cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): August 2017" : 10 Documents clear
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA DI PUSKESMAS TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA ellyda wijhati; Purnomo Suryantoro; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.112-119

Abstract

Buku KIA berisi catatan kesehatan ibu dan anak, serta berbagai informasi kesehatan cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak.  Di Indonesia buku KIA kurang dimanfaatkan secara optimal, terbukti dengan rendahnya kesadaran ibu untuk membaca pesan yang terdapat dalam Buku KIA. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan peran kader dengan pemanfaatan buku KIA oleh ibu. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Variabel bebas peran kader,  variabel terikat yaitu pemanfaatan buku KIA. Populasi penelitian yaitu ibu yang memiliki anak bawah usia dua tahun (0-23 bulan), teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling sejumlah 119 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara peran kader (p= 0,008 RP=1,655 CI 95%= 1,127-2,430) dengan pemanfaatan buku KIA. Kader yang berperan baik meningkatkan kemungkinan pemanfaatan buku KIA sebanyak 1,6 kali lebih besar. Diharapkan kader dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA terutama dalam fungsi media pendidikan kesehatan serta catatan pemantauan tumbuh kembang anak.
HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11BULAN DI WILAYAH BEJI SIDOARUM GODEAN SLEMAN enny fitria hadi
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.946 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.86-95

Abstract

Abstrak : Masalah gizi adalah hal yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan manusia. Kekurangan gizi selain dapat menimbulkan masalah kesehatan (morbiditas, mortalitas dan disabilitas), juga menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Dalam skala yang lebih luas, kekurangan gizi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa (Depkes, 2013). Menurut laporan dinas kesehatan Propinsi DIY tahun 2013, jumlah prevalensi gizi buruk yang ditemukan di kota  Gunung Kidul 4,7%, Yogyakarta 4,3%, Sleman 5,5%, Bantul 2,1%,dan  Kulon Progo 2,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada bayi usia 6-11 bulan di Wilayah Beji Sidoarum Godean Sleman. Metode penelitian menggunakan survey analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Pengambilan sampel dilakukan secara menggunakan Simple Random Sampling dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode survey analitik yaitu suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampel berjumlah 57 bayi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji Chi Square yaitu p-value yang diambil dari pearson Chi-Square yaitu 0.000. sehingga p-value 0.000 < 0.05 dapat disimpulkan ada hubungan perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi bayi usia 6-11 bulan di wilayah Beji Sidoarum Godean Tahun 2017. Saran bagi ibu diharapkan lebih aktif lagi dalam menggali informasi yang benar tentang pemberian makanan pendamping ASI sehingga ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI dengan tepat waktu.
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL Fitriani Nur Damayanti; Lia Mulyanti; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.068 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.120-124

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap semua jenis bencana yang tidak semuanya dapat diperkirakan datangnya dan tidak semuanya dapat dicegah. Bencana tersebut dapat berupa bencana alam maupun bencana akibat perbuatan manusia. Diantara semua jenis bencana, bencana alam merupakan bencana yang paling sering terjadi dan kerap menyebabkan korban jiwa dan dampak kerusakan yang hebat. Diantara semua jenis bencana, bencana alam merupakan bencana yang paling sering terjadi dan kerap menyebabkan korban jiwa dan dampak kerusakan yang hebat. Kegiatan pelatihan kegawatdaruratan ini juga menunjang visi dan misi Progam Studi D III Kebidanan FIKKES UNIMUS dalam hal mahasiswa mampu melakukan manajemen kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal. Dan menambah pengetahuan dan pengalaman baru dalam penanganan kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal bagi mahasiswa kebidanan. Jenis penelitian ini adalah Pre-eksperiment. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One Group Design Pretest-Postest, yaitu suatu penelitian untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa tidak ada perbedaan antara sebelum pelatihan kegawatdaruratan dan setelah pelatihan. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan merupakan mahasiswa semester V. Mahasiswa sudah memiliki skill dasar dalam praktek di kampus dan dilahan. Sehingga sudah terbiasa dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Ketika pelatihan kegawatdaruratan peserta bisa menyelesaikan kasus yang telah diujikan. Maka memiliki hasil maksimal dalam pelatihan. Tidak ada perbedaan pengetahuan mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang sebelum dan sesudah pelatihan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
EFEKTIVITAS MASSAGE LUMBAL DAN BREAST MASSAGE TERHADAP KONTRAKSI UTERUS PADA IBU BERSALIN KALA I Ipang Suparti; Ullys Indraria Prihadi
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.705 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.63-67

Abstract

Penyulit dalam persalinan antara lain adanya kelainan presentasi dan posisi, distosia karena kelainan alat kandungan, distosia karena kelainan janin, dan distosia karena kelainan his (Manuaba, 2010). Distosia karena kelainan his dapat terjadi karena sifat his yang berubah-ubah, tidak adanya koordinasi dan sinkronisasi kontraksi dan bagian–bagiannya sehingga kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan. Kelainan his juga dapat terjadi karena his yang tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong anak keluar. His yang tidak adekuat ini disebut dengan inersia uteri (Leveno K, 2010 dalam Atun Raudotul dkk). Upaya non farmakologis merupakan suatu upaya untuk membantu timbulnya kontraksi tanpa bantuan obat atau bahan sintetik lainnya. Dimana upaya tersebut dengan melakukan pijatan pada bagian tubuh agar merangsang pengeluaran oksitosin secara lebih alami dan aktif sehingga diharapkan tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi ibu maupun janin. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I di BPM Siti Sugiharti pada periode Maret-April 2016. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental yaitu desain yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2013). tindakan massage lumbal yang dilakukan pada ibu bersalin kala I terjadi peningkatan kontraksi uterus sebanyak 20 (95,24%) responden. Sedangkan pada tindakan breast massage terjadi peningkatan kontraksi uterus sebanyak 19 (90,48%) responden. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan massage lumbal yang dilakukan pada ibu bersalin kala I lebih berhasil dibandingkan dengan breast massage. Terdapat perbedaan kontraksi uterus sebelum dan setelah dilakukan Breast Massage terhadap peningkatan kontraksi uterus pada ibu bersalin kala I lama (t = 8,862, p value = 0,000).
HUBUNGAN TINGKAT STATUS GIZI WANITA MENOPAUSE DENGAN PERUBAHAN FISIK PADA MASA MENOPAUSE KOTA SEMARANG Dewi Elliana; Anita Murniwati
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.787 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.96-102

Abstract

Latar belakang : Menopause terjadi akibat dari penurunan produksi hormon estrogen yang dihasilkan oleh kelenjar endokirin dimana pada usia sekitar 45-55 tahun ditandai dengan keluhan haid yang mulai tidak teratur. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 wanita yang berumur 45-55 tahun di Kelurahan Bendanduwur Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang, didapatkan bahwa 7 dari 10 wanita menopause (70%) berstatus gizi baik dan 2 orang wanita menopause (20%) telah mengalami perubahan fisik menopause, 5 dari 10 orang wanita menopause (50%) berstatus gizi kurang dan 2 orang wanita menopause(20%) telah mengalami perubahan fisik menopause.5 dari 10 orang wanita menopause (50%) berstatus gizi rendah dan 6 orang wanita menopause mengalami perubahan fisik menopause Kejadian perubahan fisik yang terjadi dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah status gizi yang kurang. Tujuan Penelitian : Penelitian ini secara umum mengetahui hubungan tingkat status gizi dengan perubahan-perubahan fisik pada masa menopause di Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang. Jenis Penelitian : Penelitian ini termasuk penelitian kebidanan komunitas dengan menggunakan rancangan cross sectional dan termasuk jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita di kelurahan Bendanduwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang sejumlah 55 wanita menopause dengan karakter yaitu memiliki tingkat umur 45-55 Tahun. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan Tehnik purposive sampling. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden di Kelurahan bendan duwur Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang memiliki status gizi kurang dengan menggunakan uji chi squre didapatkan hasil 11,062 dengan p value sebesar 0,001,Nilai p value lebih kecil dari 0,005.Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak< Responden yang memiliki status gizi kurang cenderung proporsi mengalami perubahan fisik masa menopause lebih besar dibandingkan responden yang memiliki status gizi baik hubungan antara status gizi dengan perubahan fisik pada masa menopause secara statistik bermakna Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perubahan fisik pada masa menopause. Oleh karena itu sebaiknya tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi berkaitan dengan perubahan fisik pada masa menopause. Kata kunci :status gizi,perubahan fisik pada masa menopause.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN BULUSTALAN KOTA SEMARANG Novita Nining Anggraini
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.042 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.68-73

Abstract

Latar belakang: Masalah kanker payudara ditandai dengan masih tingginya angka kematian yang disebabkan paling utama oleh karena keterlambatan diagnosa, diikuti keterlambatan pengobatan. Keterlambatan diagnosa lebih disebabkan oleh karena kedatangan pasien di rumah sakit pada stadium lanjut. Beberapa data menunjukkan bahwa lebih dari 50% pasien datang dalam stadium lanjut (Stage III dan IV). Risiko kanker payudara akan semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Usia termuda untuk terjadinya kanker payudara adalah usia 10 – 14 tahun dan peningkatan prevalensi kanker payudara terjadi pada kelompok usia kurang dari 45 tahun dan Masa inkubasi masa kanker payudara diperkirakan 8-12 tahun. Tujuan penelitian : mengetahui berhubungan karakteristik dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI untuk deteksi dini kanker payudara pada wanita usia 20-40 tahun di Kelurahan Bulustalan Kota Semarang. Jenis penelitian : deskriptif korelasi. penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah karakteristik umur dan pendidikan dan sebagai variabel terikat adalah perilaku wanita terhadap parktik SADARI. Sebanyak 104 wanita usia 20 – 40 tahun yang menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: tidak ada hubungan yang signifikan dengan perilaku SADARI (p value 0,202 dan hasil uji chi square dengan CI = 95% p value > (0,05 ) tidak ada hubungan yang signifikan terhadap perilaku SADARI dengan p value 0,096 dan hasil uji chi square dengan CI = 95% p value > (0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI, p value 0,113.
HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN HASIL PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS BRANGSONG 2 KECAMATAN BRANGSONG KABUPATEN KENDAL Cahyaningrum, Frida; M Adam, T.Ria Marriagewati; Dharminto, Dharminto
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.515 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.103-107

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim tetapi terbentuknya sangat perlahan, kanker servik adalah kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan kanker servik salah satunya seperti usia, hubungan seksual sejak usia muda, genetik, merokok, paritas, personal hygiene dan defisiensi zat gizi.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas dan personal hygiene dengan hasil pemeriksaan IVA.Jenis : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Sampel terdiri dari 78 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi  usia, paritas dan personal hygiene dan variabel terikatnya hasil pemeriksaan IVA. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan uji Chi Square pada tingkat kesalahan 0,05.Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia dengan hasil pemeriksaan IVA dengan signifikansi (P) = 0,00; ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan hasil pemeriksaan IVA dengan signifikansi (P) = 0,05; tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan hasil pemeriksaan IVA dengan signifikansi (P) = 0,73. Simpulan: penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia dengan hasil pemeriksaan IVA; ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan hasil pemeriksaan IVA; tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan hasil pemeriksaan IVA.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DENGAN LAMA PROSES PERSALINAN KALA I DI PUSKESMAS KARANGDORO KOTA SEMARANG Widyah Setyowati; Mursini Mursini
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.681 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.74-79

Abstract

Latar Belakang : Support system yang diberikan kepada ibu menjelang persalinan sangat mendukung dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu pada saat persalinan. Keuntungan pendamping persalinan oleh keluarga dapat mengurangi rasa cemas, mempercepat  proses persalinan, menghindari komplikasi-komplikasi pada persalinan, mengurangi nilai score APGAR < 7 pada bayi baru lahir sehingga menghindari bayi asfeksia, waktu yang di butuhkan dalam proses persalinan semakin pendek, kepuasan ibu semakin meningkat dalam pengalaman melahirkan, persalinan yang diakhiri dengan vacuum ekstraksi, fosceps, dan secsio cesaria semakin menurun. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan kala I di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan jenis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 responden, menggunakan teknik sampel Total populasi yaitu semua ibu Primipara yang bersalin di puskesmas Karangdoro Semarang sebanyak 39 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Sebagian besar ibu dalam proses persalinan kala I mendapatkan pendampingan keluarga yang baik selama proses persalinan kala 1 sebanyak 24 (72,7%) responden; Sebagian besar ibu mengalami proses persalinan kala 1 cepat sebanyak 21 (63, 6%) responden; Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang dengan  nilai continuity correction sebesar 3,275 dengan p value fisher exact sebesar 0,044 < 0,05. Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang. Masyarakat diharapkan menambah wawasan tentang pendampingan keluarga pada proses persalinan kala I, sehingga masyarakat tidak merasa tabu dan takut dalam mendampingi persalinan kala I pada ibu bersalin.Latar Belakang : Support system yang diberikan kepada ibu menjelang persalinan sangat mendukung dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu pada saat persalinan. Keuntungan pendamping persalinan oleh keluarga dapat mengurangi rasa cemas, mempercepat  proses persalinan, menghindari komplikasi-komplikasi pada persalinan, mengurangi nilai score APGAR < 7 pada bayi baru lahir sehingga menghindari bayi asfeksia, waktu yang di butuhkan dalam proses persalinan semakin pendek, kepuasan ibu semakin meningkat dalam pengalaman melahirkan, persalinan yang diakhiri dengan vacuum ekstraksi, fosceps, dan secsio cesaria semakin menurun. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan kala I di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan jenis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 responden, menggunakan teknik sampel Total populasi yaitu semua ibu Primipara yang bersalin di puskesmas Karangdoro Semarang sebanyak 39 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Sebagian besar ibu dalam proses persalinan kala I mendapatkan pendampingan keluarga yang baik selama proses persalinan kala 1 sebanyak 24 (72,7%) responden; Sebagian besar ibu mengalami proses persalinan kala 1 cepat sebanyak 21 (63, 6%) responden; Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang dengan  nilai continuity correction sebesar 3,275dengan p value fisher exact sebesar 0,044 < 0,05. Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pendampingan keluarga dengan lama proses persalinan di Puskesmas Karangdoro Semarang.Masyarakat diharapkanmenambah wawasan tentang pendampingan keluarga pada proses persalinan kala I, sehingga masyarakat tidak merasa tabu dan takut dalam mendampingi persalinan kala I pada ibu bersalin.
MANFAAT STIMULUS OTOT-OTOT PAYUDARA (BREAST MASSAGE) DAN PENGELUARAN OKSITOSIN (PIJAT OKSITOSIN) TERHADAP VOLUME KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM Parmila, Naomi; Yulianingsih, Tuti
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.459 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.108-111

Abstract

Tidak memberikan ASI pada bayinya dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu, juga karena kurangnya pengetahuan ibu tentang cara-cara untuk meningkatkan volume kolostrum dan produksi ASI yang dalam hal ini yaitu mengenai stimulus otot-otot payudara dan pengeluaran oktosin. Diare erat kaitannya dengan perilaku sehat, ketersediaan air bersih, serta sanitas dasar. Pneumonia terkaid eratdengan indioor and outdoorpollution (populasi didalam dan diruangan), ventilasi, kepadatan hunian, jenis bahan bakar yang dipakai, kebiasaan merokok, status gizi, ststus imunisasi dan lam pemberian ASI (Depkes RI, 2011). Populasi dalam penelitian ini ibu pos partum yang terdaapat pada RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.penelitian ini menggunakan teknik sampel incidental. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh di RSUD hj. Anna Lasmanah Banjarnegara menunjukkan bahwa tindakan Stimulasi otot-otot payudara (brast massage) dan pengeluaran oksitosin ( pijat oksitosin (pijat oksitosin) berpengaruh terhadap kolostrum. Stimulus adalah perangsang organ bagian tubuh atau resseptor lain untuk menjadi aktif (Kamus Besar Indonesia, 2005). Breakst massase adalah rangsangan melalui serabut syarF memacu hipofise posterior untuk melepas hormon oksitosin dalam darah. Manfaat dari breast massage adlah melancarkan reflex let down, meningkatkan volume ASI dan encegah payudara bengkak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini ddapt disimpulkan bahwa : terdapat manfaat yang bermakna antara stimulasi-stimulasi otot-otot payudara (brast massage) dan pengeluaran oksitosin (pijat okstosin) terhadap volume kolostrum pada ibu post partum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA SAAT MENSTRUASI DI SMK NUSA BHAKTI KOTA SEMARANG Sri Mularsih
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.025 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.80-85

Abstract

Latar Belakang : Remaja putri rentan terkena anemia. Adanya siklus menstruasi setiap bulan merupakan salah satu faktor penyebab remaja putri mudah terkena anemia lebih-lebih didorong oleh pengetahuan mereka yang kurang tentang anemia . Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 remaja putri, sebagian besar remaja putri mempunyai pengetahuan yang rendah tentang anemia, selain itu remaja putri juga belum mempunyai perilaku yang baik untuk mencegah anemia seperti konsumsi tablet tambah darah, pengaturan pola makan tinggi zat besi, dan konsumsi minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Kondisi ini mendorong penulis melakukan penelitian untuk pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMK Nusa Bhakti Semarang.Metode : Penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri SMK Nusa Bhakti Semarang sebanyak 155 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 61 responden. Cara pengumpulan data yaitu dengan data primer dan data sekunder. Analisis univariat dilakukan dengan cara mendeskripsikan tiap variabel, sedangkan analisis data bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dan menggunakan program SPSS for window versi 16.0.Hasil penelitian : pengetahuan remaja yang kurang tentang anemia sebanyak 40 remaja (65,6%), perilaku yang tidak mendukung terhadap pencegahan anemia sebanyak 36 remaja (59%). Hasil penelitian mendapatkan nilai P = 0,000, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMK Nusa Bhakti Semarang.Simpulan : Perlunya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia untuk pencegahan anemia pada saat menstruasi. Peran dari tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan institus i kesehatan terkait untuk melakukan peningkatan kesehatan terkait pencegahan anemia pada saat menstruasi pada remaja putri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10