang gerak yang nyaman dan berkelanjutan. Dengan menitikberatkan pada eksplorasi ruang sirkulasi, menghubungkan, menggabungkan, menumpuk dan memisahkan ruang-ruang berdasarkan analisa programatis, diharapkan rancangan mampu menjadi wadah arsitektural yang mampu menjawab kebutuhan penggunanya, serta mampu menjadi salah satu faktor penggerak untuk menopang aspek keberlajutan dari rancangan itu sendiri.
Desain Interior Restoran dan Pusat Oleh-Oleh dengan Konsep Inovatif Bernuansa Familiarity
Karima Oktabrilianza;
Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.844 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27370
Persaingan bisnis restoran di Surabaya yang semakin ketat, menuntut sebuah restoran untuk meningkatkan daya saing. Untuk meningkatkan daya saing, sebuah restoran harus mampu memberikan daya tarik bagi pengunjung dan dapat meningkatkan kepuasan pengunjungnya. Dimana hal tersebut dapat dicapai dengan perencanaan desain interior restoran yang tepat. “Bu Rudy” adalah salah satu restoran dan pusat oleh-oleh dengan keunggulan kompetitif brupa keramahan dan keakraban yang memiliki daya tarik tinggi di Surabaya. Restoran ini selalu padat oleh pengunjung yang mayoritas adalah keluarga atau teman. Kondisi tersebut apabila dibiarkan dapat menurunkan tingkat kepuasan pengunjung restoran dalam jangka panjang. Suasana interior restoran dan sarana prasarana restoran “Masakan Khas Bu Rudy” saat ini perlu adanya penyesuaian agar dapat meningkatkan daya tarik pengunjung. . Dengan perancangan desain interior restoran “Masakan Khas Bu Rudy” diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan daya tarik pengunjung yaitu dengan menganalisa tentang kenyamanan dan pelayanan restoran secara optimal, menampilkan desain interior sesuai corporate image secara inovatif dan menampilkan suasana interior yang ramah dan akrab dengan pemilihan bentuk, warna, pencahayaan dan penataan layout.
Aplikasi Konsep Islami Nuansa Turki Utsmaniyah pada Interior Madrasah mambaul Hasan Al-Misbah Paiton, Probolinggo
Sylviana Qurrata A'yun;
Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.074 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27404
Masuknya modernisme di Indonesia tanpa filtrasi yang baik karena perkembangan teknologi yang tak terkontrol menyebabkan penurunan moral pada kalangan pemuda-pemudi Indonesia. Agama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum) dan aspek Akhlak (moral dan budaya). Penyeimbangan ketiga aspek tersebut akan sangat menentukan kemajuan umat islam, maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu fasilitas pendidikan atau sekolah. Sekolah islam atau madrasah dianggap mampu menciptakan generasi yang beriman dan bermoral atau berakhlak mulia, dengan berlandaskan A-Quran dan As-Sunnah. Konsep desain islami diterapkan pada sekolah dengan nuansa turki utsmaniyah sebagai lambing kejayaan islam. Hal ini diharapkan dapat member kesan positif dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik sebagai seorang muslim.
Desain Interior Ex-Wisma Barbara sebagai Sentra UKM kawasan Jarak-Dolly
Tegar Aditya Cahyadi;
Mahendra Wardhana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.236 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27406
Dua tahun setelah penutupan kawasan lokalisasi Jarak-Dolly, perekonomian Jarak-Dolly perlahan bangkit dengan berdirinya UKM-UKM dan perencanaan dolly sebagai kawasan edu-wisata oleh LSM dan Pemerintah Kota Surabaya. Untuk mengoptimalkan pengembangan UKM, dibutuhkan fasilitas pendukung untuk memasarkan produk. Dalam penelitian ini, penulis mengambil data eksisting UKM binaan Gerakan Melukis Harapan, serta melakukan pengamatan dan pengambilan data langsung di kawasan Jarak-Dolly. Penulis menggunakan bangunan ex-Wisma Barbara sebagai objek desain, untuk kemudian dialih fungsikan menjadi Sentra UKM yang akan mendukung aktifitas pengembangan UKM, memperkenalkan produk-produk UKM, memperkenalkan sejarah dari kawasan jarak dolly serta aktifitas edu-wisata kawasan Jarak-Dolly dengan nilai historis, pembinaan, dan edukatif.
Desain Interior Kapal Navigasi S-126 Untuk Meningkatkan Kualitas Keamanan, Kenyamanan, dan Memenuhi Standard Kode Kapal Yang Berlaku.
Muthia Nur Amalina;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.969 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27419
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang memiliki 17.504 pulau yang membentang dari Sabang sampai Meraoke dengan panjang garis pantai kurang lebih 81.000 Km serta luas wilayah laut sekitar 5,9 juta Km². Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Kapal perambuan dinilai sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Fungsi dan tugasnya sangat penting agar Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) tetap berkinerja baik dan andal. Kapal induk perambuan merupakan kapal negara kenavigasian yang memiliki fungsi untuk memasang pelampung suar serta melakukan pengangkutan dan pengangkatan. Selain itu, kapal perambuan disiapkan untuk berbagai aktivitas di menara suar.. Dengan penjelasan diatas, penulis melihat besarnya peran desain interior dalam ikut serta membantu berkembangnya kapal kenavigasian di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kualitas keamanan kenyamanan dalam kapal, dan memenuhi standard kode kapal yang berlaku. Dengan meningkatnya kualitas desain interior yang mempengaruhi penggunanya, dapat meningkatkan kualitas hidup penggunanya juga. Selain itu, dengan karya Tugas Akhir ini penulis berharap dapat menginspirasi untuk perkembangan desain interior kapal kelas I kenavigasian di Indonesia.