cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): August 2019" : 10 Documents clear
Pengaruh Cairan Intravena Hangat Terhadap Derajat Menggigil Pasien Post Sectio Caesarea Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Fitnaningsih Endang Cahyawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.314 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.86-93

Abstract

Menggigil merupakan salah satu gejala klinis dari penggunaan anestesi spinal pada pasien yang menjalani bedah sesar. Menggigil sendiri dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien selama perawatan serta komplikasi lainnya. Pemberian cairan intravena hangat dapat digunakan sebagai intervensi untuk menangani menggigil pada pasien yang menjalani pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cairan intravena hangat terhadap derajat menggigil pasien setelah menjalani bedah sesar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, Quasy Experimental pretest-posttest with control group design pada pasien rawat inap di Bangsal Firdaus dan menjalani bedah sesar atau SC di RS PKU Muhamamdiyah Gamping,Sleman, DI Yogyakarta. Total sampel sebanyak 120 pasien dengan 60 pasien pada kelompok intervensi dan 60 pasien pada kelompok kontrol. Pengukuran derajat menggigil dilakukan sebanyak 4 kali yaitu 0 menit, 15 menit, 30 menit dan 60 menit. Analisis statistik dilakukan dengan uji komparatif Friedman test dan Kruskall-Walis test dengan signifikansi P<0.05. Kelompok Intervensi yang mendapat tambahan intervensi cairan intravena hangat menunjukkan perubahan dari derajat 3 pada menit 0 sebanyak 4 responden menjadi 0 responden pada menit ke 15, menit 30 dan menit 60. Analisis uji beda derajat menggigil antara kelompok Intervensi dan kelompok kontrol didapatkan nilai P<0.05 yang berarti, terdapat perbedaan derajat menggigil antara kelompok intervensi yang menerima intervensi tambahan cairan intravena hangat dibandingkan kelompok kontrol yang mendapatkan intervensi sesuai protokol rumah sakit. Pemberian cairan intravena hangat terbukti signifikan menurunkan derajat menggigil pasien pada kelompok intervensi.
PENGETAHUAN TENTANG KUNJUNGAN NIFAS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.564 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.132-136

Abstract

Pendahuluan. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang menyumbang angka kematian ibu terbesar di Indonesia. Proporsi kasus kematian ibu terbanyak terjadi pada masa nifas dan berlokasi di rumah sakit. Diantara kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki cakupan kunjungan nifas terendah dan mempuyai jumlah rumah sakit terbanyak tetapi angka kematiannya termasuk tertinggi. Salah satu dugaan penyebab kematian ibu adalah kurangnya informasi sedangkan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang setiap ibu nifas diberi buku tuntunan tentang masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan tentang kunjungan nifas di Rumah Sakit Islam Sutan Agung Semarang. Metode. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Responden penelitian ini adalah ibu nifas yang dirawat inap sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner tentang kunjungan nifas berjumlah 20 pertanyaan yang diuji validitas dengan judgement expert. Pengambilan data dilakukan dengan cara survey. Pengolahan data dilakukan dengan nilai minimum, nilai maksimum, rerata dan distribusi frekuensi. Hasil. Skor pengetahuan responden terendah adalah 2, tertinggi adalah 14, rerata adalah 5,33. Berdasarkan hal tersebut, pengetahuan responden dikategorikan baik jika skor 6 atau lebih dan dikategorikan kurag jika skor di bawah 6. Distribusi frekuensi responden menunjukkan bahwa pengetahuan responden kategori baik sebesar 33,3% sedangkan kategori kurang sebesar 66,7%. Kesimpulan. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang kunjungan nifas dalam kategori kurang.
FACTORS RELATING OF POSTPARTUM DEPRESSION IN INDEPENDENT PRACTICES OF MIDWIFE MISNI HERAWATI, HUSNIYATI AND SORAYA Inge Anggi Anggarini
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.288 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.94-104

Abstract

The postpartum period is a time when various changes, it occurs with women after childbirth, such as physiological, psychological, and socio-cultural and spiritual changes. Complex physical and emotional changes require adaptation to adjust lifestyle after labor and the new role of women to become mothers. It is also the originator of various psychological reactions, ranging from mild emotional reactions to severe levels of mental disorders. This study aims to determine the relationship between age, parity, education level, social support and physical exercise against postpartum depression. The design of this study is a descriptive correlative research type with a cross sectional approach. The number of samples was 32 respondents using concecutive sampling technique. Data collection using questionnaires and data analysis using chi-square. The results showed no significant relationship between age, parity, education level of postpartum depression. (p value> 0.05) and for social support and physical exercise factors during pregnancy there was a significant relationship with postpartum depression (p value <0.05). Keywords              : Age, parity, social support, physical exercise during pregnancy, postpartum depression
MINIRISET Increased adequacy of breast milk production in postpartum mothers using a decoction of sweet potato leaves in the Work Area of Puskesmas I Kesesi I Pekalongan Regency Sri Utami Subagio
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.214 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.137-142

Abstract

Background of Mother's Milk (ASI) is the best and most ideal food for babies, because breast milk contains all the nutrients needed in the right amount and consideration but there was a decrease in exclusive ASI coverage in Pekalongan Regency in 2016 amounting to 40.73% while in 2017 amounted to 38.36% decoction of sweet potato leaves as one of the nutritional alternatives to increase milk production, decoction of sweet potato leaves has lactogogum content as an enhancer of prolactin hormone and increases milk production. Objective: to determine the effect of cassava leaf decoction on increasing milk production. Method: This research is a miniriset with descriptive research type. Samples of 2 postpartum mothers who will be assessed for the adequacy of breast milk production before and after giving 200 grams of sweet potato leaves daily for 7 days using an observation sheet. Results and Discussion: childbirth mothers who have little breast milk production after being treated with water for decoction of sweet potato leaves for 7 days experience an increase in breast milk production based on 6 aspects that have been assessed, namely based on the mother's condition about the condition of ASI production and the condition of babies who have been given ASI. Conclusions and suggestions: there is an effect of giving cassava leaf decoction for 7 days to the adequacy of breast milk so that the midwife can advise postpartum mothers to make a decoction of sweet potato leaves as an alternative to cheap and easy to obtain foods that can increase breast milk productionKeywords: decoction of sweet potato leaves; post partum mother; ASI production
FENOMENA PERGESERAN BUDAYA DENGAN TREND PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA yekti satriyandari
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.386 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.105-114

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan. Yogyakarta memiliki angka yang tinggi kasus pernikahan dini. Adanya pergeseran budaya menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena pergeseran budaya dengan trend pernikahan dini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan data indepht interview. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Populasi adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Godean yang menikah dini usia kurang dari 16 tahun untuk perempuan dan kurang dari 19 untuk laki-laki. Subyek penelitian ini Tenaga kesehatan 1, Petugas KUA 1, Tokoh Masyrakat 1, Orangtua yang  memiliki anak menikah dini 5, dan pasangan yang menikah dini 5.Faktor remaja melakukan pernikahan dini diKecamatan Godean karena kehamilan tidak diinginkan dan saat ini fenomena pernikahan dini karena kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi hal  tabu lagi di masyarakat meskipun itu adalah aib yang seharusnya di tutupi namun karena mengalami pergeseran budaya hal tersebut sudah menjadi fenomena biasa yang ada di masyarakat.Pasangan yang menikah dini kurang memiliki kesiapan fisik, sosial, psikologis dan spiritual. Pasangan yang menikah dini tidak dapat melanjutkan pendidikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang menimbulkan masalah keuangan dalam rumah tangga. Dampak lain kurangnya keharmonisan dalam keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut Puskesmas dan KUA mengadakan program khusus bagi calon penganten yaitu pembinaan pra nikah dan adanya kerjasama lintas sektoral. 
Suplementasi Kalsium Pada Ibu Hamil Untuk Mengurangi Insidensi Preeklamsi di Negara Berkembang ria gustirini
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.399 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.151-160

Abstract

Preeklampsia adalah gangguan multisistem yang mempersulit 3%-8% dari kehamilan dan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Preeklampsia dalam kehamilan didefinisikan terjadinya hipertensi serta adanya proteinuria pada wanita setelah kehamilan 20 minggu. Sebagian besar kematian ibu yang disebabkan preeklampsia terjadi di negara berkembang. Ibu hamil di negara berkembang telah dilaporkan mengkonsumsi mineral esensial dan vitamin dalam jumlah yang lebih kecil. Pengaruh suplementasi kalsium hanya mungkin relevan untuk populasi dengan asupan dasar kalsium yang rendah yang mungkin terjadi di negara berkembang. Studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (literature review) yang memberikan informasi tentang upaya mengurangi risiko pengembangan preeklampsia pada ibu hamil dengan pemberian suplemen kalsium selama kehamilan di negara berkembang. Sumber untuk melakukan tinjauan literature ini meliputi suatu pencarian sistematis database terkomputerisasi dalam bentuk jurnal penelitian yang berjumlah 13 jurnal. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan penulisan daftar pustaka harvard. Level kalsium memainkan peranan penting dalam pathogenesis preeclampsia, ibu hamil preeklampsiaa memiliki kadar kalsium serum yang lebih rendah daripada kelompok normotensif. Kalsium umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dosis yang paling efektif untuk suplemen kalsium selama kehamilan adalah 2g/hari dan diberikan mulai dari kehamilan 20 minggu. Ibu hamil di negara berkembang harus di dorong untuk mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium, jika asupan kurang dari dosis yang dianjurkan maka suplementasi kalsium perlu diberikan.
RELATIONSHIP OF ELDERLY KNOWLEDGE LEVEL WITH PARTICIPATION IN IMPLEMENTATIONGYMNASTIC IN THE CITY OF SEMARANG dewi elliana
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.728 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.115-122

Abstract

Old age is said to be the final stage of development in human life. Efforts to support the achievement of life expectancy begin with improving services in the field of health in the elderly. In Indonesia in 2010 there were 23,992,513 elderly people. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics with participation in the implementation of elderly gymnastics in Pudakpayung Village, Banyu Manik District, Semarang City. This study used a cross sectional design and included the type of correlation. In this study the sampling technique used purposive sampling with as many as 80 respondents. The data is then analyzed using Chi Square Test. This research was conducted in May 2014. The results of the study showed that the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics was mostly included in the category of 37 (46.3%) respondents. While the participation in the exercise of elderly gymnastics, mostly including the category did not follow as many as 39 (48.8%) respondents. The conclusion of this study is that there is a relationship. The value of the level of knowledge of the elderly about elderly gymnastics with participation in the implementation of elderly gymnastics with a p value of 0,000. The value of p value is smaller than 0.05 (0,000 <0,05). Suggestions given to the community, especially the elderly, increase their knowledge about the benefits of elderly gymnastics by actively digging up information and knowledge about the benefits of elderly gymnastics for health both through elderly posyandu or other more accurate sources
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN SUAMI TENTANG KONTRASEPSI KONDOM DI RW XIII KELURAHAN SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.671 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.143-150

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data BKKBN tingkat penggunaan kondom pada laki – laki masih sangat rendah, hanya 1,3 persen dari akseptor KB, dan pencapaian peningkatan penggunaan kondom pada pasangan usia subur tahun 2017 pun belum sesuai target. Pemerintah menargetkan pengguna kondom meningkat 300 persen dari tahun 2015, menjadi 976 ribu pada 2017. Namun, hingga saat ini peningkatannya baru mencapai 41 persen. Jumlah pengguna kondom untuk peserta baru KB per September 2017 di Indonesia hanya mencapai 58.757, berada di nomor tiga setelah KB suntikan 302.459 dan pil 186.439. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan populasinya adalah seluruh suami yang bertempat tinggal di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo. Sampel yang digunakan yaitu 45 responden dengan cara sample random sampling. Instrumen penelitan menggunakan kuesioner. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom. Hasil validitas pada 10 responden dari 20 item didapatkan hasil rhitung > rtabel, rtabel yaitu 0,632 sehingga hasilnya valid dan reliabel karena hasil Alfa Crobanch 0,965. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan suami tentang kontrasepsi kondom di RW XIII Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang yang berpengetahuan cukup sebanyak 26 orang (57,8%), berpengetahuan baik 18 orang (40%) dan pengetahuan kurang  satu orang (2,2%). Kata kunci       : Tingkat Pengetahuan, Suami, Kontrasepsi Kondom 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Nidatul Khofiyah
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.709 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.74-85

Abstract

Kota Yogyakarta menempati urutan terendah kedua cakupan ASI eksklusif setelah Kabupaten Gunung Kidul. Puskesmas Umbulharjo I memiliki cakupan ASI Eksklusif terendah di Kota Yogyakarta.Rendahnya presentase pemberian ASI Ekslusif di Indonesia ini berhubungan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan dan minimnya dukungan dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik denagn desain Crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi.Teknik analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Penelitian ini menunjukkan berdasarkan Variabel yang paling berpengaruh adalah variabel pekerjaan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,000 dan nilai OR = 5,67 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu yang bekerja. Variabel kedua yang paling berpengaruh adalah variabel pengetahuan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,006 dan nilai OR = 9,42 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tahu tentang ASI Ekslusif berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu tidak tahu mengenai ASI Ekslusif.  Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta diharapkan dapat memberikan penyuluhan terkait ASI Eksklusif untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai balita terutama  di wilayah kerja Puskesmas.
INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN MATERNITAS Endah Sulistyowati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.56 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.123-131

Abstract

 Interprofessional education (IPE) telah dimulai di beberapa negara maju seperti Kanada, Inggris, Amerika, dan Australia sejak 53 tahun yang lalu. Penerapan IPE dalam kurikulum pendidikan kesehatan telah terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan komunikasi dan teamwork dari tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan Literature review yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari penerapan pendidikan interprofesi di kurikulum pendidikan kesehatan dalam peningkatan kualitas pelayanan maternitas. Artikel yang direview didapatkan melalui pencarian di data base elektronik seperti MEDLINE (OVID) 1996, CINAHL, and ERIC (EBSCO) menggunakan kata kunci seperti interprofessional education, curriculum, midwifery, dan maternity care. Selain itu, pencarian secara manual di Journal of Interprofessional care  juga dilakukan. Penelusuran artikel dibatasi hanya terbitan tahun 2009-2018. Dari penelusuran tersebut, didapatkan bahwa penerapan pendidikan interprofesi dalam kurikulum Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan bekerja sama dalam tim yang merupakan kompetensi utama dalam praktik kolaborasi antar profesi kesehatan. Keterampilan ini sangat mendukung peningkatan pelayanan maternitas. Ego profesi, perbedaan budaya profesi, penjadwalan, sumberdaya pengajar, dan persepsi tentang IPE ditemukan sebagai hambatan dalam penerapan IPE. Dukungan dari institusi, kepemimpinan, dan lingkungan Pendidikan yang kondusif merupakan faktor pendukung terlaksananya IPE di institusi Pendidikan. Metode pembelajaran IPE yang dapat diterapkan dalam kurikulum kebidanan diantaranya: OSCE, diskusi studi kasus, praktik komunitas dan kegiatan ekstrakurikuler.

Page 1 of 1 | Total Record : 10