cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): August 2018" : 10 Documents clear
GAMBARAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUMAH SAKIT ‘AISYIYAH MUNTILAN Nuli Nuryanti Zulala
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.613 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.111-119

Abstract

Inisiasi menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi sederhana yang mampu meningkatkan neonatal outcome secara signifikan yaitu mengurangi risiko kematian neonatal , sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan periode lama menyusui.  IMD  dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan dan motivasi bidan/dokter penolong persalinan, didukung  oleh  suami, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin pada bulan November sampai Desember 2016 di Rumah sakit ‘Aisyiyah Muntilan. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode concevutive sampling sejumlah 72 sampel.  Hasil penelitian menujukan  44% pelaksanaan IMD  dengan benar. Mayoritas pelaksanaan IMD dilaksanakan pada persalinan pervaginam (96.6%), penangan petugas (bidan dan perawat) yang tepat (100%),  dukungan keluarga ( 90.6%), usia kehamilan ≥37 minggu (96.6%) dan berat badan lahir ≥2500 gram (87,5%).
SUMBER DAYA DALAM MANAJEMEN ASFIKSIA PADA RUMAH SAKIT PENYELENGGARA PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF DI KABUPATEN DEMAK Siti Nurjannah
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.534 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.161-165

Abstract

Data yang diperoleh dari RSUD Kabupaten Demak tahun 2014 menunjukkan bahwa asfiksia merupakan penyebab kematian perinatal yang paling tinggi. Pada tahun 2014 terdapat 14 (10,6) kematian perinatal akibat asfiksia dari 132 kasus asfiksia, tahun 2013 terdapat 12 (6,03) kematian perinatal dari 199 kasus asfiksia, dan tahun 2012 terdapat 15 (6,41)  kematian perinatal dari 234 kasus asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh sumber daya terhadap implementasi manajemen asfiksia di Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan utama pada penelitian ini adalah 3 orang bidan / perawat di PONEK, dan Informan triangulasi yaitu Wakil Ketua Tim PONEK, Bidan Koordinator, dan ibu dengan bayi asfiksia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan manajemen asfiksia sumber daya manusia masih kurang, belum semua petugas mendapatkan pelatihan PONEK. Sarana prasarana, jarak antar ruang antara UGD, VK, ruang Perinatal, dan bangsal kebidanan letaknya masih berjauhan dan tidak tersedianya ruang khusus untuk manajemen asfiksia dan masih ada alat yang rusak. Disimpulkan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan manajemen asfiksia di Rumah Sakit Penyelenggara PONEK berkaitan dengan  ketersediaan Sumber Daya. Disarankan agar pihak Rumah Sakit  meningkatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan PONEK.
Hubungan Antara Asuhan Berkesinambungan Dengan Kejadian Unmet Need Di Wilayah Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Wijayanti, Erna Eka
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.171 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.120-134

Abstract

Keberhasilan keluarga berencana ditentukan salah satunya oleh bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Bentuk pelayanan KB yang diberikan ke masyarakat meliputi kontinuitas manajemen, kontinuitas informasi dan kontinuitas relasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontinuitas manajemen, kontinuitas informasi, kontinuitas relasi dan hubungan yang paling berperan antara asuhan berkesinambungan dengan kejadian unmet need di wilayah kecamatan Palang kebupaten Tuban. Penelitian melibatkan 228 PUS  yang memenuhi kriteria inklusi dipilih secara acak. Analisis regresi logistik biner digunakan untuk menganalisis pengaruh kontinuitas manajemen, kontinuitas informasi dan kontinuitas relasi pada kejadian unmet need. Hasil penelitian menunjukkan kontinuitas manajemen berpengaruh negatif pada kejadian unmet need (p < 0,05) dengan OR 0,240. Kontinuitas informasi berpengaruh negatif pada kejadian unmet need (p < 0,05) dengan OR 0,215. Kontinuitas relasi tidak berpengaruh pada kejadian unmet need (p > 0,05).  Kata kunci: unmet need, kontinuitas manajemen, kontinuitas informasi, kontinuitas relasi 
TUMBUH KEMBANG BAYI YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG BARU KOTA PEKANBARU Sara Herlina
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.866 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.166-176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 151 orang.Metode sampling yang digunakan systematis random sampling.Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian diperoleh gangguan  tumbuh kembang sebanyak 41 orang (27%). Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi adalah variabel ASI esklusif (gangguan pertumbuhan POR: 3,1 CI95% 0,9-9,8, gangguan perkembangan POR: 1,8 CI95% 0,6-5,2, gangguan tumbuh kembang POR: 3,6 CI95% 1,2-10,6), pekerjaan ibu (gangguan pertumbuhan POR: 1,4CI95% 0,4-4,9, gangguan perkembangan POR: 1,5CI95% 0,5-4,8, gangguan tumbuh kembang POR: 5,4 CI95% 1,836-15,914), pengetahuan ibu (gangguan pertumbuhan POR: 3,3CI95% 1,1-9,9, gangguan perkembangan 1,5 CI95% 0,5-4,3 , gangguan tumbuh kembang POR: 4,5 CI95% 1,6-12,8), lingkungan pengasuhan (gangguan pertumbuhan POR: 1,3CI95% 0,6-4,9, gangguan perkembangan POR: 2,5CI95% 1,3-5,0, gangguan tumbuh kembangPOR: 2,9 CI95% 1,4-5,9), konsumsi makanan  (gangguan pertumbuhan POR: 3,4CI95% 1,1-10,1, gangguan perkembangan POR 2,0CI95% 0,7-5,4, gangguan tumbuh kembang POR: 1,3 CI95% 0,4-3,7). ASI eksklusif merupakan faktor utama pada tumbuh kembang bayi dan ada faktor lain yang berhubungan yaitu pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, konsumsi makanan dan lingkungan pengasuhan. 
ANALYSIS OF THE EFFECT OF UNMET NEED FOR FAMILY PLANNING ON UNINTENDED PREGNANCY AT PANTI WILASA CITARUM HOSPITAL SEMARANG Ratnaningsih, Ester
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.884 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.80-94

Abstract

Unmet need for family planning is defined as the percentage of women of reproductive age ,either married  or in a union, who want to stop or delay childbearing until 24 months but are not using any method of contraception to prevent pregnancy.Unmet need for family planning is a multidimentional  problem because it is influenced  on various  factors. Unmet need for family planning rate at Central Java in 2015 was 10,48%.This study aims to determine relationship between the incidence of unmet need for family planning and unintended  pregnancy.This study was ananalytic  survey with cross-sectional design. This study was  conducted among pregnant women who did not use any contraception method at Panti Wilasa Citarum Hospital Semarang in September-December 2017. The study samples were pregnant women as many as 92. Study instrument used here was aquestionnaire about unmet need for family planning, pregnancy and women knowledge on the types of contraception /family planning method which contained 20 questions.The results showed that 25 women (27,2%) were pregnant because they did not use any contraception method. The results indicated that unmet need for family planning had an effect on unintended pregnancy (p=0.001). There were effects of age, number of children and knowledge about the types of contraception /family planning method on unintended pregnancy. There was no significant correlation between education  with unintended pregnancy (p-value>0.05).It can be concluded that unmet need for family planning had a correlation with unintended pregnancy.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKARAN KOTA SEMARANG Dewi Elliana
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.132 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.135-143

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukan pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Prosentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 30,2%. Di Jawa Tengah cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2012 hanya 25,6%, menurun dibandingkan tahun 2011 yaitu 45,18%. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Penelitian ini termasuk penelitian bidang kebidanan dalam melaksanakan pelayanan kebidanan pada komunitas dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 7-11 bulan yang berjumlah 47 responden dan sampel yang diambil berjumalah 47 responden dengan teknik sampling jenuh. Tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif termasuk kategori cukup (51.1%). Dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif yang mendukung (29.8%). Pemberian ASI eksklusif sebanyak (8.5%). Hasil analisis bivariat pengetahuan tentang ASI eksklusif sebesar 6,221 sehingga p value sebesar 0.016 (p = 0.016< 0.05) maka ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif diwilayah kerja Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Sedangkan dukungan keluarga dengan p value sebesar 0.073 (p = 0.073> 0.05) maka tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif diwilayah kerja Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Ada hubungan antara pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan Pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Tidak Ada hubungan antara dukungan keluarga ibu tentang ASI eksklusif dengan Pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
SOCIAL DETERMINANT OF STUNTING AMONG UNDER FIVE CHILDREN Sari Priyanti; Agustin Dwi Syalfina
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.128 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.95-102

Abstract

Stunting is condition of nutritional status based on length for age or height for age with Z-score value that equal to or less than minus two standard deviation (-2 SD). Therefore, the purpose this study to analyze the factors affecting of stunting. This cross sectional study done in Dlanggu primary health care. Sample taken with simple random sampling technique amounted to 88 respondents. Colectting data with check list and questionnaire or analyze with chi square and logistic regression. Result of bivariat shows length of born (PR=1,676; 95%CI=1,060-2,651), family income (PR=2,333; 95%CI=1,297-4,199), size of upper arm circumfence of the mother (PR=2,288; 95%CI=1,492-3,508), and complication of pregnant (PR=2,154; 95%CI=1,297-3,578) was risk factor of the stunting in children under five years. The most factor has influenced of stunting based on multivariate thas education of mother, family income and complication of pregnant. Prevention of stunting with successful movement of the first 1000 days of life through improved mutrition of pregnant, given exclusive breast feeding and balanced nutrition in the family.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KELURAHAN PURWOYOSO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Sri Mularsih; Laelatul Munawaroh; Dewi Elliana
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.341 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.144-154

Abstract

Jumah penduduk di Indonesia terus bertambah. Perlu adanya suatu upaya untuk mencegah ledakan jumlah penduduk dengan cara Keluarga Berencana (KB). Ada berbagai jenis kontrasepsi, salah satunya alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Efektifitasnya yang tinggi dapat diandalkan sebagai metode kontrasepsi namun jumlah akseptornya sangat rendah dibandingkan metode lain. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain tingkat pengetahuan dan dukungan suami. Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma. AKDR adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 pasangan usia subur, diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan kemaknaan p < 0,05. Enam puluh delapan PUS diambil sebagai subjek penelitian dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 responden (20,6 %), sedang 36 responden (52,9 %), buruk 18 responden (26,5 %). Suami yang memberi dukungan sebanyak 49 responden (72,1 %) dan yang tidak mendukung 19 responden (27,9 %). Responden yang memakai AKDR sebanyak 62 resonden (91,2 %) dan non AKDR 6 respon (8,8 %). Uji bivariat menggunakan uji chi square diperoleh p value = 0,000 (p < 0,05) pada tingkat pengetahuan dan p = 0,175 (p > 0,05) pada dukungan suami Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan AKDR dan tidak terdapat hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan AKDR.
Ekstrak Teh Hijau Meningkatkan Ekspresi ER-alfa pada Endometrium dan Tuba Falopi Tikus Betina Yang Dipapar Sipermetrin Ririn Handayani
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.975 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.103-110

Abstract

Infertilitas banyak terjadi pada wanita karena gangguan sistem reproduksi yang bisa disebabkan oleh pestisida (sipermentrin). Paparan sipermetrin dapat memberi dampak pada otak yang menyebabkan kerusakan hipotalamus melalui proses stres oksidatif. Kemudian dapat mempengaruhi sekresi dari GnRH, LH dan FSH pada proses umpan balik hormon endogen. Sehingga akan mempengaruhi proses folikulogenesis dan menghasilkan estrogen sedikit. Estrogen ini  akan menstimulasi pertumbuhan sel jika berikatan dengan reseptornya (ER-α). Teh hijau dengan kandungan antioksidan yang tinggi mampu menghambat radikal bebas. Jenis flavonol dari teh hijau umumnya dikenal sebagai catechin yaitu EGCG. EGCG bekerja sama dengan antioksidan endogen untuk melindungi tubuh dari reaksi stres oksidatif. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pemberian ekstrak teh hijau dapat meningkatkan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi tikus betina yang dipapar sipermetrin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Proses ekstraksi dengan metode maserasi. Pemeriksaan ekpresi ER-α dengan metode imunohistokimia (IHK). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil uji statistik didapatkan nilai korelasi 0,776 untuk ekspresi ER-α pada endometrium dan 0,718 untuk ekspresi ER-α pada tuba falopi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif searah dan cukup kuat antara pemberian ekstrak teh hijau dengan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi. Semakin tinggi dosis yang diberikan semakin tinggi ekspresi yang dihasilkan
Korelasi Ibu Hamil Resiko Tinggi Dengan Kesiapan Program Premarital Skrining di Puskesmas Kota Semarang Dewi Puspitaningrum; Nuke Devi Indrawati; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.088 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.155-160

Abstract

Pengantar: Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, menurut SDKI 2012 mengalami peningkatan AKI menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup namun menurut hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang. Data tahun 2017 masih banyak resiko yang ditimbulkan pada masa kehamilan yang nanti bisa berdampak pada kelanjutan persalinan, nifas dan bayi yang dilahirkan. Program premarital di Puskesmas sudah ada namun AKI masih tinggi, sehingga kajian tentang pelayanan untuk premarital skrining sangat perlu dikaji pengaruh program premarital skrining dengan kejadian hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota SemarangMetodologi penelitian: Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang dengan melalui Puskesmas Kota Semarang sebanyak 37. Dan menggunakan metode kuantitatif dan observasi dengan menggunakan korelasi untuk mengetahui pengaruh program premarital skrining dengan kejadian ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Kota Semarang.Hasil: Bahwa kejadian infertilitas sekunder anak ke-2 > 5 tahun mempunyai korelasi dengan kesiapan program premarital dengan nilai p value < 0,05 (korelasi spearmen) yaitu p value= 0,044. Kesimpulan: Perlunya upaya promotif dan preventif dalam pemberian layanan kesehatan yang komprehensif dan efektif bagi wanita sebelum menikah, sehingga bisa mencegah kesulitan saat kehamilan, persalinan dan nifas serta membentuk perencanaan keluarga yang sehat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10